Lisa menaiki tubuh Arman dengan gerakan lambat dan penuh godaan. Tubuhnya yang putih mulus, payudara besar yang bergoyang berat, dan pinggul lebarnya kini tepat berada di atas Arman dalam posisi 69 klasik. Memeknya yang sudah banjir dan mengkilap cairan bening menggantung hanya beberapa senti di depan wajah Arman, sementara wajah Lisa persis di atas kontol Arman yang sudah ngaceng keras kembali setelah blowjob panjang tadi.
“Wahh… lihat ini,” bisik Lisa dengan suara serak sambil menggoyang pinggulnya pelan. Bibir memeknya yang pink tebal terbuka sedikit, memperlihatkan lubang yang berkedut dan klitoris yang sudah bengkak. “Memek Tante sudah basah banget gara-gara mulut kamu tadi. Aromanya enak nggak?”
Arman menelan ludah keras. Bau memek Lisa yang manis-asam langsung menyerbu hidungnya. “Enak Tante… bikin aku semakin sange.”
Lisa terkekeh mesum. “Bagus. Sekarang jilat memek Tante pelan-pelan dulu. Tante mau merasakan lidah anak sahabat Tante ini.”
Dia menurunkan pinggulnya perlahan hingga memeknya menempel sempurna di mulut Arman. Arman langsung menjulurkan lidahnya, menjilat dari bawah ke atas dalam satu garis panjang yang basah. Rasa memek Lisa langsung memenuhi mulutnya — asin, manis, hangat, dan sangat adiktif.
“Aaahhh… iya gitu… jilat memek Tante… pelan dulu ya sayang,” erang Lisa panjang.
Arman semakin bersemangat. Lidahnya menari di celah memek yang licin, menjilat klitoris yang mengeras, lalu menyelip masuk ke lubang memek yang sempit. Dia menggerakkan lidahnya seperti ular, menjilat dinding dalam memek Lisa dengan gerakan memutar.
Sementara itu, Lisa tidak mau kalah. Dia meraih kontol Arman yang tegang maksimal dengan kedua tangan, mengocoknya pelan sambil menatapnya penuh nafsu.
“Kontol kamu sudah keras banget lagi… kepalanya gede, uratnya tegang semua. Tante suka banget,” gumamnya sebelum menjulurkan lidahnya dan menjilat dari bola-bola naik ke pangkal, lalu ke ujung kontol dengan gerakan lambat yang menyiksa.
“Slurrp… mmmhh…” Lisa mendengung nikmat saat lidahnya memutar di kepala kontol, menjilat precum yang terus keluar.
Lalu dia membuka mulutnya lebar dan menelan setengah batang kontol Arman dalam sekali gerakan. Mulutnya yang panas dan basah langsung mengisap kuat.
“Gluck… gluck… slurrp…”
Arman mengerang keras di dalam memek Lisa. Getaran suaranya membuat Lisa semakin basah. Dia mulai menggerakkan kepalanya naik-turun, mulutnya mengisap ritmis sambil lidahnya terus memainkan urat-urat di bawah batang.
“Enak nggak mulut Tante, Arman? Bilang dong… Tante suka denger suara kamu,” pinta Lisa sebentar sambil mengocok kontol yang licin penuh air liurnya.
“Enak banget Tante… mulut Tante panas… isapannya kuat… aku bisa gila,” jawab Arman parau sebelum kembali menyelipkan lidahnya lebih dalam ke memek Lisa.
Lisa tersenyum puas dan kembali menelan kontol Arman lebih dalam. Kali ini dia mencoba deepthroat lagi. Perlahan tapi pasti, seluruh 19 cm kontol masuk ke tenggorokannya hingga hidungnya menempel di selangkangan Arman.
“Fuuuuckkk… Tante!!!” Arman hampir menjerit, pinggulnya naik otomatis.
Lisa menahan posisi itu hampir 15 detik. Tenggorokannya berkontraksi kuat memijat kepala kontol Arman. Air matanya keluar sedikit karena tekanan, tapi dia tetap menahan dengan nikmat. Baru setelah itu dia menarik mundur dengan suara “gluuuuurp” yang basah dan mesum sekali.
“Haaah… haaah… kontol kamu enak banget sampe tenggorokan Tante,” desahnya sambil batuk kecil, air liurnya menetes-netes ke batang kontol.
Mereka semakin liar. Arman memegang pantat Lisa yang bulat dengan kedua tangan, menekannya kuat ke wajahnya. Lidahnya masuk keluar lubang memek dengan cepat, sesekali mengisap klitoris kuat-kuat.
Lisa pun semakin ganas. Kepalanya naik-turun cepat, mulutnya mengisap seperti pompa vakum. Suara “gluck-gluck-gluck-gluck” memenuhi seluruh kamar. Tangan kirinya meremas bola-bola Arman, tangan kanannya mengocok pangkal kontol yang tidak muat masuk ke mulutnya.
“Slurrp… gluck… mmmhh!! Enak… kontol gede… Tante mau minum sperma kamu lagi nanti…”
Arman merasakan orgasme mendekat, tapi Lisa seolah tahu. Dia melepaskan kontol sebentar dan menggigit pelan pangkalnya.
“Belum boleh keluar dulu sayang… Tante mau nikmatin lama-lama,” godanya sambil tersenyum nakal.
Lisa membalik sedikit posisinya agar lebih nyaman. Sekarang dia berbaring telungkup di atas Arman, memeknya masih di wajah Arman, tapi dia bisa menggerakkan pinggulnya lebih bebas. Dia mulai menggesek memeknya ke muka Arman seperti sedang menggenjot.
“Jilat lebih dalam… hisap klitoris Tante… iya… aaahhh!!”
Arman patuh. Dia mengisap klitoris Lisa kuat sambil dua jarinya masuk ke lubang memek, mengaduk-aduk di dalam. Lisa mengerang liar dan langsung membalas dengan menelan seluruh kontol Arman lagi.
Mereka saling memberi kenikmatan tanpa henti. Keringat mulai membasahi tubuh mereka berdua. Cairan memek Lisa terus mengalir ke mulut Arman, sementara air liur Lisa membasahi seluruh kontol dan selangkangan Arman.
Lisa mencapai orgasme keduanya lebih dulu. Tubuhnya mengejang hebat di atas Arman. Memeknya berkedut kuat, menyemburkan cairan hangat ke mulut Arman.
“Aaaahhhh!!! Tante cum lagi…!! Jangan berhenti jilat…!!”
Arman terus menjilat dan mengisap sampai getaran Lisa reda. Lisa bernapas tersengal, tapi dia tidak berhenti mengisap kontol Arman. Malah dia semakin ganas, ingin membalas kenikmatan yang diberikan Arman.
“Kamu mau cum di mulut Tante lagi nggak? Atau mau Tante buat kamu tahan dulu biar nanti muncrat banyak di memek Tante?” tanya Lisa dengan suara mesum.
“Aku… aku mau cum Tante… tapi aku juga mau masukin ke memek Tante,” jawab Arman dengan suara gemetar.
Lisa terkekeh. “Greedy ya keponakan Tante. Oke… Tante akan buat kamu cum dulu di mulut Tante, baru nanti kita lanjut ke memek Tante yang sudah lapar ini.”
Lisa mempercepat gerakannya. Mulutnya naik-turun sangat cepat, tangannya memompa pangkal kontol, lidahnya memijat kepala kontol setiap kali naik. Suara isapan basah semakin keras dan cepat.
Arman tidak tahan lagi. “Tante… aku keluar… aaahhh!!!”
Semburan sperma pertama menyembur deras ke tenggorokan Lisa. Lisa menelan semuanya sambil terus mengisap. Semburan kedua, ketiga, keempat… Arman muncrat sangat banyak malam itu. Lisa menelan habis tanpa meneteskan sedikit pun, matanya menatap Arman penuh kepuasan.
Setelah selesai, Lisa melepaskan kontol Arman yang masih berkedut. Dia membalikkan badan, sekarang menghadap Arman. Wajahnya basah oleh air liur dan sperma, payudaranya penuh keringat.
Dia mencium Arman dalam-dalam, berbagi rasa sperma dan memek mereka.
“Sekarang… Tante mau kontol kamu masuk ke memek Tante,” bisiknya di telinga Arman sambil menggesekkan memeknya yang masih basah ke batang kontol Arman.
Versi Pdf: lynk.id/bande41/06p4yy01y213
ns216.73.216.66da2


