130Please respect copyright.PENANA2j71ET3jCl
Leona tidak ragu untuk memperlihatkan banyak foto bayinya itu kepadaku. Ada foto saat dia sedang menggendong bayinya dengan penuh kasih sayang. Ada juga foto saat si kecil sedang bergulingan di atas kasur.
130Please respect copyright.PENANA8EsRuimkMy
Ada foto waktu dia sedang tidur pulas dengan wajah yang sangat polos. Bahkan ada foto saat bayi itu digendong oleh ibunya Leona. Betapa lucunya bayi ini, benar-benar menggemaskan sampai aku tidak bisa berhenti tersenyum.
130Please respect copyright.PENANAsv7gQVQgxF
Leona terlihat semakin semangat bercerita begitu aku memuji-muji bayinya itu. "Umurnya sekarang sudah satu tahun lebih satu bulan, Mas," ucapnya dengan nada riang. Dia menambahkan kalau bayinya laki-laki, sangat sehat, dan belum pernah sakit apa pun. Aku merasa ikut senang mendengar kabar baik tentang pertumbuhan anak kecil itu.
130Please respect copyright.PENANAVnrjbjdVJN
"Wah, hebat ya, berarti anaknya kuat dan sehat sekali," jawabku sambil terus menatap layar ponsel. Leona tertawa kecil karena merasa bangga dengan perkembangan buah hatinya.
130Please respect copyright.PENANAh4YCZ0k48b
Sambil terus mengobrol, aku mencoba menggeser foto-foto itu ke sana kemari. Namun, aku menyadari ada sesuatu yang janggal dari kumpulan foto yang ia tunjukkan. Kok tidak ada satu pun foto si bayi sedang bersama ayahnya atau suami Leona? Dalam hatiku, aku merasa ada hal yang aneh atau mungkin ada cerita tersembunyi.
130Please respect copyright.PENANAMaporLLQ5E
Apakah karena suaminya terlalu sibuk bekerja sehingga tidak sempat bertemu bayinya? Namun, aku tidak berani menanyakan hal itu karena takut dianggap terlalu mencampuri urusan pribadinya.
130Please respect copyright.PENANAHF7fJrz7MN
"Mas Bagus, kok tiba-tiba diam saja? Kamu melamun ya?" tanya Leona sambil menarik kembali ponselnya. Aku tersentak dan segera memperbaiki posisiku agar tidak terlihat sedang curiga.
130Please respect copyright.PENANAnQ0DTIrdxv
"Eh, tidak kok, aku cuma berpikir betapa beruntungnya bayi itu punya ibu sehebat kamu," jawabku mencoba bersikap alami. Leona tersenyum manis, namun matanya menunjukkan kalau dia tahu aku sedang memikirkan sesuatu. Suasana di antara kami mendadak terasa lebih intens meskipun kami hanya berdiri di balik meja bar.
130Please respect copyright.PENANAOQhCe1ekPh
Leona kemudian meletakkan ponselnya di atas meja dengan gerakan yang sangat pelan. Dia menatapku cukup lama, membuatku merasa semakin gugup dan salah tingkah.
130Please respect copyright.PENANATfG1yh2lJO
"Makasih ya Mas, jarang ada laki-laki yang mau memuji bayiku setulus itu," ucapnya lembut. Aku bisa mencium aroma parfumnya yang bercampur dengan bau kopi, menciptakan sensasi yang membingungkan namun candu. Kami terdiam sejenak, membiarkan keheningan menyelimuti ruang sempit yang memisahkan kami berdua. Rasanya waktu berjalan sangat lambat saat mata kami saling mengunci dalam diam.
130Please respect copyright.PENANAqKevKogYt6
130Please respect copyright.PENANApNDwTvBkjt
"Eh, ngomong-ngomong, kok di foto-foto tadi nggak ada foto bayinya bareng ayahnya ya, hehehe," tanyaku mencoba santai. Leona tampak tersentak, seolah tidak menyangka aku akan memperhatikannya sedetail itu.
130Please respect copyright.PENANAli11WJrIwe
Dia terdiam beberapa saat dengan ekspresi bingung, mencoba mencari kata-kata yang tepat untuk menjawab. Akhirnya dia menghela napas panjang, dan aku langsung merasa kalau aku baru saja menyentuh topik yang sensitif. "Suamiku kerjanya di pertambangan, Mas, tepatnya di lepas pantai," jawabnya dengan nada yang mendadak redup. Dia menjelaskan kalau suaminya memang jarang pulang, mungkin hanya enam bulan sekali atau paling banyak dua kali setahun.
130Please respect copyright.PENANAJ00Mr31HeP
"Gajinya memang lumayan banget sih, tapi ya gitu deh," lanjut Leona sambil menatap kosong ke arah mesin kopi. Tiba-tiba dia menghentikan ceritanya begitu saja dan mengalihkan pandangan, seolah ada sesuatu yang sengaja ia tutup-tutupi. Aku bisa merasakan ada dinding yang tiba-tiba terbangun di antara kami, membuat suasana menjadi sedikit canggung.
130Please respect copyright.PENANAMTkbfDzDnF
Aku merasa tidak enak karena sudah terlalu jauh mencampuri urusan rumah tangganya yang terlihat rumit. Aku segera tersadar dan memutuskan untuk tidak menggali lebih dalam lagi agar dia tidak merasa tertekan.
130Please respect copyright.PENANAheuuJPEWbK
"Oh, oke oke, nggak apa-apa kok," kataku cepat-cepat sambil memberikan senyum paling ramah yang aku punya. "Hmm, gimana kalau sekarang kamu belajar bikin menu lain lagi supaya makin jago?" tanyaku mencoba mengalihkan topik pembicaraan sepenuhnya. Aku memberitahunya kalau menu kopi susu gula aren sedang sangat ramai dipesan oleh para mahasiswa.
130Please respect copyright.PENANA1vkx4lPkZc
"Sini, aku ajari kamu bikin menu ini ya, soalnya ini paling laris di kedai kita," tambahku semangat. Leona langsung mengangguk antusias, dan aku bisa melihat ada rasa syukur di wajahnya karena aku tidak bertanya lebih jauh.
130Please respect copyright.PENANATc8aXoHkUD
Aku mengambil botol gula aren cair dan menunjukkannya kepada Leona dengan gerakan yang jelas. "Kuncinya ada di takaran gula arennya, kalau terlalu banyak nanti rasa kopinya kalah," jelasku sambil menuangkan cairan kental itu ke dasar gelas. Leona memperhatikan setiap gerakanku dengan sangat teliti, bahkan dia sampai memiringkan kepalanya agar bisa melihat takarannya dengan jelas. Aku memintanya untuk mencoba menuangkan gula aren itu sendiri agar dia terbiasa dengan konsistensi cairannya.
130Please respect copyright.PENANA8F0SSqi6se
Dengan sangat hati-hati, dia mulai menuangkan gula aren itu, meskipun tangannya terlihat sedikit gemetar karena gugup.
130Please respect copyright.PENANATOOWi1YmZi
Setelah gula aren siap, aku mengajarinya cara membuat *foam* susu yang lembut menggunakan *steam wand* pada mesin espresso. Leona tampak sangat serius, bahkan lidahnya sedikit menjulur keluar karena terlalu fokus memperhatikan posisi *pitcher* susu.
130Please respect copyright.PENANArZTBSb6c0f
"Jangan terlalu lama, nanti susunya malah jadi terlalu panas dan pecah," peringatku sambil membimbing tangannya yang memegang gagang *pitcher*. Saat suara desis susu mulai terdengar, Leona tampak sangat konsentrasi mengatur posisi gelasnya agar busanya terbentuk sempurna. Aku hanya bisa tersenyum melihat betapa seriusnya dia, sekaligus merasa senang karena dia begitu mempercayakan gerakannya di bawah arahanku.
130Please respect copyright.PENANA9UPU3NhaYz
"Ya gitu betul, tuangin sesuai takarannya ya," kataku sambil terus memperhatikan setiap gerakan tangan Leona. Dia tampak sangat senang ketika hal-hal kecil yang ia lakukan mendapatkan pujian dariku. Bahkan hal sepele seperti cara ia menuangkan gula aren cair saja bisa membuat dia terlihat jauh lebih bersemangat. Leona tersenyum-senyum sendiri, persis seperti anak kecil yang baru saja dipuji karena gambar buatannya bagus.
130Please respect copyright.PENANAJyXMQXbq8b
Atau mungkin seperti anak kecil yang dipuji orang tuanya setelah mandi dan wangi. Aku jadi berpikir, kenapa ya Leona bisa bereaksi seperti itu? Apa selama ini dia jarang mendapatkan apresiasi atau pujian sederhana dalam hidupnya?
130Please respect copyright.PENANAltIZLjxa6p
Aku tidak tahu pasti apa yang ada di pikirannya, tapi momen itu terasa sangat manis. Setelah kopi susu gula aren buatannya jadi, aku menyuruhnya untuk mencicipi hasilnya sendiri. Leona tersenyum puas sambil menggoyangkan kepalanya ke sana kemari dengan ekspresi girang.
130Please respect copyright.PENANArZNSac7xNe
Dia terlihat sangat bangga dengan karya pertamanya sebagai calon barista di kedai ini.
130Please respect copyright.PENANAEUQZNtrwTE
"Gimana, rasanya enak nggak?" tanyaku penasaran melihat reaksinya.
130Please respect copyright.PENANAx74IVBR1MX
"Aaa, enak banget!" jawabnya sambil tertawa kecil dan mengacungkan jempol tinggi-tinggi ke arahku.
130Please respect copyright.PENANAfzw8mO5aB9
Tanpa ragu, dia menyodorkan gelas bekas minumnya itu kepadaku seolah hal itu adalah sesuatu yang lumrah. Sejujurnya ada rasa canggung yang menyerang, tapi aku memutuskan untuk meminumnya.
130Please respect copyright.PENANAJqi90YrCFp
Dan benar saja, rasanya pas sekali di lidah karena Leona mengikuti takaran yang aku berikan. Aku mengangguk pelan tanda setuju, membuat wajahnya semakin berseri-seri karena merasa berhasil. "Tuh kan, kamu ternyata punya bakat alami dalam meracik kopi," pujianku membuat Leona semakin tersipu. Kami berdua tertawa bersama, dan suasana di antara kami terasa semakin cair dan hangat.
130Please respect copyright.PENANAMxIgWJukO7
"Aku jadi makin semangat buat belajar semuanya, Mas Bagus," ucap Leona dengan nada bicara yang manja. Ia meletakkan gelas itu di meja dan menatapku dengan binar mata yang penuh rasa terima kasih.
130Please respect copyright.PENANApmlN7rf0b8
Aku bisa melihatkan betapa dia sangat menghargai bimbingan yang kuberikan, meskipun aku hanya melakukan hal sederhana. Ada getaran aneh yang menjalar di dadaku saat melihat caranya menatapku begitu dalam.
130Please respect copyright.PENANAfF6zvCh6o4
Aku merasa ada ikatan yang mulai terbentuk, sesuatu yang lebih dari sekadar hubungan senior dan junior di tempat kerja. Leona kemudian merapikan letak hijabnya, sebuah gerakan anggun yang kembali menarik perhatianku sepenuhnya.
130Please respect copyright.PENANAKQnSYROJpM
Sore itu, kedai yang biasanya terasa membosankan saat sepi, tiba-tiba terasa hidup karena kehadirannya.
130Please respect copyright.PENANAGYlwVE103t
Aku menyadari bahwa pelatihan ini bukan lagi sekadar tugas untuk mencari asisten yang kompeten, tapi menjadi momen yang paling aku tunggu-tunggu setiap harinya. Leona dengan segala kepolosan dan aura keibuannya telah berhasil mengacaukan konsentrasiku dengan cara yang paling menyenangkan.
130Please respect copyright.PENANAFpmObG3dLb
Saat kami mulai membereskan peralatan kopi untuk menutup sesi latihan, aku bisa merasakan ada ketegangan seksual yang halus namun nyata di antara kami. Kami saling melempar senyum. Ada rahasia kecil yang mulai tumbuh di antara aku dan Leona tanpa kami sadari.
ns216.73.216.233da2


