152Please respect copyright.PENANAucljOaF3zk
Tak lama kemudian, espresso buatan Leona akhirnya jadi. Dia terlihat agak gugup sambil memegang cup kecil itu dengan kedua tangannya. Dia memintaku untuk mencicipinya dengan nada bicara yang seolah meminta maaf.
152Please respect copyright.PENANAX3nvo6Xidi
Dia tampak takut kalau hasil ekstraksi pertamanya ini rasanya kurang enak. Memang ini adalah espresso pertama yang ia buat dalam hidupnya. Aku pun mengambil cup kecil itu lalu meminumnya dalam satu tegukan.
152Please respect copyright.PENANAZTtJEaHK0L
Aku benar-benar kaget karena ternyata rasanya sangat oke. Rasanya sudah seperti dibuat oleh barista yang sudah lama bekerja di kedai kopi. Aku langsung memujinya karena hasil ekstraksinya sangat pas dan tidak *over-extracted*.
152Please respect copyright.PENANAZrLPUKafYw
Leona tampak tidak percaya dan langsung meminta gelas yang kupegang. Ia ingin mencicipi kembali hasil karyanya tepat di sisi gelas yang baru saja kuminum. Aku sempat melarang karena itu adalah bekas minumanku.
152Please respect copyright.PENANAWz0lPCCmLd
"Gak apa-apa Mas, ini kan espresso yang aku bikin sendiri," jawab Leona santai. Dia pun langsung meneguk sisa kopi itu tanpa ragu sedikit pun. Aku melihat ekspresinya yang mendadak kaget setelah cairan hitam itu menyentuh lidahnya. "Jangan bilang ini pertama kali kamu minum espresso?" tanyaku sambil tertawa kecil. Leona menunduk malu dengan pipi yang terlihat merona. "Iya Mas, biasanya aku cuma minum kopi sachet aja, hehe," jawabnya pelan.
152Please respect copyright.PENANAQYCyhsnO36
Aku penasaran dan bertanya bagaimana rasanya kopi buatannya itu. Leona terdiam sejenak, berusaha berpikir dan mencari kata yang tepat untuk mendeskripsikannya. "Rasanya enak, gak pahit, terus ada rasa coklatnya," jawabnya dengan yakin.
152Please respect copyright.PENANA6WNnpJCwmZ
Dia bercerita kalau awalnya merasa agak kaget karena teksturnya pekat, tapi ternyata rasanya enak. Aku mengangguk setuju karena memang profil rasa coklat itu muncul kalau ekstraksinya tepat.
152Please respect copyright.PENANAIFLt8EgA4N
"Nah, berarti resep bikin ini harus dikunci ya, parameternya harus sama seperti ini," jelasku sambil menunjukkan suhu air. Aku memberitahunya bahwa jika temperaturnya berbeda sedikit saja, rasanya bisa berubah total.
152Please respect copyright.PENANAI2v7kcBTrL
Leona akhirnya langsung paham kenapa suhu air sangat penting dalam pembuatan espresso. Ia mengangguk-angguk mengerti sambil terus menatap mesin espresso dengan penuh minat. "Mas, aku boleh bikin lagi?" pintanya setelah menghabiskan satu cup itu dalam beberapa teguk saja.
152Please respect copyright.PENANAu5DZHroN4u
Aku tersenyum melihat antusiasmenya yang begitu besar terhadap kopi. "Boleh, bikin aja sampai kamu terbiasa pegang alat-alatnya," jawabku memberi izin. Ternyata Leona cukup doyan dengan rasa kopi yang kuat, pikiranku mulai mengagumi seleranya.
152Please respect copyright.PENANAWddCoLKFcO
Dia kembali menyiapkan portafilter dengan gerakan yang lebih percaya diri dari sebelumnya. Aku hanya bisa berdiri di sampingnya, mengamati jemari halusnya yang kini mulai terbiasa dengan bubuk kopi.
152Please respect copyright.PENANAfRny08SPo2
Sambil menunggu proses ekstraksi kedua, suasana di antara kami terasa semakin cair. Leona bercerita bahwa dia ingin benar-benar menguasai teknik ini agar tidak memalukan saat ada pelanggan. Aku merasa tersanjung karena dia sangat serius dalam menjalani pelatihan singkat ini. Tatapanku kembali tertuju pada sosoknya yang begitu memesona saat sedang serius bekerja. Ada rasa nyaman yang menyelinap di hati saat melihat betapa tulusnya dia belajar.
152Please respect copyright.PENANA0zDj1SYldt
152Please respect copyright.PENANAZIam3vKqaL
Tak lama kemudian, espresso kedua itu jadi dengan aliran yang lebih stabil. Leona tampak jauh lebih percaya diri saat mengangkat *portafilter* dari mesin espresso. Ia langsung menunjukkan hasil karyanya dengan girang tepat di hadapanku. Sungguh aneh melihat wanita yang lebih tua lima tahun dariku ini bersikap seperti anak gadis.
152Please respect copyright.PENANAYeyhvDXWh6
Tingkahnya benar-benar menggemaskan dan membuatku tidak bisa berhenti tersenyum. Aku merasa ada sisi polos darinya yang sangat kontras dengan penampilan dewasanya.
152Please respect copyright.PENANAafXcIZLh3n
"Ini buat aku, ya?" tanyaku sambil menatap gelas kecil itu. Leona tertawa kecil lalu menggelengkan kepalanya dengan ekspresi yang sangat manis. "Hehe, kita minum berdua saja, Mas," jawabnya dengan nada bicara yang manja. Aku sempat terdiam sejenak memikirkan situasi yang sedang terjadi sekarang.
152Please respect copyright.PENANAqRF4a28of6
Gila juga, masa seorang wanita bersuami dan sudah punya anak mau berbagi gelas dengan laki-laki lain? Tapi Leona seolah setengah memaksa menyodorkan gelas itu tepat ke arahku.
152Please respect copyright.PENANAgOENK4XLFt
Aku akhirnya menyerah dan meminum espresso itu dalam satu tegukan kecil. Setelah satu tegukan, aku memberikan kembali gelas itu kepadanya dengan perlahan. Leona kemudian meminum sisa espresso itu dengan lahap tanpa ragu sedikit pun.
152Please respect copyright.PENANAm7HCUYc3pr
Ah, aku merasa tidak akan kuat kalau harus menghadapi ini setiap hari. Rasanya benar-benar seperti sedang punya pacar, dan pikiranku jadi semakin kusut. Aku benar-benar terdistraksi oleh keberadaannya yang begitu dekat dengan tubuhku.
152Please respect copyright.PENANAZHxwkIVZEc
Leona meneguk habis kopi itu sampai tetes terakhir dengan wajah puas. Aku memujinya karena ternyata dia cukup doyan dengan rasa espresso yang kuat. Biasanya orang awam akan merasa takut atau merasa pahit saat mencoba espresso.
152Please respect copyright.PENANA6brlOgjDC7
Namun Leona justru terlihat sangat menikmatinya dengan mata yang berbinar senang. "Soalnya rasanya enak sekali, Mas," ucapnya lembut sambil lidahnya menjilati bibir yang masih menyisakan sedikit espresso. Gerakan sederhana itu sukses membuat jantungku berdebar tidak karuan.
152Please respect copyright.PENANAm8l7dAGEkk
"Kamu berbakat sekali, Leona. Mungkin nanti kita bisa coba teknik *frothing* susu," ujarku mencoba mengalihkan fokus. Leona tersenyum lebar dan mengangguk semangat karena merasa didukung olehku. Ia kemudian membereskan sisa-sisa bubuk kopi yang berceceran di meja bar dengan teliti.
152Please respect copyright.PENANApbl8LnMur1
Aroma vanila dari tubuhnya kembali tercium kuat saat ia bergerak gesit di sampingku. Aku hanya bisa menghela napas panjang, menyadari bahwa pelatihan ini akan jauh lebih menarik dari sekadar urusan pekerjaan.
152Please respect copyright.PENANAM1zeLpAhcJ
----
Leona tiba-tiba duduk di kursi kayu dengan gerakan yang tampak tidak nyaman. Efek dari dua gelas espresso yang ia minum dalam waktu singkat mulai bereaksi pada tubuhnya. Aku bisa melihat ia mulai gelisah dan napasnya terasa sedikit lebih cepat dari biasanya. Dengan sigap, aku langsung mengambilkan segelas air putih dingin dari kulkas untuknya.
152Please respect copyright.PENANAIxdZ1uZdqW
"Perut kamu kaget ya karena terlalu banyak kafein?" tanyaku sambil menyodorkan gelas itu. Leona hanya bisa mengangguk pelan dengan wajah yang terlihat sedikit pucat.
152Please respect copyright.PENANAJSdDhPwejc
Ia segera meminum air dingin itu sampai habis untuk meredakan rasa tidak nyaman di dadanya. Aku kemudian menjelaskan bahwa minum espresso terlalu banyak dalam sekali waktu bisa berbahaya bagi orang awam. "Jangan minum espresso terlalu banyak sekaligus, karena dosis kafeinnya sangat tinggi," kataku memperingatkan. Leona menatapku dengan ekspresi agak bersalah sambil memegang perutnya.
152Please respect copyright.PENANA094xmRN5f6
"Maaf ya Mas, soalnya aku benar-benar tidak tahu kalau efeknya akan seperti ini," jawabnya lembut. Aku tersenyum kecil dan bilang bahwa hal itu sangat wajar karena semua orang pasti pernah melewati fase tidak tahu.
152Please respect copyright.PENANAlZuNn1tjst
Sambil merapikan meja, aku mulai bercerita tentang dasar-dasar menu kopi di kedai kami. Aku menjelaskan bahwa satu cup espresso adalah pondasi untuk berbagai menu minuman lainnya. "Kalau dicampur air panas atau dingin akan jadi Americano, tapi kalau dicampur susu bisa jadi Cappuccino atau Latte," jelasku panjang lebar.
152Please respect copyright.PENANAQzNGg1a7iI
Aku menekankan bahwa jika dia sudah terbiasa membuat espresso, maka menu lain akan jauh lebih mudah dikuasai. Leona mengangguk-angguk mengerti sambil menyimak setiap kata yang kuucapkan dengan serius. Ia kemudian menyandarkan punggungnya ke tembok dan tampak merasa nyaman di bawah hembusan AC ruangan.
152Please respect copyright.PENANAKgHBXJ0BMa
Matanya mulai menerawang melihat suasana di luar kedai yang terlihat sangat terik dan lengang. Aku terdiam sejenak, lalu sebuah pertanyaan tiba-tiba muncul di benakku tentang kehidupan pribadinya.
152Please respect copyright.PENANAyCJ67PaNr3
"Bayi kamu tidak apa-apa kalau harus dititipkan berlama-lama ke orang tua kamu?" tanyaku pelan. Leona tampak sedikit kaget dengan pertanyaanku yang cukup personal tersebut.
152Please respect copyright.PENANAthm5NhYh3V
"Gak apa-apa kok Mas, tadi sudah aku susui sebelum berangkat ke sini," jawabnya dengan nada tenang. Ia menambahkan bahwa ia selalu menyetok ASI menggunakan pompa sehingga bayinya tetap terjamin nutrisinya.
152Please respect copyright.PENANAe3k4YO7LLo
Leona juga bercerita kalau bayinya sangat akrab dengan neneknya karena memang sudah kenal sejak lahir. Untuk menunjukkan hal itu, ia membuka ponsel iPhone seri terbaru miliknya dan memperlihatkan sebuah foto. Aku sempat terkejut melihat ponsel mahal yang ia genggam, yang menandakan bahwa penghasilan suaminya pasti sangat besar.
152Please respect copyright.PENANAHZ6tjkqoFm
"Lucu sekali bayinya, mirip sekali dengan kamu," ujarku sambil tertawa kecil melihat foto tersebut. Leona tersenyum bahagia, merasa senang karena aku memuji buah hatinya dengan tulus.
ns216.73.216.233da2


