Mata Rama masih setengah terpejam, tubuhnya terasa berat setelah seharian membawa banyak kantong belanjaan yang cukup berat.
532Please respect copyright.PENANAjYoNzvIHA5
Ia menghela napas panjang, punggungnya bersandar di sofa ruang tamu.
532Please respect copyright.PENANA2c5fVxmdsS
“Hari ini… benar-benar melelahkan banget,” gumamnya pelan sambil mengusap pelipis.
532Please respect copyright.PENANAXijvbYjlDv
Di sebelahnya, Indah duduk santai, kakinya digantung di sofa. Matanya sudah menyipit karena kelelahan tapi senyumnya masih lebar.
532Please respect copyright.PENANApJK9vXqrsI
Di depannya, bu Erin sedang memeriksa dan melihat-lihat barang belanjaan mereka setelah seharian berjalan-jalan di mall.
532Please respect copyright.PENANAypzcT5eQqX
Tiba-tiba bu Erin menengadah, matanya melihat ke arah Rama yang seperti sangat kelelahan sehabis menemani mereka sehariaan.
532Please respect copyright.PENANAQvrvElT6LS
Tanpa berkata apa-apa, bu Erin hanya menyengol kecil bahu Indah. Wanita itu segera menoleh ke arahnya.
532Please respect copyright.PENANA4fgFMRXDMB
Melihat tatapan mamanya, Indah menoleh juga ke arah Rama.
532Please respect copyright.PENANAvWMaAAEhuT
Indah langsung mengerti. Ia berdiri pelan, berjalan mendekati Rama yang masih duduk lemas di sofa.
532Please respect copyright.PENANAclOmYKoF0K
Tanpa suara, bu Erin bangkit dan berjalan ke kamarnya dengan langkah ringan.
532Please respect copyright.PENANATeeat3yK7F
“Mama ke kamar duluan ya, mau tes baju yang kita beli tadi.. ” katanya sambil tersenyum tipis sebelum menghilang di balik pintu kamar.
532Please respect copyright.PENANAKx9gM6zRAr
Indah duduk di samping Rama, tangannya menyentuh lengan suaminya dengan lembut.
532Please respect copyright.PENANABXTjqji4EO
“Mas… kamu kelihatan lelah banget, pasti berat tadi ya saat bawa belanjaan segitu banyaknya.” tanyanya dengan suara lembut yang penuh perhatian.
532Please respect copyright.PENANAvjF8Eog6ug
“Tentu saja, siapa juga yang nggak capek hampir setiap satu toko kalian beli baju, malah aku juga yang bawa lagi encok lah. ”
532Please respect copyright.PENANAMvVCoiCjfU
Indah tersenyum terkekeh pelan, sedangkan Rama menghela napas panjang. Lalu Indah pun mendekat dan mencium pipi Rama.
532Please respect copyright.PENANAYitJQMCuMV
Bibirnya yang lembut menyentuh kulit Rama, membuat pria itu langsung menoleh ke arah wanita itu.
532Please respect copyright.PENANAb9ly6DcKwY
“Dek…” gumam Rama pelan.
532Please respect copyright.PENANAxEAopnWuou
Matanya terbuka lebar karena terkejut sekaligus merasa heran.
532Please respect copyright.PENANANfISM8yJjC
Indah terkekeh, ia menatap ke arah suaminya. “Karena kamu udah mau nemenin kita belanja seharian sebagai imbalannya.. ”
532Please respect copyright.PENANANVlYOuUAK7
“Aku ada sesuatu untuk kamu, mas..”
532Please respect copyright.PENANAY03glYsIa7
Rama mengerutkan kening, “Apa itu?”
532Please respect copyright.PENANASv6PN8fsuf
Indah lalu mendekat ke arah telinga Rama, seraya berbisik, tangannya naik perlahan dan menyentuh dada Rama.
532Please respect copyright.PENANAFnlLNmSske
Rama yang tadinya masih lelah langsung terbangun. Matanya melebar, ia tersenyum lebar.
532Please respect copyright.PENANAX5jnbXlVvB
“Dek… kamu serius?” tanya Rama.
532Please respect copyright.PENANAFc1XR5RyUU
Rasa lelah dan letih sedari tadi besarang dalam dirinya seketika menghilang disaat mendengar bisikin Indah berusahan.
532Please respect copyright.PENANAPETKW4KYoK
Indah mengangguk mantap, matanya berbinar penuh godaan dan sedikit malu.
532Please respect copyright.PENANAJjzFfsHWYv
Rama menarik Indah ke pangkuannya dengan lembut, tubuh istrinya yang hangat langsung menempel sempurna di tubuhnya.
532Please respect copyright.PENANAjWcOZnnpqK
“Dek… kamu serius kan? gak bohong supaya aku senang? ” tanya Rama memastikannya lagi.
532Please respect copyright.PENANAxu9ChwVTTA
“Serius lho, mana mungkin kalau aku yang udah bilang ingkar.” jawab Indah.
532Please respect copyright.PENANA2oupYT7MxV
“Awas aja kalo kamu nanti bohong ya, tak geledak kamu.”
532Please respect copyright.PENANA3b7h6MQaDm
Jari Rama langsung menggelitik pinggang Indah membuat wanita itu tertawa-tawa.
532Please respect copyright.PENANAPADa4dJ4hZ
Setelah itu Indah mengalungkan kedua tangannya di leher Rama, tubuhnya bergesekan lebih erat di pangkuan suaminya.
532Please respect copyright.PENANADipwDFHPCm
Indah mendesah kecil, tubuhnya bergoyang pelan di pangkuan Rama lalu tiba-tiba ia bertanya.
532Please respect copyright.PENANAYGSFd1FqA7
“Mas… kamu ini ya, eh mas tahu gak.. ”
532Please respect copyright.PENANA7SdgireJhu
“Kenapa sayang? ”
532Please respect copyright.PENANAQVgNXfCZ4V
“Aku dapat informasi dari mama, kalo menjalin hubungan dengan pasangan itu harus awet. Misalnya memiliki anak sebelum umur tiga tahun supaya setelah memasuki umur segitu bisa membangun rumah tangga lebih humoris, benar gak? ” tanya Indah.
532Please respect copyright.PENANAlbJtlj0oie
Rama mengangguk pelan, “Benar, karena setelah memiliki anak sebelum umur tiga puluhan sangat bagus, biar nanti setelah mencapai apa yang kita mau bisa menjaga tubuh atau pun merawat tubuh agar kita tetap menarik.. Dan rumah tangga pun kain semakin erat. ”
532Please respect copyright.PENANAOE2fhiilAt
Indah mengangguk-angguk, “Ohh, gitu ya.. ”
532Please respect copyright.PENANAWoxllrUqYp
“Yasudah, aku mau ke kamar mama dulu ya, mau tes pakaian juga.. Kamu mau kopi gak? biar sekalian aku bikin dulu.” tawar Indah.
532Please respect copyright.PENANAnGkSN20Hbi
“Boleh deh..”
532Please respect copyright.PENANAVDsAl44Ulg
Indah pun segera beranjak dari pangkuan Rama, lalu pergi menuju ke dapur sedangkan Rama duduk berdiam sambil bermain ponsel.
532Please respect copyright.PENANAq8jD3Fa6hr
Tidak butuh waktu lama Indah datang lagi, ia membawakan satu cangkir kopi hitam lalu meletakkan di atas meja.
532Please respect copyright.PENANAWGPk3CApfQ
Setelah itu ia pamit masuk kedalam kamar bu Erin.
532Please respect copyright.PENANAvsNlDEsFz2
Sesampainya di dalam, kebetulan wanita itu sedang mengetes pakaiannya. melihat kedatangan Indah dia berbalik.
532Please respect copyright.PENANA03yI24tLGt
“Bagaimana bagus nggak baju mama? dah. “ tanya bu Erin.
532Please respect copyright.PENANAkD9GdQyI4g
Indah menatap dari bawah kaki sampai ujung kepala mamanya, ia tersenyum mengangguk pelan.
532Please respect copyright.PENANAUQwIPNcRZn
“Bagus mah, gemis ini cocok untuk mama. ” jawab jujur Indah.
532Please respect copyright.PENANAIsO1toRM0B
Bu Erin tersenyum lebar, dia melihat pantulan dirinya dicermin terlihat cantik dan anggun. Lalu bu Erin menoleh dia duduk di tepi ranjang.
532Please respect copyright.PENANA1seapTGgUx
“Bagaimana kamu udah siap belom nanti... malam! ” tanya bu Erin.
532Please respect copyright.PENANAjpX3ZnCqYR
Indah menoleh, “Mama serius nih? ”
532Please respect copyright.PENANA246MPtlNnl
“Ya serius lah, masak mama bohong sama anak sendiri.. Biar kamu tahu nanti, posisi apa yang mama ajarkan untuk mu. ” ucap bu Erin.
532Please respect copyright.PENANAtwzdDimjuw
“Hmm... yaudah deh, tapi mama harus hati-hati lho. Kalau ketahuan bisa bahaya.”
532Please respect copyright.PENANAfHUt6hSVHR
Bu Erin mengangguk sambil tersenyum cerah, “Tenang aja mama udah punya rencana.. Sini mama bisikin. ”
532Please respect copyright.PENANAfBgF15wH9s
Indah mendekat, lalu bu Erin pun membisikkan sesuatu ditelinga kanan Indah. Wanita itu syok tetapi tidak berkata apa-apa.
532Please respect copyright.PENANA36Iey0NPXh
“Rencana mama di sana, dan kita mulai dari sana.. kamu harus bisa dan jangan merasa... Cemburu ya sayang. ”
532Please respect copyright.PENANA1bfgmiRZ7c
Indah menghela nafas, walaupun rasanya sangat berat tetapi ia kudu mengikuti apa yang mamanya katakan.
532Please respect copyright.PENANAimvw2lXMVO
“Dan satu lagi dah... Setiap posisi yang mama praktek kan kamu harus ingat betul-betul supaya kalian tidak salah langkah lagi. ”
532Please respect copyright.PENANACCztZQ3bwB
“Iya mah.”
532Please respect copyright.PENANAJBRUnQKnzv
Tak terasa waktu pun kian semakin berlalu, saat malam harinya keluarga itu berkumpul diruang tamu.
532Please respect copyright.PENANAHqB4FKJnOj
Disana bu Erin sesekali menoleh ke arah Rama, dia seperti mencuri-curi pandang dan sesekali tersenyum-senyum sendirian.
532Please respect copyright.PENANAA6oPUFKBoS
“Owh iya, mama mau tanya soal barang-barang kalian di tempat kontrakan sebelumnya bagaimana? apa sudah jual atau bagaimana. ” tanya bu Erin secara tiba-tiba.
532Please respect copyright.PENANA6RjE1HCzrS
“Ahh.. aku baru ingat soal itu... Mas gimana soal perabotan itu.” ujar Indah.
532Please respect copyright.PENANAYja2JLDTMJ
Kedua wanita itu menoleh ke arah Rama, Rama sendiri segera menanggapi pertanyaan istri dan ibu mertuanya.
532Please respect copyright.PENANAvcgoKIN7Ii
“Itu yang lagi mas pikirkan dek, besok mas telepon dulu pemilik kontrakan itu setelah itu baru ambil barang-barangnya.. semoga aja belum di apa-apain barang-barangnya. ” jawab Rama.
532Please respect copyright.PENANATVuZFSuBfu
532Please respect copyright.PENANA4ABfe1hiDF
“Saran mama nih ya, mending itu perabotan di jual aja biar bisa nambah-nambahin uang kalian.. kan lumyan tuh uangnya apalagi nanti perabotannya mahal. ”
532Please respect copyright.PENANAgXywICqsZd
“Aku apa kata mas Rama aja, ma. lagian ada benar juga jika mending dijual, lagi pula mau di tarok mana itu perabotan itu. ” ujar Indah.
532Please respect copyright.PENANA5Z3DUUiRso
“Lihat bagaimana baik aja besok lah.. Kalo ada yang mau beli mas jual aja. ” ucap Rama pada akhirnya.
532Please respect copyright.PENANAehAHj2oGCa
532Please respect copyright.PENANAWpr5i3zHCp
Setelah beberapa saat, bu Erin memegang tangan Indah dia seperti mengkode sesuatu.
532Please respect copyright.PENANAkkbojG6IFq
“Kalau begitu mama duluan yah, udah gantuk mau tidur. ”
532Please respect copyright.PENANAYKEC1Z2KKs
“Iya ma.. ” jawab Indah dan Rama.
532Please respect copyright.PENANASqN9c2mS4R
Bu Erin pun segera beranjak lalu pergi menuju ke kamarnya.
532Please respect copyright.PENANAFGN9JuflhX
Setelah kepergian bu Erin, dengan sedikit merasa degdegan Indah bergeser duduk di sebelah Rama.
532Please respect copyright.PENANAKsPyk0eQis
Rama melihat gerak-gerik Indah ia langsung tersenyum penuh arti, Rama menatap ke arah Indah.
532Please respect copyright.PENANAcQ3vMFYQ6M
Indah hanya mengangguk pelan, Rama menoleh kesamping memastikan ibu mertuanya sudah benar-benar pergi.
532Please respect copyright.PENANA4YkeMRGaEJ
Karena sofa di ruang tamu itu sebelah kiri membuat pemadangan itu tertutup oleh dinding kamar dibelakang mereka.
532Please respect copyright.PENANAFYlggmDBcf
Rama menarik degu Indah, keduanya saling menatap dan saat itu entah siapa yang lebih dulu memulainya Rama telah mencium bibir renum Indah.
532Please respect copyright.PENANABK75IOkfJL
Desahan Indah terdengar pelan dan lembut saat Rama juga meremas bongkoknya.
532Please respect copyright.PENANA32YsA213vE
“Mas… ahh… iya… cium aku pelan-pelan…ahh uhmm… mas… pipi aku… ahh… rasanya… enak banget.”
532Please respect copyright.PENANAfuZfUNwXSi
Ia mendesah berganti-ganti, desahannya lembut, tangannya kini telah memeluk leher Rama.
532Please respect copyright.PENANAxXn0B4jrWp
Rama mencium pipi Indah, tangannya melepaskan jilbab yang Indah kenakan lalu pindah ke telinga istrinya, lidahnya menyentuh telinga istrinya lembut.
532Please respect copyright.PENANAsObeAq4HRr
“Ahh… dek… Aroma kulit mu membuatku gila sayang.. uhmm. ”
Tangan Rama mengusap bagian dalam paha Indah dengan lembut.
Indah terkekeh malu-malu, desahannya naik sedikit.
532Please respect copyright.PENANAsE4LNcsEpO
“Mas… ahh..”
532Please respect copyright.PENANAg1AMjtCWrf
Indah mendesah lembut, tubuhnya bergoyang pelan di pangkuan Rama.
Rama menarik Indah lebih erat, bibirnya mencium bibir istrinya pelan. https://bit.ly/4csFDqn
532Please respect copyright.PENANA7xHEbudCxK
532Please respect copyright.PENANAoJAdM8GP59


