Setelah malam pertama penetrasi itu, segalanya berubah total di rumah kami di Rungkut, Surabaya. Malam Minggu itu menjadi titik balik. Ibu yang dulu hanya berani “cuma lihat”, lalu sentuhan tangan, oral, dan akhirnya memasukkan kontolku ke memeknya, kini seperti terbuka pintu yang sudah lama terkunci. Nafsu yang tertahan selama tiga tahun sebagai janda muda langsung meledak. Ibu tidak lagi malu-malu. Malah, dia mulai sangat menikmati dan menginginkan ngentot dengan kontolku setiap kesempatan yang ada.
Senin pagi setelah malam pertama, rumah masih basah oleh hujan semalam. Dewi bangun dengan perut yang semakin besar, wajahnya pucat karena sering kontraksi palsu. Ibu merawatnya seperti biasa — memasak bubur, memijat pinggang, menyiapkan baju longgar. Tapi saat Dewi tidur siang di sofa, Ibu menarikku ke dapur saat sedang mencuci piring. Tubuhnya menempel di punggungku dari belakang, payudaranya yang besar menekan punggungku kuat.
“Ko… semalam memek Ibu masih terasa penuh sama kontol kamu,” bisik Ibu di telingaku dengan suara serak. 4309Please respect copyright.PENANAvEPNvX8P0w
“Ibu sudah kangen lagi. Malam ini Ibu mau lebih lama.”
Aku hanya bisa mengangguk, kontolku langsung tegang di celana. Sepanjang hari, Ibu sering mencuri pandang dengan mata lapar. Saat kami lewat di koridor sempit, tangannya sengaja menyentuh kontolku dari luar celana sebentar, meremas pelan.
Malam Senin, hujan deras lagi. Dewi tidur lebih awal karena dokter beri obat penenang. Jam 10 malam, kami sudah di kamar mandi bawah. Ibu tidak buang waktu. Begitu pintu tertutup, dasternya langsung dilepas total, tubuh telanjang montoknya terpampang di cahaya samar. Payudaranya bergoyang, memeknya sudah basah mengkilap meski belum disentuh.
“Ibu mau duluan hari ini,” katanya sambil mendorongku duduk di kloset. Dia naik ke pangkuanku, memeknya yang sudah licin langsung menelan kontolku sampai pangkal dalam satu gerakan.4309Please respect copyright.PENANASleT2ChFHf
“Ahhhh… Ko… kontol kamu… memenuhi memek Ibu lagi…”
Ibu mulai naik-turun dengan rakus. Bukan pelan seperti malam pertama. Kali ini gerakannya cepat dan kuat. Pantat montoknya menampar paha ku setiap turun, 4309Please respect copyright.PENANAUV99a6GYZq
bunyi “plok plok plok” basah terdengar jelas meski hujan deras di luar. Payudaranya bergoyang liar di depan wajahku. Aku hisap putingnya bergantian sambil memegang pinggulnya, membantu gerakannya semakin dalam.
“Enak… enak sekali, Ko… Ibu suka kontol kamu yang tebal ini… memek Ibu sudah ketagihan,” desah Ibu tanpa malu lagi. Matanya setengah terpejam, bibir terbuka, keringat menetes di antara belahan payudaranya.
Malam itu Ibu orgasme dua kali sebelum aku keluar. Pertama saat cowgirl, tubuhnya kejang sambil memeknya menyembur cairan hangat. Kedua saat aku genjot dari belakang di posisi berdiri, memeknya berdenyut kuat sekali. Aku akhirnya muncrat dalam-dalam, mengisi rahim Ibu dengan sperma panas yang banyak. Ibu mendesah puas, 4309Please respect copyright.PENANAkWXSTgRi2S
“Isi terus, Ko… Ibu mau penuh sama sperma kamu setiap malam.”
Selasa pagi, Ibu sudah berubah. Dia lebih berani. Saat Dewi mandi di kamar atas, Ibu menarikku ke kamar tamunya sebentar. Dia angkat daster, tidak pakai celana dalam, dan meminta aku masukkan kontol sebentar 4309Please respect copyright.PENANAOV21bbGZBC
“cuma buat basahi memek Ibu seharian”. Aku masukkan cepat dari belakang, genjot beberapa kali dalam, lalu keluar sebelum Dewi selesai mandi. Ibu tersenyum nakal, 4309Please respect copyright.PENANAGp7UbgzXBO
“Ibu mau bawa rasa kontol kamu sepanjang hari.”
Malam Selasa, di kamar mandi, Ibu sudah sangat agresif. Dia minta digenjot doggy style lama sekali. Pantatnya yang montok aku tampar pelan, membuatnya semakin sange.4309Please respect copyright.PENANArRofTLY00j
“Tampar lagi, Ko… Ibu suka… ahh… kontol kamu lebih dalam!” desahnya. Aku genjot keras tapi tetap pelan suaranya. Ibu orgasme tiga kali malam itu, memeknya semakin longgar tapi tetap rapat dan basah. Setiap kali aku mau keluar, dia minta 4309Please respect copyright.PENANAHWUdhKdfRl
“Di dalam lagi… Ibu suka rasanya panas di perut.”
Rabu, Dewi mulai sering kontraksi ringan. Dokter bilang mungkin sebentar lagi melahirkan. Ibu semakin sering merawat Dewi, tapi nafsunya ke kontolku malah semakin besar. Siang hari, saat Dewi tidur, Ibu ajak aku ke belakang rumah, di gudang kecil yang jarang dipakai. Dia jongkok, menyepong kontolku dengan rakus sampai hampir muncrat, lalu berhenti. 4309Please respect copyright.PENANAhGFoa0lyQj
“Simpan buat malam,” katanya sambil tersenyum genit.
Malam Rabu, ritual di kamar mandi berlangsung hampir satu jam. Ibu minta berbagai posisi. Mulai dari misionaris di lantai dengan handuk, kakinya terbuka lebar, aku genjot dalam-dalam sambil mencium payudaranya. Lalu standing fuck, aku angkat satu kaki Ibu, memeknya terbuka lebar, kontolku masuk keluar cepat. Ibu sudah sangat vokal.
“Ko… Ibu sudah gila sama kontol kamu… setiap hari Ibu mikirin ini… memek Ibu basah terus bayangin kontol kamu masuk,” katanya sambil mendesah. 4309Please respect copyright.PENANAyGMDoPPVwK
“Genjot lebih keras… Ibu mau keluar lagi… ahhhh!!”
Kamis pagi, risiko semakin tinggi. Dewi kontraksi lebih sering. Ibu tetap merawatnya dengan telaten, tapi saat Dewi istirahat, Ibu tarik aku ke kamar mandi siang hari sebentar.4309Please respect copyright.PENANANBwFWRMn4D
“Cepat, Ko… Ibu butuh kontol kamu sekarang.” Dia membungkuk di wastafel, aku genjot dari belakang cepat dan kuat. Hanya 5 menit, tapi Ibu orgasme kecil dan aku keluar di dalam memeknya. “Ibu bawa sperma kamu seharian lagi,” bisiknya puas.
Malam Kamis, Ibu sudah benar-benar ketagihan. Di kamar mandi, dia minta aku tidur telentang di lantai. Dia naik ke atas, cowgirl liar. Pantatnya naik-turun cepat, payudaranya bergoyang hebat4309Please respect copyright.PENANAySrmdvvtyY
. “Ibu suka posisi ini… Ibu bisa atur sendiri seberapa dalam… ahh… kontol kamu nyentuh titik enak Ibu!” Desahannya semakin keras, aku harus menutup mulutnya dengan tangan pelan supaya tidak kedengaran ke atas.
Ibu orgasme berkali-kali. Memeknya menyembur cairan dua kali. Saat aku mau keluar, dia tekan pinggulnya kuat,4309Please respect copyright.PENANAKeNhtMy535
“Di dalam… isi memek Ibu penuh… Ibu mau tidur dengan sperma kamu di dalam.”
Jumat, Dewi semakin lemas. Kontraksi makin sering. Ibu dan aku semakin hati-hati, tapi nafsu Ibu malah semakin liar. Malam Jumat, setelah memastikan Dewi tidur sangat pulas karena obat, Ibu minta ngentot di teras belakang yang gelap, di bawah suara hujan deras. Dia duduk di kursi rotan, kakinya terbuka, aku berdiri genjot dari depan. Risiko tinggi karena Dewi di atas, tapi justru itu yang membuat Ibu semakin sange.
“Ko… kalau Dewi bangun dan lihat… Ibu tetap mau kontol kamu… ahh… genjot terus…” desahnya. Aku genjot dalam, payudaranya aku remas kuat. Ibu keluar dua kali sebelum aku isi memeknya lagi.
Sabtu pagi, Dewi mulai merasakan kontraksi yang lebih nyata. Ibu sibuk menyiapkan tas ke rumah sakit, tapi saat ada kesempatan kosong, Ibu tarik aku ke kamar tamu. Dia berbaring cepat, buka kaki, 4309Please respect copyright.PENANAwZlnkzLXXq
“Cepat, Ko… Ibu butuh kontol kamu sebelum kita ke rumah sakit nanti.” Aku genjot cepat dan kuat, keluar di dalam memeknya dalam waktu singkat. Ibu tersenyum puas, “Ibu mau bawa rasa ini seharian.”
Malam Sabtu, meski Dewi kontraksi sering, dia masih tidur nyenyak setelah obat. Di kamar mandi, Ibu sudah sangat menikmati. Dia minta posisi spooning di lantai — kami berbaring miring, aku dari belakang masuk dalam, tanganku meremas payudara dan merangsang klitorisnya. Ibu mendesah panjang4309Please respect copyright.PENANA4bZrToooxh
, “Ko… Ibu sudah cinta sama kontol kamu… setiap hari Ibu mau ini… memek Ibu milik kamu sekarang…”
Dia orgasme berkali-kali, tubuhnya gemetar hebat. Aku isi memeknya lagi dengan sperma banyak. Setelah itu, Ibu memelukku lama, mencium bibirku dalam-dalam. 4309Please respect copyright.PENANAKiWeDrPDCy
“Ibu sudah tidak bisa bayangin hidup tanpa ngentot sama kamu, Ko. Meski Dewi melahirkan nanti, Ibu mau tetap begini… diam-diam.”
Hari-hari setelah penetrasi pertama itu, Ibu benar-benar berubah. Dari wanita janda yang malu-malu, dia menjadi sangat haus akan kontolku. Setiap malam dia menginginkan ngentot yang lebih lama, lebih dalam, lebih beragam posisi. Dia suka creampie, suka merasakan sperma mengalir di dalam memeknya sepanjang malam. Dia semakin vokal, semakin liar, dan semakin ketagihan.
Sementara Dewi semakin dekat dengan hari persalinan, perselingkuhan kami justru semakin intens dan berisiko. Ibu tidak lagi takut. Dia malah semakin menginginkan kontolku setiap saat — pagi, siang, malam. Memeknya selalu basah siap menerima, payudaranya selalu minta diremas, dan mulutnya selalu siap menyepong sebelum atau sesudah ngentot.
Perselingkuhan terlarang ini sudah tidak bisa dihentikan lagi. Ibu sudah sepenuhnya menikmati dan menginginkan kontolku sebagai kebutuhan sehari-harinya.
ns216.73.216.105da2


