Alkisah…..
“Assalamu’alaikum, Ustaz….” Begitu awal mula Ayu menyapa Ustaz Zali melalui no WA-nya.
Ustaz Zali sudah dikenal di kalangan komunitas pengajian di Kota O sebagai pengisi kajian di masjid-masjid dan perkantoran. Termasuk seorang ustaz yang memiliki banyak penggemar baik jamaah Ikhwan maupun akhawat. Masih muda meski sudah berkeluarga dan memiliki dua orang anak.
Sebenarnya di Kota O ada beberapa ustaz yang juga dikenal di kalangan pengajian. Ada Ustaz Damar, Ustaz Bilfiq, dan Ustaz Ram.
Suatu malam saya diajak makan bersama oleh salah seorang kawan ke Gubuk Makan Mang Engking. Saat menyantap satu persatu menu udang madu tiba-tiba kawan saya nyeletuk,
“Akhi, kemarin saya dikasih tahu sama seorang ustaz di Kota O ada kasus heboh di kalangan ustaz.”
“Kasus apa? Nggak tau saya!”
“Ana saja yang denger langsung kaget!”
Kawan saya pun bercerita…
“Bego’ itu ustaz yang cerita!!” Spontan saya berkata kasar saat mendengar cerita kawan saya. Saya nggak habis pikir sampai segitu bodohnya ustaz dan juga jamaahnya sampai cerita seperti itu menjadi buah bibir meski kalangan terbatas. Bukti bahwa mereka belum mengerti tentang urusan seperti itu.
“Waalaikumussalam…ini dengan siapa?” Jawab Ustaz Zali.
“Afwan, Ustaz. Saya Ayu.”
“Ohya, kenapa?”
“Sebelumnya saya minta maaf ya, Ustaz. Saya mengganggu waktu Ustaz. Apa Ustaz berkenan jika saya mau berkonsultasi dengan Ustaz?”
“Ooooo….ok, silakan. Ayu ya tadi nama ukhti?”
Dan selang beberapa hari kemudian
“Terus, ustaznya mau juga ketemuan di hotel?” Sambil tersenyum nyinyir saya tanya kawan saya itu.
“Ya ustaznya datang ketemuan sama si akhawatnya itu.” Jelasnya.
“Dia datang sendirian?”
“Iya..”
“Maaf, itulah bego’nya si ustaz! Sok sok an dia nggak bakal tergoda setan!”
Hotel D’Qlepoen Ixi
Tepat pukul setengah dua siang HP Ustaz Zali berbunyi. Ada notifikasi pesan WA yang masuk.
“Assalamualaikum…Maaf Ustaz, Ustaz sudah sampai mana?”
Ternyata dari Ayu. Dia sudah tiba duluan di Hotel D”Qlepoen Ixi sejak Dhuhur. Ia yang meminta Ustaz Zali agar datang ke hotel tersebut untuk keperluan konsultasi. Sebelumnya Ustaz Zali agak keberatan bila harus bertemu di suatu tempat, tapi karena Ayu memaksanya dengan alasan ada masalah yang sangat-sangat pribadi akhirnya Ustaz Zali menyetujui.
“Waalaikumsalam..Saya baru saja sampai di tempat ini. Ukhti dimana?”
“Oooh.alhamdulillah. Iya Ustaz, Ustaz masuk aja dari lobi, saya ada di ruang tunggu tamu, Ustaz..”
“Ok.” Jawab Ustaz Zali singkat seraya bergegas ke lobi hotel.
Selang beberapa detik kemudian ia melihat seorang akhawat muda berjilbab rapi dan anggun sekali sedang duduk di sofa ruang tunggu hotel. Ia yakin sekali itu Ayu karena hanya dia satu-satunya wanita yang memakai gamis dan jilbab panjang. Cantik dan serasi sekali dengan paduan warna baju yang dia pakai.
“Assalamualaikum…Dengan Ayu..?” Sapa Ustaz Zali ramah dengan ulasan senyum di bibirnya.
“Oh, iya, waalaikumsalam, Ustaz. Iya saya Ayu, Ustaz..” Ayu membalas salam Ustaz Zali dengan gerak tubuh malu-malu sambil sedikit membungkukkan badannya tanda hormat.
Bersambung...
ns216.73.217.85da2


