-
info_outline Info
-
toc Table of Contents
-
share Share
-
format_color_text Display Settings
-
exposure_plus_1 Recommend
-
Sponsor
-
report_problem Report
-
account_circle Login
Malam itu, kamar Ummi terasa lebih pengap dan basah daripada biasanya. Bau parfum manisnya bercampur dengan aroma tubuh hangat yang membuat celana Salman langsung mengencang. Ia berdiri di ambang pintu, napasnya sudah memberat, sementara Ummi menatapnya dari tepi ranjang. Kain sutra tipis yang dikenakannya hanya menutupi separuh dada, putingnya mengeras jelas di balik kain.
“Kamu tahu kenapa Ummi memanggilmu?” suaranya serak, hampir seperti desahan.
Salman menelan ludah. “Tidak… Ummi.”
Ummi menarik napas panjang, dadanya naik-turun menggoda. “Karena ada rahasia yang sudah terlalu lama kita simpan… dan malam ini Ummi tidak sanggup menahannya lagi.”
Jantung Salman berdegup kencang. Ia melangkah mendekat, tetapi Ummi mengangkat tangan, jari-jarinya gemetar. “Jangan… jangan melewati batas yang akan membuat kita menyesal.” Suaranya bergetar, namun matanya justru basah oleh nafsu.
“Kalau begitu, kenapa Ummi terlihat begitu takut… dan basah?” tanya Salman pelan, pandangannya turun ke paha Ummi yang terbuka sedikit.
Tatapan mereka bertemu. Beberapa detik terasa seperti berjam-jam. Napas Ummi terdengar berat, “Ahh… Salman… jangan lihat Ummi seperti itu…” desahnya pelan, seolah dirinya sendiri yang tidak sanggup menahan.
Dari luar kamar terdengar langkah kaki Ayesha.
“Salman?”
Keduanya langsung terdiam. Gagang pintu bergerak perlahan.
“Siapa di dalam?”
Salman menatap Ummi. Wajah perempuan itu berubah pucat, tapi di antara kedua kakinya sudah terlihat basah. “Jangan buka pintunya,” bisiknya, suara serak. “Ummi… ahh… jangan biarkan mereka tahu dulu…”
Tetapi pintu sudah mulai terbuka. Ayesha dan kakak tirinya yang lain berdiri di ambang, mata mereka membelalak melihat pemandangan di dalam: Ummi dengan dada yang hampir telanjang, Salman yang celananya sudah menonjol jelas, dan udara kamar yang penuh desahan tertahan.
Malam itu bukan sekadar tentang sebuah rahasia keluarga. Ada sesuatu yang selama bertahun-tahun disembunyikan nafsu yang terpendam antara ibu tiri dan anak tirinya, serta dua kakak yang diam-diam juga menginginkannya. Dan ketika pintu akhirnya terbuka lebar, desahan Ummi yang pertama kali terdengar jelas di telinga mereka semua, “Ahhh… Salman… jangan berhenti…”, hubungan mereka tidak akan pernah sama lagi.
Penulis: Khansa_
0 sponsors' comments
will be deducted After each update request, the author will receive a notification!
smartphone100
→ Request update
Thank you for supporting the story! :)
Please Login first.
Reading Theme:
Font Size:
Line Spacing:
Paragraph Spacing:
Load the next issue automatically
Reset to default
