Maya menarik lengan baju Adam dengan nakal, bibirnya menampakkan n4fsu li4r, sengaja digigit agar terlihat bin4l.
1472Please respect copyright.PENANAWFKwxSbR7z
"Aku menunggumu dari tadi" ucap Maya, sembari menyolek lembut wajah calon menantunya itu.
1472Please respect copyright.PENANAFILYL7cBP8
"Aku memastikan Siska terlelap, agar kita bisa pu4s m4innya."
1472Please respect copyright.PENANAyssOhF7UAN
keduanya tersenyum g4tal, dan akhirnya memulai pertempuran.
1472Please respect copyright.PENANAxVndGgAGrY
Adam meng3cup leher jenjang calon mertuanya itu. Maya menikmati setiap j1l4tan Adam. Ia terbuai penuh n4fzu dan sesekali tak bisa menahan erangannya.
1472Please respect copyright.PENANAzc2SnEJnWR
"hussht! jangan ribut, nanti Siska bangun" bisik Adam.
1472Please respect copyright.PENANAov9rLJxarG
"Dia tidak akan dengar, lagipula dia ada dilantai dua."
1472Please respect copyright.PENANAxo8ngWfmrE
Hujan mulai gerimis, suara deruh hujan menghantam kaca jendela dan genteng rumah, menutupi samar des4h4n dua sejoli.
1472Please respect copyright.PENANAyHuhDCvmja
mereka berdua menikmati permainan terlarang itu. p4kaian telah terlucut1 tanpa sadar, berserakan diruangan itu.
1472Please respect copyright.PENANAQTyUdyGpzq
berbagai posisi telah mereka lakukan, demi kepu4asan n4fsu.
1472Please respect copyright.PENANA2pj6ytnGtY
Setelah berjalan kurang lebih Empat Puluh Lima menit, mereka pun akhirnya tumbang dengan keringat membasahi tubuh mereka.
1472Please respect copyright.PENANAibj0POpMPF
"Kamu lagi-lagi keluar did4l4am"ucap Maya sambil terengah-engah.
1472Please respect copyright.PENANAH8TDQslXaA
"sangat nikm4t, aku tidak bisa menah4nnya."
1472Please respect copyright.PENANAl2SWW3y6cL
"Nakal..." Maya menyentil hidung Adam dengan senyum genit. Mereka berpeluk4n dan tertidur pulas setelah pergulatan penuh kasih. Malam yang dingin disertai badai menggelegar itu, terselip kering4t cinta dua sejoli 4ntara Ibu dan calon men4ntunya.
1472Please respect copyright.PENANA8KIbiWM05F
*****
Embun pagi membasahi dedaunan di halaman rumah. Maya yang tengah menyeruput teh pagi seakan menikmati pagi itu, ia tersenyum manis mengingat kenangan indah bersama Adam. Sudah sekitar Tiga bulan hubungan mereka tanpa sepengetahuan anaknya. Awalnya ia merasa canggung dan bersalah, namun seiring waktu ia malah menikmati cinta terlarang itu.
1472Please respect copyright.PENANAseSULwKpHi
Maya sendiri termasuk tipikal Ibu yang religius, meski tak sereligius wanita berkudung besar dan bercadar, namun setidaknya ia tetap menjaga aurat ketika hendak keluar rumah. Sepeninggal suaminya, ia lebih menutup diri dari dunia luar, jika tak berkepentingan ia lebih sering mengandalkan Siska untuk keluar rumah daripada ia lakukan sendiri.
1472Please respect copyright.PENANAmChFQ3jJQP
Kembali kepertemuan awal dengan Adam; sebenarnya pertama ketika melihat calon menantunya itu, ia kurang merestui hubungan Adam dengan anaknya. Adam hanyalah pria kantoran dengan gaji seadanya, sementara sebelum sepeninggal ayah Siska, keluarga tersebut cukup mapan dengan jabatan ayah Siska sebagai ekskutif manager di sebuah perusahaan ternama. Namun semuanya kini berbanding terbalik, keluarga tersebut kini hanya bergantungan kepada sisa tabungan dan bisnis butik yang tidak terlalu ramai.
1472Please respect copyright.PENANAfLMg6wOfYU
"Ma, Adam sudah pulang" tanya siska yang seketika membuat Ibunya kaget.
1472Please respect copyright.PENANAcRtBsHVwyY
"Ah! kamu ini.. Iya, Adam sudah pulang"
1472Please respect copyright.PENANA0OKqSznHjz
Kecewa sepintas terlihat dari raut wajah Siska, ia seakan menahan kekesalan terhadap pacarnya itu, "mengapa gak datang ke kamar.." gumam Siska, lantas berlalu meninggalkan Ibunya. Maya hanya tersenyum, menyembunyikan hal indah yang sedari malam ia rasakan bersama calon menantunya.
1472Please respect copyright.PENANAVUUEi7Dmj2
Dikontrakannya, Adam masih melanjutkan tidurnya setelah semalaman bergul4t dengan calon mertuanya. Mumpun dihari Minggu dan libur kantor, ia menyempatkan untuk istirahat sebelum akhirnya besok Senin dipenuhi dengan tumpukan pekerjaan dan deadline yang menguras mental dan tenaga.
1472Please respect copyright.PENANApu5txMhTBo
Didalam keheningan, ia sepintas mengingat kejadian tadi malam. Dalam benaknya; Adam merasa bersalah, namun tak dipungkiri juga bahwa dirinya menikmati kenakalan itu.
1472Please respect copyright.PENANAKK7YKa5BKo
Kembali kepertemuan awal bersama Maya; Adam terlihat canggung pada saat itu. Ayah Siska masih hidup dan terlihat bahagia bersama Maya. Ayah Siska jugalah yang lebih awal menerima kehadiran Adam sebelum Maya, bahkan Maya terlihat lebih canggung saat pertama kali bertemu Adam. Hingga setahun kemudian tragedi tersebut merenggut nyawa suami Maya.
1472Please respect copyright.PENANAlZIl6RAi7C
keluarga tersebut terpukul dan menutup diri, hingga Adam akhirnya berusaha membuat kedua wanita tersebut bangkit dan membuka lembaran baru. Kini mereka terlihat layaknya seperti keluarga.
1472Please respect copyright.PENANAwlGeMr47Bh
Dalam kesedihan ketika mengingat suaminya, Maya juga sering menyempatkan untuk bertemu Adam. Awalnya mereka hanya bercengkrama biasa, membicarakan kesibukan dan perilaku Siska dalam hubungan keduanya. Sampai akhirnya disituasi yang mendukung, ketika gerimis hujan dan angin bertiup lembut, keduanyapun tenggelam dalam perasaan. Disore itu, dikontrakan sempit, Adam dan Maya menjalin kasih untuk pertama kali.
1472Please respect copyright.PENANAuZUh6yxGfJ
Keduanya seperti tak sadarkan diri, sampai kurang dari Tiga Puluh Menit, mereka akhirnya tersadarkan setelah keringat membasahi tubuh. Maya meneteskan air mata dan menyesal, namun api penyesalan tersebut padam oleh pelukan lembut nan hangat dari calon menantunya.
1472Please respect copyright.PENANArGkkX4dS3x
Maya yang sedang bosan setelah seharian berada dirumah berniat untuk keluar mencari udara segar. Pagi perlahan bergantia siang, namun cuaca masih tetap teduh akan gerimis tadi pagi. Dengan hanya mengenakan setelan cardigan dan rok katun panjang serta sandal, Maya menelusuri jalan komplek dengan berjalan kaki. Beberapa kali sapaan dari ibu-ibu komplek menyuruhnya singgah untuk sekadar bercengkrama atau bergosip belaka, namun Maya hanya tersenyum lantas berlalu menuju taman.
1472Please respect copyright.PENANARqFL6943Xr
Ia duduk dekat pohon dibangku kosong itu, letih rasanya ketika ia berjalan mengelilingi komplek.
1472Please respect copyright.PENANA3nbDqFg6qu
"Umur sudah tidak bisa disembunyikan" gumamnya, sembari memijat lembut betis kanannya.
1472Please respect copyright.PENANA3oJyEhlfAz
ditengah peristirahatannya, ia terpikir untuk bertemu dengan seseorang. Dia tahu hari ini dia pasti dirumah, dia libur dan tak masuk kerja. Seperti sudah mengetahui sebelumnya, Maya tahu kesempatan dirinya untuk bertemu dengan orang itu lagi.
1472Please respect copyright.PENANA63AkQn7elE
Dengan memesan ojek online, ia hanya menunggu si pengemudi agar dirinya segera diantar ke alamat yang hendak ia tuju.
1472Please respect copyright.PENANA0thC0baRTy
Adam mulai terbangun dari tidurnya, sekilas ia menoleh kesudut kamar yang dipenuhi oleh pakaian yang menumpuk, belum dicuci dan masih bau apek.
1472Please respect copyright.PENANAqobtSmp2bO
Sebenarnya ia sungguh malas mengerjakan itu semua, dan berniat untuk membawanya ke penatu agar cepat dibersihkan, namun mengingat kondisi keuangannya yang serba pas-pasan, iapun mengurungkan niat tersebut.
1472Please respect copyright.PENANATGeqLmp5Uh
ditengah kesibukannya, ketukan pintu rumah memecah kesibukan. Ia bergumam seakan mengumpat kesal, "siapa sih pagi-pagi begini!"
1472Please respect copyright.PENANA6ofiCty05t
Awalnya ia tak mempedulikan, hingga akhirnya ia beranjak sembari menampilkan wajah masam.
1472Please respect copyright.PENANAiw3SujQ7ZE
"iyaa! sebentar" teriaknya, menuju pintu rumah itu.
1472Please respect copyright.PENANAmeqQu9moxp
Pintu terbuka dan menampilkan sosok wanita yang sangat ia kenal.
1472Please respect copyright.PENANARYsLuGCs02
"Tante??" Adam terkejut, kekesalan yang ia rasakan seketika padam.
1472Please respect copyright.PENANATY5m7UovgX
"Kamu sibuk?" tanya Maya, memastikan.
1472Please respect copyright.PENANAUzPKlbI9AH
"ohh.. iya, sedikit. Tapi gak apa-apa. Tante ada apa? kok tiba-tiba?"
1472Please respect copyright.PENANACA7U27Lhv9
"Aku hanya ingin berkunjung, maaf kalau aku mengganggu kesibukanmu."
1472Please respect copyright.PENANANtvsKuIyhu
"Ah! tidak. Masuklah," bantah Adam, dan mempersilahkan masuk.
1472Please respect copyright.PENANASxNrHT9tns
Ruang tamu terlihat agak berantakan. Untuk kontrakan yang tak begitu luas dan hanya dihuni oleh seorang pria berusia 20an tahun hal ini sangatlah wajar.
1472Please respect copyright.PENANAxMCiaQkB6j
Maya sesekali memperhatikan setiap sudut rumah itu, sepintas kekecewaan terlihat diwajahnya dan beberapa barang ia singkirkan, menempatkannya kembali ke tempat yang semestinya.
1472Please respect copyright.PENANAtTABFNc6YE
"maaf agak berantakan." Adam tersenyum sembari menggaruk kepala.
1472Please respect copyright.PENANAEzoRJtrs6N
Maya membalas senyum. "Tante hanya berkunjung untuk memastikan kamu baik-baik saja. Aku agak khawatir karena kamu pulang subuh. Siska menanyakanmu."
1472Please respect copyright.PENANAHuWbU4bEfB
"Siska tahu kalau tante datang kesini?"
1472Please respect copyright.PENANACOm2poAP70
"Tidak..."
1472Please respect copyright.PENANA4vYb7EAcur
mereka berpandangan sejenak dan kembali tersenyum. Keduanya duduk disofa seperti terikat oleh perasaan yang tak bisa dijelaskan.
1472Please respect copyright.PENANAntqSxRo2qT
"Aku memikirkanmu,"Maya menggoda dan mulai menggeser tubuhnya mendekat ke Adam.
1472Please respect copyright.PENANAyyVf8d1fo3
Remasan tangannya terasa di sekitar pah4 Adam. Wajahnya mendekat, suara lembut, dan sikap manja mulai diperlihatkannya. Maya seakan memancing singa lapar dengan sepotong daging segar.
1472Please respect copyright.PENANAyJVTrbP6mJ
beberapa kali ia menyandarkan kepalanya didada calon menantunya itu, sembari meremas pah4 dengan bisikan lembut.
1472Please respect copyright.PENANAWHtP099DJl
Adam yang menerima umpan itu seketika terhasut dan mulai memainkan tempo permainan. Tanganny4 mulai bermain dis3kitar punggun9 Maya, sesekali rem4san disekitar b0k0n6 dan p4yud4ra. Maya yang sudah merasa berhasil dengan pancingannya, mulai menikm4ati belaian itu.
1472Please respect copyright.PENANAHT3Zh3Sogy
kini mu|u+ mereka mulai bermain. lumat4n demi lumat4n, pelukan penuh kehangatan disertai bir4hi n4afsu tak tertahankan. sudah sekitar 8 menit mereka beradu kasih, keduanya pun tak senggan untuk melucu+1 pakaian masing-masing.
1472Please respect copyright.PENANAQdLLkWtS3I
Maya kini hanya mengenakan Qu+4ng tanpa baw4han, sementara Adam sudah terlihat t4np4 sehelai benang. mereka saling menj1l4+1, menikmati setiap inci +ubuh pasangan masing-masing.
1472Please respect copyright.PENANAyKKd8c3Svd
disementara itu, Siska yang tengah sibuk di toko butik miliknya seakan merasakan keresahan. Beberapa kali ia menelpon kekasihnya itu namu. tak satupun dapat balasan. Pesan untuk ibunya pun tak terbalas.
1472Please respect copyright.PENANAuMPn59FaLF
Dikarenakan toko yang tak terlalu ramai dan tak banyak yang harus dikerjakan. Siska pun berlalu meninggalkan butik, mengendarai mobil sedannya menuju kerumah pacarnya.
1472Please respect copyright.PENANAfKLXNEXLu7
kekhawatiran akan sang pacar akibat kepulangannya tanpa pamit, membuatnya curiga akan satu hal, apa yang ia sembunyikan?
1472Please respect copyright.PENANA5YAejnHSYT
Sesampainya di sekitaran kontrakan itu, Maya memarkirkan mobil tak jauh dari rumah Adam, dengan langkah santai, ia menuju rumah tersebut.
1472Please respect copyright.PENANANJZXOHPHHs
Sementara dua sejoli yang tengah dimabuk asmara masih 4sik berg0yang dengan keringat disekujur tubuh. Maya terlihat m3nungg1ng tanpa malu, m3n3r1ma s0d0k4an b4t4ang p∆nj4ng dari calon menantunya itu.
1472Please respect copyright.PENANACJV1Gpl9KB
D3s∆h4n demi d3s4han, hingga akhirnya permainan mereka harus terhenti oleh ketukan p1ntu.
1472Please respect copyright.PENANAeL8s918Txs
Suara Siska memanggil dibalik pintu. Wajah kedua sejoli ini seketika panik dan segera berkemas.
1472Please respect copyright.PENANASQgzx04Uub
Siska yang lama menunggu tak ada jawab tersadar akan satu hal, ia melihat sepasang sandal yang sangat ia kenali. kecurigaan muncul, dan seketika amarah memuncak dengan menggedor pintu rumah Adam dengan keras.
1472Please respect copyright.PENANAfPhD7B7omp
"Adam keluaaar!!!"
Cerita lengkapnya ada di sini: https://lynk.id/shark95
ns216.73.216.98da2


