Malam harinya, jam 10 lewat. Anak-anak Tante Rina sudah tidur nyenyak di lantai atas. 4397Please respect copyright.PENANACGqdco0dLB
Pembantu sudah pulang. Rumah besar itu hanya diterangi lampu temaram di ruang keluarga.4397Please respect copyright.PENANAuYgruIeOsE
TV menyala pelan menayangkan film action, suaranya cukup keras untuk menutupi apa yang akan terjadi.4397Please respect copyright.PENANACCK4tDhXTG
Tante Rina sudah menepati janjinya.
Dia duduk di sofa panjang dengan hanya memakai oversized t-shirt putih longgar milik Om Andi yang panjangnya sampai pertengahan paha. 4397Please respect copyright.PENANAs3Twn053hH
Di bawahnya? Tidak ada apa-apa. Tidak ada bra, tidak ada celana dalam. Setiap kali dia bergeser, payudaranya yang besar bergoyang bebas4397Please respect copyright.PENANAbNfzBlMltB
di dalam kaos tipis itu,4397Please respect copyright.PENANAq0Rv6n7WKC
putingnya sudah keras menonjol jelas.
Aku duduk di sebelahnya, hanya memakai celana pendek basket. Tangan Tante Rina sudah dari tadi merayap di pahaku, perlahan naik ke selangkanganku.4397Please respect copyright.PENANAMJYJfsoXmk
"Memek Tante sudah basah dari sore tadi… mikirin kontol kamu terus," bisiknya tepat di telingaku sambil menggigit cuping telingaku pelan.4397Please respect copyright.PENANAKaPKl9A57J
Dia menarik tanganku dan memasukkannya ke bawah kaosnya. Jari-jariku langsung menyentuh memeknya yang sudah banjir. Bibir memeknya licin dan panas, 4397Please respect copyright.PENANAjKzYkwA9Vx
cairannya sudah mengalir sampai ke celah bokongnya.
"Ya Tuhan, Tan… basah banget," kataku sambil memasukkan dua jari sekaligus ke dalam lubangnya yang masih agak longgar karena dua ronde tadi pagi.4397Please respect copyright.PENANAOZVi8M5bZI
Tante Rina mendesah pelan, pinggulnya bergerak pelan mengikuti gerakan jariku. "Pelan-pelan dulu… jangan keras-keras, nanti anak-anak bangun."4397Please respect copyright.PENANA9AwCEDvGmQ
Tapi nafsunya sudah tidak tertahankan. Dia menarik celana pendekku ke bawah, kontolku yang sudah keras tegak langsung melompat keluar.4397Please respect copyright.PENANA9bCfHNoPar
Tante Rina langsung membungkuk, mulutnya menyedot 4397Please respect copyright.PENANA8VI1vHmw6f
kontolku dengan rakus. Suara isapan basahnya bercampur dengan suara TV.
Gluk… gluk… gluk…4397Please respect copyright.PENANAbj6A72Avsj
Kepalanya naik turun cepat, air liurnya menetes-netes ke sofa. Sesekali dia mengeluarkan kontolku, menjilat bola-bolaku sambil memandangku dengan mata penuh dosa.
"Aku mau kamu sekarang," katanya serak.4397Please respect copyright.PENANAyl3eR2cT0h
Dia naik ke pangkuanku, menghadap ke depan (reverse cowgirl) supaya bisa pura-pura nonton TV kalau ada suara dari atas. Tangan kirinya memegang kontolku, menggesek kepalanya4397Please respect copyright.PENANAiT3WouTvar
di memeknya yang sudah sangat licin, lalu perlahan menurunkan tubuhnya.
Shhhlluuuppp…4397Please respect copyright.PENANAOZCZfkwfvu
Kontolku masuk pelan tapi pasti sampai pangkal. Memek Tante Rina masih sangat panas dan penuh sisa sperma pagi tadi. Dia mulai menggoyang pinggulnya pelan, naik turun dengan4397Please respect copyright.PENANAVfoY3aluyS
gerakan kecil dulu, takut suaranya terlalu keras.
Plok… plok… plok… pelan.
Payudaranya yang besar bergoyang di dalam kaos. Aku menyusupkan kedua tangan ke bawah kaosnya, meremas payudaranya kuat-kuat sambil memilin putingnya.4397Please respect copyright.PENANAPylq2hxD63
Tante Rina semakin cepat. Pinggulnya naik turun lebih dalam. Suara basah "plok plok plok" mulai terdengar jelas meski TV menyala keras.
"Aaahh… enak… kontol keponakan Tante… memek Tante penuh lagi…" desahnya sambil menggigit bibirnya sendiri supaya tidak jerit.4397Please respect copyright.PENANA441zoFdJJH
Aku menahan pinggulnya, lalu mulai mendongkrak dari bawah dengan kuat. Setiap dorongan membuat kontolku menghantam serviksnya. Tante Rina tidak tahan lagi, dia mencondongkan tubuh ke depan,4397Please respect copyright.PENANAVQfMoyKunm
kedua tangannya bertumpu di meja kopi, bokongnya terangkat tinggi.4397Please respect copyright.PENANAK0B2U5NdBB
Aku menggoyang lebih brutal dari belakang. Suara tamparan kulit bokongnya semakin keras.
Plak! Plak! Plak! Plak!4397Please respect copyright.PENANAZ63ucKq6q1
Tante Rina sudah tidak peduli lagi. Dia mendesah keras, "Iya… gitu… fuck Tante di ruang keluarga… kalau anak Tante bangun dan lihat ibunya lagi dientot keponakan… aaahhh!"4397Please respect copyright.PENANAWcPclALslv
Aku menarik kaosnya ke atas sampai ke leher, memperlihatkan seluruh bokong montok dan punggungnya yang berkeringat. Tangan kananku menampar bokongnya keras berkali-kali sampai memerah.4397Please respect copyright.PENANAb3TnikgTNo
Tiba-tiba kami mendengar suara langkah pelan dari tangga.
Tante Rina langsung panik tapi malah semakin basah. Dia berbisik cepat, "Jangan keluar… terus aja pelan-pelan…"4397Please respect copyright.PENANAQZfncME7Y6
Dia duduk tegak di pangkuanku lagi, kontolku masih sepenuhnya tertanam dalam memeknya. Kami pura-pura nonton TV. Langkah itu ternyata hanya angin, tapi risiko itu membuat adrenalin kami naik berkali-kali lipat.4397Please respect copyright.PENANAj1LoH4C2Qu
Begitu suara hilang, Tante Rina langsung menggila. Dia naik turun dengan cepat dan kuat, memeknya berdenyut-denyut.4397Please respect copyright.PENANA6M8oF89UYc
"Rio… Tante mau cum… aaahhh… Tante mau squirt di kontol kamu…!"
Tubuhnya kejang hebat. Memeknya menyemprot cairan panas yang membasahi paha kami berdua dan sofa. Dia menjerit pelan sambil menutup mulutnya sendiri.4397Please respect copyright.PENANAv1SOgnqVdt
Aku tidak bisa menahan lagi. Aku memeluk pinggulnya erat, mendorong kontolku sedalam mungkin dan menyemburkan sperma lagi ke dalam rahimnya. Jet demi jet yang tebal dan panas memenuhi memek Tante Rina sampai meluber deras ke sofa.4397Please respect copyright.PENANApzDmJoo1H0
Kami diam beberapa saat, napas tersengal, kontolku masih berdenyut di dalamnya.4397Please respect copyright.PENANAt3f0YohRmp
Tante Rina menoleh, menciumku dalam-dalam, lalu berbisik sambil tersenyum nakal:4397Please respect copyright.PENANAeNP8epmGOz
"Sofa ini basah banget sama campuran kita… Besok pagi Tante bilang ke pembantu kena tumpah minuman. Malam besok… Tante mau di meja makan. Kamu siap?"


