Leona duduk santai sambil memperhatikan setiap gerak-gerikku membersihkan bar meja. Matanya tampak sangat antusias melihatku mematikan mesin espresso yang sudah panas. Sepertinya dia sadar kalau benda-benda besi ini akan jadi bagian dari pekerjaannya besok.
134Please respect copyright.PENANAiKj74EyztZ
Dia mulai banyak bertanya tentang fungsi tombol-tombol yang ada di mesin itu. Aku pun menjawab semua pertanyaannya dengan senang hati sambil sesekali bercanda. Rasanya menyenangkan melihat seseorang begitu bersemangat mempelajari hal baru dari nol.
134Please respect copyright.PENANAvpaYWIz9IQ
Saat aku sibuk mengelap meja, tiba-tiba Leona menawarkan diri untuk membantu menyapu lantai. Jujur saja aku merasa tidak enak karena dia kan belum resmi bekerja. Tapi karena dia setengah memaksa, akhirnya aku tidak punya pilihan lain selain mengiyakan. Aku memperhatikannya bergerak lincah memegang sapu dengan sangat terampil dan rapi.
134Please respect copyright.PENANAKSYE2Be5Gq
Rasanya lucu sekali melihat seorang ibu rumah tangga yang sedang menyapu lantai rumahnya sendiri. Dia tampak sangat terbiasa melakukan pekerjaan domestik seperti ini setiap harinya.
134Please respect copyright.PENANA0ejamrFQuI
Setelah semua beres, aku berjalan menuju pintu depan untuk menutup kedai. Tanpa diminta, Leona ikut membantu menarik rolling door besi yang cukup berat itu. Gerakannya terlihat sangat alami seolah-olah dia sudah bekerja di sini selama bertahun-tahun. Aku hanya bisa tertawa kecil melihat inisiatifnya yang sangat tinggi malam ini. "Kamu benar-benar berbakat jadi asisten, ya," godaku sambil tersenyum tipis padanya. Leona hanya membalasnya dengan tawa renyah yang membuat suasana jadi semakin cair.
134Please respect copyright.PENANAMqrdpd0ukO
"Besok siang kita mulai latihan ya, jangan sampai telat," kataku memberikan instruksi akhir. Leona mengangguk semangat dan menjawab "Siap!" dengan nada suara yang agak girang.
134Please respect copyright.PENANAsP0TAgDRK9
Sungguh menyenangkan melihat wanita dewasa bertingkah lucu dan antusias seperti itu. Padahal secara usia dia lima tahun lebih tua dariku, tapi dia terasa sangat penurut. Mungkin ini hanya perasaanku saja karena posisiku di sini adalah sebagai seniornya.
134Please respect copyright.PENANAT0EblctBpE
Keesokan harinya, aku datang ke kedai dengan perasaan yang jauh lebih bersemangat dari biasanya. Pikiran tentang Leona yang akan datang belajar membuatku tidak sabar memulai shift. Aku sengaja menyiapkan beberapa biji kopi terbaik untuk diperkenalkankan kepadanya nanti.
134Please respect copyright.PENANARYF9Wmfqp4
Ada rasa gugup yang aneh saat membayangkan kami akan berdiri sangat dekat di area bar yang sempit. Aku mulai menata gelas-gelas kristal dengan sangat teliti agar semuanya terlihat sempurna.
134Please respect copyright.PENANA5xfPvsU8aQ
Tak lama kemudian, jam dinding menunjukkan pukul dua siang. Kedai masih sangat sepi dan hanya ada aku yang sibuk mengelap mejaan.
134Please respect copyright.PENANA73sE4ezYsU
Tiba-tiba, Leona masuk dengan senyum manis yang langsung membuat suasana terasa berbeda. Hari ini ia tampak cantik sekali memakai t-shirt lengan panjang yang warnanya lembut. Namun, kaos itu ternyata tidak longgar dan justru jauh lebih ketat daripada yang aku kira sebelumnya. Karena pakaiannya yang sangat presisi di badan, lekukan dadanya terlihat sangat jelas dan bahkan aku bisa menerawang sedikit detail renda pada bra yang ia gunakan.
134Please respect copyright.PENANAFu5EQk1AvX
Jujur saja, fokusku langsung berantakan dan pikiranku jadi kacau saat itu. Leona menyapaku berkali-kali, tapi aku hanya bisa terpaku diam sambil mencoba mengatur napas. Ia tampak sedikit kepayahan dan menyeka keringat di keningnya dengan tisu. Padahal jarak rumahnya ke sini hanya jalan kaki sebentar, tapi cuaca siang ini memang sedang terik-teriknya.
134Please respect copyright.PENANAxxunvYtSY2
Di dalam hati, aku bertanya-tanya kenapa ia memilih pakaian seketat itu untuk bekerja. Aku tahu dia sedang menyusui, dan sudah jadi rahasia umum kalau payudara wanita menyusui pasti akan membesar.
134Please respect copyright.PENANA7HomLTxfSz
"Mas Bagus, kok malah bengong? Aku sudah sampai nih," ucap Leona sambil tertawa kecil melihat tingkahku.
134Please respect copyright.PENANA7kUob5TjFT
Aku tersentak dan segera sadar dari lamunanku yang terlalu jauh. "Eh, iya, maaf. Kamu pasti haus ya, panas banget di luar," jawabku gugup. Aku bergegas mengambilkan segelas air putih dingin dengan potongan es batu untuknya. Leona menerima gelas itu dengan senang hati sambil memberikan tatapan yang sangat teduh. "Terima kasih banyak, Mas, kamu perhatian sekali," ucapnya lembut.
134Please respect copyright.PENANACZSMoYidox
"Sama-sama, Leona. Kamu istirahat dulu sebentar, jangan langsung dipaksa belajar," kataku mencoba mengembalikan wibawaku sebagai senior. Leona meminum air putih itu dengan perlahan, dan gerakan tenggorokannya membuatku kembali terdistraksi. Ia meletakkan gelas kosong itu di meja bar dan menatapku dengan penuh rasa ingin tahu.
134Please respect copyright.PENANAeOdk01wKAL
"Jadi, hari ini aku harus belajar apa dulu? Tolong ajari aku dengan sabar ya, Mas," pintanya dengan nada manja yang halus. Aku berdehem keras untuk menutupi kegugupanku dan mulai menunjuk ke arah mesin espresso.
134Please respect copyright.PENANA3aUOXDvKs7
"Oke, pertama-tama kamu harus tahu cara mengoperasikan mesin ini," jelasku sambil mendekat ke arahnya. Posisi kami sekarang sangat dekat, hingga aku bisa mencium aroma parfum vanilla yang bercampur dengan aroma alami tubuhnya. Leona mengikuti penjelasanku dengan sangat serius, namun ia sesekali melirikku dengan senyum yang menggoda.
134Please respect copyright.PENANACemJTXdp8K
"Berarti aku harus berdiri sedekat ini dengan kamu ya kalau mau belajar?" tanyanya dengan nada bicara yang sedikit berbisik. Jantungku berdegup kencang, dan aku tahu pelatihan hari ini akan menjadi sangat menantang bagiku.
134Please respect copyright.PENANATmqsMU2DCS
--
134Please respect copyright.PENANAHpxHJOtQDP
"Oke, pertama kamu harus giling biji kopinya pakai *grinder* ini sampai halus," jelasku sambil menunjukkan takaran yang pas. Aku mengajarinya cara memasukkan bubuk kopi ke dalam *portafilter* lalu menekannya dengan kuat agar tidak ada rongga udara. Setelah itu, aku memasukkan *porta* tersebut ke grup mesin espresso dan menekannya dengan mantap.
134Please respect copyright.PENANA6AIerE8w5g
Aku menjelaskan bahwa waktu ekstraksi yang tepat adalah kunci agar rasanya tidak terlalu pahit atau asam. Suhu air juga harus stabil supaya aroma kopinya keluar dengan sempurna. Leona mencermati semua gerakanku dengan fokus yang sangat tinggi.
134Please respect copyright.PENANAyAwgP4I6IT
Posisi Leona berdiri benar-benar dekat sekali denganku sampai bahunya hampir bersentuhan. Aku bisa mencium aroma parfum vanilanya yang bercampur dengan bau susu yang sangat lembut.
134Please respect copyright.PENANApn0wHmMxhY
Aroma susu itu terasa manis, menyenangkan, dan entah kenapa terasa sangat memabukkan di hidungku. Hal ini membuat pikiranku liar membayangkan pemandangan Leona yang sedang menyusui bayinya di rumah. Sambil terus menjelaskan teknis pembuatan kopi, aku tidak tahan untuk mencuri pandang ke arah dadanya. Lekukan payudaranya terlihat sangat indah dan menonjol di balik t-shirt ketat yang ia kenakan.
134Please respect copyright.PENANABbz9MiziXW
"Mas Bagus, bagian ini maksudnya harus ditekan sekuat tenaga ya?" tanya Leona tiba-tiba. Aku tersentak kaget dan buru-buru menggeser pandanganku kembali ke arah mesin espresso.
134Please respect copyright.PENANAlzl7kujCmf
Jantungku berdegup kencang karena merasa tertangkap basah sedang memperhatikan lekuk tubuhnya. Leona tersenyum kecil, seolah dia tahu apa yang sedang aku pikirkan tadi. "Aku mau coba praktek sendiri, boleh ya Mas?" pintanya dengan nada yang sangat lembut. Aku hanya bisa mengangguk pelan sambil mencoba menetralkan rasa gugupku.
134Please respect copyright.PENANAJi59KBZqcA
Kami pun memutuskan untuk berganti posisi agar Leona bisa memegang mesin tersebut. Karena area di belakang meja bar ini sangat sempit, ruang gerak kami menjadi sangat terbatas.
134Please respect copyright.PENANA6lApwz2VlH
Saat kami berpindah tempat, tubuhku tidak sengaja bergesekan dengan tubuhnya secara menyeluruh. Aku bisa merasakan tekanan lembut dari payudaranya yang menyentuh lenganku dengan sangat jelas. Jujur saja, gesekan fisik itu benar-benar tidak bisa dihindari mengingat betapa kecilnya ruangan ini. Anehnya, Leona tampak tidak merasa terganggu atau berusaha menghindar dari sentuhan itu.
134Please respect copyright.PENANARYvc3j973Q
Leona mulai mencoba mengoperasikan mesin espresso dengan bantuan arahanku yang masih terasa kaku. Setiap kali dia bergerak, pakaian ketatnya mengikuti setiap gerakan tubuhnya yang sintal. Aku berdiri di belakangnya, mencoba memberikan instruksi, namun fokusku terdistraksi oleh aroma susu yang kembali tercium kuat. Leona sesekali menoleh ke arahku dengan tatapan yang sulit diartikan, namun sangat menggoda.
134Please respect copyright.PENANAAkjmJRoq0V
Ada ketegangan yang aneh namun menyenangkan menyelimuti kami berdua di ruang sempit itu. Pelatihan hari ini terasa jauh lebih intim daripada yang pernah aku bayangkan sebelumnya.
ns216.73.216.233da2


