Suatu saat Felicia akan ada tugas dari kantornya ke Surabaya dia menelepon minta dijemput di Airport katanya, wah asyik nih aku bisa ketemu sekalian bisa ngobrol dan bercanda.
Pada saat hari H dia telpon saya lagi dia bilang dia pake baju warna pink dan celana panjang hitam. Hmm sesampainya di airport aku bingung sekali waktu aku lihat-lihat di kedatangan airport yang pakai baju pink dan celana hitam cuman ada satu orang itupun kira-kira masih sekitar umur 30 th menurutku.
Aku beranikan diri untuk menyapa,
“Hmm selamat siang bu, ma’af ibu yang bernama Felicia?” dengan senyum yang manis dia langsung merespons,
“Apakabar ivan”.
Saya langsung bengong karena melihat tampangnya yang masih cantik dengan badan langsing tapi gemuk pada bagian yang penting tentunya. Tiba-tiba Felicia langsung mencium pipiku..
“Mmmuuaachh jangan pake ibu segala ya.. Panggil Felicia aja!”.
Wah-wah saya langsung rada horny.. He.. he..he.. Seharian saya antar dia keliling ke kantor klien-kliennya, setelah jam kerja usai, kita makan malam dan saya antar lagi dia ke airport.
Di perjalanan tiba-tiba dia minta berhenti di pinggir jalan. Saya tanya,
“Kenapa kok berhenti?” tanpa banyak bicara dia langsung mencium bibir saya dan membuka retsleting celana saya, penis saya langsung menegang tanpa basa-basi.
Sambil mengelus-elus batangku dia bergumam,
“Hmm mantap juga batang kamu ini”
Ukuran penisku tidak terlalu besar sih sekitar 18 cm panjangnya, tapi menurut Felicia, “helm proyek”-nya ini bisa bikin nyesek.. He.. he.. he.. he..
Setelah puas melumat bibirku dia langsung menyedot batang kemaluanku yang dari tadi sudah menunggu hisapan mulut sexinya, tak ketinggalan lidahnya menjilat-jilat batang penisku, aku tak mau tinggal diam tanganku berusaha meremas dadanya yang cukup kenyal, tapi dia menepis,
“Sudah deh kali ini biar Felicia yang kerja,”
ya.. aku pasrah saja sambil menikmati sedotan bibirnya, tak lama kemudian aku serasa melayang-layang dan kepala penisku serasa makin besar akhirnya
“Oughh.. ahh..” Crott!! Spermaku keluar di mulut Felicia,
Dia makin gila menyedot semua batangku masuk ke mulutnya seakan nggak mau ada spermaku yang lolos dari mulutnya. Kepala penisku masih berdenyut saat Felicia menyedotnya.
“Ahhmm enak banget batang kamu, thank’s ya,” kata Felicia,
sambil tersenyum dan menciumku, dia sangat suka dengan penisku, sementara aku hanya bisa diam dan masih terheran-heran melihat kebinalannya,
“Ayo jalan, ntar ketinggalan pesawat nih.”
Tiba-tiba Felicia protes melihat aku hanya terdiam dan membiarkan celanaku terbuka. Pada saat aku tiba di parkiran airport Felicia berkata,
“Kamu masih utang lho sama aku”
Tiba-tiba ada suara lenguhan yang cukup mengagetkanku
“ahh ahh ahh oughh..,” kami berdua terkaget-kaget ketika aku lihat pembantu Felicia yang bernama Dina sudah telentang sambil mengejang di lantai, jemarinya terlihat berada di dalam vaginanya, sementara bajunya sudah tidak karuan. Aku baru sadar jika permainan kami diperhatikan oleh pembantu yang kira-kira masih berumur 15 tahun. Namun badannya lumayan bongsor dan mulus, buah dadanya terlihat membusung indah sekali. Namanya Dina.
Ternyata Dina sudah memperhatikan permainan kita sejak tadi. Tanpa malu-malu lagi Felicia memanggilnya,
“Sini kamu!” sambil mukanya memerah Dina berjalan mendekat.
“Kamu ngapain?” tanya Felicia.
“Ya lihat Ibu sama Mas ivan begituan,” jawabnya dengan lugu sambil melirik ke arah penisku yang masih tegak.
Felicia berbisik,
“Aku sudah cape nih, aku rela kok kamu main sama Dina, tuh penis kamu masih tegak,” sambil menciumku Felicia membisikkan hal yang benar-benar aku inginkan dan cukup mengejutkan bagiku.
Sambil menunjuk ke arah VCD bokep yang sedang beradegan anal, Felicia berkata kepada Dina,
“Kamu mau ngent*t seperti di TV itu ya Dina”
Bersambung...
ns216.73.217.85da2


