Saat menghadiri sebuah pesta pernikahan mewah, Heru dan Tia menjadi pusat perhatian.283Please respect copyright.PENANAgAJEUJI4PS
Di mata publik, mereka adalah pasangan ideal yang membuat semua orang iri. Heru, 34 tahun, manajer sukses berpenampilan menawan. Tia, 29 tahun, cantik dan elegan.283Please respect copyright.PENANAbnqKNbts8Z
“Kalian berdua benar-benar serasi, ya. Selalu mesra,” puji seorang kolega.283Please respect copyright.PENANARnGwdF5gIk
Heru tertawa, merangkul pinggang Tia dengan erat. “Harus dong. Istri secantik Tia mana boleh dilepas,” jawab Heru penuh pesona palsu.283Please respect copyright.PENANAParFbdHBrQ
Tamu-tamu tersenyum, mengagumi fasad sempurna itu. Tia hanya tersenyum tipis, senyum yang sopan, namun tidak pernah benar-benar mencapai matanya yang tampak kosong.
***
Sesampainya mereka di rumah, fasad itu segera runtuh.283Please respect copyright.PENANA3t4oIwu9jg
“Mas...” ucap Tia sambil menyentuh paha Heru yang sedang berbaring di kasur.283Please respect copyright.PENANAPx6mErzs37
Dari tatapannya, Heru tahu apa yang istrinya mau. “Aku lagi capek banget, Sayang. Kerjaan numpuk. Kita tidur aja ya,” tolak Heru.283Please respect copyright.PENANA2k5NlFfGXE
Setelah sekian bulan tidak terpenuhi kebutuhan batinnya, malam ini Tia kembali ditolak.283Please respect copyright.PENANA9V3xJ4txn6
Tia pun mematikan lampu, lalu berbaring membelakangi Heru, menelan kekecewaannya dalam diam.
Tia ... Tia tidak tahu kalau Heru sebenarnya tidak sedang lelah, tapi sedang menyimpan tenaganya untuk "balapan liar” besok malam.283Please respect copyright.PENANAb2dGUP7nCY
“Balapan” dengan mengendarai Dina, fotomodel seksi berusia dua puluh tahun yang sedang naik daun. Tungganggan yang membayangkannya saja sudah membuat kontol Heru tegang.283Please respect copyright.PENANATLzJiSTbdK
Bagi Heru, Dina adalah supercar yang bisa ditungganggi dengan kecepatan penuh tanpa ampun. Tidak seperti Tia yang seperti mobil keluarga: terawat, bisa diandalkan, tapi lambat dan tak ada sensasi.
Ya, sejak tiga tahun terakhir, gairah kini hanya menyala untuk lintasan-lintasan baru yang menantang.
***
Keesokan malamnya, di sebuah kamar hotel mewah yang temaram, gairah itu meledak. Tanpa basa-basi, Heru dan keempat temannya—Yanto, Rudi, Arman, dan Mulyadi—memulai pemanasan.
Kini, model seksi yang juga melacur itu berlutut pasrah di hadapan mereka berlima. Begitu disodorkan, Dina langsung melayani kelima kontol dengan mulut dan kedua tangannya.
Gluk, gluk, gluk, gluk, gluk, gluk....
Lalu, merasa pemanasan itu kurang seru, Yanto dan Rudi memaksa Dina menerima dua kontol sekaligus di mulutnya.283Please respect copyright.PENANAQuznjgI4Sg
Dina pun terbatuk, matanya berair, tapi cengkeraman kasar di rambutnya tak memberinya pilihan.283Please respect copyright.PENANAmWSVTUeLA7
Lalu, saat giliran Heru menikmati mulut Dina, ia mendobrak pangkal tenggorkkan Dina dengan kasar, sesekali menampar pipinya.283Please respect copyright.PENANAHX3agZI6f3
Setelah puas dengan pemanasan yang cukup lama, pesta utama pun dimulai. Dina, tanpa dizinkan istirahat, langsung didorong ke atas ranjang.283Please respect copyright.PENANAH3bCFBJy6E
Kemudian, Heru mengambil posisi terlentang, kontolnya tegak. Lalu Yanto dan Rudi mengangkat Dina, memosisikan memeknya agar tepat di atas kontol Heru.283Please respect copyright.PENANAt08wNmo4J7
Blesss.283Please respect copyright.PENANAxtQPXPEOtx
Lalu, tanpa aba-aba, Yanto memasukkan kontolnya ke anus Dina yang sempit, membuatnya merintih kesakitan. Namun, suara rintihan itu justru membuat kelima pria itu semakin bernafsu.
Sementara itu, Rudi mengisi mulut Dina dan memompanya dengan kasar. Lalu dua lainnya menyuruh Dina mengocok kontol mereka.283Please respect copyright.PENANAuuw9Fc0VnF
Malam itu, mereka memompa ketiga lubangnya tanpa jeda, lagi dan lagi. Mereka pun bertukar posisi sesuka hati, memastikan setiap orang mencicipi semua lubangnya.283Please respect copyright.PENANArXN6BYJp4l
Tawa kasar mereka beradu dengan suara decit ranjang dan tangis Dina yang tertahan. Ini... ini adalah pertunjukan dominasi total.
“Lonte ini udah dibayar. Boleh kita pakai sepuasnya. Sampai lecet juga nggak apa-apa,” kata Yanto yang kemudian disambut tawa yang lain.
Dan seperti balapan yang sudah-sudah, mereka sama sekali tidak menahan diri. Berkali-kali, mereka melepaskan peju di dalam ketiga lubang, mengisi penuh memek dan anusnya hingga tumpah ruah.
Tapi, pesta belum berakhir. Pesta baru selesai kalau mereka melewati "garis finish" bersamaan.
Kini, mereka memaksa Dina, yang sudah nyaris tak sadar, untuk menerima putaran terakhir.
Satu per satu, mereka crot di wajah Dina hingga wajahnya tertutup total, membuatnya terengah-engah dan sulit bernapas.
Dan... balapan brutal itu pun selesai, meninggalkan Dina terkulai lemas di atas seprai yang basah dan berantakan. Tubuhnya gemetar hebat, anusnya lecet dan tatapannya kosong.
Sementara itu, kelima pria itu terengah-engah puas sambil membersihkan diri, seolah tak terjadi apa-apa.
Mereka sama sekali tidak peduli pada lonte yang baru saja mereka obrak-abrik. Bagi mereka, lonte seperti Dina fungsinya memang hanya untuk dientot brutal.
Lalu, di tengah kepulan asap rokok, mereka membicarakan pesta liar berikutnya.283Please respect copyright.PENANApMslnri88f
"Kalau gini-gini aja, lama-lama bosen juga,” kata Yanto.283Please respect copyright.PENANAfuy23dLTrO
Seketika, nada kebosanan itu menular.283Please respect copyright.PENANAsdoFHwxRdF
Rutinitas ini, seliar apa pun, mulai terasa hambar. "Bulan depan, gua cari selebgram baru deh," usul Heru. "Yang masih fresh, yang belum banyak dipake”.283Please respect copyright.PENANAePlSjiOFpa
Yanto menggeleng. "Jangan! Model, selebgram... sama aja. Kayak Dina ini udah dipake banyak kontol. Kurang greget".283Please respect copyright.PENANAshmXn0dm9W
Lalu, Yanto membungkuk ke depan, suaranya merendah, seolah berbagi rahasia gelap.283Please respect copyright.PENANAfVlV2FQ85o
"Gua pengen kita obrak-abrik memek bini orang”.283Please respect copyright.PENANAYQitDpW1yK
Keempat temannya terdiam sejenak, lalu seringai licik muncul di wajah mereka.283Please respect copyright.PENANA373N9Wole2
"Sensasinya beda," lanjut Yanto, matanya berbinar. "Bukan cuma make. Tapi ngerusak. Ngerusak mainan orang lain pas pemiliknya lagi nggak ada. Itu... baru nikmat”.283Please respect copyright.PENANAVcghHkTW3b
Gagasan itu seketika membangkitkan gairah baru di ruangan itu. Mereka semua mengangguk setuju.283Please respect copyright.PENANAM99agThH4f
Yanto, sebagai "pencari bakat" di grup itu, menyatakan dialah yang akan mencari target baru untuk pesta bulan depan. Rencananya, dua malam.
Baca cerita selengkapnya di https://lynk.id/adriancorvus/283Please respect copyright.PENANAQqImMrgDlD


