Namaku, Johan, aku tinggal berdua dengan mamaku di rumah yang cukup besar di Surabaya. Mamaku adalah janda berusia 40 tahun. Tubuhnya masih sangat menggoda. Kulit kuning langsatnya halus dan bersinar, tubuh montok dengan pinggul lebar, dan payudaranya yang besar masih kencang meski sudah beranak. Rambut hitam panjangnya sering tergerai sampai pinggang, bibir tebalnya selalu terlihat menggoda saat ia tersenyum manis.15108Please respect copyright.PENANAicLfo9A82G
Kami tinggal berdua saja, dan sejak dua bulan lalu, hubungan kami sudah berubah total.15108Please respect copyright.PENANA35msMtmtgJ
Pagi itu, seperti biasa, aku bangun karena aroma masakan dari dapur. Aku berjalan ke dapur hanya memakai boxer pendek. Mama Nita sedang memasak nasi goreng, memakai daster tipis berwarna krem yang agak pendek. Dari belakang, bokong montoknya terlihat jelas menonjol, dan saat ia menoleh, payudaranya yang besar bergoyang pelan di balik kain tipis itu.
“Pagi, sayang…” sapanya lembut sambil menoleh. Senyum manisnya langsung muncul, bibir tebalnya melengkung indah.
“Mau sarapan dulu atau mau sarapan Mama dulu?” lanjut mama
Aku mendekat dari belakang, memeluk pinggangnya erat, dan langsung mencium lehernya yang harum. Tangan kananku menyusup ke dalam daster, meremas payudara besarnya yang telanjang. Putingnya langsung mengeras di telapak tanganku.
“Mmmh… Johan… pagi-pagi sudah lapar ya?” desahnya sambil menggesekkan bokongnya ke kontolku yang mulai keras.
Aku membalikkan tubuhnya, langsung mencium bibir tebalnya dengan ganas. Lidah kami saling berpilin, saliva bercampur. Aku mengangkat daster-nya sampai pinggang, lalu mengangkat tubuh montoknya ke meja dapur. Mama Nita membuka lebar kedua kakinya, memperlihatkan memeknya yang sudah basah mengkilap. Bibir memeknya tebal, berwarna kecokelatan, dan klitorisnya sudah menonjol.
Aku berlutut, mencium memeknya dalam-dalam. Lidahku menjilat dari bawah ke atas, mengisap klitorisnya pelan lalu cepat. Dua jariku memasuk masuk ke lubangnya yang hangat dan licin.
“Ahh… iya sayang… jilat Mama enak sekali… ngghh!” erangnya sambil memegang rambutku, pinggulnya bergoyang ke depan.
Setelah memeknya banjir cairan, aku berdiri, menurunkan boxer, dan menghujam kontolku yang sudah sangat keras ke dalamnya dengan satu dorongan kuat.
“AAAAHHH! Besar… penuh sekali… ahh!” jerit Mama Nita nikmat, matanya terpejam.
Aku menggenjotnya dengan ritme sedang tapi dalam. Payudaranya yang besar bergoyang liar di depan wajahku. Aku menyusu puting kirinya sambil meremas yang kanan. Suara “plok plok plok” memenuhi dapur bercampur erangan kami.
“Lebih keras Johan… entotMama lebih dalam! Mama suka kontol kamu yang gede ini…” pintanya sambil mencakar bahuku.
Aku mempercepat hentakan. Beberapa menit kemudian, Mama Nita menjerit panjang, tubuhnya kejang, memeknya berdenyut kuat menggenggam kontolku. Aku pun menyemburkan sperma panas banyak sekali ke dalam rahimnya.
Kami berpelukan di meja dapur sambil terengah. Mama Nita mencium bibirku lembut.
“Sarapan pagi yang enak… Sekarang beneran makan nasi goreng ya, sayang.”
Siang harinya di Kamar Belajar
Siang hari, aku sedang belajar untuk ujian akhir di kamar. Mama Nita masuk membawa segelas jus, hanya memakai handuk putih yang melilit tubuhnya. Ia duduk di pangkuanku, membuka handuknya perlahan.
“Belajarnya capek ya? Mama kasih relaksasi dulu…” bisiknya nakal.
Ia menarik celanaku turun, memegang kontolku yang langsung bangun, lalu mengulumnya dengan bibir tebalnya yang hangat. Ia mengisap dalam-dalam, lidahnya menari di kepala kontolku, tangannya mengocok pangkalnya dengan mahir.
“Ngghh… Ma… enak banget…” erangku sambil memegang rambut panjangnya.
Setelah kontolku basah penuh air liurnya, Mama Nita naik ke pangkuanku, memasukkan kontolku ke memeknya yang masih licin dari pagi tadi. Ia bergerak naik turun pelan sambil berciuman mesra. Payudaranya bergoyang di depan wajahku, aku bergantian menyusu keduanya.
“Kamu belajar sambil ngentot Mama boleh kan? Biar otaknya fresh…” katanya sambil tertawa kecil, lalu mempercepat gerakannya.
Kami orgasme bersama di kursi belajar. Spermaku lagi-lagi memenuhi memeknya.
Malamnya
Malam hari adalah waktu paling panas. Kami mandi bersama di kamar mandi utama. Aku sabunin tubuh montoknya dengan sabun cair, tanganku meremas payudara, perut, bokong, dan memeknya lama-lama. Mama Nita balas mengocok kontolku sambil berciuman di bawah guyuran air shower.
Setelah kering, kami langsung ke tempat tidur king size. Mama Nita minta aku tidur telanjang. Ia naik ke atas dalam posisi cowgirl, rambut hitam panjangnya tergerai indah saat ia naik turun dengan ganas.
“Ahh… ahh… ahh! Dalam sekali… kontol Johan bikin Mama ketagihan…” erangnya sambil meremas payudaranya sendiri.
Aku memegang pinggul lebarnya, membantu gerakannya. Lalu kami berganti posisi: doggy style di tepi ranjang. Aku menghujam dari belakang sambil menarik rambutnya pelan. Bokong montoknya bergoyang setiap hentakan.
“Plok! Plok! Plok!” suara benturan semakin keras.
Mama Nita minta lebih kasar
. “Tarik rambut Mama… remas bokong Mama kuat… ya sayang… Mama mau keluar lagi!”
Kami berganti ke missionary. Aku menindih tubuh montoknya, berciuman dalam sambil terus menghantam memeknya. Payudaranya terjepit di antara dada kami.
Akhirnya, setelah hampir satu jam berganti posisi, kami mencapai klimaks bersama untuk ketiga kalinya hari itu. Aku menyemburkan sperma lagi ke dalamnya, sementara memeknya berdenyut hebat.
Kami berbaring lelah, saling peluk. Payudara besar Mama Nita menempel hangat di dadaku. Ia mengelus kontolku yang masih berdenyut pelan.
“Johan… Mama bahagia banget meskipun tinggal berdua sama kamu,” bisiknya dengan suara lembut.
“Mama kesepian setelah ayahmu meninggal. Sekarang setiap hari Mama merasa dicintai dan dipuaskan. Tubuh Mama ini milik kamu sepenuhnya.”
Aku mencium bibir tebalnya dan menjawab,
“Aku juga, Ma. Aku mau setiap hari bangun melihat Mama Nita yang cantik dan seksi ini.”
Mama Nita tersenyum manis, matanya berbinar.
“Besok kita coba di ruang TV sambil nonton film ya? Atau di mobil saat keluar malam? Mama masih punya banyak fantasi yang mau dicoba sama kamu…”
Malam itu kami tidur nyenyak, tubuh telanjang saling menempel. Besok pagi pasti akan dimulai lagi dengan cara yang sama… atau bahkan lebih liar.
ns216.73.216.105da2


