Malam Jumat itu terasa berbeda dari biasanya. Apartemen kecil Bayu di lantai lima gedung apartemen pinggir kota sudah dibereskan rapi sejak sore tadi. Lampu redup menyala hangat di ruang tamu, aroma lilin vanila yang Mila suka menyebar lembut di udara. Bayu berdiri di dapur kecilnya, mengaduk saus pasta carbonara sambil sesekali melirik jam dinding. Jam tangan digital menunjukkan pukul tujuh lewat sepuluh menit. Mila bilang dia akan datang jam tujuh, tapi gadis itu selalu terlambat lima belas menit—kebiasaan yang justru membuat Bayu tersenyum sendiri.
Dia pasti lagi mandi lama, pake parfum yang aku suka, dan pilih dress yang bikin aku gak bisa lepas pandang, batin Bayu sambil tersenyum kecil. Tubuhnya yang tinggi atletis terasa hangat meski AC apartemen menyala pelan. Usianya baru 23 tahun, tapi malam ini dia merasa seperti cowok dewasa yang sedang mempersiapkan malam spesial untuk pacarnya.
Pintu apartemen berderit pelan. 538Please respect copyright.PENANAnRg5HIU9g2
“Sayang? Aku dateng!” suara Mila yang manja langsung memenuhi ruangan. Bayu menoleh, dan napasnya langsung tertahan sejenak.
Mila berdiri di ambang pintu, cantik sekali dengan dress hitam pendek yang menempel pas di tubuhnya. Payudaranya yang besar dan kencang terlihat jelas di balik kain tipis, garis leher rendah memperlihatkan belahan dada yang menggoda. Rambutnya yang panjang tergerai bergelombang, wajahnya yang muda dan seksi tersenyum lebar. Mata besarnya berbinar saat melihat Bayu.
“Wah, aromanya enak banget,” kata Mila sambil meletakkan tas kecilnya di sofa dan langsung berjalan mendekat. Ia memeluk Bayu dari belakang, dada montoknya menempel lembut di punggung cowok itu. 538Please respect copyright.PENANAnYdPVJ8MLP
“Kamu masak buat aku? Romantis sekali pacarku yang ganteng ini.”
Bayu mematikan kompor, berbalik, dan langsung menangkup wajah Mila dengan kedua tangannya.538Please respect copyright.PENANAIUENdaEBVD
“Hari ini spesial, Mil. Kita udah pacaran setahun lebih, tapi rasanya setiap malam sama kamu kayak pertama kali lagi.” Ia mencium bibir Mila pelan, lembut, penuh kasih sayang. Bibir gadis itu lembut dan hangat, balas menciumnya dengan manja.
Mila mengerang kecil di antara ciuman.538Please respect copyright.PENANAQQ3BWuQlQ1
“Aku juga, Bay. Tiap liat kamu, pengen peluk terus. Kamu tinggi banget, atletis, bikin aku merasa kecil dan aman.” Tangan Mila merayap ke dada Bayu, merasakan otot perut yang keras di balik kaos tipis. 538Please respect copyright.PENANAV4JwRFCjzT
“Dan… aku tahu kamu juga suka banget sama aku yang seksi ini, kan?”
Bayu tertawa pelan, suaranya dalam dan penuh nafsu yang masih tertahan. Ia mengangkat Mila dengan mudah—tubuhnya ringan di pelukannya—dan mendudukkannya di meja dapur. 538Please respect copyright.PENANA6Sm9iFlCxi
“Suka? Aku gila sama kamu, Mil. Payudaramu yang besar ini…” Tangannya naik pelan, meremas lembut payudara Mila dari luar dress. 538Please respect copyright.PENANAZhSipUAlJz
“Tiap malam aku mikir, gimana rasanya lagi di peluk kamu.”
Mila menggigit bibir bawahnya, matanya sudah mulai berkabut. 538Please respect copyright.PENANAT7R05xvF4V
“Makan dulu yuk, sayang. Aku laper… tapi bukan cuma makan pasta.” 538Please respect copyright.PENANAUEVz6wM61G
Ia menarik Bayu lebih dekat, kakinya melingkar di pinggang cowok itu. Ciuman mereka semakin dalam, lidah saling menari lembut. Bayu merasakan payudara Mila yang penuh menekan dadanya, putingnya sudah mengeras di balik kain.
Mereka akhirnya duduk di meja kecil, makan sambil saling pandang. Obrolan mengalir ringan tapi penuh sayang. Mila bercerita tentang kuliahnya hari ini, Bayu cerita tentang latihan basket sore tadi. Tapi tangan mereka tak pernah berhenti menyentuh—Bayu mengusap paha Mila di bawah meja, Mila menggambar lingkaran di lengan Bayu dengan jari-jarinya.
Setelah makan, mereka pindah ke sofa. Film romantis yang Mila pilih diputar di TV, tapi tak ada yang benar-benar menonton. Mila merebahkan kepalanya di dada Bayu, tangannya mengusap perut cowok itu pelan.538Please respect copyright.PENANAlvwLVASRGq
“Bay… aku cinta kamu,” bisiknya lembut. “Cinta banget sampe kadang takut kehilangan.”
Bayu mencium puncak kepala Mila, tangannya membelai rambut gadis itu. Dia milik aku. Dan aku milik dia. Malam ini aku mau kasih dia semua yang dia mau.538Please respect copyright.PENANAa7uggB0bmN
"Aku juga, Mil. Kamu segalanya buat aku. Cantik, seksi, pintar… dan memeluk kamu kayak gini bikin aku ngerasa lengkap.”
Mila mendongak, matanya penuh api. Ia naik ke pangkuan Bayu, dressnya naik sampai paha. 538Please respect copyright.PENANAJ1fVqqbSQ2
“Cium aku lagi, sayang. Lebih dalam.”
Bayu tak perlu disuruh dua kali. Ciumannya kali ini penuh hasrat. Tangan Mila menarik kaos Bayu ke atas, membuka dada atletisnya yang berotot. Mila mengecup leher Bayu, turun ke dada, lidahnya menjilat puting cowok itu pelan. Bayu mengerang, tangannya merayap ke belakang dress Mila, membuka resletingnya perlahan.
Dress hitam itu meluncur turun, memperlihatkan bra hitam renda yang nyaris tak mampu menahan payudara Mila yang besar dan kencang. Bayu menunduk, mencium belahan dada itu dengan penuh cinta.538Please respect copyright.PENANAQshGfcWZVA
“Payudaramu indah banget, Mil. Aku suka banget…” Ia membuka kaitan bra dengan satu tangan, dan kedua payudara Mila melompat bebas, puting pinknya sudah mengeras sempurna.
Mila mendesah manja. “Hisap, Bay… hisap payudaraku pelan-pelan dulu. Aku suka rasanya kalau kamu lembut gini.”
Bayu menurut. Mulutnya mengulum satu puting, lidahnya berputar lembut, sementara tangannya meremas payudara satunya dengan penuh kasih. Mila menggeliat di pangkuannya, pinggulnya bergesekan pelan di kontol Bayu yang sudah mulai mengeras di balik celana pendek.538Please respect copyright.PENANAp8LrsR7coY
“Ahh… enak, sayang… kamu bikin aku basah banget…”
Mereka berpindah ke kamar tidur tanpa buru-buru. Bayu menggendong Mila seperti pengantin, menciumnya sepanjang jalan. Di atas ranjang king-size yang empuk, Mila berbaring telentang, hanya memakai celana dalam tipis. Bayu melepas semua pakaiannya sendiri, tubuh atletisnya yang tinggi terpapar sempurna—kontolnya sudah tegak sempurna, panjang dan tebal, urat-uratnya menonjol karena nafsu yang sudah lama terpendam.
Mila menatapnya dengan mata penuh cinta dan hasrat.538Please respect copyright.PENANAkZKKWFUzNM
“Kontol kamu gede banget, Bay… tiap liat, aku pengen langsung diisi.” Tapi suaranya lembut, penuh sayang. 538Please respect copyright.PENANAi2VV8gy81A
“Peluk aku dulu, sayang. Aku mau ngerasain tubuh kamu di atas tubuhku.”
Bayu naik ke ranjang, menindih Mila dengan lembut. Tubuh mereka saling menempel, kulit panas bertemu kulit panas. Mereka berciuman lama sekali, tangan saling jelajah. Bayu menurunkan ciumannya ke leher Mila, ke payudaranya yang montok, menjilat dan mengisap bergantian sampai Mila mendesah-desah.538Please respect copyright.PENANAuX1zMdWmMA
“Bay… turun lagi… jilat memekku pelan-pelan, aku mau ngerasain lidah kamu dulu.”
Bayu tersenyum, mencium perut rata Mila, lalu terus turun. Ia membuka kaki Mila lebar-lebar, mencium paha dalamnya yang halus sebelum lidahnya menyentuh memek yang sudah basah kuyup. 538Please respect copyright.PENANAxQJ98LxWa6
“Memekmu harum banget, Mil… basah sekali buat aku.” Lidahnya menjilat pelan dari bawah ke atas, berputar di klitoris yang membengkak.
Mila melengkungkan punggungnya, tangannya memegang rambut Bayu. 538Please respect copyright.PENANAmBvC57hqRL
“Ahh… ya ampun, sayang… lidahmu enak banget… jilat lebih dalam… isap klitorku… aku cinta kamu yang suka ngeliatin aku gini…”
Bayu tak berhenti. Ia menjilat dengan penuh cinta, kadang memasukkan lidahnya ke lubang memek Mila yang sempit dan panas, menghisap cairan yang terus keluar. Dua jarinya ikut masuk pelan-pelan, menggerakkan di dalam sambil mulutnya tetap di klitoris. Mila sudah gemetar. 538Please respect copyright.PENANANkIOuOMIJq
“Bay… aku mau cum… jangan berhenti… ahh… ahh… ya… keluar…!”
Organisme pertama Mila datang dengan manis. Tubuhnya bergetar hebat, memeknya mengejang di sekitar jari Bayu, cairan bening menyembur pelan ke mulut cowok itu. Bayu terus menjilat sampai Mila merintih minta ampun, lalu naik lagi dan mencium bibir pacarnya, membagi rasa tubuh Mila sendiri.
“Masukkin sekarang, Bay,” bisik Mila di antara napas tersengal. Ia memegang kontol Bayu yang sudah berdenyut-denyut, mengusapnya pelan.538Please respect copyright.PENANAeDtu5MwFq6
“Aku mau ngerasain kamu isi memekku penuh… pelan dulu ya, sayang. Aku mau ngerasain setiap senti.”
Bayu mengangguk, posisi missionary yang intim. Kepala kontolnya yang besar menyentuh bibir memek Mila yang basah, menggesek-gesek dulu sebelum mendorong pelan. 538Please respect copyright.PENANAY3Jlt0IyzJ
“Ahh… ketat banget, Mil… memekmu nyedot kontol aku…” Ia masuk inci demi inci, merasakan dinding memek Mila yang panas dan licin memeluk kontolnya erat.
Mila memeluk leher Bayu erat, kakinya melingkar di pinggang cowok itu.538Please respect copyright.PENANAv7ROuhHeaU
“Masuk lebih dalam… ya… kontol kamu gede banget, sayang… isi aku penuh… aku cinta rasanya kalau kamu di dalam gini…”
Bayu mulai bergerak pelan, keluar-masuk dengan ritme yang penuh kasih sayang. 538Please respect copyright.PENANA8tNFfb3JJE
Suara “plok… plok… plok” yang lembut mulai terdengar setiap kali pinggulnya bertemu pantat Mila. Payudara Mila bergoyang indah di depan matanya.538Please respect copyright.PENANAoufVz5DW8g
“Kamu cantik banget pas lagi aku entot gini, Mil. Payudaramu bergoyang… memekmu basah banget… aku sayang kamu.”
plok plok plok… 538Please respect copyright.PENANArU6WtUgH0M
Mila mendesah di telinga Bayu, gigit kecil cuping telinganya. “Ngentot aku lebih cepat sedikit… tapi tetap peluk aku erat… ahh… dengar suara kontol kamu keluar masuk memekku? Enak banget… isi rahim aku, Bay… aku mau creampie dari kamu malam ini…”
Bayu mempercepat sedikit, tapi tetap penuh kontrol. Ia mencium Mila dalam-dalam sambil terus memompa. Tangan Mila mencakar punggungnya pelan, kuku-kukunya meninggalkan jejak merah tipis. 538Please respect copyright.PENANAQpDUX2SzA1
“Bay… aku mau ganti posisi… aku naik di atasmu… mau liat wajah kamu pas aku goyang di kontolmu.”
Mereka berganti ke cowgirl. Mila duduk di pangkuan Bayu, memegang kontol yang licin oleh cairannya sendiri, lalu menurunkan tubuhnya sampai pangkal. “Aaaahhh! Penuh sekali… kontol kamu nyentuh rahim aku, sayang…” Ia mulai naik-turun pelan dulu, payudaranya yang besar bergoyang liar di depan wajah Bayu. Bayu meraih keduanya, meremas dan mengisap putingnya bergantian.
“Goyang lebih cepat, Mil… aku suka liat kamu ngentot kontol aku sendiri,” kata Bayu dengan suara serak penuh cinta. “Payudaramu… ahh… enak banget…”
Mila menggoyang pinggulnya lebih liar sekarang. Suara plok-plok-plok semakin cepat dan basah. Cairan memeknya meleleh ke batang kontol Bayu, membasahi bola-bolanya. “Bay… aku mau cum lagi… bareng kamu… pompa dari bawah… ya… seperti itu… lebih dalam… ahh… ahh… aku cinta kamu… cinta banget…!”
Bayu mengangkat pinggulnya, menusuk dari bawah sambil Mila turun. Tubuh mereka bertemu dengan keras tapi penuh kasih. Orgasme Mila datang lebih kuat kali ini—memeknya mengejang hebat, menyemprot cairan hangat yang membasahi perut Bayu. Bayu tak tahan lagi. “Mil… aku keluar… mau creampie di dalam memekmu… terima sperma aku, sayang…”
Ia mendorong dalam-dalam dan menyemburkan sperma panasnya langsung ke rahim Mila. Jet demi jet yang tebal, memenuhi memek gadis itu sampai meluber keluar saat Mila masih naik-turun pelan. Mereka berdua menjerit pelan, saling peluk erat, keringat bercampur di kulit mereka.
Setelah orgasme reda, Mila ambruk di dada Bayu, kontol cowok itu masih setengah tegang di dalam memeknya. Mereka saling mencium lembut, napas masih tersengal. Bayu membelai rambut Mila dengan penuh sayang. “Kamu luar biasa, Mil. Aku bahagia banget punya kamu.”
Mila tersenyum, mencium dada Bayu. “Besok pagi… kita lanjut lagi ya, sayang? Aku masih pengen banget sama kamu. Mungkin di balkon… atau di kamar mandi… apa pun asal sama kamu.”
Bayu tertawa pelan, memeluknya lebih erat. Besok masih ada banyak waktu. Dan aku tahu, nafsu kami berdua gak akan pernah habis. “Deal. Malam ini kita tidur dulu… tapi aku belum mau lepas pelukanmu.”
Mereka berbaring saling berpelukan, tubuh telanjang masih lengket oleh keringat dan cairan cinta. Di luar jendela, kota masih ramai, tapi di dalam kamar ini hanya ada mereka berdua—cinta yang romantis dan nafsu yang semakin dalam.
Tapi saat Bayu hampir tertidur, ponsel Mila bergetar di meja samping. Layar menyala sebentar, menampilkan nama “Rina – Bestie”. Mila melirik sekilas, tersenyum nakal ke Bayu.
“Besok Rina mau mampir… katanya ada sesuatu yang mau dibahas sama kita berdua,” bisik Mila sambil menggigit bibir. 538Please respect copyright.PENANAsHMnSuPuuR
“Mau denger ide gila dia nggak, sayang?”
Bayu mengangkat alisnya, kontolnya yang masih di dalam memek Mila berdenyut lagi pelan. Malam romantis ini baru saja dimulai… dan besok sepertinya akan jadi lebih panas dari yang mereka bayangkan.
ns216.73.216.105da2


