Pagi Sabtu menyapa apartemen Bayu dengan cahaya matahari yang lembut menyusup lewat gorden tipis. Bayu terbangun lebih dulu, tubuh atletisnya masih telanjang di bawah selimut tipis. Mila tertidur pulas di pelukannya, kepalanya bersandar di dada cowok itu, payudaranya yang besar menekan lembut kulit Bayu. Napas Mila teratur dan hangat, rambutnya acak-acakan tapi justru terlihat semakin seksi di mata Bayu.
Gila… semalam kita bikin cinta sampai pagi, tapi pagi ini kontol aku udah ngaceng lagi cuma karena peluk dia. Bayu tersenyum kecil, tangannya pelan membelai punggung Mila yang halus, turun sampai ke pinggul yang montok. Ia mencium kening pacarnya dengan penuh kasih sayang.
Mila menggeliat pelan, matanya terbuka setengah. 425Please respect copyright.PENANA5UBjt9LlbJ
“Mmm… pagi, sayang…” Suaranya masih serak dan manja. Ia mendongak, langsung mencium bibir Bayu dengan ciuman pagi yang lembut dan panjang. 425Please respect copyright.PENANAoSYq06rpMC
“Kamu bangun duluan? Aku suka banget bangun di pelukan kamu yang hangat gini.”
Bayu meremas pinggul Mila pelan. 425Please respect copyright.PENANAiCTmG0CRIC
“Pagi, cantik. Kamu tidur nyenyak banget semalam. Aku sampe gak mau gerak biar kamu tetep nyaman.” Tangan Bayu naik ke payudara Mila, meremas lembut dengan ibu jari mengusap puting yang langsung mengeras. 425Please respect copyright.PENANAKhuy4JRHIR
“Tapi sekarang… aku pengen banget lanjut yang semalam.”
Mila terkikik, tubuhnya bergeser lebih dekat. Kontol Bayu yang sudah keras menekan perut bawahnya.425Please respect copyright.PENANAUMCpDxzkSy
“Kamu emang gak pernah puas ya sama aku? Padahal semalam kamu udah creampie aku dua kali.” Matanya berbinar nakal, tapi penuh cinta.425Please respect copyright.PENANAJcmXCCbxK9
“Aku juga sih… memekku masih agak perih tapi basah lagi. Mau mandi bareng dulu? Biar kita bersih… terus lanjut di kamar mandi.”
Mereka bangun tanpa pakai baju sama sekali. Bayu menggandeng Mila ke kamar mandi, tubuh tinggi atletisnya berjalan di belakang gadis itu, tangannya tak lepas memeluk pinggang Mila dari belakang. Di bawah shower air hangat yang deras, mereka saling sabun dengan penuh mesra.
Bayu menuang sabun ke telapak tangannya, mengusap payudara Mila dengan gerakan melingkar yang lembut.425Please respect copyright.PENANAI9xZlXPTTD
“Payudaramu selalu bikin aku gila, Mil. Besar, kencang, dan pas di tangan aku.”425Please respect copyright.PENANA6M1388lXbi
Ia menunduk, mencium leher Mila sambil meremas kedua payudara itu. Air shower mengalir di antara jari-jarinya.
Mila mengerang manja, punggungnya menempel di dada Bayu.425Please respect copyright.PENANAEcv71LuvnC
“Ahh… usap lebih keras sedikit, sayang. Aku suka kalau kamu pegang payudaraku sambil kontolmu nempel di pantat aku gini.” Ia menggesekkan pantatnya pelan ke kontol Bayu yang tegak. 425Please respect copyright.PENANAKEAWWgM8jR
“Kamu udah keras banget pagi-pagi. Mau aku bantu lemesin dulu?”
Tanpa menunggu jawaban, Mila berbalik, berlutut di lantai kamar mandi yang basah. Air shower membasahi rambut dan wajahnya saat ia memegang kontol Bayu dengan kedua tangan.425Please respect copyright.PENANA459ScPwyML
“Kontol kamu pagi ini panas banget, Bay… tebal, uratnya keluar semua. Aku suka banget liat yang punya aku ini.” Ia menjulurkan lidah, menjilat dari bola-bola sampai ke kepala kontol yang sudah mengkilap.
Bayu mengerang, tangannya memegang rambut Mila.425Please respect copyright.PENANAXLZ5KuLXYc
“Mil… lidahmu enak banget… hisap pelan dulu ya, sayang. Aku mau ngerasain mulut kamu yang hangat.”
Mila tersenyum nakal sebelum membuka mulutnya lebar dan memasukkan kontol Bayu perlahan. Ia menghisap dengan lembut tapi dalam, kepalanya naik-turun pelan. Air shower terus mengguyur, membuat adegan itu semakin sensual. 425Please respect copyright.PENANA2YN6sGG4ji
“Mmmhh… enak… kontol pacarku gede banget… aku suka hisap sampe tenggorokan,” gumamnya di sela-sela hisapan.
Bayu menggigit bibir, pinggulnya bergerak pelan mengikuti irama mulut Mila. 425Please respect copyright.PENANA68nXnsBohQ
“Kamu jago banget, Mil. Mulutmu ketat… lidahmu muter-muter di kepala kontol aku… ahh… jangan berhenti…”
Setelah beberapa menit, Bayu mengangkat Mila berdiri, menekannya ke dinding keramik yang licin. 425Please respect copyright.PENANAgLjjIq6aIM
“Sekarang giliran aku yang kasih kamu kenikmatan.” Ia mengangkat satu kaki Mila, kontolnya menggesek memek yang sudah basah oleh air dan cairan lendir. 425Please respect copyright.PENANAqnl84LzOlm
“Memekmu licin banget, sayang. Masuk ya?”
Mila memeluk leher Bayu erat, matanya penuh hasrat dan cinta. 425Please respect copyright.PENANAPoEk4u7DiB
“Masukkin, Bay… pelan dulu… aku mau ngerasain setiap senti kontol kamu masuk ke memekku.”
Bayu mendorong pinggulnya maju. Kepala kontolnya membelah bibir memek Mila, masuk pelan tapi pasti sampai pangkal. 425Please respect copyright.PENANAnXRgJzyb4Y
“Ahh… ketat dan panas… memek pacarku selalu nyedot kontol aku gini.” Ia mulai bergerak, keluar-masuk dengan ritme sedang. Suara plok-plok pelan bercampur dengan suara air shower yang deras.
Mila mendesah di telinga Bayu. 425Please respect copyright.PENANANdSd59XuTQ
“Ya… seperti itu… ngentot aku di bawah shower… kontol kamu nyentuh titik enak aku… lebih dalam, sayang… aku cinta rasanya kalau kamu isi aku penuh…”425Please respect copyright.PENANA4eNNv5pTfW
Payudaranya yang besar bergoyang setiap kali Bayu menghantam, putingnya menggesek dada cowok itu.
Mereka bercinta cukup lama di kamar mandi. Bayu mengganti posisi beberapa kali—dari wall press ke standing doggy sambil Mila memegang handuk rail. Akhirnya Mila cum lebih dulu, memeknya mengejang kuat di sekitar kontol Bayu sambil ia menjerit manja, 425Please respect copyright.PENANAXZWWrQxzTu
“Bay… aku keluar… ahh… peluk aku erat!”
Bayu menyusul tak lama kemudian. Ia mendorong dalam-dalam dan menyemburkan sperma paginya langsung ke dalam rahim Mila.425Please respect copyright.PENANAKd2u7bnuxK
“Terima creampie aku lagi, Mil… penuh… penuh buat kamu…” Sperma panas memenuhi memek gadis itu, sebagian meluber keluar bercampur air shower.
Mereka saling peluk lama di bawah air yang mulai mendingin, saling mencium dengan penuh kasih sayang.425Please respect copyright.PENANAO7FSlTjLH5
“Aku cinta kamu,” bisik Bayu di telinga Mila.
“Aku lebih cinta,” balas Mila sambil tersenyum.
Setelah mandi, mereka sarapan bersama di balkon kecil apartemen. Hanya memakai handuk yang longgar. Udara pagi masih sejuk, tapi tubuh mereka hangat karena keintiman tadi. Mila duduk di pangkuan Bayu, tangannya sesekali mengusap dada cowok itu.
“Bay… tadi malam aku bilang Rina mau mampir hari ini,” kata Mila pelan, pipinya agak merah.425Please respect copyright.PENANAvEuLUDmaGw
“Dia bestie aku dari kuliah. Kamu inget kan? Dia yang tinggi, cantik, agak genit itu.”
Bayu mengangkat alis, tangannya membelai paha Mila di bawah handuk. 425Please respect copyright.PENANA19KXVWMOaF
“Iya, aku inget. Kenapa dia mau ke sini? Ada apa?”
Mila menggigit bibir, matanya berkedip nakal tapi ada sedikit gugup. 425Please respect copyright.PENANAY0SXb1gJPI
“Dia bilang ada sesuatu yang mau dibahas sama kita berdua. Katanya… dia tahu kita suka main berdua yang… panas. Dia penasaran dan… mau ikut ngobrol. Mungkin… cuma ngobrol dulu.”
Bayu diam sejenak. Kontolnya yang masih di bawah handuk berdenyut pelan mendengar kata-kata Mila. Rina? Bestie Mila yang seksi itu? Ini arah ke mana ya… Tapi ia tetap tenang, mencium leher Mila. “Kamu mau dia dateng? Aku ikut apa yang kamu mau, Mil. Asal kamu nyaman.”
Mila tersenyum lega, mencium bibir Bayu dalam-dalam. “Aku nyaman kok… malah agak excited. Tapi hari ini masih kita berdua dulu ya. Rina baru sore dateng. Sekarang… aku mau lagi sama kamu. Di sofa kali ini?”
Mereka pindah ke ruang tamu. Handuk dilepas begitu saja. Mila mendorong Bayu duduk di sofa, lalu naik ke pangkuannya dalam posisi cowgirl. “Aku mau goyang di kontol kamu sambil liat wajah gantengmu, sayang.”
Ia memegang kontol Bayu yang sudah keras lagi, menggesekkan ke memeknya yang masih licin sisa creampie tadi, lalu menurunkan tubuhnya perlahan. “Aaaahhh… masih penuh sperma kamu… kontolmu masuk lagi dengan mudah… enak banget, Bay…”
Bayu memegang pinggul Mila, membantu gerakannya naik-turun. “Goyang pelan dulu, Mil… aku suka liat payudaramu bergoyang di depan muka aku.” Ia menunduk, menghisap puting Mila bergantian sambil gadis itu semakin cepat menggoyang pinggulnya.
Suara plok-plok-plok basah memenuhi ruang tamu. Mila mendesah panjang, “Bay… kontol kamu gede banget… nyentuh rahim aku setiap turun… ahh… aku suka banget ngentot sama kamu… kamu bikin aku ketagihan…”
Mereka berganti posisi berkali-kali sepanjang siang. Dari cowgirl ke doggy di sofa, lalu missionary di lantai karpet dengan kaki Mila di bahu Bayu. Setiap ronde penuh dialog romantis dan kotor yang saling melengkapi.
“Peluk aku erat pas kamu entot aku, Bay…” “Memekmu basah banget buat aku, Mil… aku cinta kamu yang selalu siap gini…” “Creampie lagi ya… isi memek pacarmu penuh sperma…” “Aku mau cum bareng kamu… liat mata aku pas kita keluar bareng…”
Sore menjelang, tubuh mereka sudah berkeringat lagi. Mila sedang berbaring di dada Bayu di sofa ketika bel apartemen berbunyi.
Mila tersenyum lebar, matanya penuh antisipasi. “Itu pasti Rina.”
Bayu menatap pacarnya, jantungnya berdegup lebih cepat. Hari ini masih romantis… tapi sepertinya sore ini akan jadi titik balik yang menarik.
Mila bangkit pelan, masih telanjang, dan berjalan ke pintu. “Tunggu di sini ya, sayang. Aku buka pintunya dulu.”
Pintu terbuka. Suara Rina yang ceria terdengar dari luar. “Hai Mil… wah… kamu… telanjang?!”
Mila tertawa kecil. “Masuk aja, Rin. Bayu juga lagi telanjang di dalam. Kita lagi… santai berdua.”
Rina melangkah masuk, matanya langsung melebar melihat Bayu yang duduk telanjang di sofa, kontolnya masih setengah tegang. Gadis itu tersenyum lebar, pipinya merah tapi tidak mundur.
“Wah… sepertinya aku datang di saat yang tepat,” katanya sambil menutup pintu di belakangnya.
Bayu dan Mila saling pandang. Udara di apartemen tiba-tiba terasa lebih panas.
Mila mendekati Bayu lagi, tangannya mengusap dada pacarnya. 425Please respect copyright.PENANA6AujFpI7aT
“Bay… mau denger ide Rina sekarang? Atau… kita ajak dia santai dulu bareng kita?”
ns216.73.216.105da2


