/story/221728/tragedi-pemerkosaan-mahasiswi-kkn/toc
Tragedi Pemerkosaan Mahasiswi KKN | Penana
arrow_back
Tragedi Pemerkosaan Mahasiswi KKN
more_vert share bookmark_border file_download
info_outline
format_color_text
toc
exposure_plus_1
coins
Search stories, writers or societies
Continue ReadingClear All
What Others Are ReadingRefresh
X
Never miss what's happening on Penana!
G
Tragedi Pemerkosaan Mahasiswi KKN
blibibdi69
Intro Table of Contents Top sponsors Comments (0)

Alex yang sudah dikuasai nafsu tanpa menunggu langsung mendekap dan menindih tubuh putih mulus Asty yang setengah telanjang sambil terus melumat bibir Asty dengan gerakan lembut.

“Wah.. wah.. Wah.. lihat siapa ini..?” terdengar suara bernada mengejek dari atas mereka.

Bak disambar geledek keduanya langsung melompat dan saling menjauh dengan sekujur tubuh gemetar sebagai campuran reaksi antara kaget, marah, malu dan takut sekaligus. Betapa terkejutnya mereka, tahu-tahu tiga orang lelaki bertampang kasar sudah berdiri di dekat mereka. Asty dan Alex mengenal ketiganya. Ketiganya adalah mantri hutan setempat, yang satu bernama Pak Arman, pria kekar dan bercambang lebat yang merupakan Mantri kepala, yang satu lagi bertampang mirip pemadat, kurus kering dengan wajah pucat menyeringai menyebalkan, sering disapa dengans sebutan Pak Man, dan yang terakhir bertubuh hitam gemuk agak tua dengan rambut beruban di banyak tempat, dia Pak Johan. Secara refleks Asty mendekap bagian dadanya yang hanya berbalut Bra tipis. Sementara bagian bawahnya yang hanya tertutup celana dalam bebas dipelototi oleh ketiga mantri hutan itu.

“hehehehe.. orang kota suka seenaknya saja..” kata Pak Arman sambil melirik ke bagian bawah tubuh Asty yang nyaris telanjang. Asty beringsut dan mencoba menutupi tubuhnya dengan tangan dengan usaha yang nyaris sia-sia karena tangannya terlalu kecil untuk menutupi tubuhnya.

“Ma.. maaf Pak.. kami khilaf..” Alex berujar terbata-bata karena takut dan malu.

“Iya Pak.. maafkan kami..” Asty memohon dengan suara memelas. Wajahnya yang semula putih sekarang berubah kemerahan karena malu dan takut.

“Heheheh.. soal minta maaf itu mudah, tapi karena kalian sudah melanggar aturan adat maka kalian harus dihukum,” Pak Arman berujar lantang dan datar mencoba menyembunyikan kondisi dirinya yang menahan gejolak melihat tubuh Asty yang putih mulus nyaris telanjang itu.

“Uhh.. wajahmu mulus sekali Non..” Pak Arman lalu mencium pipi Asty, antara geli dan jijik Asty memajamkan mata. Lalu Pak Arman mulai menelusuri bibir Asty yang merah dan mulai melumatnya dengan gerakan lembut. Pak Arman terus berusaha mendesakkan bibirnya mengulum bibir Asty, lidahnya mencoba menerobos masuk ke mulut Asty, sementara tangannya juga bergerilya meraba-raba dan meremas payudara Asty. Asty menggelinjang mendapat perlakuan itu. Sambil bibirnya terus mengulum bibir Asty, tangan Pak Arman juga memelintir-melintir puting payudara Asty dengan gerakan kasar. Asty meringis kesakitan tapi perlahan perlakuan Pak Arman justru menimbulkan sensasi aneh dalam dirinya, tubuh Asty menegang saat sensasi itu melandanya, tanpa sadar Asty mulai mendesah.

“Ayo, kalian juga boleh ikut..?” Pak Arman memanggil kawan-kawannya. Asty makin menderita mendengar ucapan itu, kali ini tiga orang yang mengerubutinya, mereka meraba-raba ke sekujur tubuhnya. Pak Man yang berangasan bahkan meremas-remas payudara kiri Asty dengan kasar, sementara sebelah tangannya meraba dan meremas pantat Asty yang sekal.

“Uohh.., Pentilnya dahsyat, pantatnya juga nih.. kayaknya enak nih kalo ditidurin,” kata Pak Man. Sementara Pak Johan sedang asyik berkutat dengan payudara Asty sebelah kanan. Dia menjilati dan menyentil puting payudara Asty dengan lidahnya.

“Ohh.. baru tahu ?” Pak Arman tertawa di tengah usahanya menjilati payudara Asty. Asty hanya bisa merintih pasrah. Apalagi saat Pak Arman mulai menggerayangi vaginanya.

“Ohh.. tempiknya bagus banget nih Pak Man..” Pak Arman menggesek-gesekkan jarinya di bibir vagina Asty, sementara Pak Man dan Pak Johan kali ini sibuk menciumi dan menjilati payudara Asty sementara tangannya membelai-belai perut Asty yang licin.

Show Comments
BOOKMARK
Total Reading Time: 30 minutes
toc Table of Contents
bookmark_border Bookmark Start Reading >
×


Reset to default

X
×
×

Install this webapp for easier offline reading: tap and then Add to home screen.