Setibanya Pak Warto di rumah. Kebetulan Lukas pun juga datang, dia nampak rapi dan terlihat tampan.
“Assalamualaikum..” ucap Pak Warto dari luar.
“Waalaikumsalam..” jawab orang dari dalam rumah.
“Nahh.. tu. Bapakmu sudah sampai.” ucap Bu Sami.
Seperti biasa, kedua wanita itu menyalami pak Warto.
Melihat demikian, Lukas pun melakukan hal yang sama. Walaupun ekspresi Pak Warto kurang enak dipandang.
“Sekarang ibu siap-siap dulu ya. Pak, tolong temani sebentar nak Lukasnya.” ucap Bu Sami.
Pak Warto mengangguk pelan. Lalu ibu dan anak itu beranjak melangkah ke kamar masing-masing.
“Jadi kamu sudah kabarin soal ini ke kedua orang tuamu?” tanya Pak Warto begitu tinggal mereka berdua.
Lukas mengangguk.
“Iya pak, semalam saya sudah kabarin.” jawab Lukas.
“Humm.. Baguslah, bapak minta selama kalian belum menikah, jangan dulu pernah bertemuan atau berduaan. Kamu paham!” ucap Pak Warto.
“P-paham pak.” jawab Lukas sedikit gugup.
Setengah jam kemudian, kedua wanita tadi pun kembali dengan penampilan jauh lebih bagus.Memakai gamis serta berjilbab pink dan hitam.
Keduanya memang selalu berpenampilan begitu, mau itu di rumah mau atau pun di luar.
Walaupun begitu, pesona keduanya tak pernah terhalangi. Tetap cantik sempurna.
Bahkan Lukas pun terpana melihat kecantikan kedua wanita itu.
“Yasudah, kalau begitu bapak siap-siap sebentar..”
Pak Warto langsung beranjak, ia masuk ke dalam kamar dan langsung mandi serta ganti pakaian. Setelah semuanya beres, mereka pun berangkat.
Sedangkan di sisi lain..
Bu Retna terbangun dari tidurnya, ia merasakan tubuhnya begitu bugar serta sedikit pegal di area pinggulnya.
“Aahh.. jam berapa ini..”
Bu Retna menoleh ke arah jam dinding. Begitu melihatnya ia sedikit terkejut.
“Jam sebelas... aku harus siap-siap jemput Zussan..” gumamnya.
Tapi begitu selimut disingkirkan, sejenak ia terdiam. Pikirannya melayang serta tiba-tiba mengingat pertempurannya dengan pak Warto tadi.
“Huhhh.. kenapa tubuhku jadi panas gini..”
Tangan bu Retna mengusap area vagina miliknya, disana masih ada sedikit tertinggal lendir putih.
“Ouhhh.. ternyata pak Warto sangat hebat... Sampai-sampai aku tidak sanggup mengimbanginya... Tidak seperti pria brengsek itu.” Gumam Bu Retna sudah termakan omongannya sendiri.
Lalu Bu Retna pun berdiri, Tubuhnya begitu bahenol dan montok. Semua bagian tubuhnya masih kencang.
Bu Retna berjalan ke arah kaca. Ia senyum-senyum sendiri entah apa yang sedang dia pikirkan.Lalu Bu Retna pun mengambil handuk, ia pun masuk ke dalam kamar mandi.
987Please respect copyright.PENANAo1psr08hqF
987Please respect copyright.PENANAmcRWPJ1PjO
******
987Please respect copyright.PENANAR84kP32QWa
Pak Warto serta yang lainnya pun sudah sampai di depan rumah cukup besar berlantai dua.
987Please respect copyright.PENANA7VGTpq3EPt
Kawasan itu adalah area perumahan masyarakat, tidak termasuk kompleks.
987Please respect copyright.PENANAX5RCANNmGv
“Mari bu, pak. Ayah sama ibu saya sudah ada di dalam.” ajak Lukas.
987Please respect copyright.PENANAvotxxV1qd8
Mereka mengangguk pelan, sejenak Pak Warto menoleh sekeliling. ia pun ikut menyusul. Sesampainya di dalam,
Mereka langsung disambut hangat oleh orang tua Lukas.
987Please respect copyright.PENANAfCssIfZzwd
“Selamat datang di rumah kami. Bu, Pak.” ucap kedua orang tua Lukas.
987Please respect copyright.PENANAyr7JF6z85k
Bu Sami serta Laras tersenyum mengangguk.
987Please respect copyright.PENANAcYsjVNDOxi
“Owh.. silahkan duduk.” ucap Ayah Lukas.
987Please respect copyright.PENANA2TmUQvoVM7
Namanya Barton Sunkaja.
987Please respect copyright.PENANAJGPEwJ0hjU
Penampilannya agak gendut, wajahnya agak putih langsat, serta sudah brewokan.
987Please respect copyright.PENANAoqLDjuxqNP
Terlihat dari wajahnya, ia berumur 48 tahun lebih sedikit.
987Please respect copyright.PENANAyPONO9FXWl
987Please respect copyright.PENANAuJRmjJVDBP
Sebelah Pak Barton, ada seorang wanita tak kalah cantik dengan Bu Sami.
Wanita itu adalah bernama Ulfa Sintari.
987Please respect copyright.PENANAQbNvlUMlxt
Ia adalah ibunya Lukas, penampilannya sangat sempurna. Memakai jilbab berwarna krim, serta berpakaian layaknya ibu-ibu pada umumnya.
987Please respect copyright.PENANATymETkSuXN
987Please respect copyright.PENANAK4Ic0ixQgQ
Namun yang paling menonjol adalah ukuran payudaranya begitu besar. Serta bokongnya juga semok.
987Please respect copyright.PENANARJsoIPAAbm
Sampai-sampai pak Warto melihatnya pun geleng-geleng kepala, melihat bagaimana rupa ibunya Lukas.
987Please respect copyright.PENANABbVZVLQGbW
987Please respect copyright.PENANAn5NMermGUf
Sejenak mereka berkenalan, lalu mengobrol untuk mengakrabkan diri masing-masing. Sampai tiba waktunya Pak Warto berbicara secara langsung.
987Please respect copyright.PENANAbGTzlzE6P2
987Please respect copyright.PENANAvz9iUGXYFt
“Jadi begini... maksud kedatangan kami ingin menanyakan soal nak Lukas ini ingin meminang putri kami, Laras. Apakah bapak sama ibu setuju dengan rencana keduanya?”
987Please respect copyright.PENANA1lk6ZWr3xQ
“Sebab kemarin dia datang ke rumah secara langsung mengatakan ingin menikahinya. Jadi maksud kedatangan kami hanya memastikan jika bapak sama ibu memberi keputusan..”
987Please respect copyright.PENANAqNrruUXuOg
Terang Pak Warto dengan suara tegas. Walaupun sekali-kali mata pak Warto melirik mengarah ke bu Ulfa.
987Please respect copyright.PENANAqZ8cAhlVYY
Sikapnya ia jaga begitu sempurna supaya tidak terlihat jika dia sedang memperhatikan sesuatu yang sangat istimewa.
987Please respect copyright.PENANAlHcRTGDtiE
Pak Barton sama Bu Ulfa saling memandang.
987Please respect copyright.PENANA4PhhOgvwGR
Lalu keduanya menatap ke arah putra mereka, Lukas, dengan ekspresi agak rumit.
987Please respect copyright.PENANANtcrdrEUkV
“Hahh.. kalau saya sama istri saya, itu semua terserah keduanya pak, bu. Soalnyakan mereka yang akan menjalaninya...” ucap Pak Barton.
987Please respect copyright.PENANAsnaOBjo2hX
“Jadi.. Apakah kamu sungguh-sungguh ingin menikahi putrinya pak Warto ini, Nak?” lanjut Pak Barton.
987Please respect copyright.PENANAwmnJDvjMfW
Lukas meresponnya begitu cepat. Ia tersenyum sumringah mengangguk.
987Please respect copyright.PENANA4L4emK01fH
“Sungguh ya.. Aku ingin meminang Laras jadi istriku.” jawab Lukas menoleh ke Laras.
987Please respect copyright.PENANA7sQ85yfOpi
Laras yang ditatap seperti iru pun tersenyum bahagia. Hatinya begitu berbunga-bunga.
987Please respect copyright.PENANAo3zBK0xIv0
Bu Sami melihat pancaran senyuman putrinya. Ia juga ikut senang.
987Please respect copyright.PENANAeGQLmB8QYd
“Hmm.. kalau begitu kita semua sudah sepakat kan?” tanya Pak Warto.
987Please respect copyright.PENANAhbv4b45XwI
987Please respect copyright.PENANAVvNkScOnW8
Semua orang di ruang keluarga mengangguk.
987Please respect copyright.PENANAw4fIPiNOkO
“Baiklah.. karena semua sudah setuju, hari Senin nanti kita bicarakan lagi masalah acara pernikahannya. Tanggal berapa dan hari apa, di situ nanti kita bicarakan semuanya.” ucap Pak Warto.
987Please respect copyright.PENANASF2d4rPB7H
Selepas itu semua, mereka mengobrol lagi.
“Weedann.. itu tubuh semok kali.. Uhh.. pasti isinya sangat sempurna..” batin Pak Warto tak henti-hentinya membayangkan lekukan tubuh Bu Ulfa.
Umur Bu Ulfa tidak jauh berbeda dengan Bu Sami. Hanya saja Bu Ulfa terlihat sangat cantik.
Mungkin karena ia merawat dirinya dengan baik, makanya dia tidak terlihat jika wanita itu sudah kepala empat.
987Please respect copyright.PENANArX0TB2wvWm
Sore harinya, keluarga pak Warto pun pulang dengan diantarkan kembali oleh Lukas.987Please respect copyright.PENANAWvKTn5fftx


