Pagi harinya, sekitar jam 7:30. Om Andi baru pulang besok malam. Anak-anak sudah berangkat sekolah. Pembantu sedang belanja di pasar. Rumah sepi.2420Please respect copyright.PENANAlAn0SjhAtb
Tante Rina menarikku masuk ke kamar mandi utama yang mewah — shower kaca besar, wastafel marmer panjang, dan cermin besar di depan. Air hangat sudah 2420Please respect copyright.PENANAOGw44AZv6m
menyala deras dari shower head, uapnya memenuhi ruangan.
Dia sudah telanjang bulat. Tubuhnya basah oleh keringat dan sisa sperma semalam yang masih menetes pelan dari memeknya. Matanya berkaca-kaca saat memandangku.2420Please respect copyright.PENANAHLRCfDc3Mm
Ada campuran rasa malu, rasa bersalah yang dalam, tapi juga nafsu yang sudah tidak bisa ditahan lagi.2420Please respect copyright.PENANARlyqelDby8
"Rio… Tante… Tante sudah gila sama kamu," katanya dengan suara gemetar, air mata menetes di pipinya bercampur uap air panas.2420Please respect copyright.PENANA0mgdphQyJQ
"Setiap malam Tante berdoa minta ampun… tapi begitu lihat kamu, memek Tante langsung banjir. Tante tahu ini dosa besar… selingkuh sama keponakan sendiri… 2420Please respect copyright.PENANAOaQuSn3khB
tapi Tante nggak bisa berhenti. Kontol kamu bikin Tante merasa hidup lagi. Om Andi nggak pernah bikin Tante merasa seperti ini… Tante… Tante cinta sama kamu, s2420Please respect copyright.PENANAealXyj7GFb
ayang… cinta yang salah, tapi Tante rela masuk neraka asal bisa punya kamu setiap hari."
Dia menarikku ke bawah shower. Air hangat langsung menyiram tubuh kami berdua. Tante Rina menciumku dengan penuh emosi — lidahnya masuk dalam, tangannya memegang wajahku seolah takut aku hilang. Air mata dan air shower bercampur di pipinya.2420Please respect copyright.PENANA1BCWLKH4Ta
"Kamu lihat Tante… Tante sudah jadi pelacur murahanmu sekarang," bisiknya sambil tangannya meremas kontolku yang sudah keras. "Memek Tante yang dulu cuma buat suami… sekarang cuma basah buat kontol keponakan. Tante malu… tapi Tante suka malunya. Tante suka jadi pelacur kamu."2420Please respect copyright.PENANA8A7zr4Y1fX
Aku membalik tubuhnya menghadap wastafel. Tante Rina memegang pinggir wastafel marmer dengan kedua tangan, bokong montoknya terangkat tinggi, memeknya terbuka lebar di bawah guyuran air shower. Air mengalir deras di punggungnya yang melengkung.2420Please respect copyright.PENANAcTtJSyHJXp
Aku berdiri di belakangnya, memegang pinggulnya yang lebar. Kepala kontolku menggesek bibir memeknya yang sudah sangat licin.
"Masukin sekarang… pelan dulu… Tante mau ngerasain setiap senti kontol harammu," erangnya sambil menatap cermin, matanya penuh air mata dan nafsu. "Lihat… lihat Tante di cermin ini… lihat wajah Tante yang lagi dientot keponakan sendiri… Tante cantik kan? Tapi Tante kotor… Tante istri selingkuh yang paling murahan…"2420Please respect copyright.PENANAKmVrBPhWRq
Aku mendorong masuk perlahan. Memeknya masih agak sempit meski sudah sering dipakai, dindingnya berdenyut panas memeluk kontolku.
"Uuuuhhh… aaahhh… besar sekali… penuh… Tante penuh sama kontol kamu lagi…" desahnya panjang, suaranya pecah karena emosi. "Om Andi nggak pernah bikin Tante sesempit ini… Tante merasa seperti perawan lagi tiap kali kamu masukin… Rio… Tante cinta kamu… Tante benci diri sendiri… tapi Tante nggak mau berhenti… fuck Tante… hancurkan memek selingkuh Tante ini…!!"2420Please respect copyright.PENANAJrbuOMQruc
Aku mulai menggoyang. Pelan dulu, tapi semakin dalam dan kuat. Setiap dorongan membuat payudaranya bergoyang liar, air shower memercik ke mana-mana.
Plok… plok… plok… plok…2420Please respect copyright.PENANA7OKejodROS
Tante Rina menatap cermin terus, air matanya semakin deras.
"Aaahh… iya… gitu… dorong lebih dalam… Tante mau kamu tembus rahim Tante… Tante mau hamil sama sperma haram keponakan… Tante nggak peduli lagi sama Om Andi… Tante cuma mau kamu… Rio… Tante mau jadi milik kamu selamanya… fuck Tante lebih keras… bikin Tante jerit nama kamu…!!"2420Please respect copyright.PENANAuPLuGIulAj
Aku mempercepat. Tangan kananku menampar bokongnya keras berkali-kali sampai memerah. Tangan kiriku meraih rambutnya, menarik kepalanya ke belakang supaya dia tetap melihat wajahnya sendiri di cermin.
"Jerit, Tan… jerit nama aku… nggak usah ditahan lagi," kataku sambil menggoyang brutal.2420Please respect copyright.PENANAsLkkCtJk6M
Tante Rina sudah tidak kuat menahan. Suaranya pecah, campur tangis dan kenikmatan.
"Rioooo…!! Aaaahhh… Rio… entot Tante… entot istri Om Andi… Tante milik kamu… Tante pelacur kamu… memek Tante cuma buat kontol Rio… aaahhh… lebih cepat… Tante mau cum… Tante mau squirt sambil teriak nama kamu… Rio… Rio… RIOOO…!!!"2420Please respect copyright.PENANA6CZYaAcjuK
Tubuhnya kejang hebat. Memeknya menyempit luar biasa, berdenyut-denyut kuat. Cairan panasnya menyembur deras keluar, bercampur air shower, membasahi lantai kamar mandi. Dia menjerit nama-ku keras sekali, suaranya bergema di kamar mandi:2420Please respect copyright.PENANA6sdpUGUizO
"RIOOO…!!! Tante cum… Tante cum karena kontol keponakan… aaahhh… Tante cinta kamu… Tante hancur… Tante bahagia…!!"2420Please respect copyright.PENANAAXN78OVtIT
Aku tidak tahan lagi. Dengan dorongan terakhir yang sangat dalam dan brutal, aku menyemburkan sperma panasku yang tebal ke dalam rahimnya. Jet demi jet menyembur kuat, memenuhi memek Tante Rina sampai meluber keluar dan bercampur air shower.2420Please respect copyright.PENANAytzOAmL5vy
Tante Rina masih gemetar hebat, tangisnya bercampur desahan. Dia menoleh ke belakang, matanya merah, tapi penuh cinta dan kepuasan yang dalam.
"Terima… terima semua sperma kamu… isi Tante penuh… Tante mau bawa sperma kamu seharian ini… meski Om Andi pulang besok… Tante tetap mau kamu… meski harus sembunyi… Tante rela."2420Please respect copyright.PENANAMwOdtvWs7u
Dia membalik tubuhnya, memelukku erat di bawah shower, air hangat membasuh tubuh kami yang lengket. Bibirnya berbisik di telingaku dengan suara lemah tapi penuh emosi:2420Please respect copyright.PENANAQnqdUiYnpW
"Besok malam… Om Andi pulang… Tante mau terakhir kali sebelum dia datang… Tante mau kamu entot Tante di kamar tidur utama… di tempat tidur yang biasa Tante tidur sama Om Andi… Tante mau kamu isi Tante lagi… sambil Tante bisik ‘aku milik Rio’ di telinga kamu… Kamu mau? Tante… Tante sudah ketagihan banget sama kamu…"


