/story/231741/kumpulan-cerita-kebinalan-akhwat/?load=0
Kumpulan Cerita Kebinalan Akhwat | Penana
arrow_back
Kumpulan Cerita Kebinalan Akhwat
more_vert share bookmark_border file_download
info_outline
format_color_text
toc
exposure_plus_1
coins
Search stories, writers or societies
Continue ReadingClear All
What Others Are ReadingRefresh
X
Never miss what's happening on Penana!
G
Kumpulan Cerita Kebinalan Akhwat
blibibdi69
Intro Table of Contents Top sponsors Comments (0)

Kumpulan cerita ini menampilkan serangkaian kisah erotis yang berfokus pada perempuan berhijab atau berlatar religius yang perlahan melepaskan diri dari batasan kesalehan dan masuk ke dalam dunia hasrat yang semakin liar. Alur utamanya berkisar pada transformasi “akhwat” yang semula tampak alim, tertutup, dan menjaga aurat, namun kemudian terlibat dalam relasi seksual yang penuh cuckold, group sex, dan pelanggaran batas.

Scene Nisha dengan Kumar di depan suami (video call): Nisha: “hihihi papah seneng kayaknya honey kita Deket kayak gini… ihhh honeeyy gaa enaaakkk ada suami akuuu… papahh ihh kumar bandel main remes-remes susu mamah aja…”
(Kumar menyusu putingnya sambil Nisha mengocok penis besarnya.)
Nisha: “ihhh uhhh pahhh si Kumar malah netek sama mamah nih pahh… papah kasih lampu hijau sihh!!!”

Scene Nisha dengan Koko (majikan) saat video call suami: Nisha (bergoyang sambil disetubuhi): “membantu Koko pah…”
Setelah selesai: “makasih ya your wife memang teh best…”
Kemudian Nisha meminta restu agar Koko “memakai” dirinya agar lebih aman daripada ke cewek luar.

Scene ekstrem Nisha setelah menjadi LC: Nisha: “uhhh pahhh… Mamah mau cerita… mamah di gangbang habis-habisan sama semua karyawan Koko selama dua bulan… memek mamah d tarik-tarik sampe dowerrr… setiap 2 jamm memek mamah perlu d sodookk pahh…”
(Sambil memasukkan dildo besar ke vagina yang sudah longgar.)

Scene Dinda di angkot (awal godaan): Preman: “ternyata cewek berjilbab panjang kayak lo nafsu nya tinggi juga ya, pantesnya lo jadi lonte deh.”
(Dinda mengocok penis preman sambil kakinya digesekkan ke pria lain, lalu menjilat sperma di jarinya.)

Scene incest Doni dengan Bunda (setelah sadar): Bunda: “Baiklah… bunda memang ingin kamu, bunda ingin ngentot dengan kamu, ayo ngentotin bunda!”
Doni: “Bunda… ohh… keluar… di mana?”
Bunda: “Terserah Doni… tapi jangan di dalam… bunda takut hamil…”
(Doni tetap keluar di dalam.)

Scene threesome Ayu & Indri: Ayu: “Aaauuhh.. Aahh.. Abi sayaang.. Kontolhh.. Mentok biihh…”
Indri: “Aaahh.. enak yaah mbak Ayu.. Indri juga pengen…”
(Kedua istri bergantian disetubuhi, lalu saling berbagi sperma.)

Beberapa scene di atas menonjolkan desahan yang berulang (“uhhh”, “ahhh”, “enakkk”), godaan di depan suami, serta intrik di mana tokoh perempuan secara aktif meminta izin atau mendorong hubungan di luar nikah sambil tetap mengklaim “cinta cuma untuk suami”.

Penulis: Khansa_

Show Comments
BOOKMARK
Total Reading Time: 43 minutes
toc Table of Contents
bookmark_border Bookmark Start Reading >
×


Reset to default

X
×
×

Install this webapp for easier offline reading: tap and then Add to home screen.