Mila berdiri di depan pintu apartemen, tubuhnya yang telanjang masih berkilau sisa keringat dari sesi bercinta tadi. Payudaranya yang besar naik-turun pelan mengikuti napasnya yang belum sepenuhnya tenang. Rina, bestie-nya yang berusia 22 tahun, berdiri di ambang pintu dengan mata melebar dan pipi merah. Gadis itu mengenakan crop top putih ketat dan rok pendek jeans yang memperlihatkan kaki panjangnya yang mulus. Rambut hitamnya tergerai, dan tas selempangnya masih tergantung di bahu.
“Mil… kamu serius telanjang gini? Dan Bayu juga…” Rina menelan ludah, tapi sudut bibirnya tersenyum tipis, campuran antara kaget dan penasaran. Matanya melirik sekilas ke arah sofa tempat Bayu duduk telanjang, kontolnya yang masih setengah tegang terpapar jelas di bawah cahaya sore yang masuk lewat jendela.
Mila tertawa kecil, suaranya manja seperti biasa. Ia menarik tangan Rina masuk dan menutup pintu di belakangnya.401Please respect copyright.PENANA5hc1UsptQm
“Santai aja, Rin. Kita lagi… santai berdua di rumah. Kamu bilang mau ngobrol sesuatu sama kita, kan? Masuk dulu, duduk. Mau minum apa?”
Bayu bangkit pelan dari sofa, tubuh tinggi atletisnya bergerak dengan tenang. Ia tidak buru-buru menutupi apa pun.401Please respect copyright.PENANAAVNqORCRyG
“Hai, Rin. Lama gak ketemu. Duduk aja. Kita lagi santai kok, gak usah canggung.” Suaranya dalam dan ramah, tapi ada nada hangat yang membuat Rina sedikit rileks.
Rina meletakkan tasnya di meja kecil, matanya masih sesekali melirik tubuh Bayu dan Mila. 401Please respect copyright.PENANAsV8oThw1oK
“Wah… kalian berdua emang berani banget ya. Aku cuma mau ngobrol, tapi… ini suasananya beda banget dari yang aku bayangin.” Ia duduk di sofa single di seberang Bayu, kakinya menyilang dengan gugup.
Mila duduk di pangkuan Bayu lagi, tubuh telanjangnya menempel pas di dada cowok itu. Payudaranya yang besar menekan dada Bayu, dan ia sengaja menggesekkan pantatnya pelan di kontol Bayu yang mulai mengeras kembali.401Please respect copyright.PENANA6qVUD34rz0
“Cerita aja, Rin. Kamu bilang ada ide yang mau dibahas sama kita berdua. Apa itu?”
Rina menggigit bibir bawahnya, matanya bergantian memandang Mila dan Bayu. 401Please respect copyright.PENANAkk6F7HpHV5
“Oke… aku langsung aja ya. Aku tahu kalian berdua… sangat dekat. Dari cerita Mila, kalian suka banget main berdua, dan… itu selalu panas. Aku… penasaran. Aku gak punya pacar sekarang, dan aku sering mikir… gimana rasanya ikut gabung sama kalian. Bukan langsung… tapi mungkin mulai dari nonton dulu, atau… ikut pelan-pelan. Kalau kalian mau, tentu saja.”
Bayu merasakan kontolnya berdenyut kuat di bawah pantat Mila. Rina mau ikut? Ini… gila, tapi Mila keliatan excited. Ia memeluk pinggang Mila lebih erat, tangannya naik meremas payudara pacarnya pelan di depan Rina.401Please respect copyright.PENANAPN01AbA1UN
“Kamu serius, Rin? Kami berdua memang suka banget sama satu sama lain. Tapi kalau Mila nyaman, aku ikut apa kata dia.”
Mila tersenyum lebar, matanya penuh api nakal tapi tetap lembut saat menatap Bayu.401Please respect copyright.PENANAztjORcS032
“Aku nyaman kok, sayang. Rina bestie aku, aku percaya dia. Tapi hari ini… kita mulai pelan ya. Kamu lanjut aja sama aku dulu, Bay. Rina boleh nonton… atau ikut pelan kalau dia mau.”
Rina mengangguk cepat, pipinya semakin merah.401Please respect copyright.PENANAqHAZ6wR5UJ
“Aku… aku mau nonton kalian ngentot dulu. Kalau boleh.”
Bayu mencium leher Mila dari belakang, tangannya meremas payudara pacarnya dengan lebih tegas. “Oke. Kalau gitu… aku mau lanjut sama kamu sekarang, Mil.”
Ia mengangkat Mila dengan mudah, membaringkannya di sofa panjang yang lebar. Mila membuka kakinya lebar, memeknya yang masih basah sisa creampie tadi terlihat jelas. Bayu berlutut di antara kakinya, mencium paha dalam Mila pelan, naik ke klitoris yang sudah membengkak. “Memekmu masih penuh sperma aku dari tadi, sayang. Enak banget.”
Rina duduk lebih dekat, matanya tak lepas dari adegan itu. Mila melirik bestienya sambil mendesah. “Lihat aja, Rin… Bayu jago banget jilat memek aku.”
Bayu menjulurkan lidahnya, menjilat memek Mila dengan gerakan panjang dari bawah ke atas. Ia menghisap klitoris pelan, lidahnya berputar di sekitar titik sensitif itu. Mila melengkungkan punggungnya, tangannya memegang rambut Bayu. “Ahh… ya, sayang… jilat lebih dalam… isap klitorku… Rina, lihat… lidah Bayu enak banget…”
Bayu memasukkan dua jarinya ke memek Mila yang licin, menggerakkan dengan ritme yang pas sambil mulutnya tetap bekerja di klitoris. Suara isapan dan desahan Mila memenuhi ruangan. “Bay… lebih cepat… aku mau cum di mulut kamu… ahh… ahh… jangan berhenti…”
Rina sudah duduk di ujung sofa, tangannya tanpa sadar mengusap pahanya sendiri. “Wah… kalian… sangat hot…”
Mila cum pertama kali di mulut Bayu. Tubuhnya bergetar hebat, cairan bening menyembur pelan ke lidah Bayu. Bayu menjilat bersih semuanya, lalu naik dan mencium Mila dalam-dalam, membagi rasa tubuhnya sendiri.
“Masukkin sekarang, Bay,” bisik Mila dengan suara serak. “Aku mau kamu ngentot aku di depan Rina.”
Bayu mengangguk. Ia memposisikan diri di antara kaki Mila, menggesek kontolnya yang sudah sangat keras di memek pacarnya. “Pelan dulu ya, Mil.” Kepala kontolnya mendorong masuk, membelah dinding memek yang panas dan licin. “Ahh… masih ketat banget meskipun udah penuh sperma tadi…”
Mila memeluk leher Bayu erat, kakinya melingkar di pinggang cowok itu. “Masuk lebih dalam… ya… kontol kamu gede banget, sayang… isi memek aku penuh… Rina, lihat… kontol Bayu masuk pelan-pelan ke memek aku…”
Bayu mulai bergerak, keluar-masuk dengan ritme yang lambat dan dalam. 401Please respect copyright.PENANAnSrq0ocJq0
Suara plok… plok… plok yang basah mulai terdengar jelas. Payudara Mila bergoyang indah setiap kali ia menghantam. “Kamu enak banget, Mil. Memekmu nyedot kontol aku… aku cinta banget sama kamu.”
Mila mendesah panjang, matanya sesekali melirik Rina yang sekarang sudah membuka kancing crop top-nya sedikit.401Please respect copyright.PENANAyWhmkfbVjF
“Ngentot aku lebih cepat, Bay… plok plok plok… dengar suara itu, Rin? Itu kontol pacarku lagi ngentot memek aku… ahh… lebih dalam… tusuk rahim aku…”
Bayu mempercepat gerakannya. Ia mencium payudara Mila, menghisap putingnya bergantian sambil terus memompa. Tangan Mila mencakar punggung Bayu pelan. “Bay… aku mau cum lagi… bareng kamu… pompa lebih keras… ya… seperti itu… ahh… ahh… aku cinta kamu… cinta banget…”
Rina sudah tak tahan. Ia melepas crop top-nya, memperlihatkan bra hitam yang menahan payudaranya yang kencang. “Kalian… bikin aku basah banget…”
Bayu dan Mila terus bercinta dengan intens. Posisi berganti ke doggy di sofa. Mila berlutut, pantatnya terangkat tinggi ke arah Bayu. Bayu berdiri di belakang, memegang pinggul Mila dan menusuk dalam-dalam. “Doggy gini enak ya, Mil? Pantatmu bergoyang… memekmu keliatan jelas…”
“Ya… entot aku doggy… lebih keras… Rina, kamu boleh pegang payudaraku kalau mau…”
Rina mendekat pelan, tangannya gemetar saat meremas payudara Mila dari samping. Mila mengerang lebih keras. Adegan itu berlanjut lama sekali. Bayu memompa tanpa henti, suara plok-plok-plok semakin cepat dan basah. Mila cum kedua kalinya dengan hebat, memeknya mengejang kuat, cairan menyemprot ke sofa.
Bayu tak tahan lagi. “Mil… aku mau keluar… creampie lagi di dalam memekmu…”
“Ya… isi aku, sayang… penuh… penuh…!”
Bayu mendorong dalam-dalam dan menyemburkan sperma panasnya jet demi jet ke rahim Mila. Sperma meluber keluar dari memek Mila saat ia menarik kontolnya, menetes ke sofa.
Mereka bertiga terengah-engah. Mila berbaring di sofa, tubuhnya berkilau keringat. Rina duduk di sampingnya, tangannya masih di payudara Mila.
Mila tersenyum lemah ke Rina. “Gimana, Rin? Masih mau ikut… atau mau lanjut besok?”
Rina menggigit bibir, matanya penuh nafsu. “Aku… aku mau coba ikut pelan-pelan. Tapi… besok aja. Hari ini aku cuma nonton dulu… dan… boleh aku peluk kalian berdua sekarang?”
Bayu dan Mila saling pandang, tersenyum. Bayu menarik Rina ke pelukannya, Mila memeluk dari sisi lain. Tubuh telanjang mereka saling menempel hangat.
Malam itu, mereka bertiga hanya berpelukan dan berciuman lembut, tanpa buru-buru. Tapi Bayu dan Mila tahu, besok pagi nafsu mereka akan meledak lagi… dan kali ini Rina mungkin sudah siap ikut lebih dalam.
Saat mereka hampir tertidur, Mila berbisik di telinga Bayu, “Sayang… besok kita ajak Rina mandi bertiga… gimana?”
401Please respect copyright.PENANAr4RUnZ1qad


