Pagi harinya, jam 07.30. Afni sudah sibuk di dapur masak sarapan untuk mereka bertiga. Aroma telur goreng dan kopi tercium sampai ke kamar mandi utama yang letaknya persis di sebelah dapur. Pak Bambang masih tidur nyenyak di kamar utama.14359Please respect copyright.PENANADFcvHnzBeB
Miya baru saja keluar dari kamarnya dengan rambut acak-acakan dan daster tipis yang sudah basah di bagian bawah karena memeknya banjir sejak bangun. Dia langsung mengirim chat ke Ardi yang masih di kamar:
Miya: “Ardi… ronde tambahan sekarang. Ibu di kamar mandi. Cepat masuk. Ibu mau kontolmu lagi sebelum Afni selesai masak. Ibu sudah gila pengen squirt di wastafel.”14359Please respect copyright.PENANAyL4fqwYlgy
Ardi langsung datang menyelinap. Begitu pintu kamar mandi tertutup, Miya sudah menariknya kasar dan mengunci pintu. Dia langsung jongkok di depan Ardi, menurunkan boxer-nya dengan gigi.
“Kontolmu pagi-pagi sudah ngaceng banget… enak…” Miya langsung melahapnya rakus. Mulutnya panas, lidahnya menjilat urat-urat tebal itu sambil tangannya mengocok pangkalnya.“Slurrrp… mmmhh… ibu suka bau kontol menantu pagi hari… kemarin malam di dapur belum cukup, ya? Ibu masih lapar kontol gede ini.”14359Please respect copyright.PENANAyL95lAhUGL
Ardi memegang kepala mertuanya, pinggulnya maju pelan.
“Bu… Afni lagi masak di sebelah… suaranya bisa kedengeran…”14359Please respect copyright.PENANAqm1BoFF86O
Miya melepaskan kontol sebentar, benang liur panjang menetes. Matanya liar.
“Justru itu yang bikin ibu panas, sayang. Bayangin Afni lagi aduk telur, sementara ibu mertuanya lagi deepthroat kontol suaminya di kamar mandi. Sekarang angkat ibu ke wastafel.”14359Please respect copyright.PENANAkAf1v9KQqe
Ardi mengangkat tubuh Miya yang montok itu ke atas wastafel marmer. Miya langsung membuka kakinya lebar-lebar, daster disingkap sampai pinggang. Memeknya sudah mengkilap, cairan bening menetes ke lantai.
“Posisi pertama: missionary di wastafel,” bisik Miya sambil menarik Ardi mendekat.
“Tusuk ibu sekarang, Ardi… pelan dulu biar ibu ngerasain setiap inci kontolmu yang bikin ibu gila.”14359Please respect copyright.PENANAirWUOTggX7
Ardi mendorong. Kontol tebalnya masuk perlahan, membelah memek Miya yang panas dan licin.
“Aaaahhh… ya… masuk… gede banget… kontol Ardi lagi ngisi memek ibu mertua… lebih dalam… ngena rahim ibu… ahh… genjot pelan dulu, sayang… ibu mau nikmatin dulu,” erang Miya sambil memeluk leher Ardi.14359Please respect copyright.PENANA1UfXur5PK1
Ardi mulai menggenjot pelan tapi dalam. Bunyi “plok… plok…” pelan terdengar di kamar mandi yang kecil. Payudara Miya yang besar bergoyang di depan wajah Ardi.14359Please respect copyright.PENANAThg72dOFmt
Miya menarik kepala Ardi ke payudaranya. “Isap puting ibu… gigit… ibu suka kasar… ahh… ya gitu… kontolmu enak banget… lebih enak dari kemarin di dapur… ibu mau ganti posisi.”
Dia turun dari wastafel, berbalik badan, dan membungkuk di depan cermin besar. Pantat montoknya terangkat tinggi.
“Posisi kedua: doggy di depan cermin. Lihat sendiri di cermin gimana kontol kamu ngebor memek ibu,” perintah Miya sambil menggoyang pantatnya menggoda.14359Please respect copyright.PENANAqXWTRaa7Pl
Ardi langsung masuk dari belakang, sekali tusuk dalam.
“Fuuuuccckk… ya… keras… kentot ibu dari belakang… lihat di cermin, Ardi… lihat payudara ibu bergoyang-goyang… lihat wajah ibu yang mesum karena kontol menantu… ahh… lebih cepat! Genjot memek ibu seperti pelacur!!” jerit Miya pelan tapi penuh nafsu.
Ardi mencengkeram pinggulnya dan menggenjot brutal. Bunyi “plok plok plok plok” semakin keras. Tangannya menjambak rambut Miya supaya dia tetap lihat ke cermin.14359Please respect copyright.PENANAViXT1ZbEsE
Miya menatap pantulan dirinya sendiri di cermin sambil mendesah kotor, “Lihat… ibu mertua kamu lagi disodok kontol gede… memek ibu nyedot kontol kamu rakus… ahh… Ardi… ibu mau squirt… tapi jangan berhenti… ganti posisi lagi!”14359Please respect copyright.PENANA5zsBneddrC
Ardi menarik kontolnya keluar, duduk di tutup kloset, dan menarik Miya ke pangkuannya.
“Posisi ketiga: cowgirl. Naik sendiri, Bu… goyang pinggul ibu yang montok itu,” kata Ardi sambil tersenyum nakal.14359Please respect copyright.PENANAJ7ogkwBnoI
Miya naik cepat, memeknya menelan kontol Ardi sampai pangkal. “Aaaahhh… penuh… kontolmu sampai dasar… sekarang ibu yang ngontrol…” Dia mulai naik-turun ganas, payudaranya yang besar melompat-lompat liar di depan wajah Ardi.
“Ya… ya… ibu naik kontol menantu… lihat payudara ibu… lebih gede dari Afni kan? Remas… cubit puting ibu… ahh… ibu suka dikentot sambil Afni lagi masak di luar… dia nggak tahu suaminya lagi ditunggangi ibu mertua… lebih cepat ibu goyang… ibu mau squirt di atas kontol kamu!!”14359Please respect copyright.PENANAHy0V6GTjmf
Ardi meremas payudara Miya keras sambil mengangkat pinggulnya dari bawah, bertemu setiap goyangan Miya.14359Please respect copyright.PENANAmmHLdi0ABj
Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu kamar mandi.
“Mas… Mama… kalian di dalam? Sarapannya udah siap nih…” suara Afni dari luar.14359Please respect copyright.PENANASFsiSaEGZD
Miya langsung membeku di atas kontol Ardi, tapi memeknya malah mencengkeram lebih kuat. Dia berbisik di telinga Ardi dengan suara mesum, “Jawab dia… bilang kita lagi mandi bareng… tapi jangan keluar kontolmu… tetap di dalam memek ibu…”14359Please respect copyright.PENANAH6aPFj3Jgu
Ardi berusaha tenang, suaranya agak gemetar. “Iya sayang… kami lagi… lagi cuci muka bareng. Sebentar lagi keluar.”14359Please respect copyright.PENANAWzdpZCD4Lq
Afni di luar tertawa kecil. “Hati-hati ya, airnya jangan banjir. Aku tunggu di meja.”14359Please respect copyright.PENANANrOV9ozAqe
Begitu langkah Afni menjauh, Miya langsung menggoyang pinggulnya lagi dengan liar.
“Gila… Afni cuma dua meter dari kita… kontol kamu masih di dalam memek ibu… sekarang posisi terakhir: standing fuck sambil berdiri.”14359Please respect copyright.PENANAuqsX5VTApt
Miya turun, Ardi berdiri, mengangkat satu kaki Miya tinggi-tinggi. Kontolnya masuk lagi dari samping sambil berdiri.
“Ya… tusuk… tusuk… kontolmu ngena banget di posisi ini… ahh… Ardi… ibu mau cum… ibu mau squirt di kamar mandi… genjot keras… keras!!” desah Miya sambil mencakar punggung Ardi.14359Please respect copyright.PENANA7PUvsBv2ai
Ardi menggenjot sekuat tenaga. “Memek ibu enak banget… aku mau cum lagi… Bu… aku mau isi memek ibu lagi…”14359Please respect copyright.PENANA4wPoJMxe9M
Miya kejang hebat.
“Sekarang… sekarang… ibu squirting… ahhhhhhh!!!!”14359Please respect copyright.PENANAWYtephr8pR
Memek Miya menyembur deras, cairan squirting muncrat ke lantai kamar mandi, ke cermin, dan ke paha mereka berdua. Tubuhnya gemetar hebat, orgasme ronde kedua pagi ini yang sangat intens.14359Please respect copyright.PENANAu7o5z146Rz
Ardi mendorong dalam-dalam dan menyemburkan sperma panasnya ke dalam rahim Miya.
“Ahh… Bu… aku keluar… banyak banget… memek ibu nyedot semua sperma aku…”14359Please respect copyright.PENANAqNVVLdYsON
Mereka berdua terengah-engah, kontol Ardi masih tertanam dalam sambil sperma dan cairan squirt menetes ke lantai. Miya mencium Ardi dalam, lidahnya menari liar.
“Bu… kamu benar-benar bikin aku gila…”
Miya membersihkan memeknya dengan tisu, tapi sengaja membiarkan sedikit sperma menetes di paha.
“Sekarang kita keluar pura-pura biasa. Tapi ingat… ini rahasia kita. Kontol kamu milik ibu sekarang.”14359Please respect copyright.PENANAFV967gC7jT
Mereka keluar kamar mandi dengan wajah puas. Afni sudah menunggu di meja makan, tidak curiga sama sekali.


