Malam berganti fajar merah darah di atas Menara Hitam Vortigern. Lirael tergeletak telanjang di lantai batu dingin ruang tahta, tubuhnya masih bergetar sisa-sisa orgasme paksa yang tak terhitung jumlahnya. Sperma hitam kental Vortigern masih menetes pelan dari vagina dan anusnya yang bengkak merah.
Payudaranya penuh bekas gigitan dan remasan, putingnya tegang dan sensitif. Rambut merahnya yang dulu gagah kini acak-acakan, lengket oleh keringat dan cairan.258Please respect copyright.PENANA4XxKf4poUB
Vortigern berdiri di atasnya, kontolnya yang masih setengah tegang mengkilap oleh campuran cairan mereka. Dia mengangkat dagu Lirael dengan ujung jari.
"Kau luar biasa, pahlawan. Energi apimu begitu manis. Tapi malam ini baru permulaan."
Dia menjentikkan jari. Gerbang kegelapan terbuka di dinding ruangan—sebuah portal hitam berputar yang mengeluarkan bau belerang dan nafsu binatang. Dari dalamnya keluar tiga iblis tinggi besar, masing-masing berbeda bentuk tapi sama-sama mengerikan dan berahi.
Pertama adalah Gorzath, iblis bertanduk domba dengan kulit merah gelap, tubuh berotot kasar, dan kontolnya yang bengkok ke atas sepanjang 30 senti, permukaannya penuh tonjolan kecil seperti duri lembut.
Kedua adalah Sylvara, iblis succubus betina berambut putih panjang, bertubuh sangat sensual dengan payudara lebih besar dari Lirael, kulit ungu pucat, dan ekor panjang yang berakhir seperti cambuk.
Ketiga adalah Kragor, iblis babi hutan raksasa dengan taring panjang, perut buncit, dan dua kontol sekaligus—satu di atas yang lain—keduanya tebal dan berlendir.258Please respect copyright.PENANAXIy8jRCloU
Mereka mengelilingi Lirael seperti serigala kelaparan.
"Lord Vortigern," geram Gorzath dengan suara kasar, "apakah kami boleh mencicipi pahlawan api ini?"
Vortigern tersenyum lebar.
"Silakan. Tapi ingat, dia masih milikku. Jangan sampai membunuhnya. Aku ingin dia tetap sadar dan merasakan setiap detiknya."
Lirael mencoba bangkit, tapi rantai sihir hitam masih mengikat pergelangan tangan dan kakinya. Suaranya parau.
"Jangan... sentuh aku... monster-monster busuk!"
Sylvara tertawa manja, mendekat dan merayap di atas tubuh Lirael seperti kucing. Ekornya melilit paha Lirael, ujungnya menyentuh klitoris yang masih sensitif.
"Ohhh, kulitnya begitu halus... dan baunya... masih ada aroma api suci yang tersisa. Aku suka."
Lidah succubus yang panjang dan bercabang menjilat leher Lirael, lalu turun ke payudaranya. Dia menyedot puting kiri Lirael dengan rakus, sementara tangannya meremas payudara kanan.
Gorzath tidak sabar. Dia mengangkat pinggul Lirael kasar, memposisikan kontol bengkoknya di depan vagina yang masih basah oleh sperma Vortigern. Tanpa pemanasan, dia mendorong masuk. Tonjolan-tonjolan di kontolnya menggesek dinding dalam Lirael dengan kasar, membuat gadis itu menjerit keras.
"Aaaahhh!! Terlalu... besar... sakit!!"
Tapi tubuhnya sudah terlatih oleh Vortigern semalam. Vaginanya berkontraksi tanpa kendali, memeluk kontol iblis itu erat. Gorzath mulai menggoyang pinggulnya dengan ritme brutal, setiap hantaman membuat payudara Lirael bergoyang liar.258Please respect copyright.PENANAXMqAQlMycw
Sementara itu, Kragor mendekat dari sisi lain. Dia memaksa mulut Lirael terbuka dengan tangan besarnya dan memasukkan kontol atasnya ke dalam tenggorokan gadis itu.
"Hisap, pahlawan. Hisap seperti pelacur!"
Kontolnya berlendir, rasanya asin dan pahit, tapi Lirael terpaksa menelan karena tekanan di tenggorokannya. Air matanya mengalir deras saat Kragor mulai memompa mulutnya, kontol bawahnya menggesek pipi Lirael.
Sylvara tidak mau ketinggalan. Dia duduk di wajah Lirael, menekan vagina succubus-nya yang basah dan beraroma manis ke mulut gadis itu.
"Jilat aku, cantik. Kalau tidak, aku akan membuat klitorismu meledak dengan sihirku." Ekornya menusuk anus Lirael pelan-pelan, mengembang di dalam untuk meregangkannya.258Please respect copyright.PENANAbFDOVz9Sew
Lirael terjebak total. Tubuhnya diserang dari segala sisi:
Kontol Gorzath menghantam vagina-nya tanpa henti, tonjolan-tonjolannya menggosok titik G-spot berulang kali.258Please respect copyright.PENANAvy8G06cJyL
Kontol Kragor memenuhi mulutnya, membuatnya tersedak dan mengeluarkan air liur yang menetes ke payudaranya.258Please respect copyright.PENANAMIVPjTnbxm
Vagina Sylvara menekan wajahnya, memaksanya menjilat dan menghisap klitoris succubus itu.258Please respect copyright.PENANAJfIUJ4l7QG
Ekor Sylvara menggoyang di dalam anusnya, memberikan sensasi penuh yang menyiksa.
Orgasme pertama datang cepat dan kejam. Tubuh Lirael kejang hebat, vagina-nya menyemprot cairan bening yang memercik ke perut Gorzath. Dia menjerit di sekeliling kontol Kragor, suaranya teredam.
Vortigern duduk di singgasananya, menonton sambil mengocok kontolnya pelan. Sesekali dia melempar sihir gelap kecil ke tubuh Lirael—membuat klitorisnya berdenyut lebih kuat atau putingnya terasa seperti dihisap ribuan lidah kecil. Energi api Lirael semakin tersedot, membuat kulitnya yang biasanya hangat kini mulai terasa dingin.
258Please respect copyright.PENANAWaE39rKq9o
Setelah Gorzath meledak di dalam rahim Lirael (sperma iblisnya panas seperti lava cair), mereka bergantian. Sylvara menggunakan sihirnya untuk membuat Lirael merasakan "kenikmatan terlarang"—setiap sentuhan berubah menjadi gelombang orgasme kecil. Kragor memasukkan kedua kontolnya sekaligus: satu ke vagina, satu ke anus, meregang Lirael hingga batasnya.
Gadis itu menangis, berteriak, dan akhirnya... mulai mengeluarkan erangan yang bukan hanya kesakitan.
"Aahh... tidak... aku... tidak boleh... nikmat..." gumamnya di antara isakan.
Vortigern mendekat lagi saat ketiga iblis itu sedang istirahat sejenak, tubuh Lirael sudah penuh cairan putih kental dari berbagai lubang. Dia berlutut di depan wajah Lirael, mengusap pipinya yang basah air mata.
258Please respect copyright.PENANAMQaRXMsghX
"Kau mulai menikmatinya, bukan? Api sucimu semakin redup, Lirael. Sebentar lagi, kau akan memohon kami untuk terus memperkosamu."
258Please respect copyright.PENANAZan1rS3CVq
Lirael menggeleng lemah, tapi matanya sudah mulai berkabut nafsu. Sihir kegelapan Vortigern perlahan merusak pikirannya—membuat tubuhnya haus akan sentuhan kasar, haus akan pengisian yang brutal.
258Please respect copyright.PENANAEc8V9mSjtT
Tiba-tiba, di luar menara, terdengar suara ledakan jauh. Pasukan kerajaan Eldoria yang tersisa telah menemukan lokasi menara dan mulai menyerang. Tapi Vortigern hanya tersenyum.
258Please respect copyright.PENANAeqODM7KOH6
"Bagus. Mereka datang menyelamatkanmu. Tapi sebelum itu... kita punya waktu untuk satu ronde lagi."
258Please respect copyright.PENANAAbpUoBkqxZ
Dia mengangkat Lirael yang lemah, memposisikannya di pangkuannya menghadap ke arah jendela besar. Dari sana, Lirael bisa melihat pasukannya sendiri bertarung di bawah. Vortigern memasukkan kontolnya lagi ke dalam vagina Lirael yang sudah sangat licin, dan mulai menggoyangnya naik-turun seperti boneka seks.
"Teriakkan namaku, Lirael. Biarkan pasukanmu mendengar pahlawan mereka menjerit karena kontol musuh."
258Please respect copyright.PENANAqv7aaLNC7y
Lirael menggigit bibir hingga berdarah, tapi saat Vortigern menghantam serviksnya berulang kali sambil meremas klitorisnya dengan jari, dia tak tahan lagi.
"Aaahhh... Vortigern...!!"
ns216.73.216.105da2


