Malam itu hujan deras mengguyur Jakarta. Rumah besar di daerah Pondok Indah sepi karena Om Andi sedang dinas ke Singapura selama seminggu. Hanya ada Tante Rina — adik ibuku yang berusia 38 tahun — dan aku, Rio, yang baru berusia 22 tahun dan sedang libur kuliah.6185Please respect copyright.PENANAbfSqHg4oAm
Tante Rina memang selalu menjadi fantasi terlarangku sejak SMA. Tubuhnya masih sangat terawat: tinggi 165 cm, kulit putih mulus, payudara besar ukuran 36D yang selalu terlihat kencang meski sudah dua anak, pinggul lebar, dan bokong montok yang bergoyang lembut setiap kali dia berjalan. Wajahnya cantik dengan bibir tebal dan mata sipit yang nakal.6185Please respect copyright.PENANA9q4d1HYZnh
Aku sedang duduk di ruang TV lantai dua ketika Tante Rina naik membawa dua gelas wine merah. Dia memakai tank top putih tipis tanpa bra dan celana pendek satin hitam yang pendek sekali, memperlihatkan hampir seluruh paha mulusnya.6185Please respect copyright.PENANAKShWlHeg03
"Rio… Tante bosan sendirian malam ini," katanya sambil duduk tepat di sebelahku, kakinya menyentuh kakiku. Aroma parfumnya yang manis langsung menyerbu hidungku.6185Please respect copyright.PENANAOVCavNf8oO
Kami mengobrol ringan sambil minum. Setelah gelas kedua habis, suasana mulai berubah. Tante Rina tiba-tiba meletakkan tangannya di paha atasku.6185Please respect copyright.PENANAo1PchfbovA
"Kamu udah gede ya sekarang… Tante lihat kamu sering main gym. Badan kamu kok jadi kekar begini?" Tangannya mengusap pelan otot pahaku, semakin ke atas.6185Please respect copyright.PENANADJBX44ey0N
Aku menelan ludah. "Tan… ini nggak boleh."6185Please respect copyright.PENANAKqc7LEMHr8
Dia tersenyum nakal, matanya sudah berkabut nafsu. "Memang nggak boleh… tapi Tante udah pengen banget dari lama. Kamu nggak tahu ya, tiap kali lihat kamu pakai kaos ketat, Tante basah sendiri."6185Please respect copyright.PENANA1DVTj17MIm
Tangan Tante Rina langsung merayap ke selangkanganku. Dia meremas pelan kontolku yang sudah keras dari tadi melalui celana pendek. Aku mengerang pelan.6185Please respect copyright.PENANAWnATEMIzb0
"Tante… Om Andi…"6185Please respect copyright.PENANAWSRre6G8lt
"Om Andi jauh di Singapura. Malam ini Tante cuma mau punya kamu." Suaranya berubah serak.6185Please respect copyright.PENANAbLIJydr24r
Dia menarikku berdiri, lalu menuntunku ke kamar tidurnya yang mewah. Begitu pintu tertutup, Tante Rina langsung menciumku dengan ganas. Lidahnya masuk ke mulutku, berputar liar sambil tangannya menarik kaosku lepas. Aku balas menciumnya, tanganku meremas payudaranya yang besar dan berat dari luar tank top. Putingnya sudah keras menonjol.6185Please respect copyright.PENANAZHLyIaOSGs
Tante Rina melepaskan ciuman, lalu berlutut di depanku. Dengan cepat dia menurunkan celana pendekku. Kontolku yang sudah tegang maksimal langsung melompat keluar, ujungnya sudah basah oleh precum.6185Please respect copyright.PENANAAEnghgNWRd
"Ya ampun… besar sekali… lebih besar dari Om Andi," bisiknya kagum sambil memegang batangku dengan dua tangan. Dia mengocok pelan, lalu menjulurkan lidahnya yang panas dan basah, menjilat dari bawah bola-bolaku sampai ke kepala kontol. Kemudian dia membuka mulut lebar-lebar dan menyedotku masuk dalam-dalam.6185Please respect copyright.PENANApiSESoudpe
"Aaaahh… Tante…" Aku mendesah keras saat kepala kontolku menyentuh tenggorokannya. Tante Rina mengisap dengan rakus, kepalanya maju mundur cepat, air liurnya menetes-netes ke lantai. Suara gluk-gluk-gluk terdengar jelas di kamar yang sepi. Sesekali dia mengeluarkan kontolku, menjilat bola-bolaku sambil memandangku dengan mata penuh nafsu.6185Please respect copyright.PENANAvGNuAmPWM3
Setelah beberapa menit, Tante Rina berdiri, menarik tank topnya lepas. Payudaranya yang besar dan putih langsung bergoyang bebas. Putingnya cokelat tua dan sudah sangat keras. Aku langsung menunduk, menyedot puting kirinya sambil meremas payudara kanannya. Tante Rina mengerang, tangannya memegang kepalaku.6185Please respect copyright.PENANAinsu5DontY
"Kamu nakal… hisap lebih kuat, sayang."6185Please respect copyright.PENANAUhKMGWXz4u
Aku mendorongnya ke tempat tidur king-size. Tante Rina membuka lebar kedua kakinya, memperlihatkan memeknya yang sudah banjir. Bulu kemaluannya rapi dipangkas, bibir memeknya tebal dan merah muda, cairan bening sudah mengalir ke anusnya.6185Please respect copyright.PENANAB8YnrFKjTw
Aku berlutut di antara kakinya, menjilat memeknya dari bawah ke atas dengan lidah lebar. Rasa asin-manis langsung memenuhi mulutku. Tante Rina menggeliat hebat.6185Please respect copyright.PENANADSOqxNWGuX
"Aaahhh… iya… jilat Tante… jilat memek Tante yang sudah basah ini…"6185Please respect copyright.PENANAvL0JQCqRRm
Aku menyelipkan lidahku ke dalam lubangnya, menggerakkan cepat, lalu mengisap klitorisnya yang kecil dan keras. Dua jariku masuk ke memeknya yang sempit dan panas, mengocoknya sambil terus menjilat. Tante Rina menjerit, pinggulnya naik turun menggesek wajahku.6185Please respect copyright.PENANAGhmeCf2Sen
" Rio… Tante mau keluar… aaahhh…!!"6185Please respect copyright.PENANAr7vX9SuSP1
Tubuhnya kejang hebat, memeknya menyemprot cairan bening ke mulutku. Aku terus menjilat sampai orgasme pertamanya reda.6185Please respect copyright.PENANAKnpVjQ5vxd
Tante Rina menarikku naik, menciumku lagi sambil merasakan rasa memeknya sendiri di lidahku. "Masukin sekarang… Tante mau kontol kamu yang besar ini."6185Please respect copyright.PENANALkWsuoOQXS
Aku menempatkan kepala kontolku di bibir memeknya, menggesek-gesek dulu, lalu mendorong pelan. Memek Tante Rina sangat sempit meski sudah melahirkan dua kali. Sentimeter demi sentimeter kontolku masuk, merasakan dinding memeknya yang panas dan berdenyut.6185Please respect copyright.PENANA7SXrunUPNx
"Uuuuhhh… besar sekali… pelan dulu… Tante penuh banget…" desahnya sambil mata terpejam.6185Please respect copyright.PENANAtTBJRum1oe
Begitu kontolku masuk sampai pangkal, aku mulai menggoyang pelan. Tante Rina memeluk punggungku erat, kuku-kukunya mencakar kulitku. Aku mempercepat ritme, setiap dorongan membuat payudaranya bergoyang hebat.6185Please respect copyright.PENANAVq0rnrOX5p
Plok… plok… plok… suara tabrakan kulit kami memenuhi kamar.6185Please respect copyright.PENANAsk9wrZqbWo
Aku mengangkat salah satu kakinya ke bahuku, membuat posisi lebih dalam. Kontolku sekarang menghantam serviksnya setiap kali masuk.6185Please respect copyright.PENANA7GGW9hwMJA
"Tante… enak banget memeknya… sempit… panas…"6185Please respect copyright.PENANAOfg9H0YXMw
"Iya… kontol keponakan Tante enak sekali… lebih enak dari suami Tante… aaahh… fuck Tante lebih keras!"6185Please respect copyright.PENANA5rGO22QvEA
Aku menggila. Aku membalik tubuh Tante Rina jadi doggy style. Bokongnya yang montok terangkat tinggi. Aku memegang pinggulnya dan menusuk dari belakang dengan kuat. Suara tamparan kulit semakin keras.6185Please respect copyright.PENANAcPpHOMqf2p
Tante Rina menjerit-jerit, "Iya… gitu… hancurkan memek Tante… Tante selingkuh sama keponakan sendiri… aaahhh…!"6185Please respect copyright.PENANAp8JnBa3NnE
Aku menampar bokongnya berkali-kali sampai memerah. Tangan kananku meraih rambutnya, menarik kepalanya ke belakang sambil terus menggoyang cepat.6185Please respect copyright.PENANATfgDbBve0E
Beberapa menit kemudian, Tante Rina orgasme lagi. Memeknya berdenyut kuat, menyempit di batang kontolku. Aku tidak tahan lagi.6185Please respect copyright.PENANA54NjMp12QO
"Tante… aku mau keluar…"6185Please respect copyright.PENANAGMd3rozyPW
"Keluar di dalam aja… Tante mau ngerasain sperma keponakan… isi Tante penuh…!"6185Please respect copyright.PENANABeHHbXpnYn
Dengan dorongan terakhir yang sangat dalam, aku menyemburkan sperma panasku ke dalam rahim Tante Rina. Jet demi jet menyembur kuat, memenuhi memeknya sampai meluber keluar.6185Please respect copyright.PENANAIaLo4atMOa
Kami ambruk bersama di tempat tidur, napas kami tersengal. Kontolku masih di dalam memeknya yang berdenyut pelan.6185Please respect copyright.PENANAqv7Q2WfxLE
Tante Rina menoleh, mencium bibirku lembut, lalu berbisik nakal:6185Please respect copyright.PENANA7Fwc4UyzSV
"Besok malam lagi ya, sayang… Tante belum puas. Selama Om Andi di Singapura, setiap malam memek Tante milik kamu."6185Please respect copyright.PENANASYEATkBhPK
arrow_back
Tante Rina
more_vert
-
info_outline Info
-
toc Table of Contents
-
share Share
-
format_color_text Display Settings
-
exposure_plus_1 Recommend
-
Sponsor
-
report_problem Report
-
account_circle Login
Search stories, writers or societies
Continue ReadingClear All
What Others Are ReadingRefresh
X
Never miss what's happening on Penana!
Tante Rina
Author:
Shaltear
ISSUE #1
Bagian 1
LIKES 2
READS 6181
BOOKMARKS 33
campaign
Request update 0
Sponsor
Suggest Edits
Login with Facebook
or Sign up/Login to comment or bookmark! Click to load the next chapter
Read the whole book: HK$50
x
will be deducted
will be deducted Your current coin balance: 0Click to buy coins
A recurring charge will be deducted , unless you decide to cancel. You can cancel your subscription at any time.
You can also pay with credit card
X
After each update request, the author will receive a notification!
smartphone100
→ Request update
X
Sponsor again
Click to login
Login first to show your name as a sponsor.
Thank you for supporting the story! :)
Please Login first.
×
Write down what you like about the story
×
Reading Theme:
Font Size:
Line Spacing:
Paragraph Spacing:
Load the next issue automatically
Reset to default
×
People Who Like This
x
Before You Publish
Please ensure your story does not contain illegal, hateful, inciting, or violence-promoting content, or any infringing, plagiarized, or spam material, and that it complies with Penana’s Terms of Use.
Penana reserves the right to remove any content that violates these rules or causes legal or community risk, and to suspend or terminate related accounts.
