Mama ku terlihat kaget ketika aku marah, padahal beliau baru saja datang dari Jakarta hari Jumat sore itu. Tetapi ketika kepalaku di eluselus nya dan mama mengatakan minta maafkarena terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan sekaligus juga mengatakan kalau mama tetap sayang dengan ku, perasaan marahku pun jadi luluh.Masak sih Mas (padahal namaku sebenarnya sih Pur. Tapi mama selalu memangggilku Mas sejak aku masih kecil), kamu enggak percaya sama mama ? Mama terlalu sayang padamu, jadi kamu jangan curiga kalau mama pacaran lagi, katanya ter isak sambil menciumi pipiku dan akhirnya kami berpelukan.
Oh iya, sebelum aku melanjutkan ceritaku ini, ingin sebaiknya kuceritakan sedikit background keluargaku.
Aku sekarang ini sedang kuliah di salah satu universitas di Bandung dan sudah semester 6, sedangkan Mama ku masih kerja di salah satu departemen di Jakarta dan usianya sekitar 40 tahunan. Sebetulnya, mamaku ini bukanlah ibu kandungku, tetapi dia adalah adik dari Ibuku. Hal inipun baru aku ketahui sejak aku mulai duduk di bangku SLTA.Cerita yang kutahu sih, aku di minta dan diasuh oleh adik Ibuku sejak masih bayi. Waktu itu, katanya untuk memancing agar bisa hamil, karena adik Ibuku sudah menikah selama 5 tahun tetapi belum punya anak. Tetapi beberapa tahun yang lalu, adik Ibuku dan yang sekarang kupanggil Mama itu bercerai dengan suaminya, entah kenapa.
Jadi sekarang ini, aku sepertinya lebih sayang dengan mama ku di banding dengan Ibu kandungku sendiri. Maklum saja karena dari bayi aku sudah di asuhnya.
Setelah makan malam, lalu kami berdua ngobrol di ruang tamu sambil melihat acara TV.
Mas, rambutmu itu sudah mulai banyak lagi yang putihsini mama cabutin, kata mama yang biasanya selalu mencabuti ubanku bila datang ke Bandung. Segera saja aku bergegas ke kamar untuk mengambil cabutan rambut lalu duduk menghadap kearah TV di lantai sambil sandaran di sofa yang diduduki mama.
Terus terang, aku paling senang kalau mama sudah mulai mencabuti ubanku, soalnya bisa sampai ngantuk.
Banyak betul sih Mas ubanmu ini ? komentar mama sambil mulai mencabuti ubanku.
Habis sih..mama sudah lama enggak kesinicumin ngurusin kerjaan melulu.
Ya sudah, sekarang deh mama cabutin ubanmu sampai habis Kami lalu diam tanpa berkata kata.
Mas ngomong2 kamu sudah punya pacar apa belum ? tanya mama tiba2, sambil masih tetap mencabuti ubanku di kepala bagian belakang.
Belum kok Ma..masih dalam penjajakan, sahutku.
Tuh..kan. Kamu ngelarang mama cari pacar, tapi kamu sendiri malah mau pacaran sahut mama dengan nada agak kesal.
Bersambung...
ns216.73.217.85da2


