Fredy berusia 19 tahun, tubuh atletis dari rutinitas gym, tampan dengan rahang tegas dan mata tajam. Tapi di balik penampilan itu, otaknya selalu panas. Nafsunya hanya tertuju pada satu tipe wanita: BBW chubby yang montok, lembut, dan penuh daging menggoda. Dan kebetulan, dua wanita paling chubby dan paling seksi di hidupnya tinggal sangat dekat dengannya — ibunya sendiri, Nina, dan tantenya, Dita.
Nina, 38 tahun, masih sangat muda dan menawan. Tubuh BBW-nya sempurna: berat 85 kg, tinggi 162 cm, perut chubby yang bergoyang lembut setiap kali dia berjalan, pinggul lebar seperti gitar, paha tebal yang selalu saling gesek, dan payudara raksasa ukuran 38G yang selalu menekan kain baju. Kulitnya putih mulus, bibir tebal, dan rambut panjang hitam. Fredy sering mencuri pandang saat Nina memakai tanktop ketat atau daster rumah yang tipis — putingnya sering terlihat menonjol.
Dita, adik Nina yang berusia 35 tahun, bahkan lebih mematikan. Wajahnya babyface cantik sekali, mata sipit genit, bibir penuh selalu merah alami. Tubuhnya BBW yang lebih berisi: 88 kg, payudara lebih kendur dan lebih besar, perut yang makin chubby, dan pantat super gede yang bergoyang seperti jelly saat dia berjalan. Dita sering berkunjung dan menginap, selalu pakai baju ketat yang menonjolkan lekuk tubuhnya.
Sejak Fredy SMP, dia sudah sering masturbasi sambil bayangkan ngentot keduanya. Kontolnya yang sudah luar biasa besar — 20 cm saat ngaceng penuh, tebal seperti pergelangan tangan, berurat keras, dan kepala kontolnya besar mengkilap — selalu berdiri tegak hanya karena mencium bau tubuh mereka.
Fredy punya ritual rahasia. Setiap kali Nina mandi atau keluar, dia masuk ke kamar ibunya, membuka laci dalaman, dan mengambil BH serta CD kotor. BH Nina yang ukuran besar selalu bau keringat manis campur parfum, cup-nya masih lembab. CD-nya biasanya belepotan cairan vagina yang kental dan harum mesum. Fredy suka pakai BH itu menutupi wajahnya sambil mengocok kontolnya dengan CD Nina yang dibungkus di batang kontol. Dia bayangkan sedang mengentot memek ibunya yang tebal, basah, dan hangat sambil berteriak “Mami… memek Mami enak banget… Fredy mau crot di dalam!”
Saat Dita menginap, ritualnya makin gila. Dia nyuri CD Dita yang biasanya lebih basah dan lebih harum. Pernah suatu malam Dita tidur di kamar sebelah, Fredy mengocok pakai BH dan CD Dita sampai tiga kali, muncrat di dalam cup BH-nya, lalu diam-diam mengembalikannya.
Suatu sore yang panas, Nina pergi belanja ke supermarket dan bilang baru pulang malam. Dita datang sendirian, mandi di kamar mandi tamu. Fredy tidak tahan. Dia masuk ke kamar Dita, mengambil CD hitam lace yang baru dipakai Dita kemarin. Bau memek Dita masih sangat kuat. Fredy langsung turunkan celana, kontolnya sudah ngaceng keras. Dia duduk di tepi kasur, menggosok-gosok CD itu di batang kontolnya yang tegang sambil mendesah pelan, “Tante Dita… memek Tante yang chubby… Fredy mau ngentot Tante…”
Dia hampir selesai saat tiba-tiba pintu kamar terbuka.
Dita berdiri di ambang pintu, hanya memakai handuk putih yang melilit tubuh BBW-nya. Rambutnya masih basah. Matanya langsung melebar melihat Fredy yang memegang CD-nya sendiri, kontol raksasa 20 cm-nya terpampang jelas, kepalanya mengkilap precum.
“Fredy… apa-apaan ini?!” suara Dita awalnya tinggi, marah.
Fredy kaget, tapi kontolnya malah semakin tegang, berdenyut di udara. Dita ingin marah, tapi tatapannya tertuju ke kontol keponakannya. Mulutnya terbuka, napasnya langsung memburu.
“Ya Tuhan… besar sekali…” bisiknya, suaranya berubah parau. Marahnya lenyap dalam sekejap. Memeknya yang tebal dan chubby langsung banjir. Cairan vagina panas menetes pelan ke paha dalamnya. “Kontol kamu… 20 cm beneran ya? Gila… tante belum pernah lihat yang segede ini…”
Dita melangkah masuk, menutup pintu di belakangnya. Handuknya hampir lepas karena gerakannya yang cepat. Tangan gemuknya yang lembut dan hangat langsung meraih kontol Fredy dari luar boxer yang sudah diturunkan.
“Fredy… Tante boleh pegang?” tanyanya dengan suara gemetar penuh nafsu. Tanpa menunggu jawaban, jari-jarinya melingkar di batang kontol itu. “Mmmhh… panas… tebal banget… berat… Tante jadi basah banget nih.”
Dita menunduk, lututnya yang chubby menyentuh lantai. Wajah cantiknya tepat di depan kontol raksasa itu. Dia mencium ujungnya dulu, lalu menjulurkan lidah tebalnya, menjilat precum yang menetes. “Enak… bau kontol muda… Tante mau nyepong ini.”
Mulut Dita langsung membuka lebar. Dia menyepong kepala kontol Fredy dengan rakus. “Gluck… gluck… mmmhh!” Suara isapan basah memenuhi kamar. Dita mengulum dalam-dalam, hampir setengah batang masuk ke tenggorokannya yang panas dan sempit. Air liurnya menetes-netes ke payudara besarnya yang terlihat dari celah handuk. Tangan kirinya mengocok pangkal kontol yang tidak muat masuk, tangan kanannya meremas bola-bola Fredy yang penuh sperma.
Fredy mengerang, tangannya memegang kepala Dita, mendorong pelan. “Tante… enak banget… mulut Tante panas… Fredy mau crot…”
Dita semakin semangat. Dia menatap ke atas sambil tetap mengulum, mata genitnya penuh nafsu. “Kasih tante… tante mau minum spermanya Fredy… crot di mulut tante ya sayang…”
Fredy tidak tahan lagi. Tubuhnya menegang, kontolnya berdenyut keras di dalam mulut Dita. “Tante… aku crot!!”
Semburan sperma kental panas menyembur deras ke tenggorokan Dita. Satu, dua, tiga, empat kali. Dita menelan sebanyak mungkin dengan suara “glup… glup…”, tapi masih kelebihan. Sperma putih kental menetes dari sudut bibirnya yang seksi, jatuh ke payudaranya yang montok.
Baru saja Fredy selesai, terdengar suara mobil di depan rumah.
“Waduih! Mama pulang!” bisik Fredy panik.
Dita buru-buru berdiri, menyeka mulutnya dengan punggung tangan, menelan sisa sperma. Handuknya hampir jatuh, memperlihatkan payudara dan memek chubbynya yang sudah banjir. Fredy cepat-cepat menarik boxer-nya, CD Dita dilempar ke kasur. Mereka merapikan baju dan rambut secepat mungkin.
Nina masuk sambil memanggil riang, “Ditaaa! Fredy! Mama bawa makanan enak nih!”
Dita dan Fredy keluar kamar dengan muka biasa-biasa saja, tapi nafsu di mata mereka masih menyala-nyala. Sebelum berpisah di ruang tamu, Dita berbisik cepat di telinga Fredy sambil meremas pantatnya diam-diam:
“Malam ini… setelah Nina tidur… tante tunggu di kamar. Tante mau kontol raksasa kamu beneran ngentot memek tante yang chubby ini sampai banjir. Tante juga pengen lihat kamu ngentot Nina bareng tante… Kita bertiga. Mau?”
Fredy tersenyum mesum, kontolnya sudah mulai tegang lagi di dalam boxer.
ns216.73.216.98da2


