Malam sudah larut. Jam menunjukkan pukul 01.15. Rumah sepi, hanya ada suara AC yang pelan. Nina sudah tidur nyenyak di kamar utama setelah capek seharian belanja. Lampu kamar Fredy masih redup.
Fredy tidak bisa tidur. Kontolnya sudah ngaceng sejak sore, masih terbayang mulut Tantenya yang panas menyepongnya tadi. Dia pakai celana pendek longgar tanpa celana dalam, kontol 20 cm-nya setengah tegang menonjol jelas. Perlahan dia bangun, membuka pintu kamar pelan-pelan, lalu menyelinap ke kamar tamu di ujung koridor.
Pintu kamar Dita tidak terkunci. Begitu dibuka sedikit, aroma harum tubuh tante BBW-nya langsung menyambut — campuran sabun mandi, keringat manis, dan bau memek yang sudah basah.
Dita sudah menunggu. Dia berbaring di kasur king-size dengan hanya memakai tanktop hitam ketat yang kekecilan dan celana pendek spandex tipis. Tubuh chubbynya terpampang sempurna: payudara raksasa 40H menggantung berat, perut chubby yang naik-turun pelan, paha tebal yang saling menempel, dan pantat gede yang melebar di kasur. Lampu tidur kuning temaram membuat kulit putihnya semakin menggoda.
“Fredy… akhirnya kamu datang,” bisik Dita dengan suara parau penuh nafsu. Dia duduk, tanktop-nya naik, memperlihatkan perut chubby yang lembut. “Tante sudah basah banget dari tadi nunggu kontol raksasa kamu.”
Fredy mendekat. Dita langsung menariknya ke kasur, menciumnya rakus. Lidah mereka saling menari, air liur bertukar. Tangan Fredy langsung meremas payudara Dita yang super besar dan lembut — jari-jarinya tenggelam di daging montok itu. Puting Dita sudah keras seperti kacang, Fredy mencubit pelan lalu mengulumnya melalui kain tanktop.
“Ahh… enak Fred… hisap lebih kuat,” desah Dita sambil menggigit bibirnya.
Fredy menarik tanktop Dita ke atas. Dua bola daging raksasa meluncur keluar, bergoyang berat. Dia langsung menenggelamkan wajahnya di antara keduanya, menghirup bau keringat manis, lalu menyedot puting kiri sambil meremas puting kanan. Dita mendesah keras, tangannya memegang kepala Fredy.
Tangan Dita turun, merogoh celana Fredy dan menggenggam kontol keponakannya yang sudah fully erect. “Gila… masih segede ini… tebal banget… tante mau rasain di memek sekarang.”
Dita mendorong Fredy berbaring, lalu naik ke atasnya dalam posisi 69. Pantat chubby-nya yang gede langsung menindih muka Fredy. Memek Dita yang tebal, berbibir besar, dan sudah banjir cairan bening kental tepat di depan mulut Fredy. Bau memek tante yang mesum langsung membuat kontol Fredy berdenyut.
Fredy tidak buang waktu. Lidahnya menjilat celah memek Dita yang basah dari bawah ke atas, mengecap rasa asin-manis yang pekat. 2659Please respect copyright.PENANASZ1WdKgAE3
“Tante… memek Tante enak banget… tebal… banyak airnya…” Dia menyedot klitoris Dita yang sudah membengkak, lidahnya menari cepat di lubang memek yang mengeluarkan cairan terus-menerus.
Dita mengerang di atas kontol Fredy. “Aahh… enak sayang… jilat memek tante lebih dalam!” Mulutnya langsung menyepong kontol 20 cm itu lagi. Dia mengulum kepala kontol dengan rakus, lidah berputar di batang berurat, lalu menelan sebanyak mungkin hingga tenggorokannya terasa penuh. 2659Please respect copyright.PENANATGemYQ83ql
“Gluck… gluck… gluck…” Suara isapan basah dan tenggorokan terisi memenuhi kamar. Air liurnya menetes deras ke bola-bola Fredy.
Mereka saling memuaskan dalam 69 selama hampir 10 menit. Fredy memasukkan dua jari ke memek Dita sambil menjilat klitorisnya, membuat Dita menggelinjang hebat. Pantat chubbynya bergoyang di muka Fredy.
“Fredy… tante sudah tidak tahan… masukin kontol kamu sekarang,” pinta Dita sambil napasnya tersengal.
Dita berbalik, berlutut di kasur dengan posisi doggy style. Pantatnya yang super gede dan bulat terangkat tinggi, memeknya terbuka lebar, cairan menetes ke sprei. “Masukin pelan dulu ya… tante takut sobek…”
Fredy berlutut di belakang. Kepala kontolnya yang besar menggesek-gesek bibir memek Dita yang basah. Dia mendorong pelan. 2659Please respect copyright.PENANATin2PQWJFh
“Sshhh… ahh!” Dita mendesah panjang saat kepala kontol masuk, meregangkan memek chubbynya yang sempit.
Inch demi inch, kontol 20 cm Fredy masuk perlahan. Dita menggigit bantal agar tidak berteriak. “Dalam banget… tante penuh… kontol keponakan tante ngisi memek tante semua…”
Saat sudah masuk separuh, Fredy mendorong lebih kuat hingga pangkal kontolnya menempel di pantat Dita. Seluruh 20 cm tenggelam di dalam memek tante BBW-nya.
“Ohh Gila… enak banget Tante…” Fredy mulai gerak pelan, keluar-masuk. 2659Please respect copyright.PENANApLeWro5cNT
Suara “plok… plok… plok…” basah mulai terdengar. Setiap dorongan membuat pantat Dita bergoyang seperti jelly, daging chubby-nya bergelombang.
Dita semakin liar. 2659Please respect copyright.PENANARB7A9G7qHF
“Keras Fred… entot tante lebih keras! Tante mau dihajar kontol raksasa kamu!”
Fredy menarik pinggul Dita dan mulai menggenjot dengan cepat. Kontolnya keluar-masuk memek Dita dengan ritme brutal. Cairan memek Dita muncrat-muncrat setiap kontolnya keluar. Payudara Dita bergoyang-goyang liar di bawah tubuhnya.
Mereka ganti posisi. Dita naik ke atas (cowgirl). Tubuh chubbynya yang berat menindih Fredy. Dia menggoyang pinggulnya naik-turun, memeknya menelan seluruh kontol Fredy hingga pangkal. 2659Please respect copyright.PENANAhOd20utuRU
“Ahh… ahh… ahh!” setiap turun, perut chubby Dita bergoyang, payudaranya meloncat-loncat.
Fredy meremas pantat Dita yang gede, sesekali menepuk pelan. 2659Please respect copyright.PENANAYuHZ2oJyNC
“Tante… memek Tante enak banget… rapat… basah… Fredy mau crot di dalam…”
Dita semakin cepat menggoyang. Keringat mereka bercampur, tubuh chubby Dita licin dan panas. 2659Please respect copyright.PENANAaZHnyDeZB4
“Crot di dalam aja Fred… tante mau diisi penuh spermanya keponakan… isi memek tante!”
Fredy tidak tahan lagi. Dia mendorong pinggul ke atas, mengejar orgasme. Dita menindihnya kuat, memeknya berdenyut-denyut.
“Aaaahhh… tante crot!!!” Dita orgasme duluan. Memeknya menyemprot cairan panas, tubuhnya kejang-kejang, payudaranya bergoyang hebat.
Fredy mengerang keras (tapi ditahan), kontolnya berdenyut di dalam memek Dita. “Tante… aku crot!!!”
Semburan sperma kental panas menyembur deras ke dalam rahim Dita. Satu… dua… tiga… tujuh kali semburan tebal. Sperma memenuhi memek Dita hingga meluber keluar di sekitar batang kontol Fredy.
Mereka ambruk berpelukan, napas tersengal. Kontol Fredy masih setengah tegang di dalam memek Dita yang penuh sperma.
Mereka berdua masih terbaring di kasur, napas tersengal-sengal. Kontol Fredy yang masih setengah tegang di dalam memek Dita yang penuh sperma perlahan keluar dengan suara “plop” basah. Cairan campuran sperma kental putih dan cairan memek Dita langsung meluber deras dari lubang memek tante yang masih terbuka lebar, mengalir ke paha chubbynya yang tebal.
Dita tersenyum mesum, matanya masih penuh api. “Belum selesai, Fred… Tante masih ingin ronde lagi. Kontol kamu masih keras… tante mau lagi.”
Fredy tersenyum lebar. Kontol 20 cm-nya langsung bangkit lagi hanya dalam hitungan detik, berdenyut tegak di depan wajah Dita. “Tante rakus banget… Fredy suka.”
Dita bangun, mendorong Fredy duduk di tepi kasur. Dia berlutut di lantai di antara kaki Fredy, tubuh BBW-nya yang montok terlihat sangat menggoda di bawah lampu temaram. Payudara raksasanya menggantung berat, putingnya masih keras dan basah air liur Fredy tadi.
Dita memegang kontol Fredy dengan kedua tangan, mengocok pelan sambil menatapnya penuh nafsu. “Gede banget… tebal… urat-uratnya keluar semua… Tante suka kontol muda segede ini.” Dia menjulurkan lidah tebalnya, menjilat dari bola-bola sampai ke kepala kontol, lalu memutar lidah di lubang kecil di ujung kontol yang masih mengeluarkan sisa sperma.
“Enak Tante…” desah Fredy sambil memegang rambut Dita.
Dita tidak main-main. Dia langsung menyepong dalam-dalam lagi. Mulutnya yang panas dan basah menelan hampir ¾ batang kontol Fredy. “Gluck… gluck… gluck… gluck!” Suara isapan tenggorokan terdengar ritmis dan basah. Air liurnya menetes deras ke payudaranya yang bergoyang setiap kepalanya maju mundur. Tangan Dita meremas bola-bola Fredy sambil sesekali menjilat anus Fredy sekilas, membuat Fredy menggelinjang nikmat.
Setelah beberapa menit, Dita berdiri, naik ke pangkuan Fredy dalam posisi cowgirl menghadap. “Sekarang tante mau naik sendiri… liat tante goyang memek chubby ini di kontol kamu.”
Dia memegang kontol Fredy, menggesek-gesek kepalanya di bibir memeknya yang sudah licin banget, lalu menurunkan tubuhnya perlahan. “Aaaahhh… masuk lagi… penuh banget…” Inch demi inch, seluruh 20 cm tenggelam kembali ke dalam memek Dita yang rapat dan panas. Begitu pangkal kontolnya menempel, Dita mendesah panjang, perut chubbynya menekan perut Fredy.
Dita mulai menggoyang pinggulnya. Naik-turun pelan dulu, lalu semakin cepat. Payudaranya yang super besar meloncat-loncat liar di depan muka Fredy. Fredy langsung menangkap keduanya, meremas kuat, mencubit putingnya sambil mengulum bergantian. “Tante… payudara Tante enak banget… lembut… berat…”
Plok… plok… plok… plok…
Suara tabrakan daging chubby Dita dengan pangkal paha Fredy semakin keras. Memek Dita mengeluarkan cairan bening setiap kali kontol Fredy menghantam dalam. Keringat Dita menetes ke tubuh Fredy, membuat mereka semakin licin dan panas.
“Fred… entot tante dari bawah… dorong kuat!” pinta Dita.
Fredy mengangkat pinggulnya, menggenjot dari bawah dengan cepat. Setiap dorongan membuat pantat Dita bergoyang hebat, daging pantat chubbynya bergelombang. Dita memeluk leher Fredy, bibirnya mencium Fredy rakus sambil mendesah-desah di mulutnya.
Mereka ganti posisi lagi. Fredy membaringkan Dita telentang, mengangkat kedua kaki Dita yang tebal ke bahunya. Posisi mating press. Kontolnya masuk lagi dengan satu dorongan kuat hingga pangkal.
“Oh fuuuck!! Dalam banget… sampe perut tante!” jerit Dita tertahan. Fredy mulai menggenjot brutal. Tubuh chubby Dita bergoyang-goyang hebat di kasur. Payudaranya bergerak liar, perutnya bergelombang setiap hantaman. Fredy meremas pinggul Dita kuat sambil memompa tanpa henti.
Plok-plok-plok-plok-plok!
“Enak Tante… memek Tante nyedot kontol Fredy… rapat banget…” Fredy mendesah sambil semakin cepat.
Dita sudah hampir gila. Matanya melotot, lidahnya terjulur sedikit. “Terus Fred… jangan berhenti… tante mau crot lagi… aaaahhh!!”
Tubuh Dita kejang hebat. Memeknya berdenyut-denyut kuat, menyemprot cairan panas yang membasahi perut Fredy dan kasur. Orgasme keduanya sangat deras.
Fredy tidak berhenti. Dia terus menggenjot Dita yang sedang orgasme. “Tante… Fredy mau crot lagi… boleh di dalam lagi?”
“Ya… isi tante lagi… penuhi memek tante dengan sperma keponakan… crot dalam-dalam!!”
Fredy mendorong sekuat tenaga. Kontolnya berdenyut keras di dalam memek Dita. “Tante… aku crot!!!”
Semburan sperma panas yang kedua kali menyembur deras ke dalam rahim Dita. Kali ini lebih banyak, lebih kental. Fredy menyembur tujuh kali berturut-turut sambil mendesah panjang. Sperma meluber keluar dari memek Dita yang sudah penuh, membasahi bola-bola Fredy dan sprei.
Mereka ambruk berpelukan lagi, tubuh licin keringat, napas ngos-ngosan. Kontol Fredy masih di dalam memek Dita, sesekali berdenyut mengeluarkan sisa sperma.
Dita mengelus rambut Fredy sambil tersenyum puas. 2659Please respect copyright.PENANAN6BUIQsGsa
“Kamu hebat… tante baru pertama kali dientot segila ini. Memek tante sakit tapi enak banget… besok malam tante mau kita ajak Nina. Tante sudah bayangin Nina juga dihajar kontol raksasa kamu sambil tante jilat memeknya… kamu setuju?”
Fredy mengangguk, mencium bibir Dita dalam. “Setuju Tante… Fredy mau ngentot kalian berdua bareng.”
Mereka membersihkan diri pelan-pelan, berganti sprei, lalu Fredy kembali ke kamarnya sebelum subuh. Tapi nafsu mereka belum padam sama sekali.2659Please respect copyright.PENANAHQ5mtEe99D
Fredy tersenyum lebar, kontolnya kembali mengeras di dalam memek Dita.
ns216.73.216.98da2


