Sore itu, Adam terburu-buru untuk segera balik dari kantor tiba-tiba mendapat pesan masuk dari tunangannya, "Jangan lupa bawa martabak, ya" Ia hanya membacanya sepintas, lantas berlari menuju parkiran mobil setelah dirasa barangnya sudah didepak.
Ia menengok ke atas langit, "sepertinya akan hujan," gumamnya. Hari Sabtu, ditengah perjalanan ia masih berpikir untuk menyempatkan diri menuju rumah Siska, pacar posesif sekaligus tukang ngatur. Sebenarnya sering terlintas untuk meninggalkan wanita itu, namun entah kenapa Adam merasa bahwa hubungan yang ia jalani selama bertahun lamanya akan membuatnya frustasi jika terputus ditengah jalanan tanpa alasan yang jelas, terlebih lagi dia sudah berkomitmen dengan ikatan tunangan dan rencana tahun ini mereka akan segera menikah.
Sesampainya dirumah Siska, dengan membawa pesanan pacarnya, Adam mengetuk pintu rumah itu. 'tok! tok! tok!' Tak lama kemudian seorang wanita paruh baya yang membuka pintu. Berdiri dengan mengenakan daster longgar. "eh!Adam, masuk!"
"Siska pengen martabak, jadi aku kemari untuk memberikan ini," sodoran tangan Adam berisi makanan.
"Siska memang kebiasaan, suka ngerepotin kamu. Masuk aja dulu."
"Iya tante." Adam melangkah masuk dirumah itu, rumah yang termasuk elite dikalangan perumahan disekitaran pinggiran kota. Termasuk besar mengingat penghuninya hanya dua orang wanita. Maya, Ibu dari Siska sudah menjanda sekitar 3 tahun yang lalu. Suaminya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan pendarahan otak dan akhirnya meninggal setelah 3 bulan koma. Kini penghasilan dari kedua wanita tersebut bergantung pada asuransi yang cukup besar. Siska juga memiliki butik, sebagai penambah penghasilan walau tak sebanyak hasil dari asuransi almarhum ayahnya.
Lama berbincang diruang tamu bersama calon mertuanya, Siskapun muncul sembari dengan handuk yang tengah melilit kepalanya.
"habis mandi?" tanya Adam berbasa-basi.
"iya, gerah banget habis olahraga."
"Sis, Adam bawain martabak tuh." ujar Maya, memotong pembicaraan.
"Iya aku tahu ma, aku yang tadi nyuruh dia bawain martabak" Maya kemudian mengeleng-gelengkan kepala tanda tak suka. Ia tahu bahwa kelakuan Siska kepada Adam sudah mulai kelewatan, semena-mena dan seakan bersikap kelewat manja.
"lain kali jika Siska meminta hal yang tidak penting jangan digubris, kebiasaan anak ini!" celetus Maya sembari berlalu menuju dapur. kedua pasangan itu hanya tertawa tak serius menanggapi omelan Maya.
"kamu bermalamlah disini, hujan semakin deras, aku takut kamu kenapa-napa dijalan," pinta siska, khawatir. "tidak apa_apa, aku bisa kok." tiba-tiba petir menyambar dengan suara menggelegar 'dddhhhuaaarr!!!' "sepertinya aku memang harus bermalam," ujar Adam seketika. Mereka berdua tertawa sambil berpegangan tangan.
malam itu adam akhirnya bermalam, ia tidur di sofa ruang tamu dengan selimut dan bantal guling yang diberikan oleh pacarnya itu. Maya juga berinisiatif untuk tidak mengganggu kedua sejoli itu, meski larut mulai menunjukan pukul 11 malam. Mereka tetap berbincang tak kenal waktu, hingga salah satu dari mereka akhirnya mengantuk.
"sudah larut, masuklah kekamarmu,"ujar Adan yang tengah berselimut menggigil.
"Jika ibu sudah tidur, kamu bisa masuk ke kamar," bisik Siska genit. mereka berdua tersenyum dan menganggup paham. malam sudah semakin larut.
lampu ruangan mulai terlihat remang tanpa cahaya. Suara detak jam memecah keheningan. Adam tak bisa tidur, beberapa kali ia mengecek ponselnya, terlihat nomor asing mulai mengirim pesan. 'dia sudah tidur?' 'sepertinya..' balas Adam 'kamu ingin bermain?' tulis nomor tanpa nama itu 'masuklah kekamar, aku menunggumu' Adam tersenyum gugup, ia terlihat sangat menantikan permainan itu lagi. Setelah dirasa cukup hening dan memastikan tak ada yang melihatnya, Adam pun beranjak dari sofa itu menuju ruang dapur, disamping dapur tersebut terdapat kamar kosong yang dulunya milik asisten rumah tangga, namun kini telah kosong tanpa penghuni. Ia melangkah pelan, memastikan tak seorangpun mengetahuinya. Sesampainya didepan pintu kamar itu, ia mengetuk pelan dan tak lama kemudian pintu terbuka, menampilkan sosok wanita dewasa dengan langerie transparan yang menggoda. "masuklah, sayang" ucap manja nan genit dari Maya.
2386Please respect copyright.PENANA2M6tIYykEy
itu, Adam terburu-buru untuk segera balik dari kantor tiba-tiba mendapat pesan masuk dari tunangannya, "Jangan lupa bawa martabak, ya" Ia hanya membacanya sepintas, lantas berlari menuju parkiran mobil setelah dirasa barangnya sudah didepak.
2386Please respect copyright.PENANAeS3tPObeIP
Ia menengok ke atas langit, "sepertinya akan hujan," gumamnya.
2386Please respect copyright.PENANAiyjurp7aWo
Hari Sabtu, ditengah perjalanan ia masih berpikir untuk menyempatkan diri menuju rumah Siska, pacar posesif sekaligus tukang ngatur. Sebenarnya sering terlintas untuk meninggalkan wanita itu, namun entah kenapa Adam merasa bahwa hubungan yang ia jalani selama bertahun lamanya akan membuatnya frustasi jika terputus ditengah jalanan tanpa alasan yang jelas, terlebih lagi dia sudah berkomitmen dengan ikatan tunangan dan rencana tahun ini mereka akan segera menikah.
2386Please respect copyright.PENANA2s39RFzARz
Sesampainya dirumah Siska, dengan membawa pesanan pacarnya, Adam mengetuk pintu rumah itu. 'tok! tok! tok!'
Tak lama kemudian seorang wanita paruh baya yang membuka pintu. Berdiri dengan mengenakan daster longgar. "eh!Adam, masuk!"
2386Please respect copyright.PENANAxNDrX2NjNP
"Siska pengen martabak, jadi aku kemari untuk memberikan ini," sodoran tangan Adam berisi makanan.
2386Please respect copyright.PENANARJgcasVrJA
"Siska memang kebiasaan, suka ngerepotin kamu. Masuk aja dulu."
2386Please respect copyright.PENANABhWrbx5iRQ
"Iya tante." Adam melangkah masuk dirumah itu, rumah yang termasuk elite dikalangan perumahan disekitaran pinggiran kota. Termasuk besar mengingat penghuninya hanya dua orang wanita.
2386Please respect copyright.PENANAKy9OeiVwGr
Maya, Ibu dari Siska sudah menjanda sekitar 3 tahun yang lalu. Suaminya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan pendarahan otak dan akhirnya meninggal setelah 3 bulan koma. Kini penghasilan dari kedua wanita tersebut bergantung pada asuransi yang cukup besar. Siska juga memiliki butik, sebagai penambah penghasilan walau tak sebanyak hasil dari asuransi almarhum ayahnya.
2386Please respect copyright.PENANARiNwqz2bLR
Lama berbincang diruang tamu bersama calon mertuanya, Siskapun muncul sembari dengan handuk yang tengah melilit kepalanya.
2386Please respect copyright.PENANAuXDL3P5t3Y
"habis mandi?" tanya Adam berbasa-basi.
2386Please respect copyright.PENANAzSIw1Z5o8M
"iya, gerah banget habis olahraga."
2386Please respect copyright.PENANADAJ62hMN2K
"Sis, Adam bawain martabak tuh." ujar Maya, memotong pembicaraan.
2386Please respect copyright.PENANA7dfOOimv0d
"Iya aku tahu ma, aku yang tadi nyuruh dia bawain martabak"
2386Please respect copyright.PENANAFQfPiWIiMI
Maya kemudian mengeleng-gelengkan kepala tanda tak suka. Ia tahu bahwa kelakuan Siska kepada Adam sudah mulai kelewatan, semena-mena dan seakan bersikap kelewat manja.
2386Please respect copyright.PENANAv5LcVXdZYP
"lain kali jika Siska meminta hal yang tidak penting jangan digubris, kebiasaan anak ini!" celetus Maya sembari berlalu menuju dapur.
2386Please respect copyright.PENANAAIthcwsXeL
kedua pasangan itu hanya tertawa tak serius menanggapi omelan Maya.
2386Please respect copyright.PENANAEMzvkhwWyk
"kamu bermalamlah disini, hujan semakin deras, aku takut kamu kenapa-napa dijalan," pinta siska, khawatir.
2386Please respect copyright.PENANApyK8A94x5t
"tidak apa_apa, aku bisa kok." tiba-tiba petir menyambar dengan suara menggelegar 'dddhhhuaaarr!!!'
2386Please respect copyright.PENANAKPLUWzJgtw
"sepertinya aku memang harus bermalam," ujar Adam seketika. Mereka berdua tertawa sambil berpegangan tangan.
2386Please respect copyright.PENANA7emVCSDlNx
malam itu adam akhirnya bermalam, ia tidur di sofa ruang tamu dengan selimut dan bantal guling yang diberikan oleh pacarnya itu. Maya juga berinisiatif untuk tidak mengganggu kedua sejoli itu, meski larut mulai menunjukan pukul 11 malam. Mereka tetap berbincang tak kenal waktu, hingga salah satu dari mereka akhirnya mengantuk.
2386Please respect copyright.PENANAiGTCNLeEq5
"sudah larut, masuklah kekamarmu,"ujar Adan yang tengah berselimut menggigil.
2386Please respect copyright.PENANAX8y0VkKV6V
"Jika ibu sudah tidur, kamu bisa masuk ke kamar," bisik Siska genit.
2386Please respect copyright.PENANAdIV6aU7HF8
mereka berdua tersenyum dan menganggup paham.
2386Please respect copyright.PENANAMXGIKNnBTR
malam sudah semakin larut. lampu ruangan mulai terlihat remang tanpa cahaya. Suara detak jam memecah keheningan. Adam tak bisa tidur, beberapa kali ia mengecek ponselnya, terlihat nomor asing mulai mengirim pesan.
2386Please respect copyright.PENANAcDZpSMv6gT
'dia sudah tidur?'
2386Please respect copyright.PENANAoUkDMi4Him
'sepertinya..' balas Adam
2386Please respect copyright.PENANArdkhMe6jE7
'kamu ingin bermain?' tulis nomor tanpa nama itu
2386Please respect copyright.PENANA9omduTkTgp
'masuklah kekamar, aku menunggumu' Adam tersenyum gugup, ia terlihat sangat menantikan permainan itu lagi.
2386Please respect copyright.PENANAOxJ7yKHMYt
Setelah dirasa cukup hening dan memastikan tak ada yang melihatnya, Adam pun beranjak dari sofa itu menuju ruang dapur, disamping dapur tersebut terdapat kamar kosong. Ia mengetuk dan pintu terbuka, menampilkan sosok wanita paruh baya dengan hanya berkutang seksi.
Maya, dengan tatapan genitnya; "masuklah sayang"
Kisah lengkapnya: https://lynk.id/shark952386Please respect copyright.PENANAA0KQWPio4P


