Cinta terkadang datang dari celah yang tak pernah diduga, namun nafsu selalu tahu cara menyusup dari pintu yang tak terkunci.
Kisah ini berawal dari Hendra, seorang pemuda yang sudah setahun menahan dahaga asmara. Malam itu, di tengah gulirnya layar smartphone, ibu jarinya terhenti pada sebuah unggahan di beranda Facebook. Sebuah foto yang seketika membuat aliran darahnya berdesir lebih cepat. Di foto itu, tampak seorang gadis muda bernama Sarah. Wajahnya begitu teduh, putih bersih dengan rona merah alami di kedua pipinya, dibingkai oleh jilbab pasmina berwarna peach yang diulurkan menutupi dada.
Namun, bukan hanya wajah polos itu yang membuat Hendra menelan ludah. Di balik balutan pakaian tertutup dan kemeja lengan panjangnya, postur tubuh Sarah benar-benar mengkhianati kesan lugunya. Ia memiliki proporsi tubuh yang luar biasa semok. Lekuk pinggangnya ramping, namun membusung penuh di bagian dada dan padat di bagian pinggul. Sebuah mahakarya Tuhan yang disembunyikan di balik kain.
Berbekal keberanian, Hendra mengirimkan pesan. Gayung pun bersambut. Sarah, yang baru saja lulus SMK dan belum banyak mengenal dunia, dengan mudah luluh oleh rayuan manis pemuda itu. Singkat cerita, benih-benih asmara tumbuh di antara mereka. Hubungan jarak jauh (LDR) pun dimulai. Pertemuan pertama mereka saat Hendra mengambil cuti kerja menjadi momen yang mengunci hati Sarah seutuhnya. Gadis polos itu menyerahkan hatinya, percaya bahwa Hendra adalah imam masa depannya.
Di sisi lain...
Pak Rusdi telah memeluknya dari belakang.
"A-Ahhh! P-Pak!! Lepas!! Jangan peluk saya, Pak!!" Sarah menjerit tertahan, tubuhnya meronta keras. Ia memukul-mukul lengan besar yang mengunci perutnya, namun pria itu tak bergeming sedikit pun.
Saya masih perawan, Pak... apa kata orang tua saya nanti di kampung... hiks... tolong lepaskan saya..."
Dan yang membuat Pak Rusdi menyeringai iblis dalam gulita: ia merasakan dua puncak pentil dari payudara itu mulai menegang, mengeras kaku layaknya kerikil menantang telapak tangannya.
"Néng Sarah bilang embung, tapi pentil Néng teuas kieu... (Neng Sarah bilang nggak mau, tapi pentil Neng keras begini...)" bisik Pak Rusdi mesum.
Tanpa permisi, Pak Rusdi membenamkan wajahnya ke dada telanjang gadis itu. Ia melahap puting Sarah yang mengeras, menghisapnya dengan rakus, melumatnya menggunakan lidah kasarnya, dan sesekali menggigitnya pelan.
"AAAAKHHH!! M-Mmmphh!!"
Nikmati cerita dari seorang gadis berjilbab bernama Sarah yang akan terus mendapatkan banyak kenikmatan dari para pria di sekitarnya.
ns216.73.216.176da2


