Malam Sabtu itu, setelah Ibu berbisik di teras belakang dengan suara gemetar, 4435Please respect copyright.PENANARBKve9kt76
“Besok malam… Ibu mau coba yang lebih. Ibu mau rasain kontol kamu di memek Ibu. Tapi pelan-pelan… kita lihat nanti apakah Ibu berani,” aku merasa seluruh tubuhku panas dingin. Dewi sudah tidur lelap di kamar atas, perutnya yang sangat besar membuatnya sulit bergerak.4435Please respect copyright.PENANAYEcD1o7D9y
Aku berbaring di sebelahnya, tapi pikiranku hanya tertuju ke lantai bawah. Membayangkan memek Ibu yang sudah basah selama berminggu-minggu, yang selama ini hanya aku lihat dari dekat, sekarang akan memasukkan kontolku untuk pertama kalinya. Kontolku tegang sepanjang malam, berdenyut menyakitkan, tapi aku menahan diri. Aku ingin semuanya terjadi besok malam, murni, tanpa aku lepaskan sendiri.
Minggu pagi datang dengan hujan deras yang mengguyur Surabaya sejak subuh. Udara rumah terasa lembab dan pengap. Ibu sudah di dapur, memasak bubur khusus untuk Dewi yang semakin sering mual dan lemas karena kehamilan yang memasuki bulan kesembilan. Saat aku turun, Ibu sedang mengaduk panci dengan punggung membelakangiku. Dasternya basah sedikit karena uap masakan, menempel di pinggul lebarnya. Saat dia menoleh, matanya langsung bertemu denganku. Ada campuran ketakutan, malu, dan nafsu yang sangat kuat di sana.
“Ko… sarapan dulu. Ibu buatin nasi goreng telur,” katanya pelan, suaranya biasa di depan Dewi yang baru turun dengan langkah pelan sambil memegang pinggang.
Sepanjang hari, rumah terasa seperti bom waktu. Dewi banyak tidur di sofa ruang tamu, tubuhnya semakin berat, napasnya sering pendek. Ibu merawatnya dengan sabar, memijat kaki, menyiapkan air hangat, tapi setiap kali kami berdua saja di dapur atau koridor, suasana langsung berubah. Ibu sering menunduk, pipinya merah, tangannya gemetar saat memegang gelas. Aku juga tidak bisa tenang. Kontolku sering setengah tegang hanya karena melihat pantat Ibu yang montok saat dia membungkuk mengambil sesuatu.
Sore hari hujan semakin deras, petir sesekali menggelegar. Dewi naik ke kamar lebih awal karena dokter bilang istirahat total. Jam sembilan malam, rumah sudah gelap dan sunyi. Hanya suara hujan deras yang menutupi segala kemungkinan suara. Aku duduk di ruang tamu dengan jantung berdegup kencang sampai jam 10.30 malam.
Akhirnya aku turun ke kamar mandi bawah. Lampu dimatikan, hanya cahaya emergency samar. Aku duduk di kloset, celana sudah turun. Kontolku sudah keras maksimal, kepala besar mengkilap penuh precum, urat-urat menonjol, bola zakar berat penuh sperma yang sudah ditahan dua hari.
Pintu terbuka pelan. Ibu masuk. Malam ini dia tidak pakai celana dalam sama sekali. Dasternya langsung terbuka lebar sejak masuk, payudara besarnya bergoyang bebas, putingnya sudah keras. Memeknya terlihat jelas di cahaya samar — bulu halus tipis, bibir memek kuning langsat yang sudah basah mengkilap, cairan bening menetes pelan ke paha dalamnya.
Ibu berdiri di depanku, napasnya tersengal. 4435Please respect copyright.PENANAUQsKnlMnV4
“Ko… malam ini Ibu mau coba. Ibu sudah tidak tahan lagi. Tapi pelan-pelan ya… Ibu takut sakit, takut ketahuan, takut dosa… tapi Ibu mau rasain kontol kamu di dalam memek Ibu.”
Aku berdiri pelan, kontolku menegang lurus ke depan. 4435Please respect copyright.PENANAxPqKvC0VeD
“Iya, Ibu… kita pelan-pelan. Kalau Ibu mau berhenti, bilang saja.”
Ibu mendekat. Tubuh kami hampir bersentuhan. Payudaranya yang besar menekan dada ku pelan. Aku bisa merasakan putingnya yang keras. Tangan Ibu memegang kontolku dengan gemetar, mengocok pelan beberapa kali untuk menyebar precum. Kemudian dia berbalik, membungkuk sedikit di depan wastafel, memegang pinggiran wastafel dengan kedua tangan. Pantatnya yang montok terangkat, memeknya terbuka sedikit, menunjukkan lubang merah muda yang berkedut karena nafsu.
“Masuk dari belakang dulu, Ko… pelan-pelan,” bisik Ibu.
Aku berdiri di belakangnya. Tangan kananku memegang pinggul Ibu yang lebar dan lembut. Kontolku aku arahkan ke memeknya. Kepala kontol menyentuh bibir memek Ibu yang basah. Sensasi hangat dan licin langsung terasa. Ibu menggigil.
“Pelan… pelan, Ko…” desahnya.
Aku tekan pinggul pelan. Kepala kontol mendorong masuk, membelah bibir memek Ibu. Memeknya sangat sempit meski sudah basah sekali, seperti memek perawan karena sudah tiga tahun tidak disentuh laki-laki. Ibu mendesah panjang,4435Please respect copyright.PENANAqSgzuTKNON
“Ahhhh… besar sekali… pelan, Ko… ahh…”
Kepala kontol masuk sepenuhnya. Sensasi hangat, basah, dan rapat luar biasa. Dinding memek Ibu langsung memeluk kontolku erat. Aku berhenti sebentar, memberi waktu Ibu menyesuaikan.
“Ibu… enak sekali… memek Ibu sangat hangat dan sempit,” bisikku di telinganya.
Ibu mengangguk, napasnya tersengal. 4435Please respect copyright.PENANA4OuffpA61G
“Masuk lebih dalam… pelan-pelan.”
Aku dorong lagi. Batang kontol masuk perlahan, senti demi senti. Memek Ibu mengeluarkan cairan lebih banyak, membuat suara basah “slurp” pelan setiap kali kontolku masuk lebih dalam. Saat hampir setengah batang masuk, Ibu sudah mendesah keras,4435Please respect copyright.PENANAdmCsDNTfYu
“Ahh… Ko… penuh sekali… Ibu rasain sampai perut…”
Aku pegang pinggul Ibu lebih erat, dorong lagi sampai pangkal. Seluruh kontolku akhirnya tenggelam di dalam memek Ibu. Bola zakarku menyentuh bibir memeknya. Memek Ibu berdenyut-denyut menggenggam kontolku erat sekali.
Kami diam sebentar, saling menikmati sensasi pertama penetrasi. Hujan deras di luar semakin kencang, menutupi desahan kami.
“Gerak pelan, Ko… Ibu mau rasain,” pinta Ibu dengan suara parau.
Aku mulai gerak keluar-masuk pelan sekali. Kontolku keluar hampir seluruhnya, lalu masuk lagi sampai pangkal. Setiap kali masuk, memek Ibu mengeluarkan bunyi basah yang erotis. Payudara Ibu bergoyang-goyang karena gerakan. Aku meraih ke depan, memegang payudara besar itu dari belakang, meremasnya lembut sambil tetap menggenjot pelan.
“Ahh… ahh… Ko… enak… kontol kamu benar-benar memenuhi memek Ibu,” desah Ibu. Suaranya semakin tidak tertahan.4435Please respect copyright.PENANAt6RChcu2A7
“Lebih cepat sedikit… tapi jangan keras.”
Aku tingkatkan kecepatan sedikit. Bunyi “plok plok plok” pelan terdengar di kamar mandi yang pengap. Memek Ibu semakin basah, cairannya menetes ke paha kami berdua. Dinding memeknya berdenyut semakin kuat, seolah memijat kontolku dari dalam.
Kami berganti posisi. Ibu berbalik menghadapku, duduk di tepi bathtub yang rendah, kakinya terbuka lebar. Aku berdiri di depannya, memasukkan kontol lagi ke memeknya. Kali ini aku bisa melihat wajah Ibu yang penuh kenikmatan — mata setengah terpejam, bibir terbuka, payudara bergoyang setiap kali aku dorong.
“Ko… lihat memek Ibu… lihat kontol kamu keluar masuk gini,” bisik Ibu sambil menunduk memandang persatuan kami.
Aku pandang ke bawah. Kontolku yang tebal basah oleh cairan Ibu, keluar masuk dari memeknya yang merah dan basah. Pemandangan itu membuat aku semakin sange. Gerakanku semakin dalam tapi masih terkontrol.
Ibu memeluk leherku, payudaranya menekan dada ku. 4435Please respect copyright.PENANAxpkpuUP8YQ
“Ko… Ibu mau keluar… lebih cepat sedikit…”
Aku genjot lebih cepat. Bunyi basah semakin keras. Ibu menggigit bahuku pelan untuk menahan desahan. Tubuhnya menegang, memeknya berdenyut kuat sekali. 4435Please respect copyright.PENANAU0WJtpKskt
“Ahhhh… Ko… Ibu keluar… ahhhh!!”
Ibu orgasme pertama kali setelah tiga tahun. Memeknya menggenggam kontolku sangat erat, cairan hangat menyembur pelan keluar. Tubuhnya kejang-kejang, napasnya tersengal-sengal.
Aku masih tahan. Aku terus genjot pelan sampai Ibu reda dari orgasmenya. Kemudian aku angkat tubuh Ibu sedikit, duduk di kloset, dan Ibu naik ke pangkuanku. Memeknya kembali menelan kontolku sampai pangkal. Ibu mulai naik-turun sendiri, payudaranya bergoyang liar di depan wajahku. Aku hisap putingnya bergantian sambil memegang pantat montoknya.
“Ko… keluar di dalam boleh… Ibu mau rasain panas sperma kamu di dalam memek Ibu,” bisik Ibu di telingaku sambil terus naik-turun semakin cepat.
Aku tidak tahan lagi. 4435Please respect copyright.PENANAIxDD3X2i1O
“Ibu… saya mau keluar…”
“Keluar, Ko… isi memek Ibu…”
Tubuhku menegang. Kontolku berdenyut kuat di dalam memek Ibu. Sperma panas muncrat keras sekali, menyembur ke dalam rahim Ibu. Muncratan demi muncratan, banyak sekali. Ibu merasakan setiap denyutan, memelukku erat sambil mendesah, 4435Please respect copyright.PENANALg9zKwuOmz
“Ahh… panas… banyak sekali… Ibu rasain semuanya…”
Kami diam lama setelah itu, kontolku masih di dalam memek Ibu yang berdenyut pelan. Sperma campur cairan Ibu menetes pelan ke lantai kamar mandi.
Ibu mencium bibirku untuk pertama kalinya — ciuman dalam, lidah saling bertautan, penuh nafsu dan kasih sayang terlarang. 4435Please respect copyright.PENANAWeiBcbtde1
“Terima kasih, Ko… malam ini Ibu merasa hidup lagi.”
Dia turun pelan, memeknya mengeluarkan sperma yang banyak saat kontolku keluar. Ibu membersihkan diri dengan tisu, menutup daster, lalu keluar dengan langkah goyah. 4435Please respect copyright.PENANAUw2fz7DL10
“Besok malam kita bicara di teras… Ibu mau ulang lagi.”
Aku duduk lemas, membersihkan kamar mandi. Malam pertama penetrasi itu luar biasa. Memek Ibu rapat, hangat, dan basah seperti mimpi. Perselingkuhan kami sudah masuk tahap yang sebenarnya.
Hari-hari berikutnya, ritual malam kami semakin sering dan berani. Dewi semakin dekat melahirkan, tidur semakin nyenyak karena obat. Setiap malam di kamar mandi, Ibu mencoba posisi berbeda: doggy style, cowgirl, misionaris di lantai dengan handuk. Oral tetap dilakukan sebelum dan sesudah ngentot. Kadang Ibu minta dicium putingnya sambil digenjot, kadang minta dirangsang klitorisnya dengan jari sambil kontolku di dalam.
Ketegangan semakin tinggi karena Dewi bisa melahirkan kapan saja. Tapi nafsu kami sudah tidak bisa ditahan lagi. Setiap malam, memek Ibu semakin mahir memijat kontolku, orgasme Ibu semakin sering, dan aku selalu mengisi memeknya dengan sperma panas.
Perselingkuhan terlarang antara menantu dan ibu mertua ini sudah sepenuhnya menyala, dan semakin sulit untuk dipadamkan.
ns216.73.216.105da2


