Di umur 38 tahun, Salma literally punya segalanya. Kalo lo ngecek feed Instagram-nya, idupnya itu definisi goals nyonya sosialita Jaksel. Rumah gedongan bergaya modern-tropis di kawasan elite Senopati, deretan tas Hermès di walk-in closet yang harganya bisa buat beli ruko di pinggiran Jakarta, circle arisan sosialita yang isinya istri-istri pejabat sama crazy rich, dan tentu saja, seorang suami. Mas Bram. Pengusaha properti usia 60 tahun yang sibuknya ngalahin menteri kabinet.
On paper, Salma adalah nyonya besar. The ultimate trophy wife. Di luar sana, orang-orang manggil dia "Ummi Salma", istri yang disegani, dipuja, alim, elegan, dan bikin iri semua perempuan yang liat. Tapi realitanya? Bangsat, realitanya nggak seindah filter Paris di Instagram. Tiap malam, saat hujan badai ngehajar kaca jendela kamarnya yang kedap suara, rumah seharga puluhan miliar itu kerasa kayak kuburan mewah. Sepi. Kosong. Dan... fucking cold.
Salma butuh kehangatan yang nggak bisa dibeli pake black card. Tapi, sebelum neraka yang penuh keringat dan desahan liar itu bener-bener kebuka di rumah ini, kewarasan Salma pelan-pelan udah dihancurin duluan sama suaminya sendiri beberapa bulan yang lalu.
Sebuah cerita dari: Quarry17 (Jakarta)
ns216.73.216.5da2


