Setelah ronde pertama yang ganas, Andi terbaring lemas di kasur sambil napasnya masih tersengal-sengal. Kontolnya yang tadi menyemprot banyak di dalam memek Rina sekarang agak layu, tapi masih berkilau basah oleh campuran cairan Rina dan spermanya sendiri.
Rina justru semakin semangat. Tubuhnya yang telanjang masih panas, memeknya yang baru saja diisi penuh sperm kakak sepupunya masih menetes-netes cairan putih kental. Dia bangkit duduk, payudaranya yang besar bergoyang pelan. Matanya masih penuh nafsu.
"Kak Andi... belum boleh capek," kata Rina sambil tersenyum genit. Tangannya meraih kontol Andi yang setengah tegang, lalu mengocoknya pelan dengan gerakan naik-turun. 3977Please respect copyright.PENANAiFMsgFNzUf
"Rina masih sange banget. Memek Rina masih gatal pengen dikentot lagi." Andi tertawa pelan, 3977Please respect copyright.PENANAp3ZlqK9dS9
"Lo emang mesin seks ya, Rin? Baru aja crot dalem, udah minta lagi."
Rina tidak menjawab dengan kata-kata. Dia langsung merangkak naik ke atas tubuh Andi, posisi cowgirl. Memeknya yang basah dan penuh sperma menyentuh batang kontol Andi. Dia menggesek-gesekkan bibir memeknya di sepanjang kontol itu, melumurinya dengan campuran cairan mereka berdua.
"Lihat... kontol Kak Andi udah basah lagi sama air mani sendiri," goda Rina sambil menggigit bibir bawahnya. Dia mengangkat pinggulnya sedikit, lalu perlahan menurunkan tubuhnya. Kontol Andi yang mulai mengeras lagi masuk pelan ke dalam memek Rina yang licin.
"Aaaahhh... enak... masih gede banget," erang Rina saat kontol itu membelah dinding memeknya yang sensitif. Dia duduk sepenuhnya sampai kontol Andi tertelan habis. Rina mulai menggoyang pinggulnya pelan dulu, memutar-mutar, merasakan setiap inci kontol di dalam perutnya.
Andi memegang pinggul Rina yang lebar, membantu gerakannya. 3977Please respect copyright.PENANAgWHn7iL7R5
"Sial... memek lo panas banget, Rin. Kayak lagi nyedot kontol gue."
Rina semakin cepat. Payudaranya yang montok naik-turun dengan liar mengikuti irama. Dia menempelkan kedua tangannya di dada Andi untuk keseimbangan, lalu menggoyang pinggulnya naik-turun dengan kuat. Setiap kali turun, kontol Andi menghantam dalam sekali, menyentuh titik paling sensitif di dalam memeknya.
"Plok! Plok! Plok! Plok!" suara tabrakan kulit mereka memenuhi kamar.
"Ahh... ahh... Kak... dalem banget... enakkk!!" jerit Rina. Wajahnya sudah merah, keringat menetes di antara belahan payudaranya. Dia mencondongkan tubuh ke depan, sehingga payudaranya bergoyang tepat di depan muka Andi.
Andi langsung menyambut. Dia menangkap satu puting Rina dengan mulutnya, mengisap dan menggigit pelan sambil tangan satunya meremas payudara yang satunya lagi dengan kasar. Rina semakin liar. Dia menggoyang pinggulnya lebih cepat, seperti sedang menunggangi kuda liar.
"Kak... gigit puting Rina lebih kuat... ahh... iya gitu... Rina suka!"
Rina orgasme kedua datang dengan cepat. Tubuhnya mengejang hebat, memeknya berdenyut-denyut dan menyemprot cairan bening yang membasahi perut Andi. Tapi dia tidak berhenti. Malah dia semakin ganas.
"Masih kurang, Kak... Rina mau lebih kasar."
Tanpa aba-aba, Rina turun dari atas Andi. Dia berlutut di kasur, mengangkat pantatnya tinggi-tinggi, posisi doggy style yang paling dia suka. Pantatnya yang bulat montok terangkat menggoda, memeknya terbuka lebar, masih menetes sperma dari ronde pertama.
"Kentot Rina dari belakang, Kak. Genjot memek Rina sekuat tenaga. Rina mau dikentot kayak pelacur."
Andi bangkit, berlutut di belakang Rina. Dia memegang pinggul gadis itu dengan kuat, lalu menyodokkan kontolnya masuk sekali hentak sampai pangkal.
"Aaaahhhh!!! Besar!!" jerit Rina kegirangan.
Andi langsung menggoyang pinggulnya dengan ritme cepat dan kuat. Tiap kali masuk, kontolnya menghantam dasar memek Rina dengan bunyi "plak plak plak" yang keras. Tangannya sesekali menampar pantat Rina keras, meninggalkan bekas merah di kulit putihnya.
"Lo suka gini, Rin? Suka dikentot kasar?" tanya Andi sambil terus menghujam.
"Suka!! Rina suka banget!! Lebih kenceng, Kak!! Hancurkan memek Rina!! Aduh... enak... kontol Kak Andi ngena banget di dalem!!"
Rina mendorong pantatnya ke belakang, menyambut setiap tusukan. Andi semakin brutal. Dia menarik rambut Rina ke belakang seperti tali kekang, membuat punggung Rina melengkung. Dengan tangan satunya, dia meraih payudara Rina dari bawah dan meremasnya kasar.
Rina menjerit-jerit tanpa henti. 3977Please respect copyright.PENANAX415kS54ir
"Iya... tarik rambut Rina... remas titit Rina... ahh... ahh... lagi... lagi!! Rina mau crot lagi!!"
Orgasme ketiga Rina datang lebih hebat. Tubuhnya gemetar hebat, kakinya hampir tidak kuat menopang. Memeknya menyemprot cairan lagi, membasahi kasur. Tapi nafsunya masih belum padam.
"Andi... jangan keluar dulu... Rina mau ganti posisi lagi."
Rina membalikkan badan, berbaring telentang di kasur. Dia mengangkat kedua kakinya tinggi-tinggi sampai hampir menyentuh bahunya, posisi mating press yang membuat memeknya terbuka lebar dan mudah ditembus dalam.
"Masukin lagi, Kak. Kentot Rina dalam-dalam. Rina mau ngerasain kontol Kak Andi sampe perut."
Andi menindih tubuh Rina sepenuhnya. Kontolnya masuk lagi dengan mudah karena memek Rina sudah sangat basah dan longgar karena orgasme berulang. Dia menghujam dengan posisi yang sangat dalam, setiap kali masuk sampai pangkal, bola-bolanya menampar-nampar pantat Rina.
Mereka berciuman liar, lidah saling menjilat. Rina memeluk leher Andi erat, kuku-kukunya mencakar punggung Andi.
"Kak... lebih cepet... Rina mau lagi... ahh... enak banget... kontolnya ngebor memek Rina!!"
Andi menggoyang pinggulnya secepat mungkin. Keringat mereka bercampur. Suara erangan, jeritan, dan tabrakan kulit memenuhi seluruh kamar.
Akhirnya, setelah hampir 20 menit ronde kedua yang panjang dan brutal ini, Andi merasakan orgasme mendekat.
"Rina... gue mau keluar lagi..."
"Di dalam lagi, Kak!! Isi memek Rina penuh-penuh!! Rina mau ngerasain spermanya banyak!!"
Dengan erangan keras, Andi menyemprotkan sperma putih kentalnya lagi ke dalam rahim Rina. Rina orgasme bersamaan, tubuhnya mengejang hebat, memeknya berdenyut menyedot setiap tetes sperma yang keluar.3977Please respect copyright.PENANAGytPpQVpmb


