My Jule: Cuckold Selebgram Hijaber Viral
Di layar Instagram, Julia Prastini dikenal sebagai Jule selalu tampil sempurna. Hijab syar’i yang menutup dada, gamis longgar berwarna lembut, senyum kecil yang terlihat tulus, dan caption yang berbicara tentang syukur, keluarga, serta nilai-nilai keislaman. Ia adalah salah satu wajah “akhwat muda” yang naik dengan cepat pada tahun 2020. Setelah tiga tahun di pesantren, ia pulang ke Jakarta dan mulai mengunggah foto sederhana di balkon rumah. Jumlah pengikut melonjak dari ribuan menjadi puluhan ribu, lalu ratusan ribu. Orang-orang memujinya sebagai hafidzah cantik yang masih menjaga diri, mirip artis Korea namun tetap sopan. Ayah dan ibunya mengawasi ketat: setiap pemotretan harus didampingi, setiap produk harus menutup aurat, setiap jadwal harus dilaporkan. Jule masih muroja’ah, masih shalat tepat waktu, dan masih merasa bahwa selama ia jujur kepada orang tua, semuanya akan tetap terkendali.
Namun angka pengikut, tawaran brand, dan pujian itu perlahan mengubah ritme hidupnya. Ia mulai kolaborasi dengan selebgram lain. Beberapa di antara mereka sudah memiliki pasangan. Jule mengamati, tidak menghakimi, tapi juga tidak ikut. Di rumah, pengawasan orang tua tetap ketat. Setiap minggu ia harus melaporkan ke mana saja ia pergi. Uang dari endorsement mulai masuk, sebagian ditabung, sebagian diberikan kepada ibu. Ia masih percaya bahwa batasan itu membuatnya aman.
Menjelang akhir 2020, komentar netizen mulai memasangkan namanya dengan Na Dae-hoon, chef dan konten kreator asal Korea Selatan. Daehoon mengirim pesan singkat. Percakapan mereka berkembang pelan. Jule tidak langsung cerita kepada orang tua, tapi ketika Daehoon merencanakan datang ke Indonesia, ia menunjukkan pesan itu. Ayah dan ibu memberi syarat ketat: pertemuan harus di tempat terbuka, ada pendamping, tidak boleh lama. Mereka bertemu beberapa kali. Kolaborasi konten memasak dan OOTD membuat followers keduanya naik drastis. Netizen menyebut mereka “jodoh yang dipertemukan komentar.”
Daehoon kembali lagi. Ia menyatakan niat menikahi Jule di depan kedua orang tua. Proses lamaran dan akad berlangsung dengan pengawasan keluarga. Pernikahan digelar di ballroom hotel besar di Jakarta, disponsori beberapa brand. Jule mengenakan gaun pengantin muslimah yang menutup seluruh tubuh. Setelah akad, mereka mengunggah foto bersama. Komentar membanjir. Banyak yang merasa menyaksikan cerita bahagia.
Malam pertama di kamar hotel, Daehoon membuka gaun Jule dengan hati-hati. Hijab dilepas, lingerie putih terlihat. Ia mencium, menjilat, lalu masuk pelan. Jule masih rapat. Ia merintih, memanggil “Oppa,” dan mencapai klimaks beberapa kali. Daehoon keluar di dalam. Mereka berulang kali. Jule tertidur dalam pelukan suaminya, merasa sepenuhnya menjadi milik Daehoon.
Kehidupan setelah menikah terlihat harmonis di media. Mereka diundang ke talk show, podcast, dan membuat konten sehari bersama. Daehoon memasak, Jule membantu. Di rumah, ritme terbentuk. Namun di ranjang, semuanya mulai terasa datar bagi Jule. Daehoon baik, pekerja keras, tidak pernah memaksa. Tapi tubuh Jule yang masih muda haus sentuhan yang lebih kasar, lebih dalam, lebih menguasai.
Pertemuan pertama dengan Safrie terjadi di club malam kawasan Sudirman. Jule datang bersama Clara dan Ella. Hijab siang hari diganti scarf tipis, dress ketat dengan belahan dada terbuka. Di meja VIP, Safrie duduk di sudut. Tubuhnya tinggi, bahu lebar khas petinju, kulit sawo matang. Mereka saling follow. Chat dimulai sederhana, lalu berubah menjadi foto-foto. Safrie mengirim gambar tubuh berkeringat setelah latihan, lalu handuk longgar, lalu telanjang penuh. Penisnya tebal, panjang, gelap, berurat. Jule menonton berulang kali, menyentuh dirinya sendiri di kamar sementara Daehoon masih di dapur. Ia membalas dengan foto payudara tanpa bra. Percakapan semakin berani. Safrie menulis bahwa ia ingin masuk dalam-dalam sampai Jule menangis. Jule menjawab “Oke.”
Malam pertama di hotel, Jule datang dengan alasan meeting brand. Safrie tidak pelan. Ia masuk dalam satu dorongan kasar. Jule berteriak, menggigit bantal, merengek minta lebih dalam. Safrie terus menghentak, memprovokasi bahwa tubuhnya dibuat untuk kontol besar, bukan untuk yang di rumah. Mereka berganti posisi selama hampir dua jam. Jule klimaks berkali-kali. Safrie keluar di dalam. Jule berbaring telanjang, vagina terasa penuh dan nyeri, dan untuk pertama kalinya ia merasakan sesuatu yang jauh lebih besar dan lebih kasar daripada yang pernah ia rasakan bersama Daehoon. Ia belum ingin pulang.
Setelah itu, pertemuan menjadi lebih sering. Jule mulai menginap di apartemen Safrie dengan alasan syuting di luar kota. Mereka melakukan hampir semua hal yang kemudian bocor: di kasur, di sofa, di dapur, di balkon. Salah satu video yang tersebar adalah rekaman dari atas Jule telanjang total tanpa hijab, rambut terurai, naik-turun di atas Safrie sambil mengerang, wajahnya terlihat jelas.
Skandal meledak pada akhir 2025. Foto dan video beredar. Sidang perceraian di Pengadilan Agama dipenuhi kamera. Jule datang dengan hijab rapi, makeup sempurna. Safrie duduk di sebelahnya. Di bawah meja, tangan Safrie menyentuh pahanya. Setelah sesi, di mobil, Safrie menarik Jule ke pangkuannya. Hijab masih menempel, tapi dress dibuka. Ia menghisap payudaranya, memasukkan dua jari ke dalam vagina yang sudah basah, lalu masuk dengan hentakan petinju. Jule mencapai klimaks duluan. Safrie keluar di dalam. Mereka merapikan pakaian dan kembali ke gedung.
Di ruang mediasi, Jule bersikap dingin. Daehoon masih ingin rujuk demi Junho. Jule menolak. “Naluri sebagai istri dan ibu sudah mati. Yang saya mau hanya pembagian harta.” Ia tidak menangis, tidak meminta maaf, tidak menyebut Junho dengan lembut. Setiap kali Daehoon berbicara tentang anak, Jule memotong dengan angka properti dan kontrak endorsement.
Setelah mediasi, mereka ke hotel. Safrie mendorong Jule ke dinding, melepas hijab, membuka dress sepenuhnya. Ia mengangkat kedua kaki Jule, masuk dari belakang, menarik rambutnya. “Kamu bilang naluri ibu sudah mati. Tapi tubuh kamu masih hidup banget buat saya.” Jule mengerang. Safrie keluar lagi di dalam. Jule berbaring terengah, tubuh penuh bekas, tidak memikirkan Daehoon maupun Junho.
Di Rubicon milik Safrie setelah sidang, Jule sudah melepas hijab. Dress digulung sampai pinggang, tidak memakai celana dalam. Ia menunduk, menghisap penis Safrie yang masih basah dari pertemuan sebelumnya. Ia memasukkan sampai pangkal, tersedak, air mata keluar, tapi tidak berhenti. Safrie memegang rambutnya. “Telan. Sampai mentok.” Jule menelan sperma, menjilat bersih. Mereka sudah tinggal bersama beberapa bulan. Jule lebih sering tidur di ranjang Safrie daripada di rumahnya sendiri.
Kisah tidak berhenti di Safrie. Di sela-sela, Jule bertemu Diva saat pemotretan kolaborasi. Di backstage, ketika istri Diva berada di ruang depan, Diva meremas pinggang dan pantat Jule di atas gamis, lalu menciumnya selama lima menit. Jule membalas lebih dulu, lidahnya masuk, tangannya meraba dada Diva. Nomor pribadi diberikan. Malam itu mereka makan di restoran private. Di mobil, Jule melepas hijab sepenuhnya. Diva menghisap payudaranya, Jule mengocok dan menghisap penis Diva yang berukuran sedang lebih besar dari Daehoon, tapi tidak sebesar Safrie sampai Diva keluar di mulutnya. Satpam mengetuk kaca. Mereka tertawa, lalu melanjutkan di jalan sepi sampai selesai. Jule tidak pulang. Ia menginap di apartemen Clara.
Clara sendiri sudah lama bermain di luar. Jule pernah melihatnya di parkiran bersama dua pria. Clara tidak menyesal. “Suamiku dulu juga sudah tidak bisa. Sekarang aku bebas.” Ia mendorong Jule: “Kamu masih muda. Badan kamu masih bagus. Jangan disia-siakan.”
Di apartemen Clara, Jule diajak gym. Personal trainer bernama Reno duda, tinggi 187 cm, badan kekar, lengan dan dada berbulu menjadi spotter. Sentuhan tangan besarnya saat membetulkan posisi membuat vagina Jule dan Clara basah. Malam itu, Jule menginap di kamar tamu. Ia mendengar desahan dari kamar Clara. Melalui celah pintu, ia melihat Clara di atas Reno, lalu digoyang dari belakang dengan penis yang panjang dan berurat lebih panjang dari milik Safrie. Clara memohon dihentak lebih kasar, squirt, dan terus meminta. Jule berdiri di koridor, tangan masuk ke celana pendek, klimaks sambil menonton.
Reno kemudian masuk ke kamar Jule. Ia menutup mulutnya, berbisik agar tidak membangunkan Clara, lalu meremas payudara, menghisap leher, memasukkan dua jari tebal ke dalam vagina yang sudah basah. Jule klimaks di jarinya. Reno pergi, lalu kembali telanjang. Ia memaksa Jule menjilat penisnya yang besar. Mulut Jule tidak muat. Reno naik, mencium, menghisap payudara, mengoral vagina Jule sampai ia klimaks lagi. Ketika penis besar itu mulai masuk, Jule memekik karena sakit. Reno masuk pelan selama sepuluh menit sampai hampir pangkal. Mereka bercinta selama berjam-jam dalam berbagai posisi missionary, woman on top, doggy, berdiri ala koala. Jule mencapai klimaks berkali-kali. Reno keluar lima kali di dalam. Saat adzan subuh berkumandang, Jule pingsan di pelukan Reno, rahimnya penuh.
Di luar, Daehoon masih mengurus anak-anak dengan bantuan mbak. Orang tua Jule datang dan melihat keluarga yang tampak utuh. Di feed, foto terakhir Jule masih berhijab rapi. Di dalam, ia sudah tidak ingat rasanya penis Daehoon. Ia memilih terus kembali ke Safrie, ke Diva, ke Reno, dan ke siapa pun yang membuat tubuhnya lupa segalanya. Naluri ibu yang dulu ia sebut di pengadilan memang sudah tidak ada. Yang tersisa hanya keinginan untuk diisi, dihentak, dan direkam, sementara dunia luar masih percaya pada citra akhwat cantik yang ia bangun sejak 2020.
Harta masih diperebutkan. Junho masih kecil. Brand sebagian membatalkan kontrak. Tapi Jule sudah memilih. Di setiap malam, hijab dilepas, tubuh terbuka, dan ia membiarkan dirinya dihancurkan oleh pria-pria yang jauh lebih besar dan lebih kasar daripada suami yang pernah ia panggil Oppa di malam pertama mereka. Ia tidak ingin pulang. Dan ia tidak akan berhenti.
ns216.73.216.62da2


