/story/230319/e-book-52-keperkasaan-mas-gofar/toc
(E-BOOK 52) Keperkasaan Mas Gofar | Penana
arrow_back
(E-BOOK 52) Keperkasaan Mas Gofar
more_vert share bookmark_border file_download
info_outline
format_color_text
toc
exposure_plus_1
coins
Search stories, writers or societies
Continue ReadingClear All
What Others Are ReadingRefresh
X
Never miss what's happening on Penana!
G
(E-BOOK 52) Keperkasaan Mas Gofar
blibibdi69
Intro Table of Contents Top sponsors Comments (0)

Di kamar tamu, saat Gofar mandir di balik dinding kaca semi-tembus, Bu Hesti mengintip. Ia menelanjangi diri, meremas payudaranya, menghisap puting, dan mengkobel memeknya yang basah sambil berfantasi. “Gila mas Gofar, kontolmu bisa segede itu… aaaakuuu mauuu Gofar sayaaaang… sesak… penuh perutku…” racau Bu Hesti. Gofar yang mendengar desahan akhirnya keluar dari kamar mandir, telanjang dengan kontol tegang menjulang hampir 22 cm.

Keduanya saling terkejut, lalu Bu Hesti mengambil inisiatif. Ia memeluk Gofar, mencium bibirnya, dan membimbing pemula itu. “Gofar sayang, ibu bimbing yah… kontolmu gede banget, ibu merinding…” Ciuman semakin ganas, lidah saling melumat. Tangan Gofar meremas bokong besar Bu Hesti. Mereka rebahan, paha mulus Bu Hesti bergesekan dengan kontol Gofar. Namun kedatangan Bi Cupi Cupita, pembantu baru yang juga montok dan menjanda, memaksa mereka berhenti sementara.

Bi Cupi Cupita wanita sawo matang berpayudara lebih besar dari Bu Hesti datang malam itu untuk mulai bekerja. Setelah menjelaskan tuGofar, Bu Hesti kembali ke kamar dan menemukan Gofar masih bergairah. Ia kembali menggoda, memelintir puting Gofar hingga kontolnya kembali tegang di balik boxer kekecilan. Percintaan dilanjutkan, kali ini melibatkan Bi Cupi Cupita. Bu Hesti meminta Bi Cupi Cupita membasahi kontol Gofar dengan liur, lalu Gofar menyodok anus Bu Hesti yang sempit. “Aaaaaaah… gedeeeee kerasa banget sayang… sesek banget anus ibu…” desah Bu Hesti sambil menungging.

Gofar lalu beralih ke memek Bu Hesti, menghujam dalam dengan cepat. Suara “plogh… plogh… plogh…” berpadu desahan. Setelah Bu Hesti klimaks hebat, Bi Cupi Cupita menungging mengganChikannya. “Mas, ayo bibi juga mau…” Gofar menusuk memek Bi Cupi Cupita, lalu beralih ke anus yang lebih longgar. “Mmaas… aaaaauww… sssakit… aaaah…” erang Bi Cupi Cupita yang kemudian berubah menjadi kenikmatan. Gofar akhirnya menyemprotkan pejuh kental yang banyak ke mulut dan wajah Bi Cupi Cupita. Bi Cupi Cupita menelan lahap sambil berkata, “Banyak banget pejuhmu mas… kamu perkasa sekali.”

Penasaran bagaimana kelanjutan dari keperkasaan Mas Gofar dalam menaklukkan ibu kandung, senior di kantornya dan para istri tetangganya?

Jangan lupa follow Blibibdi69 untuk terus mendapatkan update ceritanya ya!!!

Penulis: Khansa_

Show Comments
BOOKMARK
Total Reading Time: 5 hours 9 minutes
toc Table of Contents
bookmark_border Bookmark Start Reading >
×


Reset to default

X
×
×

Install this webapp for easier offline reading: tap and then Add to home screen.