Ara kelelahan saat tiba di sebuah desa yang terang akan banyak cahaya. Dia sudah melewati dua desa yang saling berdekatan tanpa menyinggahinya. Kini kakinya lemas, perutnya lapar, dan tenggorokannya haus, membuatnya terpaksa harus memasuki desa tersebut. Lagipula hari pun sudah gelap. Tidak mungkin dia melanjutkan perjalanannya tanpa cahaya.
Dia bisa menebak bahwa sedang ada perayaan yang berlangsung di dalam desa tersebut. Begitu ramai ada banyak orang yang berjualan. Dilewatinya gerombolan orang-orang yang sibuk dengan kesibukannya masing-masing untuk menikmati waktunya sendiri tanpa waspada.
Pesta topeng?
Ke mana pun dia memandang, dia melihat semua orang yang hadir di sana memakai topeng. Ada yang benar-benar memakainya. Ada yang kadang memegang topengnya lalu dibukanya. Ada pula yang hanya membawanya tanpa dipakai. Akan tetapi, semua topeng itu tampak mengerikan bagi Ara. Mungkin tidak akan mengerikan jika memakai topeng Iron Man atau Hulk.
Dia terus berjalan melewati tempat pesta tersebut untuk mencari tempat istirahat. Matanya menemukan sumur di halaman sebuah rumah. Tanpa waspada, dia langsung ke sana dan menimba air sumur lalu menghilangkan dahaga. Diambilnya sisa makanannya dan dimakannya dengan cepat. Dia tidak membutuhkan waktu lama untuk menghabiskan makanannya. Setelah itu, dia meminum kembali air sumur lalu segera pergi dari sana.
Tidak ada satu pun yang menghiraukannya.
Rakyat di sana sibuk menikmati acara perayaan tersebut. 4Please respect copyright.PENANAZwxccljunl
Ara kembali berjalan menyusuri jalanan yang sudah mulai sepi menjauh dari kerumunan. Saat itu lah telinganya dapat mendengar suara pedang yang saling beradu. Matanya dengan cepat menyapu daerah sekitar. Diikutinya suara tersebut dan menemukan perkelahian yang mengerikan.
Lagi-lagi pedang dan darah.
Terlihat beberapa laki-laki berpakaian bangsawan dikepung banyak laki-laki berpakaian seperti rakyat biasa yang memakai topeng. Topeng yang sama seperti di pesta yang baru saja dilewatinya. Satu demi satu para bangsawan terkapar tanpa nyawa di tanah. Tersisa dua orang yang berada di dekat sebuah tandu berkuda. Keduanya berusaha melawan dengan semampunya. Mereka tampak amatir di mata Ara.
Perempuan...
Batin Ara.
Ara memperhatikan rambut keduanya berbeda. Apalagi seseorang yang memakai pakaian merah terang. Pakaiannya cukup mencolok dan mewah. Kaki Ara mulai bergerak dan tiba-tiba berlari menuju perempuan dengan pakaian mewah tersebut. Dia menyambar pedang yang tergeletak di tanah lalu melemparkannya ke arah perempuan tersebut. Lemparan itu mengenai laki-laki bertopeng yang akan menyerang perempuan tersebut lewat belakang.
Perempuan dengan pakaian mewah itu terkejut lalu melihat Ara. 4Please respect copyright.PENANA4iTU0wOsHW
Tersisa hanya satu laki-laki bangsawan dan seorang perempuan lainnya yang tampak paling amatir. Keduanya berusaha melawan para rakyat bertopeng demi melindungi perempuan yang berpakaian mewah. Beberapa rakyat bertopeng yang menyerang mereka jadi ikut menyerang Ara, karena tadi Ara sempat membantu.
Terpaksa Ara melawan mereka dengan tangan kosong. Hanya hitungan detik, dia mampu merobohkan mereka tetapi tidak membunuhnya. Barus selesai merobohkan mereka, perempuan yang memakai pakaian mewah sudah berdiri di depannya. Perempuan itu menyerahkan pedang yang dipegangnya dengan gemetaran, ketakutannya tampak begitu jelas.
"Tolong, ambil lah. Jika kamu bersedia menerimanya, aku berjanji akan menjadikanmu orangku, berada di sisiku. Dengan begitu, aku bisa mengabulkan semua permintaanmu, apa pun itu." Kata perempuan itu penuh harap dan cukup tegas meskipun dengan tangannya yang gemetaran.
Ara menatap perempuan itu dalam diam.
Kalau gua terima, gua bakal membunuh lagi.4Please respect copyright.PENANAP3hzykBONf
Sembilan bulan gua berlatih dan merasa dilahirkan lagi, apa gua dilahirkan lagi untuk jadi pembunuh?4Please respect copyright.PENANAeZfQ6YxWr7
Mampukah gua menerima ganjarannya di akhirat?4Please respect copyright.PENANAreB6UrDhhy
Perempuan itu menyodorkan pedangnya lebih dekat pada Ara.
"Percayalah padaku," tambah perempuan itu dengan nada memohon.
Mata Ara beralih ke pedang tersebut.
Naga.
Batin Ara yang melihat ukiran naga pada salah satu sisi bilah pedang tersebut. Kemudian, dia menatap perempuan itu sekali lagi.
Bersamaan dengan itu, seorang laki-laki bangsawan bersama seorang perempuan lainnya mendekati tempat Ara dan perempuan tadi sambil melihat ke segala arah dengan waspada. Mereka yang berpakaian seperti rakyat biasa dan bertopeng berdatangan semakin banyak. Ini lebih banyak dari prajurit dan pembunuh berpakaian hitam yang Ara bunuh sebelumnya di Desa Yuhan.
"Ada syaratnya," ucap Ara mengeluarkan suara.
Perempuan...?
Batin perempuan itu setelah mendengar suara Ara.
"Anda tidak bisa melarang apa yang menjadi hak pribadiku. Jika Ada berani melakukanya, maka pedang milik Anda itu sendiri yang akan menembus jantung Anda." Ara menyebutkan persyaratannya.
Mendengar itu, laki-laki bangsawan dan perempuan lain yang berada di samping kanan-kiri perempuan tadi langsung menatap Ara dengan tatapan marah. Ara langsung bisa tahu bahwa perempuan di depannya ini bukanlah orang biasa. Terlebih lagi pedang naga yang dipegangnya. Siapa pun dia, mungkin nanti dia bisa diminta bantuan. Jika tidak, tangannya sendiri yang akan membinasakannya juga.
Para lawan bertopeng sudah mengepung tempat mereka dan bergerak dengan pedang masing-masing yang siap membasmi.
Laki-laki bangsawan bersiap dengan pedang miliknya. Dilihat dari posturnya, jelas laki-laki bangsawan itu mahir dalam ilmu pedang. Berbeda dengan perempuan lain yang amatir dalam menggunakan pedangnya. Dia tampak ketakutan bahkan gemetaran memegang pedangnya.
Sedangkan Ara, dia tidak bergerak dan hanya menatap perempuan tadi hingga mendapatkan jawaban.
"Baik," perempuan tadi bersuara.
Ara tersenyum menyeringai di balik kain penutup wajahnya.
"Aku terima syarat mu," lanjut perempuan tadi sambil menyerahkan pedang naganya.
Kalau ini caranya gua bisa bertahan...4Please respect copyright.PENANAx0yrMALEWw
Kalau ini caranya gua bisa pulang...4Please respect copyright.PENANASaPaIFGKOv
Dan kalau ini adalah takdir hidup gua di sini, gua akan terima.
Batin Ara dengan percaya diri.
4Please respect copyright.PENANADyGJ2bSQNv
4Please respect copyright.PENANAdp7J8bsB6P
4Please respect copyright.PENANAcYtHmICrPF
Bersambung...
4Please respect copyright.PENANAwDJuQTw9LM
4Please respect copyright.PENANA1moReJEqRl
4Please respect copyright.PENANAuf1WX3zkzY
4Please respect copyright.PENANAGeMqDZrrli
4Please respect copyright.PENANA1t1z6hYaKf


