Gedoran pintu mulai menggembur pintu rumah itu, teriakan dari Siska membuat penghuni lain menengok dibalik jendela. Adam dan Maya yang ada didalam berusaha sebisa mungkin untuk tetap tenang sembari terburu-buru mengenakan pakaian mereka. Tak berselang lama pintu pun terbuka, Siska lantas menerobos masuk menyingkirkan Adam yang tengah berdiri didepannya.
765Please respect copyright.PENANALxwiwKq266
Siska terpangu melihat Ibunya, ia tak berkata apa-apa selain mematung penuh curiga.
765Please respect copyright.PENANAYTmYZlmmeU
"Kamu kenapa teriak-teriak?" tanya Maya sembari tengah sibuk merapikan barang-barang dirumah itu yang berserakan. Tubuh yang sebelumnya tanpa helai benang pun kini tertutupi dengan sopan. Ia terlihat berpura-pura mengerjakan sesuatu yang kiranya buat anaknya tak curiga.
765Please respect copyright.PENANAHJcRgjUIZy
"Ibu kenapa disni?"
765Please respect copyright.PENANAcz3za8scsV
"aku mengembalikan dompet Adam yang tertinggal," jawabnya yang pada faktanya hal itu hanya kebohongan semata.
765Please respect copyright.PENANAIjy6ZAvmPk
"kenapa tidak kasih ke aku?"
765Please respect copyright.PENANA3xys70dNMh
"Apa salahnya aku memberikannya sendiri!" ujar Maya membela diri. "kamu sendiri kenapa tiba-tiba mengamuk dan mebuat orang memperhatikanmu. Seperti orang gila."
765Please respect copyright.PENANAx8ofFv9qey
"Aku hanya takut kalian berbuat sesuatu."
765Please respect copyright.PENANAxSe1aIzLIJ
"Jangan berpikiran macam-macam."
765Please respect copyright.PENANAwwqlWZRVuC
Adam yang tengah mematung hanya bisa memperhatikan kedua Ibu dan anak itu. Kekagumam tertuju pada Maya yang sangat lihat mengendalikan suasana. Lima menit yang lalu mereka tengah bergulat cinta dan saling m3nd3sah memuaskan diri. Kini situasi berbanding terbalik. Terlihat Maya tengah menyapu dan membereskan barang yang berantakan di ruang tamu tersebut, sedangkan Siska mulai membantu dengan memila-mila pakaian kotor yang hendak di cuci.
765Please respect copyright.PENANAPLuTr7kvZR
Adam pun tak ketinggalan, dirinya menuju kamar mandi dimana siska sedang mencuci. ia menimba air dan sesekali membantu siska memeras cucian basah. kedua sejoli itu kembali mesra dengan sesekali berciuman dan berpelukan disela-sela kesibukan.
765Please respect copyright.PENANAtIcQRl6S9S
Maya mengintip, memperhatikan keduanya dibalik tembok dapur. Rasa cemburu menyayat hati, namun apala daya kedua pasangan tersebut memang ditakdirkan bersama dan tidak dipungkiri bahwa dirinyalah yang sebenarnya racun diantara hubungan tersebut.
765Please respect copyright.PENANAdb0vonLezU
Kesibukan telah selesai, rumah tersebut kembali bersih dan tertata rapi. Adam sangat berterima kasih akan kehadiran dua wanita itu; Dua wanita yang sudah ia cicipi. Siska pun kembali tersenyum girang ketika mendapat ciuman mesra pada kedua pipinya, Maya menepuk pundak Adam selayaknya mertua yang mengagumi menantunya.
765Please respect copyright.PENANASDRwitxjWp
"Kami pulang dulu, sayang.." ucap Siska sembari menggandeng tangan Ibunya.
765Please respect copyright.PENANA5Xh2SrhjLK
Maya melambaikan tangan sembari mengedipkan mata. Adam hanya merespon tersenyum sembari balas melambai.
765Please respect copyright.PENANAvW2juuSrbw
Matahari mulai tenggelam, menampilkan cahaya jingga nan indah. Mobil melaju menyusuri jalan yang basah. keduanya hanya terdiam dan tak banyak hal yang bisa dibicarakan. Maya sekilas menatap wajah anaknya itu. Pertanyaan mulai muncul, 'apakah ia mencurigai hubungan dirinya dengan Adam? ataukah Siska sudah tahu semuanya dan berusaha bersikap polos untuk menutupi kesedihan?' Maya dipenuhi kekhawatiran.
765Please respect copyright.PENANAoTaVNUiE3t
Sesampainya dirumah, Siska langsung menuju ke kamar. Tak ada percakapan diantara keduanya. Risau akan hal tersebut, beberapa menit kemudian Maya memasuki kamar Siska.
765Please respect copyright.PENANAXEv3IMVobJ
"kamu kenapa?" tanya Maya memastikan.
765Please respect copyright.PENANABhLDCbghKj
"Tidak, aku hanya lelah."
765Please respect copyright.PENANAhZeOBQP0Zz
Maya mengusap rambut panjang anaknya. Siska yang tengah bermanja menyanderkan kepalanya di paha sang Ibu. Melihat kepolosan itu, Maya tersentak seakan merasa bersalah atas semua dosa yang ia perbuat. Ia tak bisa membayangkan jika selama ini dirinya tega menghianati anaknya sendiri demi nafsu belaka.
765Please respect copyright.PENANAIY63UXVaCy
Sesekali ia menghibur siska dengan obrolan ringan, bergosip sembari mengelus lembut rambut anaknya. Hingga akhirnya Siska tidur dalam dekapan sang Ibu.
765Please respect copyright.PENANAWowjKeJGfG
Maya mencium kening anaknya sebelum keluar dari kamar, menutup pintu dengan pelan lantas beralih ke dapur untuk mengisi perutnya yang sedari tadi kosong. Dibukanya kulkas tersebut, didapatinya roti tawar dan selai kacang, kombinasi keduanya cukup untuk mengembalikan energi yang sedari tadi terkuras akibat s0d0k4n keras dari calon menantu.
765Please respect copyright.PENANAC0PVbQTipK
Senin pagi, seperti rutinitas biasanya, Adam masih sibuk dimeja kantornya dengan satu persatu mengerjakan dokumen yang menumpuk di meja kerja. Sesekali ia melirik keluar jendela sekadar menghelai nafas panjang dari sibuknya pagi itu. Beberapa kali ia mengecek ponselnya, terdapat pesan masuk dari kedua wanita yang ia cintai; Siska dengan ucapan semangat untuk sang pacar dan Maya dengan pertanyaannya layaknya Ibu untuk anaknya 'Sudah sarapan sebelum berangkat kerja?'
765Please respect copyright.PENANAlZH03rArAP
Adam belum menanggapi keduanya dan masih tetap berusaha fokus dalam pekerjaan.
765Please respect copyright.PENANAeNAUFnLkKv
Disisi lain, Siska yang tengah sibuk memilah-milah barang dagangan di butiknya dikejutkan oleh seorang pelanggan yang tiba-tiba masuk di pagi itu. Tanpak sosok pria tinggi dengan kumis tebal namun rapi, berkemeja fanel dan bercelana kain layaknya pria rapih nan gagah.
765Please respect copyright.PENANAgRQZZ50Et7
Ia tersenyum melihat wanita didepannya, menyapanya akrab seperti sudah dikenalinya sejak dulu. "Sibuk? Mungkin kamu tak mengenaliku lagi"ucap pria itu, ramah.
765Please respect copyright.PENANALPc7SUSNZZ
Siska memperhatikannya serius, menyipitkan mata berusaha mengenali "Beni?" tebaknya.
765Please respect copyright.PENANAJo5hubavIz
"iyaa. Aku kira kamu tak mengenalku lagi, hahaha!"
765Please respect copyright.PENANAyYACge3HZ0
"Sepintas kamu seperti koboi. Kamu menumbuhkan kumis, makanya aku kira orang asing"
765Please respect copyright.PENANAwtnVjOdtv5
"hahaha. Sudah lama tak bertemu. Kamu apa kabar" tanya Beni dengan akrab.
765Please respect copyright.PENANAISu9fqATN5
"Baik. Berusaha lebih baik." Mereka berdua berpelukan saling melepas rindu.
765Please respect copyright.PENANAvSXFcXn8YP
Dengan secangkir kopi, keduanya pun saling bertukar cerita diteras toko, duduk berdampingan dan berbagi pengalaman. Beni yang dulunya merupakan teman akrab bahkan sempat menjadi kekasih kini telah kembali dari perantauan. Sudah lama mereka tak berjumpa hingga kehilangan kontak masing-masing. Keluh kesah dari pria tersebut membuat Siska menyimak apa yang ia ceritakan. Keduanya sesekali tertawa mengenang masa lalu.
765Please respect copyright.PENANA7qaGA77tMl
"Kamu sekarang sudah kawin?" tanya Siska penasaran.
765Please respect copyright.PENANAEx5vQFQphe
"Sudah, tapi cerai" jawabnya jujur.
765Please respect copyright.PENANARBeOg56ra8
"Kenapa pisah?"
765Please respect copyright.PENANATSVRcGwPY5
"Dia hanya suka duitku. Ketika saya bangkrut, dia pergi dengan lelaki lain"
765Please respect copyright.PENANA2i5RDTIHNc
"Kamu salah pilih isteri"
765Please respect copyright.PENANAZUGRFn8ca8
"begitulah. Makanya aku kembali untuk memulai dari nol lagi"
765Please respect copyright.PENANAlIo9p1BgVZ
"kamu akan menetap disini?"
765Please respect copyright.PENANAQbYqt1bcJg
"Iya.. Aku akan buka usaha disini."
765Please respect copyright.PENANAWvswgR4Bhk
Siska kembali menyimak...
765Please respect copyright.PENANAjCJ1DUs2kp
"Dan ketika sudah sukses, aku akan menikahimu"
765Please respect copyright.PENANALbOhFdNwVU
Siska terkekeh, "Hihi.. Aku sudah punya kekasih?"
765Please respect copyright.PENANAXEe6jOzxNP
Beni membalas, "Kamu sudah menikah?"
765Please respect copyright.PENANAoVJlrrLLNr
"belum... Masih tunangan" jawab Siska meyakinkan.
765Please respect copyright.PENANAzQe7ARzhXb
"berarti aku masih punya kesempatan mendapatkanmu" ucap Beni dengan percaya diri.
765Please respect copyright.PENANASE4XrnY7Ax
Siska hanya tersenyum tersipu malu.
765Please respect copyright.PENANA4o1Ov11NSY
*****
765Please respect copyright.PENANAcC1dsqt37I
Maya duduk terdiam di meja rias, gerai rambut panjang buatnya seakan memuji diri, dibusungkan dada agar terlihat lebih seksi. Benaknya berkata 'Seandainya Adam bertemu denganku saat aku masih muda, dia pasti sudah tergila-gila' Ia tersenyum malu menyadari imajinasi liarnya.
765Please respect copyright.PENANAtlFV0ntN7r
Kepuasan batin dan rohani bersama calon menantunya menutupi kegilaannya selama ini. Luang waktu disaat sendiri dirumah itu membuatnya bisa mengeluarkan sisi liar yang selama ini ia pendam. entah berapa kali ia melakukan m4stu7b451 dengan hanya melihat foto calon menantunya. cairan k3w4nit44nya berserakan dikasur putih itu. Jika sudah tak tertahankan, bahkan dirinya seringkali menelpon Adam hanya untuk mendengar suaranya dan bermain dengan k3lam1nnya ditengah percakapan itu.
765Please respect copyright.PENANA803pPRo5qK
Pernah sesekali ia memesan d1ld0 hanya untuk mengalihkan nafsunya terhadap Adam, namun hal tersebut tak berdampak dan dalam seminggu kemudian ia kembali menemui Adam untuk menerima kepu45an dari calon menantunya itu.
765Please respect copyright.PENANAMklLU4B2C5
Sebenarnya banyak hal yang bisa ia lakukan untuk mengalihkan pikiran kotor dalam otaknya, menyibukkan diri dengan bergaul dengan ibu-ibu komplek salah satunya, namun seperti tak tertarik; Maya lebih memilih menutup diri dari para tetangga, menghindari pergunjingan dan drama para wanita seumurannya.
765Please respect copyright.PENANA6x4Jk2XfFT
Dan jika memang suntuk mulai mengusik batin, Maya lebih memilih untuk mengunjungi Siska di butik atau bahkan bertemu Adam dan akhirnya ber53tubuh dengan pu∆s.
765Please respect copyright.PENANAfLLGmo3fPD
Dimalam Jumat, dimana ketika Siska tak ada dirumah karena urusan mendadak dari toko yang mengharuskan dirinya mengantar pesanan ke kota seberang. Maya yang sendirian dirumah tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Seperti sudah menantikan momen tersebut, dengan perasaan berdebar, wanita tersebut bersolek dan mengenakan pakaian longgar nan seksi. Ia seperti ingin menampilkan lekuk tubuhnya yang sudah tidak muda lagi.
765Please respect copyright.PENANAE3T1aFKiKl
Pesan masuk dari ponselnya memecah keheningan 'Aku sudah didepan rumah'
765Please respect copyright.PENANAP9rKPurlDL
'Masuklah... tidak dikunci' balasnya, dengan tangan gemetar.
765Please respect copyright.PENANAK76GGQkDPa
Ia berjalan menelusuri ruang tamu, dibalik tirai jendela nampak sosok pria yang sedari tadi ia tunggu.
765Please respect copyright.PENANAclzMHkRpGO
Begitu pria tersebut masuk, ia lantas menyambutnya dengan pelukan dan c1um4n dibibir.
765Please respect copyright.PENANA9A4dlj8Mty
"Adam... aku menginginkanmu"
765Please respect copyright.PENANARHDYuYvSef
Adam menggenggam tangan Maya, memopongnya dalam pelukan dan membawanya menuju k∆mar. Ia membaringkan calon mertuanya itu. m3lucu+1 pakaiannya dan menj1l∆+1 tubuhnya tanpa terlewatkan sedikitpun, bahkan area yang kiranya terlarang tak luput dari l1d∆hnya.
765Please respect copyright.PENANAlzpujPpisl
Maya m3nggelinjang k3enakan. ia tak kuasa dan menarik rambut pria tersebut ketika Adam mulai menikmat1 area s3langkang∆nnya. Ia berpegangan di tepian r4njang menikmati s0d0kan l1dah yang nakal itu.
765Please respect copyright.PENANAAyl4jWE141
S3perti dirasuki oleh set∆n. Maya yang hanya menerima permainan, mulai membalas dengan bermain di atas 2buh Adam. G0y∆ngan dan hentakan ia lakukan demi merasakan b∆tang panj4ang dari calon menantunya itu.
765Please respect copyright.PENANA0gD4Dej65L
"Masukkan l3bih d4alam!" teriak Maya bersama des4h4n.
765Please respect copyright.PENANACwPlq8O2qr
"Kamu mau lebih?" Adam menantang. Maya hanya menganggup lemas lantas terkapar dalam pelukan.
765Please respect copyright.PENANAelg419rtNV
Mereka bergant1 p0s151 dengan Maya yang terlihat m3nun661ng siap menerima b∆tang tumpul itu. Dilebarkannya b0k0n6nya untuk siap dim4sukk∆n. "j∆m∆h aku, sayang.."
765Please respect copyright.PENANAGfFnFcR9So
"4∆∆rrgghhh!! Lagi! §0d0k terus say∆ng! m3nt0k1n sampai ®∆h1mku!" Maya merincau dan mengerang.
765Please respect copyright.PENANArEmMcd8KZm
Umpatan demi umpatan keluar dari dua sejoli itu sembari men1kmat1 tubuh masing-masing.
765Please respect copyright.PENANAKgC9IFfAHE
sudah sekitar sejaman mereka bergul∆t, berganti p0sisi dan saling melum∆t. Adam memeluk erat Maya dan akhirnya kembali meny3mpr0tkan cairan put1h kentalny4.
765Please respect copyright.PENANAQ3CVjUTmtt
Mereka berdua berpelukan dengan lemas, deruh nafas bersama kenikmatan tiada tanding.
765Please respect copyright.PENANA2hlRnoFscK
"Lagi-lagi keluar did4l4m..." keluh Maya dengan senyum genit.
765Please respect copyright.PENANA7zNZXb7QOX
Adam hanya membalas senyum dengan tetesan keringat didahi.
765Please respect copyright.PENANAzmeIm5e20d
"Jangan sampai 4ku h∆M1L.." Maya menambahkan...
765Please respect copyright.PENANA72SDKC6gnX
BERSAMBUNG...
Cerita lengkapnya ada disini: https://lynk.id/shark95
765Please respect copyright.PENANAbSNiKWYzs0


