Semua gelap. Tak ada yang bisa Gw lihat. Bagaikan mimpi, tapi bedanya Gw dapat berfikir dan berbicara dalam hati. Secara tiba-tiba muncul sebuah cahaya kecil yang perlahan-lahan melebar dan menampilkan peristiwa dalam ingatan Gw yang tidak pernah Gw ingat sebelumnya.
10386Please respect copyright.PENANAYv979AmOnv
Semua berawal ketika Gw kelas 5 SD semester akhir.
10386Please respect copyright.PENANAcSiZa2iKK7
Pada saat itu Gw sedang menikmati kesendirian Gw yang hanya ditemani oleh sebuah PSP di dalam kamar Gw. PSP yang Gw sewa seharga seribu rupiah per jam di sebuah warung sembako yang juga membuka rental PS sebagai sampingannya.
10386Please respect copyright.PENANAtdWdJFEfVJ
*Toktoktok
"Jaka?"
10386Please respect copyright.PENANAJhgRzu9kZo
"Iya, mah."
10386Please respect copyright.PENANAVS8shkBupq
Mama Gw mengetok pintu kamar Gw bersama Nala.
10386Please respect copyright.PENANAWSiypbG7Ib
*Jgrekkk
Kamar Gw yang semua gelap karena hanya diterangi oleh layar PSP, kini dimasuki oleh cahaya luar setelah Mama Gw membuka pintu kamar Gw dan masuk menghampiri Gw.
10386Please respect copyright.PENANAte7IhVQYnQ
"Kamu lagi main game, Jak?" tanya Mama Gw.
10386Please respect copyright.PENANAdvVFUQSk9R
"Iya, Mah." jawab Gw sambil tetap menatap layar PSP Gw.
10386Please respect copyright.PENANAHopDWkIplx
Mama Gw pun masuk lalu duduk di samping Gw dan mengusap kepala Gw.
10386Please respect copyright.PENANAWdaAeNz3I1
"Kakak kamu belum pulang?" tanyanya.
10386Please respect copyright.PENANA1wcVaoi4Yd
"Belum, Mah. Masih di kuburan Ayah" jawab Gw.
10386Please respect copyright.PENANATxl3BeGs3D
Kini Gw ingat. Pada saat itu, Gw sedang menahan kesedihan Gw sepeninggal Ayah Gw dua hari sebelumnya. Sebuah kematian yang tidak terduga karena secara tiba-tiba Ayah Gw merasakan sakit kepala yang teramat sangat di pagi hari setelah dia bangun tidur. Kami sekeluarga panik, memanggil tetangga sekitar dan lalu membawanya ke rumah sakit. Namun sayang, dua hari kemudian dia meninggal tanpa diketahui penyakit yang dideritanya.
10386Please respect copyright.PENANA6rq82rTW7k
"Kamu yang sabar ya, Jak." ucap Mama Gw dengan haru, dengan mata yang sedikit merah seperti seseorang yang baru saja menangis.
10386Please respect copyright.PENANA07eGAFdUnm
"Iya, Mah." jawab Gw sambil tetap fokus pada permainan.
10386Please respect copyright.PENANAvmMeyTJhYk
Mama Gw termenung duduk di samping Gw, diam menatap kosong ke pintu kamar Gw. Tidak ada suara, tidak ada gerakan pula. Hanya diam merasakan kesedihan setelah ditinggal suaminya tercinta dan memikirkan dengan cara apa dia bisa menghidupi kedua anaknya tanpa seorang suami disisinya.
10386Please respect copyright.PENANA8maEd2kdXW
Suasana duka masih menyelimuti kami seminggu lamanya. Selama 7 malam rumah kami dipenuhi orang tetangga yang menahlilkan Ayah Gw. Dan juga selama 7 malam berturut-turut, Gw dan Nala sering melihat Mama Gw sedang duduk di kasur kamarnya menatap foto Ayah sambil berbicara tanpa dapat kami dengar isi pembicaraannya.
10386Please respect copyright.PENANAisK41e93Qv
"Kak, Mama masih ngobrol sama Ayah tuh." ucap Gw ke Nala.
10386Please respect copyright.PENANAJpj0rsHdNY
"Ya namanya masih sedih, dek." jawabnya.
10386Please respect copyright.PENANA7gQ0cP9wpm
"Tapi sampe ngobrol gitu sama foto Ayah. Aku takut Mama jadi gila." kata Gw sekenanya.
10386Please respect copyright.PENANAcbSkjRbtkc
"Ihh, kamu. Gak boleh ngomong gitu. Gih kamu temenin Mama, kamu ajak ngobrol biar Mama enggak gila." suruhnya.
10386Please respect copyright.PENANAcfybk0jayo
"Nanti ganggu Mama gak? Takutnya Mama mau ngobrol berdua sama Ayah aja."
10386Please respect copyright.PENANA3NIMt10dQ0
"Daripada Mama nanti jadi gila, kamu minta jajan sama siapa hayoh."
10386Please respect copyright.PENANAc8ilg61495
Kalimat yang diucapkan Nala berhasil membuat Gw takut akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada Mama.
10386Please respect copyright.PENANAgwS4d1CiCN
"Mah." panggil Gw disaat Gw masuk ke kamarnya.
10386Please respect copyright.PENANArOV7eX9GOK
"Iya, Jak?"
10386Please respect copyright.PENANAjFePPLMPDb
"Mama masih ngobrol sama Ayah?" tanya Gw.
10386Please respect copyright.PENANAuPkHEMxBLm
"Enggak kok, Jak. Mama lagi ngeliatin foto Ayah aja." ucapnya berbohong karena sebelum Gw masuk Gw masih mendengar Mama yang berbicara dengan Ayah tanpa bisa Gw dengar isi pembicaraannya.
10386Please respect copyright.PENANA9CUF9uczqA
"Mama masih kangen Ayah, ya?" tanya Gw sambil menghampirinya lalu bergelendot melingkarkan tangan Gw di lehernya, memeluknya dari belakang seperti ingin digendong.
10386Please respect copyright.PENANANfS9gvleSL
"Iya nih. Mama masih belum nerima kenyataan kalau Ayah udah enggak ada." jawabnya.
10386Please respect copyright.PENANA9wTKCnDeKH
"Mama tenang ya, ada aku sama Kakak kok." ucap Gw sambil menggoyang-goyangkan tubuh Mama Gw, manja.
10386Please respect copyright.PENANAajoWtVi9Ry
"Ihh, kamu kok gelendotan kayak anak kecil sii."
10386Please respect copyright.PENANAJmCT5RVSD8
"Emang masih kecil, Mah. Hehehe." jawab Gw.
10386Please respect copyright.PENANAaGSV7cixay
"Manja kamu ihh." ucapnya lalu menarik pantat Gw seperti ingin menggendong Gw.
10386Please respect copyright.PENANAdHLPhh0NbQ
Lalu ketika tubuh Gw menempel pada punggungnya tiba-tiba Mama Gw kaget, dia langsung melepaskan gendongannya dan memundurkan pinggul Gw dari punggungnya.
10386Please respect copyright.PENANAXTU7wu89O6
"Tidur gih, Jak. Udah malem." panggilnya.
10386Please respect copyright.PENANA47fQ1mnxx5
"Mama mau Jaka temenin gak?" tanya Gw menawarkan agar Gw menemani Mama Gw tidur di kamarnya.
10386Please respect copyright.PENANAQsks0SnOvm
"Yaudah. Temenin Mama ya." ucapnya.
10386Please respect copyright.PENANA0v2o9JbmxB
Tak butuh waktu lama, Gw pun tertidur pulas di sampingnya setelah Mama Gw melakukan hal yang sangat Gw sukai ketika dia membantu Gw agar tertidur dengan cepat. Yaitu mengusap dengan jari jemarinya sebuah garis lurus dari kening menuju hidung Gw berulangkali dengan lemah lembut.
10386Please respect copyright.PENANAIVgYJfTbyJ
Disaat Gw hanyut di dalam mimpi, Gw merasa ada sesuatu yang grasak-grusuk di samping Gw hingga Gw terbangun dengan sendirinya. Dengan perlahan Gw membuka mata Gw dan melihat Mama Gw sedang mengusap-usap titit Gw di dalam celana pendek yang biasa Gw gunakan sehari-hari di rumah.
10386Please respect copyright.PENANAkDiIQ10zFU
"Mamah?" panggil Gw yang membuat Mama Gw terperanjat kaget dan melepaskan tangannya yang sedari tadi mengusap-usap titit Gw dari luar celana.
10386Please respect copyright.PENANA63ksFtp7ie
Gw melihat jam yang menempel di dinding menunjukkan pukul 2 pagi. Suasana kamar yang gelap hanya diterangi oleh sedikit cahaya lampu ruang tamu yang masuk dari celah pintu yang sedikit terbuka.
10386Please respect copyright.PENANAXWaFfyhvco
"Mamah ngapain?" ucap Gw kaget melihat hal yang dilakukan Mama Gw.
10386Please respect copyright.PENANAVt5B0f7Jru
"Ehh, kamu bangun." jawabnya panik.
10386Please respect copyright.PENANAGD6wSTrvAE
"Kenapa, Mah?" tanya Gw.
10386Please respect copyright.PENANA9b77eVYgzr
"Gak kenapa-kenapa kok, Jak. Udah yuk tidur lagi." jawabnya sambil merebahkan tubuhnya di samping Gw seperti hal nya tadi ketiga dia membantu Gw untuk tidur.
"Mamah kenapa megang titit aku?" tanya Gw penasaran.
10386Please respect copyright.PENANA8mioOwW5bd
Baca lebih lengkapnya sebanyak 36 chapter di :
victie(dot)com/novels/story-keluarga-jaka
Atau buka aplikasi Victie dan cari buku berjudul Story Keluarga Jaka.10386Please respect copyright.PENANACs45rs8oPc


