Jam menunjukkan pukul 03.45 dini hari. Kamar tamu sudah seperti sarang dosa yang pengap. Bau sex pekat memenuhi udara — campuran keringat manis tubuh BBW Dita, aroma memek yang basah dan asin, sperma kental Fredy yang sudah dua kali memenuhi rahim tante, dan bau tubuh muda atletis Fredy yang masih penuh tenaga. Sprei sudah basah kuyup di beberapa tempat, noda putih kental dan cairan memek bening mengkilap di bawah lampu tidur kuning temaram.
Fredy dan Dita seharusnya sudah kelelahan setelah dua ronde panjang yang brutal, tapi nafsu mereka malah semakin membara seperti api yang tidak mau padam. Kontol Fredy yang baru saja keluar dari memek Dita masih berdiri tegak sempurna, 20 cm penuh, tebal seperti pergelangan tangan orang dewasa, urat-uratnya menonjol keras, kepala kontolnya mengkilap basah oleh campuran sperma dan cairan vagina Dita yang meluber deras. Setiap denyutannya terlihat jelas, seperti monster hidup yang haus lagi.
Dita berbaring telentang dengan kaki tebalnya terbuka lebar, pantat chubbynya yang super gede masih sedikit terangkat. Memeknya yang tebal berbibir besar sekarang terlihat benar-benar rusak enak — lubangnya menganga lebar, merah membengkak, dan terus meluber sperma putih kental Fredy yang sudah dua ronde memenuhinya. Dita mengusap memeknya sendiri dengan jari gemuknya yang lembut, mengaduk-aduk sperma yang keluar, lalu menjilat jarinya perlahan sambil menatap Fredy dengan mata genit penuh nafsu gila.
“Masih ada ronde ketiga, Fred… Tante belum puas sama sekali. Kontol raksasa kamu masih keras banget, masih berdenyut minta lagi. Kali ini tante mau yang jauh lebih kasar, lebih dalam, lebih lama. Tante mau kamu hancurkan memek chubby tante ini sampai tante tidak bisa jalan besok pagi.”
Fredy tersenyum mesum, rahangnya tegang karena nafsu. Dia bangun, menarik Dita berdiri di tepi kasur dengan kasar tapi penuh gairah. Tubuh BBW Dita yang 88 kg itu bergoyang lembut saat berdiri — payudaranya yang 40H menggantung berat dan bergoyang-goyang, perut chubbynya yang lembut bergelombang, paha tebalnya yang saling gesek penuh daging montok. Fredy membalik tubuh Dita menghadap kasur, mendorong punggungnya hingga Dita membungkuk dalam posisi standing doggy style yang sempurna. Pantat Dita yang super gede dan bulat terangkat tinggi, dua belahan daging chubby-nya terbuka lebar, memeknya yang banjir terpampang jelas di depan kontol Fredy.
Fredy tidak buang waktu dengan kata-kata lembut lagi. Dia memegang pinggul lebar Dita dengan kedua tangan kuat, menggesek-gesek kepala kontolnya yang besar di celah memek Dita yang sudah licin banget, lalu mendorong masuk dengan satu hantaman kuat dan brutal.
“AAHHH!!! FUUUCCKKK!!! DALAM BANGET!!! KONTOL KAMU SAMPE PERUT TANTE!!!” Dita hampir berteriak keras, buru-buru menggigit bantal di depannya supaya suaranya tidak terdengar sampai kamar Nina. Seluruh 20 cm kontol Fredy masuk hingga pangkal dalam satu kali dorong keras. Memek Dita yang sudah longgar karena dua ronde sebelumnya sekarang terasa semakin panas, semakin licin, dan semakin rakus — dinding-dinding dalamnya menyedot kontol Fredy seperti ingin menelan semuanya.
Fredy langsung menggenjot tanpa ampun, ritme langsung cepat dan keras dari detik pertama. PLAK! PLAK! PLAK! PLAK! PLAK! PLAK!
Setiap hantaman membuat pantat Dita yang chubby bergoyang hebat seperti jelly raksasa. Daging montok di pinggul dan paha Dita bergelombang liar, bergoyang ke atas dan ke bawah, ke kiri dan ke kanan setiap kali pangkal kontol Fredy menghantam bokongnya dengan suara basah yang memalukan. Suara tabrakan daging basah memenuhi seluruh kamar — plok-plok-plok-plok yang semakin cepat dan semakin keras.
“Enak Tante?! Kontol Fredy enak di memek Tante yang chubby dan basah ini?! Memek Tante nyedot kontol keponakan sendiri kayak jalang!!” tanya Fredy sambil menepuk pantat Dita keras sekali, meninggalkan bekas merah di daging putih montok itu.
“Enak… enak bangetttt!!! Hajar tante lebih keras Fred!!! Tante suka kasar!!! Tante suka dihajar kontol raksasa keponakan!!! Memek tante milik kamu sekarang!!! Hancurkan tante!!!” jawab Dita sambil mendesah liar, suaranya parau dan penuh kenikmatan. Matanya sudah melotot keenakan, lidahnya sedikit terjulur, air liur menetes dari sudut bibir tebalnya.
Fredy semakin brutal. Dia menarik rambut panjang Dita ke belakang seperti kendali kuda, membuat punggung Dita melengkung sempurna. Satu tangannya meraih payudara raksasa Dita yang bergantung dan bergoyang-goyang liar, meremasnya kuat-kuat hingga jari-jarinya tenggelam dalam-dalam di daging montok yang lembut itu. Putingnya yang sudah keras seperti batu dicubit dan dipilin keras, membuat Dita menggelinjang hebat.
Dita sudah tidak tahan. Tubuhnya mulai kejang. Memeknya berdenyut-denyut kuat di sekitar kontol Fredy. “Fred… tante crot lagi… tante crot lagi!!! AAAHHH!!! SEMPROT!!! SEMPROT BANGET!!!”
Tubuh Dita orgasme ketiga kalinya dengan hebat sekali. Cairan memeknya menyemprot deras seperti air mancur, membasahi paha Fredy, lantai, dan bahkan kasur di depannya. Kakinya gemetar hebat sampai hampir tidak bisa menopang tubuhnya yang chubby. Memeknya menyedot-sedot kontol Fredy dengan kuat, seperti ingin memeras setiap tetes.
Tapi Fredy tetap tidak berhenti. Dia terus memompa memek Dita yang sedang orgasme tanpa ampun, membuat orgasme Dita semakin panjang dan semakin intens. “Tante… memek Tante lagi crot tapi Fredy belum selesai… tante harus terima hantaman ini terus!!”
Beberapa menit kemudian Fredy menarik kontolnya keluar dengan suara “plop” basah yang memalukan, membalik tubuh Dita dengan kasar, dan membaringkannya telentang di kasur. Dia mengangkat kedua kaki Dita yang tebal dan berat tinggi-tinggi, hampir menyentuh dada chubbynya sendiri, lalu masuk lagi dalam posisi deep missionary yang sangat dalam.
Kontolnya menghantam sangat dalam sekali, ujung kepala kontolnya menyentuh mulut rahim Dita berulang kali. “Uhh… uh… uh… uh… uh…” Dita hanya bisa mendesah pendek-pendek setiap hantaman karena napasnya sudah tersengal. Payudaranya bergoyang liar dan berat di depan muka Fredy. Fredy menunduk, menyedot puting Dita rakus sambil menggigit pelan, lidahnya menari di sekitar puting yang sudah basah dan merah.
“Fredy… tante mau lagi… tante mau crot bareng kamu… jangan keluar… isi tante lagi…” pinta Dita dengan suara parau penuh permohonan.
Fredy mempercepat ritme hingga maksimal. Kontolnya keluar-masuk seperti piston mesin, setiap dorongan membuat perut chubby Dita bergelombang hebat, payudaranya meloncat-loncat liar, dan memeknya mengeluarkan cairan terus-menerus. Keringat mereka berdua bercucuran deras, tubuh licin dan panas saling menempel. Bau sex semakin pekat.
Fredy meremas paha Dita kuat-kuat, meninggalkan bekas jari di daging montok itu. “Tante… memek Tante enak banget… rapat… basah… nyedot kontol Fredy kayak pengen minum sperma… Fredy mau crot lagi… boleh di dalam lagi ya?!”
“YA!!! ISI TANTE!!! PENUHI MEMEK TANTE SAMPAI PENUH BANJIR!!! CROT DALAM-DALAM!!! BUAT TANTE PENUH SAMA SPERMA KEPONAKAN SENDIRI!!!” jerit Dita tertahan.
Fredy mendorong sekuat tenaga terakhir. Kontolnya berdenyut keras di dalam memek Dita, kepalanya membengkak di dalam rahim tante.
“TANTE… AKU CROT LAGI!!! AAAARRRGGHHH!!!”
Semburan sperma ketiga kalinya menyembur sangat deras dan sangat banyak. Fredy menyembur delapan kali berturut-turut, masing-masing semburan tebal, panas, dan kental memenuhi rahim Dita hingga meluap-luap. Sperma putih kental keluar dari pinggir memek Dita yang sudah penuh, mengalir deras ke anus Dita, ke pantat chubbynya, dan ke sprei yang sudah basah kuyup.
Dita orgasme lagi bersamaan dengan Fredy, orgasme keempatnya malam itu. Tubuhnya kejang hebat sekali, memeknya menyedot-sedot kontol Fredy dengan kuat seperti pompa, matanya melotot, mulutnya terbuka lebar tanpa suara, lidahnya terjulur. Cairan memeknya bercampur dengan sperma Fredy, menyemprot kecil-kecil setiap denyutan.
Mereka ambruk berpelukan erat, tubuh licin keringat, napas ngos-ngosan seperti habis lari marathon. Kontol Fredy masih tertanam dalam-dalam di memek Dita yang penuh sperma, sesekali berdenyut mengeluarkan sisa-sisa sperma terakhir. Dita mengelus rambut Fredy dengan lembut sambil tersenyum lemah tapi puas luar biasa.
“Kamu… monster seks… tante sudah tiga ronde dan memek tante masih ingin lagi. Besok malam… kita harus ajak Nina. Tante sudah gila bayangin Nina juga dihajar kontol raksasa ini. Tante mau kita bertiga… tante jilat memek Nina sambil kamu entot dia… atau sebaliknya… tante mau lihat Nina minta ampun sama kontol anaknya sendiri.”
Fredy mencium bibir Dita dalam-dalam, lidah mereka saling menari lagi, kontolnya masih setengah keras di dalam memek tante BBW-nya yang penuh. “Setuju Tante… besok malam kita buat Nina ikut. Fredy mau ngentot kalian berdua bareng… memek ibu dan memek tante sekaligus.”
Mereka akhirnya membersihkan diri perlahan-lahan, berganti sprei lagi yang ketiga kalinya, membersihkan noda-noda sperma di tubuh masing-masing dengan tisu dan handuk basah. Fredy kembali ke kamarnya saat subuh mulai menyingsing, tapi di kepala keduanya, bayangan threesome gila dengan Nina sudah membakar nafsu mereka sampai tidak bisa tidur.
List cerita: docs.google.com/spreadsheets/d/1Y9KMFZBWbZEZ3EsMZ0cq_RS03eTHZrjjz5hWzH16C2c/edit?gid=0#gid=0
Versi pdf: lynk.id/bande41/oo83yqvzzw9o
ns216.73.216.98da2


