Pada awalnya semua berjalan lancar, seperti layaknya private pada umumnya. Sekitar pukul 09.30 atau kadang molor sampai jam 10.00 malam, barulah aku minta izin pulang. Sampai pada suatu malam, sesuai dengan jadwal, aku datang ke rumah tetanggaku tersebut, dengan maksud memberikan private pada anaknya, tetapi ternyata yang ada hanya Tante Lela. Katanya sih si Wina keluar dengan temannya karena suatu keperluan. Kata tante Lela, mungkin sebentar lagi juga pulang. Sementara menunggu, Tante Lela menyuguhkan secangkir teh hangat dan sedikit makanan kering kepadaku. Dalam selang waktu itu terjadi percakapan kecil antara aku dan tante Lela.
"Silahkan diminum airnya, nak Rey!" kata tante Lela.
"Iya, Tante!" jawabku sambil mengambil gelas berisi teh hangat yang ada di depanku.
"Sudah semester berapa sekarang?" tanya Tante Lela memulai percakapan.
"Sudah semester akhir sih, Tante! cuman... Skripsi saya belum selesai." jawabku agak malu-malu sambil meletakkan kembali gelas teh ke atas meja.
"Wah... hampir selesai dong! Kalau sudah lulus, nggak ada lagi dong ngasih private buat Wina..." kata Tante Lela
"Ah, masih lama juga sih, Tante! Mungkin duluan Wina lulus ketimbang saya..." jawabku merendah
"Hahaha... kerasan kuliah ya? nggak kepingin merit?" Tanya Tante Lela yg lumayan mengagetkanku.
"Hehehe... pingin sih, Tante! Tapi kerja aja belum, masa dah mikir merit...!?" Jawabku.
"Kamu itu gimana sih? ntar nyesel nunda-nunda kawin..." kata Tante Lela menggodaku. "nyesel kenapa, Tante?" tanyaku.
"Dasar anak muda! Kawin itu enak lho...!!" kata tante Lela.
"Hahaha... kalau mikir gitu2nya aja sih memang enak, Tante! tapi tanggung jawabnya kan besar kan, Tante!?" Jawabku.
Bersambung...
ns216.73.217.85da2


