/story/221107/tragedi-malam-pengantin-series-21/toc
Tragedi Malam Pengantin Series 21+ | Penana
arrow_back
Tragedi Malam Pengantin Series 21+
more_vert share bookmark_border file_download
info_outline
format_color_text
toc
exposure_plus_1
coins
Search stories, writers or societies
Continue ReadingClear All
What Others Are ReadingRefresh
X
Never miss what's happening on Penana!
G
Tragedi Malam Pengantin Series 21+
blibibdi69
Intro Table of Contents Top sponsors Comments (0)

Aku adalah seorang bujangan yang mempunyai sebuah rumah di perumahan yang terletak di pedalaman pinggiran kota. Telah lama aku tak mengunjungi rumahku itu, karena aku telah lama kost di kota dan bekerja di sana.

Hari itu telah gelap dan tak seorangpun yang tahu aku memasukki rumahku, namun aku sempat melihat rumah sebelahku tinggal terdapat tanda pengenal bahwa rumah itu adalah rumah sepasang pengantin baru.

Sekejap hatiku tergetar, sejak kecil aku mempunyai hobi mengintip, terutama dalam hal mengintip perempuan dan yang paling aku berhasil melaksanakan aksiku adalah ketika ia sedang mandi, tak lebih dari itu. Namun saat ini keinginan untuk mengintip seperti apa sepasang pengantin baru ini begitu sangat menggugah hatiku untuk tidak menolaknya.

Dinding kamarku kini berlubang sudah, sebesar ibu jari orang dewasa. Kudekatkan bola mataku ke lubang tersebut, ada gelungan kelambu putih yang tembus pandang kedalam dan aku lega karena dengan adanya gelungan kelambu tersebut yang mungkin merupakan aksesoris kamar pengantin tersebut agak menutupi samar lubang yang telah aku buat.

Aku dapat menatap ranjang yang terpampang di ruangan kamar yang tak begitu besar itu. Dan benar, itu adalah kamar pengantin mereka, terlihat dari adanya hiasan-hiasan yang melekat di dalam kamar tersebut seperti pernak-pernik bebungaan yang menempel di tepian meja rias yang bercermin serta lemari dua pintu yang bercermin pula menghadap padaku.

Terbayang di otakku jika nanti aku dapat menyaksikan malam pengantin mereka bisa dari berbagai sudut karena adanya cermin-cermin itu.

Lalu terdengar suara dari daun jendela yang dibuka paksa di lantai bawah rumah sebelahku itu, disertai keributan sesudahnya. Aku mengintip kembali pada celah dinding kamar itu dan kudapati gadis pelaminan itu wajahnya yang cantik berubah menjadi pucat akibat dilanda keterkejutannya dengan adanya ribut-ribut di bawah itu.

Ia bangkit dari duduknya dari meja rias dan bergegas membuka pintu kamarnya untuk melihat apa yang tengah terjadi di bawah dimana sang suaminya masih berada. Namun terlambat, karena salah satu sosok tamu tak diundang itu membarenginya masuk ke kamar itu seraya menahan laju tubuh gadis cantik ini dan mendekapnya.

“Ahh..! Siapa ini?! Lepaskan! Aah.. tol.. hmmpph!”, jerit gadis itu yang langsung tertahan oleh bekapan telapak tangan sosok pria berkulit gelap yang bertubuh besar dan sangat kekar itu.

Seseorang dari belakang lelaki itu menyusulnya dan membantu lelaki pertama yang mendekapnya tadi yang masih dalam posisi berdiri berhimpitan sambil mendekatkan sebilah belati yang telah terhunus di leher jenjang gadis mempelai itu yang putih mulus.

Show Comments
BOOKMARK
Total Reading Time: 1 hour 2 minutes
toc Table of Contents
bookmark_border Bookmark Start Reading >
×


Reset to default

X
×
×

Install this webapp for easier offline reading: tap and then Add to home screen.