Di suatu Pesantren, wanita bernama Hana Humaira adalah simbol kesucian tak tersentuh. Putri Kyai, hafizah, mahasiswi tafsir terbaik. Masa depannya, termasuk perjodohannya, telah dirancang sempurna demi menjaga kehormatan keluarga. Namun, di balik kerudung dan ketaatannya, Hana tercekik oleh ekspektasi tak masuk akal sang Abah.
Lalu datang Adrian. Ia tidak merayu, tapi memberikan ruang yang Hana butuhkan: tempat di mana ia boleh menjadi kotor, boleh menjadi cacat. Validasi itu terasa memabukkan, membuat Hana sukarela melangkah ke dalam perangkap manipulasi berkedok cinta.
Dimulai dari pertemuan rahasia hingga kebohongan demi kebohongan, Hana menjerat dirinya sendiri dalam relasi toksik yang menggerus akal sehatnya. Adrian perlahan mengisolasi Hana, menggunakan pemerasan emosional dan ancaman, mengaburkan batas antara paksaan dan pilihan. Ironisnya, semakin dalam Hana jatuh dalam dosa rahasianya, semakin salehah ia terlihat di mata Abah dan jamaah.
Di bawah naungan restu Abah yang menolak melihat kebenaran pahit, Hana melangkah ke pelaminan bersama pria yang menghancurkannya, tersenyum dengan jiwa yang telah sepenuhnya mati rasa. Sajadah yang Ternoda adalah kisah kelam tentang kesucian yang dijadikan senjata dan kehancuran diri yang dirayakan sebagai kebahagiaan.
ns216.73.216.105da2


