Tiga hari setelah pagi panas yang penuh nafsu itu, Devita merasa hidupnya sudah tidak sama lagi. Setiap kali melihat Rangga datang ke rumah bersama Refa, hatinya berdegup kencang. Rasa bersalah dan hasrat bercampur aduk. Refa masih tidak curiga sama sekali; baginya, Rangga hanyalah teman terbaik yang sering membantu di rumah.
Pagi itu Refa berangkat kuliah seperti biasa. Devita sedang membersihkan dapur ketika HP-nya bergetar. Pesan dari Rangga:
Rangga: Tante, sore ini Refa ada kelas tambahan sampe malam. Saya pura-pura bilang mau ke kos temen. Kita bisa ketemu di apartemen kosong milik temen saya di dekat kampus? Lantai 12, nomor 1208. Kunci cadangan sudah saya ambil. Tante mau?
Devita menatap layar HP lama sekali. Jari-jarinya gemetar.
Ya Tuhan... ini sudah gila. Baru beberapa hari lalu aku ngentot sama teman anakku sendiri di kamar tidurku. Sekarang aku malah mikir untuk ketemu rahasia di apartemen orang lain? Aku ibu yang baik, janda yang seharusnya menjaga anaknya... tapi kenapa memekku langsung basah begitu baca pesan ini? Rangga bikin aku ketagihan. Kontolnya yang besar, cara dia ngomong mesum, cara dia ngebor aku sampe crot berulang... Aku mau lagi. Aku mau dia entot aku keras-keras sampai aku lupa kalau aku ini ibunya Refa. Tapi ini salah... sangat salah... tapi hasrat ini lebih kuat dari akal sehatku. Dalam Hati Devita
Akhirnya Devita balas singkat: 4872Please respect copyright.PENANAwODBeFJcqB
Devita: Jam 4 sore. Tante datang sendiri. Jangan bilang siapa-siapa.
Sore harinya, Devita memakai dress selutut berwarna merah marun yang cukup ketat, bra push-up hitam, dan celana dalam thong tipis. Ia bilang ke pembantu rumah bahwa ia mau ke salon. Mobilnya meluncur ke apartemen yang disebutkan Rangga. Jantungnya berdegup kencang sepanjang jalan.
Saat tiba di lantai 12, pintu apartemen 1208 sudah terbuka sedikit. Devita masuk, dan langsung disambut Rangga yang sudah menunggu dengan kaos ketat dan celana pendek. Begitu pintu tertutup, Rangga langsung menarik Devita ke pelukannya dan menciumnya ganas.
“Tante datang juga,” desah Rangga di antara ciuman. 4872Please respect copyright.PENANAmvGQN9DS7V
“Saya udah ngaceng dari tadi nunggu Tante.”
Devita membalas ciuman dengan liar, tangannya langsung meraba tonjolan di celana Rangga. 4872Please respect copyright.PENANA6vGDoLy0ga
“Rangga... Tante sudah nggak tahan. Dari pagi memek Tante basah terus mikirin kontol kamu.”
Rangga tersenyum mesum, tangannya langsung menaikkan dress Devita sampai pinggang. 4872Please respect copyright.PENANAAbLguXIplO
“Lihat nih... cd Tante sudah basah banget. Memek janda mesum ini emang lapar kontol anak muda ya?”
Mereka tidak buang waktu. Rangga mendorong Devita ke sofa ruang tamu apartemen yang kosong itu. Ia membuka resleting celananya, mengeluarkan kontol yang sudah tegang penuh. Devita langsung berlutut di depannya tanpa diperintah.
Aku ini apa sekarang? Berlutut di depan teman anakku, mau ngisep kontolnya seperti pelacur murahan. Tapi aku suka... aku suka rasanya dikuasai seperti ini. Maafkan aku, Refa... Dalam Hati Devita
Devita membuka mulutnya lebar, langsung menelan kepala kontol Rangga dalam-dalam. Lidahnya berputar di sekitar batang, mengisap kuat sambil tangannya memompa bagian yang tidak masuk mulut.
“Shit... Tante enak banget ngisepnya,” erang Rangga sambil memegang rambut Devita. “Hisap lebih dalam, Tante. Tenggorokan Tante saya mau pakai sebagai memek kedua. Iya... gitu... jalang... isep kontol anak temen lo sendiri.”
Devita mendengus, air liurnya menetes ke lantai. Ia berusaha menelan lebih dalam, batuk kecil tapi terus mengisap dengan semangat. “Mmmph... kontol kamu enak... besar... Tante suka...”
Rangga menarik Devita berdiri, membalik tubuhnya, dan mendorongnya membungkuk di atas sandaran sofa. Dress Devita dinaikkan, thong ditarik ke samping. Tanpa pemanasan lama, Rangga langsung menusuk memek Devita dari belakang dengan satu dorongan keras.
“Aaaahhh!!! Rangga... dalam sekali...!” jerit Devita.
“Memek Tante ketat banget meski sudah saya entot berkali-kali,” geram Rangga sambil mulai menghujam cepat dan kuat.4872Please respect copyright.PENANAF0qeLMnWMF
“Plok-plok-plok... " 4872Please respect copyright.PENANAfOiuyMYPX5
"Dengar suara memek lo basah? Lo emang jalang kelas atas. Ibu rumah tangga di depan anaknya, tapi di belakang suka diewe kontol muda.”
Devita mencengkeram sandaran sofa, bokongnya bergoyang mengikuti setiap hantaman. “4872Please respect copyright.PENANAlgiKeEUFXg
Ya... entot Tante keras... Tante jalang kamu... kontolinmemek Tante sampe rusak... ahh... lebih dalam... kontol kamu mentok di rahim...”
Rangga menarik rambut Devita ke belakang, membuat punggungnya melengkung. Tangan satunya menepuk bokong Devita keras berkali-kali sampai memerah. 4872Please respect copyright.PENANADEe3w7PnPc
“Bilang ‘aku ibu mesum yang suka disodok temen anakku’!”
“Aku... ibu mesum... yang suka disodok temen anakku... Rangga... Tante mau crot... jangan berhenti...!”
Adegan semakin intens. Rangga mengangkat satu kaki Devita ke atas sofa, membuat sudut penetrasi semakin dalam dan brutal. Ia menghujam seperti mesin, keringat mereka berdua bercampur. Suara benturan kulit dan desahan mesum memenuhi apartemen kosong.
“Memek Tante nyedot kontol saya kuat banget... mau saya crot di dalam lagi? Mau rahim Tante penuh sperma anak muda?”
“Ya... crot di dalam... isi Tante... buat Tante hamil... Tante nggak peduli... ahhh... aku keluar... Ranggaaa!!”
Devita orgasme hebat, cairannya menyemprot ke lantai. Rangga terus menghujam tanpa ampun sampai ia juga mencapai puncak, menyemburkan sperma panasnya dalam-dalam ke vagina Devita.
Tapi itu baru ronde pertama.
Mereka pindah ke kamar tidur apartemen. Rangga membaringkan Devita di tempat tidur, mengangkat kedua kakinya tinggi-tinggi, dan kembali memasukkan kontolnya yang masih keras. Kali ini gerakannya lebih lambat tapi sangat dalam, hampir keluar lalu masuk sepenuhnya.
Aku sudah hilang akal. Di apartemen orang, diewe habis-habisan sama Rangga. Memekku sakit tapi enak... aku mau terus begini. Maafkan ibu, Refa... ibu sudah jadi pelacur Rangga sekarang.Dalam Hati Devita
“Rangga... pelan dulu... Tante masih sensitif... tapi jangan berhenti... Tante mau kamu entot Tante seharian...”
Rangga tersenyum mesum.4872Please respect copyright.PENANAuKBOAPK6V8
“Seharian nggak bisa, Tante. Tapi sore ini saya mau bikin Tante crot minimal tiga kali lagi. Sekarang giliran Tante di atas. Naik dan goyang pinggul lo yang seksi itu.”
Devita naik ke atas, memasukkan kontol Rangga ke memeknya sendiri. Ia mulai menggoyang pinggulnya liar, naik-turun sambil memutar. Payudaranya yang montok bergoyang hebat. Rangga meremas dan menjepit putingnya sambil berkata vulgar, 4872Please respect copyright.PENANAQdZKcznkWf
“Goyang lebih cepat, jalang! Tunjukkin betapa laparnya memek janda ini sama kontol saya.”
“Enak... kontol kamu enak banget... Tante goyang sampe kamu crot lagi... keluarin banyak di dalam... Tante suka sperma kamu panas-panas...”
Ronde kedua berakhir dengan Devita orgasme sambil menjerit, tubuhnya kejang di atas Rangga. Sperma Rangga kembali memenuhi rahimnya.
Mereka istirahat sebentar, berpelukan sambil bernapas tersengal. Rangga menciumi leher Devita pelan.
“Rangga... Tante takut ketahuan,” bisik Devita. 4872Please respect copyright.PENANAJKR2v1uwUi
“Tapi Tante nggak bisa berhenti. Kamu bikin Tante ketagihan.”
“Saya juga, Tante. Sekarang Tante resmi jadi simpanan saya. Setiap ada kesempatan, memek Tante harus siap buat saya entot.”
Sore itu mereka masih sempat satu ronde lagi di kamar mandi apartemen — Rangga mengentot Devita sambil berdiri di bawah shower, tangannya menekan tubuh Devita ke dinding keramik dingin, gerakan cepat dan ganas.
Ketika jam menunjukkan hampir pukul 7 malam, mereka membersihkan diri dan apartemen. Devita pulang dengan tubuh lelah, memeknya bengkak dan penuh sisa sperma Rangga, tapi hatinya penuh kepuasan terlarang.
Aku sudah terlalu dalam. Pertemuan rahasia ini baru awal. Aku tahu ini akan semakin berbahaya... tapi aku tidak mau berhenti. Rangga milikku sekarang... dan aku miliknya.
Di rumah, Refa sudah pulang dan menyapa ibunya dengan senyum polos. Devita membalas dengan senyum, tapi di balik itu ada rahasia besar yang semakin menggoda untuk terbongkar.
ns216.73.216.105da2


