Sepulang dari sawah, Tidak lama datang suaminya Diana. Mandra.
4316Please respect copyright.PENANARYKxc0ZZxR
Diana menyambut kepulangan suaminya itu dengan senyuman hangat. Hari itu hatinya begitu berbunga-bunga.
4316Please respect copyright.PENANA1lny9kwfqZ
“ini mas kopinya. “
4316Please respect copyright.PENANArIiFgwcOE2
Diana meletakkan kopi hitam itu di atas meja. Mandra tersenyum mengangguk.
4316Please respect copyright.PENANAgeS7KdnGQW
“Gimana perjalanan ke kota mas? aman.” tanya Diana.
4316Please respect copyright.PENANAOFk5UNnaL7
“Aman-aman aja. mas juga udah beli semua alat-alat yang dibutuhkan, Oh ya bapak sama ibu kemana? “ tanya Mandra melihat suasana rumah agak sepi.
4316Please respect copyright.PENANArWNjl4pgs7
“Ohh. Bapak lagi keluar katanya kerumah mbak Enah, Ibu juga masih disitu.” jawab Diana.
4316Please respect copyright.PENANAbiiR5zWC2Q
“Ohh. yasudah mas mandi dulu ya. Udah gerah soalnya. ”
4316Please respect copyright.PENANAxsW78W4XCU
Diana mengangguk pelan. Mandra pun segera pergi kebelakang sambil membawa handuk.
4316Please respect copyright.PENANAj5SFxqi2Tz
Tidak berselang lama. Dari depan datang pak Panton dan bu Sulastri.
4316Please respect copyright.PENANAMP5u3Qn0uy
“Assalamualaikum.. “ panggil keduanya.
4316Please respect copyright.PENANATR7kG708PI
“Wa'alaikumsalam.. “ jawab Diana.
4316Please respect copyright.PENANALl8GFRYLVP
Kedua pasangan paruh baya itu melangkah masuk kedalam rumah.
4316Please respect copyright.PENANACFGQRuUrI2
“Mandra udah pulang atau belum neng?” tanya Bu Sulastri.
4316Please respect copyright.PENANASNr0WowgoV
Diana mengangguk tersenyum. “Udah bu. baru setengah jam ia pulangnya. “
4316Please respect copyright.PENANAtSWvGjVG9K
“Oh.. Bagus lah. Ini tolong tarok ini di dapur ya neng, Jangan lupa di panasin biar gak basi. “
4316Please respect copyright.PENANAoF5GI5VC6D
Bu Sulastri menyerahkan satu kantong plastik hitam ke Diana.
4316Please respect copyright.PENANAKqWxHQ7FrR
“Apa ini bu? ” tanyanya.
4316Please respect copyright.PENANAJQ4aIwakDw
“Itu daging kambing rendang. Mbak Enah yang ngasih tadi.”
4316Please respect copyright.PENANAD3elDkIPIw
“Wahh.. lumayan buat lauk kita nanti bu.” ucap Diana.
4316Please respect copyright.PENANAV52pgxTjRW
“Iya neng. Makanya ibu suruh neng panasin biar gak basi. ”
4316Please respect copyright.PENANAtiP8CgwCMZ
“Kalau gitu neng panasin dulu ya bu. ”
4316Please respect copyright.PENANAkfreSTS6zN
Bu Sulastri mengangguk pelan. Diana pun segera ke dapur guna memanaskan rendang daging itu. Sedangkan pak Panton dia duduk di ruang tengah bersama sang istri.
4316Please respect copyright.PENANAzdIcc1NSh8
“Bapak gak langsung mandi aja? Dari sawah tadi loh. ” tanya bu Sulastri.
4316Please respect copyright.PENANA8RAxbM3TDp
“Nanti aja bu masih capek. “
****
Singkat waktu. Malam pun sudah tiba. Langit sudah digantikan oleh awan hitam serta sinar bintang dan bulan.
4316Please respect copyright.PENANAlCW7grL2Ia
Keluarga basar itu makan bersama. Dan di akhiri berpisah kamar.
4316Please respect copyright.PENANAnM6c0U7ezT
Suasana malam itu sunyi tapi damai. Namun siapa sangka dalam kesunyian itu ada sebuah rahasia yang sangat besar.
4316Please respect copyright.PENANAvs6tJEHFeG
Ruangan gelap hanya ada sinar api lilin menyala.
4316Please respect copyright.PENANAbFfgzMRQhD
Pak Panton duduk dalam kondisi meditasi. Nafasnya begitu teratur. Tenang dan fokus.
4316Please respect copyright.PENANA1SJzp2OYDN
Entah apa yang sedang ia lakukan di ruangan kumuh itu.
4316Please respect copyright.PENANA5Vto83IrQt
Beberapa menit kemudian. Suasananya berubah drastis.
4316Please respect copyright.PENANA7MqYm9bDEI
Suhunya semakin panas. Membuat tubuh tua pak Panton bercucuran keringat.
4316Please respect copyright.PENANAhEQKsdJ2Xt
Dan tiba-tiba..
4316Please respect copyright.PENANA598PFl68GA
Whuss!
4316Please respect copyright.PENANANSXfPbL92r
Deru angin muncul entah dari mana. Memadamkan beberapa lilin.
4316Please respect copyright.PENANA1d5y6AW0j2
Lalu pak Panton membuka matanya. Ekspresi pak Panton sangat berbeda dari pada biasanya.
4316Please respect copyright.PENANALPcrrGbghv
Kali itu auranya berubah 90 darajat. Ia tersenyum menyerangai.
4316Please respect copyright.PENANApMisbaSpr6
“Darto-Darto. aku kira hanya ibu Narsih yang kau embat, ternyata kau juga mengembat istrinya pak kepala desa sama ibu-ibu yang lain. Memang kau tua-tua sialan.”
4316Please respect copyright.PENANAg2Unt80FM9
Lalu pak Panton membuat gerakan tengan yang sangat sulit untuk di tebak. Gerakan itu begitu kuno.
4316Please respect copyright.PENANApOEUG4EdhO
Dan penuh aura mistis. Lalu pak Panton menghibaskan kedua telapak tangannya ke dadanya.
4316Please respect copyright.PENANANGEwSzKROR
Bughh!
4316Please respect copyright.PENANANnMB7HMbDU
“Ughh.. huekk.“
4316Please respect copyright.PENANAZP2b3hbng0
Pak Panton memuntahkan cairan berwarna darah gelap. Cairan itu mengumpul seakan tidak dapat dihancurkan.
4316Please respect copyright.PENANARgZB43TjG3
4316Please respect copyright.PENANA94edAxiEuC
“Sebenarnya aku tidak ingin lagi kembali kedalam jalan itu. Tapi desa ini sepertinya semakin lama, Semakin tidak tentu arah, Karena kalian sudah mengusik menantuku, Maka aku juga tidak bisa tinggal diam lagi.“
4316Please respect copyright.PENANAmCtKYDLqMj
Pak Panton segera melingkari gumpalan darah gelap itu dengan cahaya api lilin.
4316Please respect copyright.PENANAGHT4vtGY7P
Lalu mulut pak Panton berkomat-kamit entah apa yang sedang ia lakukan.
4316Please respect copyright.PENANAuYb5WWofTD
Namun secara tiba-tiba. Muncul suara desingan angin.
4316Please respect copyright.PENANAuHHbhlokOs
Begitu suara angin itu tidak ada lagi. Pak Panton membuka matanya. Kini didepan ada sebuah mutiara tiga warna ukurannya. Hanya sebesar kelereng.
4316Please respect copyright.PENANAs4ZUVj1j3T
“Akhirnya.. Berhasil juga.. Huhhff.” gumamnya.
4316Please respect copyright.PENANAgTQwb5QXOa
Nafas pak Panton sedikit ngos-ngosan. Wajahnya pun sedikit pucat.
4316Please respect copyright.PENANAdThswQhyTJ
Lalu mutiara tiga warna itu. di ambil oleh pak Panton. Ia menatapnya cermat.
4316Please respect copyright.PENANA7glXbl2wHD
4316Please respect copyright.PENANAjX8CqXMUqR
“Mutiara cendonolongit. Akhirnya kita bertemu kembali. ”
4316Please respect copyright.PENANAqqLR7d4xZz
Mutiara cendonolongit, adalah sebuah harta yang nilai tidak terhingga, Mutiara cendonolongit bukan sembarangan mutiara.
4316Please respect copyright.PENANAlP49l4bMix
Itu adalah salah satu harta goib serta bumi, Konon dulu jika ada orang melenalan mutiara itu. Orang itu akan mendapatkan kedigdayaan goib.
4316Please respect copyright.PENANAa5hJubfcWu
Dan rumor itu memang tidak abal-abal. Sebab pak Panton sudah mencobanya beberapa kali.
4316Please respect copyright.PENANA9f4fp2GN0o
Tidak ingin berlama-lama lagi. Pak Panton pun menelan mutiara cendonolongit.
4316Please respect copyright.PENANABMvv3M3oHH
“Aarrghhh.. ”
4316Please respect copyright.PENANAwhQ2Iurbdz
Pak Panton mengerang pelan. Ia merasakan setiap persendian tubuhnya begitu panas, Namun tidak berlangsung lama.
4316Please respect copyright.PENANAIgaMlqeqYT
“Tidak berubah. kau selalu membuat ku terkejut. ”
4316Please respect copyright.PENANAAK9GXK5sfS
Sebuah suara serak mengagetkan pak Panton. Suara itu tidak datang dari sebelah kiri mau pun kanan dan depan.
4316Please respect copyright.PENANAAOqDUicqSf
Suara itu seolah-olah tidak memiliki arah. Ia hanya menggema.
4316Please respect copyright.PENANAX2uvSqZNoF
“Arrghhh.. eyang, salam hormat. “ ucap pak Panton terbata-bata.
4316Please respect copyright.PENANA2eeCn8OHIV
Ia segera menundukkan kepalanya. Lalu tidak berselang lama. Muncul sesosok pria tua bersurban hitam.
4316Please respect copyright.PENANAwkXt4W9IfN
Penampilannya begitu mencolok. Jenggot berwarna putih kulitnya sudah keriput namun sangat tegas.
4316Please respect copyright.PENANAMgY3lFAABn
Di kepalanya. kain hitam melingkar menutupi rambut bagian atas.
4316Please respect copyright.PENANA7rcnIlH0ZW
“Kau kenapa melangkah lagi ke jalan ini. Wahai cucu ku? Tidaklah cukup kau menapaki selama empat tahun lalu? ” ucap sosok pria tua itu.
4316Please respect copyright.PENANAWcIv4dBWlF
Tingginya hanya sekitar 160 lebih. Satu tangannya kebelakang satu lagi mengelus jenggotnya.
4316Please respect copyright.PENANAOytn5y3QVU
4316Please respect copyright.PENANAMl0XfvCepz
Ia tidak menghadap ke pak Panton. Melainkan membelakanginya.
4316Please respect copyright.PENANAkCWcH0Q53q
“Hmm... aku rasa eyang pun tau, kenapa aku melangkah kembali ke jalan ini. ” ucap pak Panton penuh kehati-hatian.
4316Please respect copyright.PENANAnBhoOXCmmF
Pria tua itu sekilas tersenyum.
4316Please respect copyright.PENANAP3xAD0JIPN
“Baiklah jika itu yang kau inginkan.. Tapi ingat satu hal wahai cucu ku.”
4316Please respect copyright.PENANAu9yBBmOWGa
“Jangan terlalu lama kamu menapaki jalan ini. Sebab wadah seperti mu tidak akan sanggup menanggung bebannya, Jika tadi kamu berlatih dari awal. Mungkin itu tidak akan masalah dan eyang ingatkan, kau boleh melakukan apa saja yang kau mau, tapi itu semua harus kau pertanggung-jawaban jangan lari dari perbuatan cucu ku.”
4316Please respect copyright.PENANAf06Ve2JB3T
Whuuss..
4316Please respect copyright.PENANAJL02E083HZ
Sosoknya pun seketika menghilangkan. seperti tidak pernah ada.
4316Please respect copyright.PENANA7i8t0CaQ8q
“Baik eyang.. Aku akan ingat itu. ” gumam pak Panton.
4316Please respect copyright.PENANAICtszNAYdT
Setelah semuanya selesai. Pak Panton memilih untuk keluar setelah memadamkan api lilin.
4316Please respect copyright.PENANA23Bwf6kNVc
Ia segera ke kamarnya untuk tidur. Karena sebentar lagi matahari sudah terbit.
4316Please respect copyright.PENANA9tZ0HF8W2t
*****
4316Please respect copyright.PENANAVX7817sfW7
Pagi harinya. Tempat pukul tujuh pagi. Diana keluar rumah.
4316Please respect copyright.PENANAE3C6OlHI2O
“Bu. Diana ke warung pak Darto dulu ya mau beli sayuran. ” ucap Diana dari depan.
4316Please respect copyright.PENANAddHu220qwx
“Iya neng. Hati-hati di jalan. ” ucap suara bu Sulastri dari dalam rumah.
4316Please respect copyright.PENANAd7hWZg0TVc
Diana pun segera pergi, Pagi itu ia mengenakan daster longgar bermotif bunga.
4316Please respect copyright.PENANAKYvYNCFWNP
Sesampainya di warung pak Darto. Tempat itu sudah tidak lagi ramai. Hanya ada beberapa ibu-ibu lagi.
4316Please respect copyright.PENANADYMHRD6dOp
4316Please respect copyright.PENANAHZxt3hQZ1n
Diana menyapa mereka penuh sopan santun. Begitu pun sebaliknya.
4316Please respect copyright.PENANAVUXRmUrhEe
Diana memilih sayuran serta beberapa ikan lokal yang di jual.
4316Please respect copyright.PENANAX9zBO33kZB
“Berapa semuanya pak? “ tanya Diana.
4316Please respect copyright.PENANAvrfUxZDtRI
“45 ribu neng. “ ucap pak Darto.
4316Please respect copyright.PENANAlJz6xc81LD
Diana menyerahkan satu uang lembaran berwarna biru. Pria tua pun segera mengambil dan menukarnya.
4316Please respect copyright.PENANAajAQifo1bZ
“Ini neng kembaliannya limar ribu. ”
4316Please respect copyright.PENANAKMOIIATYWJ
“Terimakasih pak.“
4316Please respect copyright.PENANApe5Mog4X8Z
Saat hendak ia ingin pergi. Tiba-tiba saja ia di panggil salah satu ibu-ibu. yang tak lain adalah ibu Narsih.
4316Please respect copyright.PENANAmdHCtLXhhW
“Neng Diana. Tunggu.“
4316Please respect copyright.PENANAh7qaTdjOpa
Diana menoleh. “ iya ada apa ya bu? ”
4316Please respect copyright.PENANAcKlOvzOoJE
Bu Narsih mendekati Diana. Ia sedikit tersenyum.
4316Please respect copyright.PENANAm5vbMFDAVn
“Hmm.. neng ada waktu gak? Soalnya ibu mau bicara sebentar.” ucap bu Narsih.
4316Please respect copyright.PENANArvdpKAFr49
“Boleh. Mau bicara apa emang bu? ” tanya Diana.
4316Please respect copyright.PENANACe1Zpsas9W
“Jadi gini. ibu ada sesuatu yang mau bicarakan, Kalo disini rasanya kurang nyaman. Gimana nanti ibu datang kerumah? ” usul bu Narsih.
4316Please respect copyright.PENANAzjSNayIYUA
“Boleh.. ibu datang aja kalo gitu. ”
4316Please respect copyright.PENANAOzxmQAvyWZ
“Yasudah.. nanti siang ibu datang. ”
4316Please respect copyright.PENANArju2T1xhI2
Setelah itu Diana pun pemit pergi. Sedangkan bu Narsih kembali ke warung pak Darto.
4316Please respect copyright.PENANAAdSQs4H4f6
Kini warung itu sudah sepi pembeli. Pak Darto melihat kedatangan bu Narsih. Ia tersenyum.
4316Please respect copyright.PENANAekFeseeO0N
“Gimana bu, Aman? ” tanya pak Darto.
4316Please respect copyright.PENANA206Zc3pgnJ
Bu Narsih tersenyum mengangguk pelan. “ Aman lah. Siapa dong yang ajak.”
4316Please respect copyright.PENANApWWCfNmcPf
“Widihh... Bagus bagus. Kalo gitu sini masuk kerumah dulu bu. mupung istri saya tidak ada.” ucap pak Darto mengedipkan matanya.
4316Please respect copyright.PENANAaMbltAUxfN
Bu Narsih tersenyum salah tingkah. ia pun segera masuk kedalam rumah pak Darto sekaligus tempat jualannya.
4316Please respect copyright.PENANAzsXKnOia31
“Kiyahhh.”
4316Please respect copyright.PENANAZDPREP1HLe
Tubuh bahenol bu Narsih di tarik oleh pak Darto.
4316Please respect copyright.PENANATrAPQPpSN1
“Chuphhh Uhmmm Sruphhh.”
4316Please respect copyright.PENANACGPsOtnOid
Kedua segera berciuman penuh hasrat. Mereka melakukannya tidak dalam rumah melainkan di tempat pak Darto jualan.
4316Please respect copyright.PENANAPC3EziMH95
Untuk tempat itu agak tertutup oleh papan kayu. Jadi tidak terlihat apa yang mereka lakukan.
4316Please respect copyright.PENANABkKSdPLAYy
“Aahhh Ughhmmm cepat pak takut datang orang nanti. ” ucap bu Narsih.
4316Please respect copyright.PENANAPBJHoBVrKr
“Sabar to bu.. tempik mu belum basah. Sini jongkok. ”
4316Please respect copyright.PENANAzOYfAHCW15
(Kelanjutan dari kisah ini bisa kalian kunjungi melalui lin!k bawah 👇ini
4316Please respect copyright.PENANACAsTD9dcZP
https://bit.ly/4cqMj8W4316Please respect copyright.PENANA8yGxiUFXGs


