/story/207639/tante-rina/?load=0
Tante Rina | Penana
arrow_back
Tante Rina
more_vert share bookmark_border file_download
info_outline
format_color_text
toc
exposure_plus_1
coins
Search stories, writers or societies
Continue ReadingClear All
What Others Are ReadingRefresh
X
Never miss what's happening on Penana!
PG-13
Tante Rina
Shaltear
Intro Table of Contents Top sponsors Comments (0)

Malam itu hujan deras mengguyur Jakarta. Rumah besar di daerah Pondok Indah sepi karena Om Andi sedang dinas ke Singapura selama seminggu. Hanya ada Tante Rina — adik ibuku yang berusia 38 tahun — dan aku, Rio, yang baru berusia 22 tahun dan sedang libur kuliah.
Tante Rina memang selalu menjadi fantasi terlarangku sejak SMA. Tubuhnya masih sangat terawat: tinggi 165 cm, kulit putih mulus, payudara besar ukuran 36D yang selalu terlihat kencang meski sudah dua anak, pinggul lebar, dan bokong montok yang bergoyang lembut setiap kali dia berjalan. Wajahnya cantik dengan bibir tebal dan mata sipit yang nakal.
Aku sedang duduk di ruang TV lantai dua ketika Tante Rina naik membawa dua gelas wine merah. Dia memakai tank top putih tipis tanpa bra dan celana pendek satin hitam yang pendek sekali, memperlihatkan hampir seluruh paha mulusnya.,seks


Show Comments
BOOKMARK
Total Reading Time: 1 hour 52 minutes
toc Table of Contents
bookmark_border Bookmark Start Reading >
×


Reset to default

X
×
×

Install this webapp for easier offline reading: tap and then Add to home screen.