Malam itu rumah terasa sunyi senyap. Orang tua Raka dan Sinta sedang bepergian ke luar kota untuk urusan keluarga, meninggalkan kedua anak mereka sendirian selama tiga hari penuh. 3291Please respect copyright.PENANAGhTZBtptFA
Lampu-lampu lorong sudah padam, hanya cahaya remang-remang dari kamar tidur Sinta yang masih menyala samar di balik pintu yang tak terkunci. Jam dinding menunjukkan pukul dua dini hari ketika Raka akhirnya pulang. 3291Please respect copyright.PENANA3iN0xSlF67
Tubuhnya limbung karena terlalu banyak minum whiskey di bar malam tadi. Napasnya berbau alkohol keras, mata merah, dan pikirannya sudah lama terbakar oleh hasrat terlarang yang selama ini ia pendam rapat-rapat.
Raka berdiri di depan pintu kamar adiknya, tangan besarnya gemetar saat memutar kenop. Pintu terbuka tanpa suara. Di dalam, Sinta tertidur pulas di atas tempat tidur king-size yang empuk. Gadis berusia 19 tahun itu hanya mengenakan tanktop putih tipis yang ketat di dada montoknya dan celana pendek katun hitam yang pendek sekali, memperlihatkan paha mulusnya yang putih mulus. 3291Please respect copyright.PENANAKBq7icmOH6
Rambut panjangnya tergerai di bantal, wajah polosnya tampak damai dalam tidur, bibir merah muda sedikit terbuka. Dada Sinta naik-turun pelan, putingnya samar terlihat menonjol di balik kain tipis karena AC kamar yang dingin. Raka berdiri di ambang pintu, kontolnya sudah mengeras di dalam celana jeans, berdenyut-denyut seperti binatang buas yang baru terbangun.
Raka Dia masih tidur… memek adikku yang polos itu pasti masih perawan. Sudah lama aku pengen ngerusak dia. Malam ini… malam ini gak ada yang bisa nahan aku lagi.
Ia melangkah masuk, menutup pintu pelan, dan mengunci dari dalam. Suara klik kunci terdengar seperti vonis mati bagi Sinta. Raka mendekat ke tepi tempat tidur, napasnya berat. Tangannya menyentuh paha Sinta yang hangat, jari-jarinya kasar menyusuri kulit mulus itu naik ke pinggang. Sinta menggeliat sedikit dalam tidurnya, tapi belum bangun. Raka tersenyum sadis, bibirnya yang berbau alkohol mendekat ke telinga adiknya.
“Bangun, pelacur kecil,” bisiknya kasar, suaranya serak karena mabuk.
Sinta mengerjap-ngerjap, matanya terbuka perlahan. Begitu melihat wajah kakaknya yang merah dan mata liar, ia langsung tersentak.3291Please respect copyright.PENANA0mAZAjUnmp
“Kak… Raka? Kamu… kenapa di sini? Pulang malam banget…”
Sebelum Sinta sempat duduk, tangan Raka sudah menekan bahunya kuat-kuat ke kasur. Tubuh besarnya yang 26 tahun langsung naik ke atas tempat tidur, menindih adiknya dengan berat. 3291Please respect copyright.PENANAdSPhiUyAno
“Diam, Sinta. Kakak lagi pengen banget. Malam ini memek adikku bakal aku perkosa sampe robek.”
Sinta membelalak, ketakutan langsung membanjiri wajah polosnya. Air mata sudah menggenang di mata besarnya yang indah.3291Please respect copyright.PENANADCcUjYilg4
“Kak… jangan… aku adikmu! Lepasin! Ini salah… tolong… aku takut!”
Raka tertawa rendah, suara kasar dan penuh nafsu. Ia meraih kedua pergelangan tangan Sinta, mengangkatnya ke atas kepala, dan mengunci dengan satu tangan besarnya yang kuat.3291Please respect copyright.PENANAtkIlCFtVRT
Tangan satunya langsung merobek tanktop putih Sinta dengan kasar. Kain tipis itu robek mudah, memperlihatkan dua buah payudara montok Sinta yang putih dan kencang, putingnya merah muda kecil dan sudah mengeras karena dingin. 3291Please respect copyright.PENANAqKHjJJm01R
“Lihat nih… memek adikku masih polos, tapi teteknya udah gede banget. Kakak udah lama ngimpiin ini, Sinta. Kamu pelacur kakak sekarang.”
Sinta meronta hebat, tubuhnya yang ramping menggeliat-geliat di bawah tubuh kakaknya yang berat. Kakinya menendang-nendang liar, tapi Raka menekan pinggulnya dengan lutut.3291Please respect copyright.PENANApG9lEusKfi
“KAKAK! LEPASIN! AKU GAK MAU! INI PEMERKOSAAN! TOLONG… IBU… AYAH…” jeritnya histeris, air mata sudah mengalir deras di pipinya.
Raka tidak peduli. Ia menunduk, mulutnya langsung menyedot puting kiri Sinta dengan kasar. Lidahnya berputar-putar, menggigit kecil, lalu mengisap kuat-kuat sampai terdengar suara slurp basah.3291Please respect copyright.PENANA8bY1c4pkWE
“Mmm… tetek adikku enak banget rasanya. Manis… harum sabun bayi. Kakak bakal ngisep sampe memerah.” Sinta menangis tersedu-sedu, tubuhnya bergetar hebat. 3291Please respect copyright.PENANA97giAI6wHi
“Sakit… Kak… jangan gigit… please… aku masih virgin… jangan rusak aku…”
Perasaan Raka membara seperti api neraka. Kontolnya sudah sekeras batu, menekan ke paha Sinta melalui celana jeans. Ia merasakan kehangatan tubuh adiknya, bau sabun mandi yang lembut bercampur keringat takut Sinta, dan itu membuatnya semakin gila. 3291Please respect copyright.PENANArYdptyYD00
Sinta: Aku takut… dia kakakku… kenapa dia gini? Tubuhku dingin… tangannya kasar… aku gak bisa gerak… tolong… jangan sentuh aku di situ…
Raka melepaskan tangan yang mengunci pergelangan Sinta sebentar, tapi langsung merobek celana pendek adiknya dengan satu tarikan kuat. Celana itu robek di bagian selangkangan, memperlihatkan memek Sinta yang masih tertutup celana dalam tipis berwarna pink. Bulu kemaluan Sinta hanya sedikit, rapi, dan memeknya masih rapat, bibirnya kecil dan merah muda. Raka menarik celana dalam itu ke bawah paksa sampai robek juga. 3291Please respect copyright.PENANAU0YQvMyvtW
“Lihat… memek adikku yang suci ini. Masih pink banget, belum pernah dikontolin siapa-siapa. Malam ini kakak bakal bikin lubang memekmu ngocor sperma kakak sampe penuh.”
Sinta menjerit lebih keras, kakinya menendang-nendang. 3291Please respect copyright.PENANATyKatuDOH6
“JANGAN! KAK! ITU MEMEK AKU! KAKAK GILA! LEPASIN! AKU GAK MAU DIPERKOSA!” Air matanya mengalir deras, wajahnya merah karena malu dan takut. Tubuhnya menggigil hebat ketika jari-jari Raka menyentuh bibir memeknya yang kering karena ketakutan.
Raka memasukkan dua jarinya kasar ke dalam memek Sinta.3291Please respect copyright.PENANAl0PIrDaHgL
“Kering banget… tapi kakak bakal bikin basah paksa.” Ia menggerakkan jari-jarinya keluar-masuk dengan cepat, ibu jarinya menggosok klitoris Sinta yang kecil dan sensitif. 3291Please respect copyright.PENANATnx6JuO9fx
Suara schlop schlop basah mulai terdengar pelan karena cairan tubuh Sinta mulai keluar meski ia menolak.3291Please respect copyright.PENANAwh4l2H3Rax
“Lihat… memek adikku mulai ngocor. Kamu pelacur ya, Sinta? Badanmu suka disentuh kakak meski mulutmu bilang enggak.”
Sinta menggeleng-geleng kuat, air mata membasahi bantal. 3291Please respect copyright.PENANA75NCB3z4W0
“Tidak… aku gak suka… sakit… tarik jarinya… Kak… aku mohon… kita saudara… ini dosa besar…” Suaranya pecah karena tangis. Pinggulnya berusaha mengelak, tapi semakin Raka menggosok, semakin tubuhnya bereaksi tak terkendali. Getaran kecil mulai muncul di paha dalamnya.
Raka menarik tangannya yang basah oleh cairan memek Sinta, lalu menjilat jarinya di depan wajah adiknya.3291Please respect copyright.PENANAhxgWucqKvu
“Enak… memek adikku manis. Sekarang giliran kontol kakak yang masuk.” Ia berdiri sebentar, melepas celana jeans dan boxer-nya dengan cepat. Kontol Raka melompat keluar — besar, panjang 18 cm, tebal, urat-urat menonjol, kepala kontolnya merah gelap dan sudah mengeluarkan precum yang licin. 3291Please respect copyright.PENANABXMtM1DJDk
“Lihat ini, pelacur. Kontol gede kakakmu ini bakal ngentot memekmu sampe robek. Kamu siap dikontolin kakak pertama kali?”
Sinta melihat kontol kakaknya dan langsung panik total. 3291Please respect copyright.PENANAFYcW15j44z
“Tidak… itu terlalu besar… aku gak muat… Kak… jangan masukin… aku masih perawan… tolong… aku gak tahan…” Ia meronta lebih hebat, tangannya mendorong dada Raka, kuku-kukunya mencakar kulit kakaknya.
Raka menampar pipi Sinta pelan tapi tegas.3291Please respect copyright.PENANAmtvqvhZ2zm
“Diam, tolol! Kakak yang atur.” Ia memaksa kaki Sinta terbuka lebar, lututnya menekan paha adiknya ke kasur. Kepala kontolnya menggesek-gesek bibir memek Sinta yang basah paksa.3291Please respect copyright.PENANA9OeTjcDl7X
“Rasakan… kontol kakak lagi ngelus memek adikku. Basah banget sekarang. Kamu pelacur kakak, Sinta. Terima kontol kakakmu.”
Dengan satu dorongan kuat, Raka memasukkan setengah kontolnya ke dalam memek Sinta. Hymen Sinta robek dengan suara kecil plop, darah tipis bercampur cairan memek mengalir keluar. Sinta menjerit sekuat tenaga, tubuhnya melengkung hebat karena sakit luar biasa.3291Please respect copyright.PENANAkEbf7Vdbjy
“AAAAAHHH! SAKIT! KAK! TARIK KELUAR! MEMEK AKU ROBEK! JANGAN… TOLONG… AKU MATI…!”
Raka mendesah nikmat, matanya terpejam sejenak menikmati kehangatan dan kekeringan memek perawan adiknya yang memeluk kontolnya erat.3291Please respect copyright.PENANAfCvTL0yaef
“Ahhh… memek adikku sempit banget… panas… kayak memek perawan beneran. Kakak suka… kakak bakal ngentot kamu sampe kamu nangis minta ampun.” Ia mendorong lagi, kali ini seluruh kontolnya masuk sampai pangkal, bola-bolanya menempel di bokong Sinta. Suara plok basah terdengar keras.
Sinta Sakit sekali… seperti ada yang nyobek dari dalam… kontol kakak terlalu besar… aku gak bisa bernapas… air mataku gak berhenti… kenapa kakak tega… aku cuma adiknya…
Raka mulai menggerakkan pinggulnya kasar, keluar-masuk dengan ritme brutal. Setiap dorongan membuat tempat tidur berderit keras. 3291Please respect copyright.PENANARAePbWvUgE
“Ngewe… ngewe memek adikku… enak banget, Sinta! Memek lacur adikku ngocor sekarang. Dengar suaranya… schlop schlop… basah banget memekmu!” Ia menunduk, menggigit leher Sinta, meninggalkan bekas merah, lalu mencium bibirnya paksa, lidahnya memaksa masuk ke mulut adiknya yang sedang menangis.
Sinta hanya bisa menangis tersedu, tubuhnya terguncang-guncang setiap kali kontol kakaknya menghantam dalam.3291Please respect copyright.PENANAs7d0SKtRUy
“Hiks… hiks… sakit… Kak… pelan… aku mohon… jangan kasar… memekku sakit… darah keluar…” Air matanya mengalir deras ke bantal, tubuhnya bergetar hebat, payudaranya bergoyang-goyang mengikuti hantaman Raka.
Raka semakin liar. Ia mengangkat kedua kaki Sinta ke bahunya, posisi misionaris yang lebih dalam. Kontolnya menghantam serviks Sinta berulang-ulang.3291Please respect copyright.PENANAJVk2c2eZnz
“Lihat… kakak lagi ngentot memek adikku sampe dalam banget. Kamu rasain gak? Kepala kontol kakak lagi ngetuk pintu rahimmu. Nanti kakak creampie di dalam, isi memekmu penuh sperma kakak. Kamu bakal hamil sama anak kakakmu sendiri, pelacur!”
Sinta menggeleng lemah, suaranya sudah parau karena menjerit terlalu lama. 3291Please respect copyright.PENANA9UU6MZqcUX
“Jangan… jangan di dalam… aku gak mau hamil… Kak… tarik keluar… please… aku pasrah… tapi jangan di dalam…” Tubuhnya mulai lemas, perlawanannya semakin lemah, tapi air matanya masih mengalir deras. Rasa sakit bercampur sensasi aneh yang tak ia pahami mulai muncul di perut bawahnya.
Raka tidak berhenti. Ia mengubah posisi, membalik tubuh Sinta jadi doggy style. Wajah Sinta tertekan ke bantal, bokongnya terangkat tinggi. Raka memukul bokong adiknya keras sampai merah. 3291Please respect copyright.PENANA4QZnDTONps
Plak! Plak! Plak! 3291Please respect copyright.PENANABBCsAtAuBt
“Bokong adikku enak banget. Kakak suka ngentot dari belakang kayak gini. Memekmu makin dalam sekarang.” Ia memasukkan kontolnya lagi dengan satu hantaman kuat, tangannya meraih rambut Sinta dan menariknya ke belakang seperti tali kekang.
“AAAAHHH!” jerit Sinta lagi. 3291Please respect copyright.PENANA2Yyq78ponh
“Sakit… rambutku… bokongku panas… Kak… aku gak kuat lagi… hiks… hiks…”
Raka terus menggoyang pinggulnya cepat dan kasar. 3291Please respect copyright.PENANAuLu4iQ2gqN
Suara benturan daging plok plok plok memenuhi kamar. Keringat Raka menetes ke punggung Sinta. Bau alkohol napasnya bercampur bau seks yang mulai kuat — bau memek basah, sperma, dan keringat.3291Please respect copyright.PENANAgei9VeJNkv
“Kamu pelacur kakak sekarang, Sinta. Bilang! Bilang ‘Kontol kakak enak, perkosa memek adikku lebih keras!’”
Sinta hanya menangis, suaranya teredam bantal. 3291Please respect copyright.PENANAyKcM1qfEOC
“Gak… aku gak mau bilang… ini salah… hiks…”
Raka menampar bokongnya lebih keras. 3291Please respect copyright.PENANAp93u9cp4Cb
“BILANG, TOLOL!” Ia mempercepat hantaman, kontolnya keluar-masuk begitu cepat sampai memek Sinta mengeluarkan cairan bening yang muncrat kecil-kecil.
Akhirnya Sinta menyerah, suaranya pecah. 3291Please respect copyright.PENANAprGUDAFFP9
“Kontol… kontol kakak enak… perkosa… perkosa memek adikku lebih keras… hiks…” Air matanya tak berhenti.
Raka tertawa puas.3291Please respect copyright.PENANAagTWdtm1q1
“Bagus, adikku. Sekarang kakak mau cum di dalam memek lacurmu.” Ia mendorong dalam-dalam, tubuhnya menegang.3291Please respect copyright.PENANAlKOxmxB3Wr
“Ahhh… ahhh… terima sperma kakak, Sinta! Isi memekmu!” Sperma panasnya menyembur kuat-kuat di dalam rahim Sinta, pulsa demi pulsa, banyak sekali sampai memek Sinta penuh dan kelebihan mengalir keluar di sekitar kontol Raka.
Sinta merasakan panas cairan itu membanjiri dalamnya. Tubuhnya bergetar hebat, orgasme paksa yang pertama kali datang karena gesekan kontol kakaknya. Ia menangis lebih keras, 3291Please respect copyright.PENANAifZmxqvSf4
“Tidak… aku… aku keluar… hiks… aku orgasme… tapi aku gak mau… Kak… keluarin… penuh banget…”
Raka belum selesai. Ia menarik kontolnya yang masih keras, sperma menetes dari ujungnya. 3291Please respect copyright.PENANA8FTuKcNUZj
“Babak pertama belum cukup. Sekarang giliran mulutmu, pelacur.” Ia memaksa Sinta berlutut di lantai, tangannya memegang kepala adiknya kuat.3291Please respect copyright.PENANABehmH4AAC6
“Buka mulut. Hisap kontol kakak yang baru keluar dari memekmu sendiri. Rasain campuran sperma kakak dan darah perawanmu.”
Sinta menangis, bibirnya gemetar. 3291Please respect copyright.PENANAcUcIoEoSi0
“Jangan… aku gak pernah… tolong…” Tapi Raka memaksa kontolnya masuk ke mulut Sinta sampai tenggorokan. Ia mulai menggerakkan pinggulnya, meniduri mulut adiknya dengan kasar.3291Please respect copyright.PENANALZcrbPGbkD
“Ngewe mulut adikku… enak… lidahmu lembut… isep lebih kuat, Sinta!”
Sinta tersedak, air liur dan sperma menetes dari sudut bibirnya. Air matanya mengalir deras. Raka terus mengentot mulutnya selama hampir sepuluh menit, lalu menarik keluar dan menyembur sisa sperma ke wajah Sinta yang cantik — mata, pipi, bibir, semuanya belepotan sperma putih kental.
Raka mendorong Sinta kembali ke kasur, kali ini menindihnya lagi dalam posisi missionary. Kontolnya yang masih keras langsung masuk lagi ke memek yang sudah penuh sperma. 3291Please respect copyright.PENANAb5ltHOg2qU
“Babak dua. Kakak bakal ngewe kamu sampe pagi. Memek adikku sekarang milik kakak selamanya.”
Sinta sudah lemah, tubuhnya hanya bergoyang pasrah mengikuti hantaman kakaknya. Air matanya masih mengalir, tapi suaranya hanya tinggal isakan kecil. 3291Please respect copyright.PENANA96TV7phgND
“Kak… sudah… aku hancur… memekku… penuh… sakit… tapi… hiks…”
Raka terus mengentotnya tanpa ampun, berganti posisi lagi — cowgirl paksa, spooning, bahkan berdiri sambil mengangkat tubuh Sinta. Setiap posisi dijelaskan dengan detail gerakan kontolnya yang menghantam, suara basah memek yang sudah penuh cairan, getaran tubuh Sinta, bau seks yang semakin pekat, dan dialog mesum yang tak pernah berhenti.
“Memek adikku sekarang longgar karena kontol kakak. Kamu suka kan, pelacur? Bilang lagi ‘Aku pelacur kakak, kontol kakak gede bikin memekku muncrat’!”
Sinta, dengan suara pecah dan pasrah, mengulang kata-kata itu sambil menangis. 3291Please respect copyright.PENANAyi6hejDs4l
“Aku… pelacur kakak… kontol kakak gede… bikin memekku muncrat… hiks…”
Raka orgasme lagi, creampie kedua yang lebih banyak. Sperma mengocor deras dari memek Sinta yang sudah merah dan bengkak. Ia memeluk tubuh adiknya yang lemah, kontolnya masih tertanam dalam, dan berbisik di telinga Sinta yang basah air mata:
“Besok pagi kakak bakal bangunin kamu dengan kontol lagi, Sinta. Rumah ini kosong tiga hari. Kakak belum puas. Kamu bakal jadi pelacur kakak setiap hari mulai sekarang.”
Sinta hanya bisa menangis pelan di dada kakaknya, tubuhnya gemetar hebat, memeknya masih berdenyut penuh sperma kakak. Malam itu baru permulaan. Dan di luar jendela, langit masih gelap pekat, seolah ikut menyembunyikan dosa besar yang baru saja dimulai di rumah sepi itu.
ns216.73.216.105da2


