Keesokan siangnya, seperti yang direncanakan, Miya mengajak Afni dan Ardi ke supermarket besar di Surabaya untuk belanja bulanan. Miya sengaja memakai rok pendek ketat berwarna hitam yang hanya sebatas paha, tank top putih tipis tanpa bra, dan tidak memakai celana dalam sama sekali. Setiap langkah, payudaranya yang besar bergoyang-goyang liar, putingnya menonjol jelas di balik kain.
17600Please respect copyright.PENANAZk3i1PKegJ
Di dalam mobil SUV Ardi, Miya duduk di belakang bersama Afni, tapi matanya terus mencuri pandang ke selangkangan Ardi yang mengemudi. Sepanjang perjalanan, Miya mengirim chat ke Ardi:17600Please respect copyright.PENANA6v7eoaAXrU
Miya: “Kontolmu sudah ngaceng belum? Ibu memeknya sudah banjir dari tadi malam.”17600Please respect copyright.PENANA2H4Xdjjltu
Ardi membaca chat itu sambil mengemudi, kontolnya langsung mengeras di dalam celana jeans.17600Please respect copyright.PENANAQK7I72i04o
Sesampainya di supermarket, mereka parkir di lantai basement yang agak sepi, pojok paling belakang. Afni turun duluan, “Aku ambil troli dulu ya, Ma, Mas. Kalian ikut?”17600Please respect copyright.PENANAaNmjtgJ6yo
Miya tersenyum manis, “Iya, Nak. Kami menyusul sebentar. Ibu lupa bawa dompet di mobil.”
17600Please respect copyright.PENANADCCBV2EXeR
Begitu Afni menjauh dan hilang di lift, Miya langsung bergerak cepat. Dia membuka pintu belakang, masuk lagi ke mobil, dan menutup pintu. Ardi belum sempat bicara, Miya sudah merangkak ke depan, duduk di kursi penumpang depan, lalu langsung membungkuk ke pangkuan Ardi.
“Ardi… cepat buka celana. Ibu mau isap kontolmu sekarang,” desah Miya dengan suara serak nafsu.17600Please respect copyright.PENANAJXOA7fhOkG
“Bu… di sini? Afni baru aja masuk… ini parkiran umum!” bisik Ardi panik, tapi tangannya sudah membuka resleting dengan cepat.17600Please respect copyright.PENANAr7IYUHxirm
Kontol Ardi langsung loncat keluar, sudah setengah tegang, tebal dan berurat. Miya langsung melahapnya rakus tanpa basa-basi.
“Slurrrp… mmmhhh… kontol menantu ibu… enak banget… gede… tebal…” Miya mengisap dalam-dalam, mulutnya panas dan basah. Lidahnya menjilat dari pangkal sampai ujung, mengecap setiap urat yang menonjol. Air liurnya menetes deras ke bola Ardi.17600Please respect copyright.PENANALzXM6AcRba
Ardi menggenggam rambut mertuanya, pinggulnya terangkat pelan.
“Ahh… Bu… enak sekali… isap lebih dalam… ya gitu… tenggorokan ibu enak banget…”17600Please respect copyright.PENANA3EcUKrHU8T
Miya mengangkat kepalanya sebentar, benang liur menghubungkan bibirnya dengan kontol Ardi. Matanya liar. “Ibu suka kontolmu yang bau maskulin ini… semalam ibu mimpi kontol ini ngebor memek ibu terus-menerus. Sekarang ibu mau minum sperma Ardi di sini, di parkiran.”
Dia kembali menunduk, mengisap lebih ganas. Kepala kontol masuk sampai ke tenggorokan, Miya sengaja menelan supaya kontolnya terasa lebih sempit.
“Gluck… gluck… gluck…” suara isapan basah memenuhi mobil.17600Please respect copyright.PENANAEoahybNe2k
Ardi mendesah keras, “Bu… pelan… nanti ada orang lewat… tapi enak banget… ibu mertua ibu isap kontol lebih enak daripada Afni… mulut ibu lebih panas…”17600Please respect copyright.PENANAVMkpO7GWfs
Miya melepaskan kontol sebentar, tangannya mengocok batangnya yang licin penuh air liur. “Afni nggak bisa deepthroat seperti ibu kan? Ibu bisa telan sampai pangkal. Lihat…”
Dia kembali melahap, hidungnya menyentuh perut Ardi, kontol masuk full deepthroat. Miya menahan napas sambil menggerakkan kepalanya naik-turun cepat.17600Please respect copyright.PENANAbLw1cjIPCj
Tangan Ardi meremas payudara Miya yang besar dari atas tank top. “Payudara ibu gede banget… aku mau remas keras… ahh… Bu, aku mau cum…”17600Please respect copyright.PENANAeM9O1YIvn9
Miya mengisap semakin cepat, tangannya meremas bola Ardi. Dia mengangkat roknya sendiri dengan satu tangan, jarinya langsung menggosok memeknya yang sudah banjir.
“Ardi… ibu juga mau squirt… gosok memek ibu… masukkan jarimu…”17600Please respect copyright.PENANAw5drG04jjT
Ardi menyusupkan tangan ke bawah rok Miya, dua jarinya langsung masuk ke memek mertuanya yang licin dan panas. Dia mengocok cepat sambil Miya tetap mengisap kontolnya tanpa henti.
“Bu… memek ibu banjir banget… sempit… panas… aku mau kentot ibu di sini suatu saat…”17600Please respect copyright.PENANAUyrDSaYHVI
Miya mendesah di sekitar kontol, suaranya teredam. “Mmmhh… ya… nanti… sekarang isap dulu… ibu mau cum bareng kamu… ahh… jari kamu enak… lebih cepat Ardi!!”17600Please respect copyright.PENANA7hEGSiWK3A
Parkiran mulai ramai sedikit, ada mobil lewat di lorong sebelah, tapi Miya tidak peduli. Dia malah semakin gila. Kepalanya naik-turun seperti mesin, mulutnya mengisap dengan suara basah yang mesum.17600Please respect copyright.PENANAU2huBFANt1
Ardi mulai kejang. “Bu… aku mau keluar… Bu… minum sperma aku… ahhhhh!!”17600Please respect copyright.PENANAhRp0VmTKDr
Kontol Ardi berdenyut keras di dalam mulut Miya. Sperma panas menyembur deras ke tenggorokan Miya. Satu… dua… tiga kali semprotan tebal. Miya menelan semua tanpa tumpah, tapi sebagian kecil menetes di dagunya.
“Slurrp… mmm… enak… sperma menantu kental banget… ibu suka…”17600Please respect copyright.PENANA4SLhxhC7PO
Saat Ardi masih orgasme, Miya sendiri sudah di ujung. Jari Ardi mengocok memeknya tanpa ampun, ibu jarinya menekan klitoris.
“Ardi… ibu… ibu squirting… ahhhhhh!!! Jangan berhenti!!”17600Please respect copyright.PENANAMAIhI2Prem
Memek Miya menyembur deras. Cairan bening squirting menyemprot tangan Ardi, kursi mobil, dan bahkan sedikit ke dashboard. Tubuh Miya kejang-kejang hebat, payudaranya bergoyang liar di dalam tank top. Dia menggigit kontol Ardi pelan sambil squirting, orgasme yang sangat intens sampai matanya mendelik.17600Please respect copyright.PENANAilBE3aID2q
Mereka berdua terengah-engah. Miya mengangkat kepalanya, bibirnya basah penuh sperma dan air liur. Dia tersenyum nakal sambil membersihkan dagunya dengan jari, lalu menjilatnya.
“Enak kan, sayang? Ibu mertua kamu bisa bikin kamu cum hanya dengan mulut di parkiran umum. Besok kita coba yang lebih berani lagi… mungkin ibu mau kamu kentot ibu di toilet umum sambil Afni nunggu di luar.”17600Please respect copyright.PENANANWM80YUhoJ
Ardi masih megap-megap, kontolnya masih setengah tegang di depan wajah Miya.
“Bu… kamu gila… tapi aku ketagihan… memek dan mulut ibu terlalu enak…”17600Please respect copyright.PENANAwzdynf54x1
Miya mencium ujung kontol Ardi sekali lagi, lalu berbisik, “Afni sudah lama nunggu di atas. Cepat rapiin celana. Malam nanti di rumah, ibu mau kamu kentot ibu di dapur saat ayah tidur. Ibu mau squirt lagi di lantai dapur.”17600Please respect copyright.PENANAzuPvAstkWm
Ardi mengangguk lemah, “Iya Bu… apa saja buat ibu…”17600Please respect copyright.PENANAsLavY05pmv
Miya turun dari mobil dengan kaki masih agak gemetar, roknya sedikit basah di bagian belakang karena squirting tadi. Dia berjalan ke lift sambil tersenyum puas, memeknya masih berdenyut ingin lebih.


