Mira seorang gadis yang sedang meniti usia keremajaan. Pada peringkat usia remaja yang beransur-ansur membentuk personaliti seorang wanita muda, perkembangan tubuhnya subur bak cendawan tumbuh selepas hujan.156Please respect copyright.PENANAo6JHplQ8D2
156Please respect copyright.PENANATHUgO9XbGq
Dadanya menonjol ke depan menampung gunung berkembar yang semakin pejal dan tinggi membusut. Rambutnya yang hitam bersinar mengurai melepasi bahu sambil menyerlahkan leher jinjangnya yang putih melepak. Pinggulnya juga membesar menjelmakan bentuk kerengga yang mengiurkan.156Please respect copyright.PENANAcppMPbp8nM
156Please respect copyright.PENANATQTKjJrgDx
Tubuh yang semakin dewasa itu bertambah seri dengan sepasang kaki langsing yang menawan umpama pergawati popular.156Please respect copyright.PENANADNSpNGSsuz
156Please respect copyright.PENANAGqG6gS5jab
Keinginan Mira seksual Mira juga menebal dengan matangnya anggota seksual yang masih belum pernah ternoda oleh mana-mana jantan yang sering terliur melihat gadis belasan tahun ini.156Please respect copyright.PENANApxNnZyKMvy
156Please respect copyright.PENANAsptI9hnUvX
CHAPTER I - MENGENDAP156Please respect copyright.PENANAW92zEVnnWI
156Please respect copyright.PENANA4RcfmiYLRZ
Malam semakin larut dan penghuni banglo di pinggir kota itu mula melabuhkan tirai pada hari yang menuju penghujungnya. Mira masih berbaring di sofa empuk di ruang tamu yang besar sambil matanya tepat memandang kaca TV yang sedang menyajikan kisah percintaan romatik “The Pretty Woman”. Filem romantik lakonan Julia Roberts dan Richard Gere itu begitu memukau Mira. Mira kagum dengan karekter hero yang jatuh cinta pada seorang pelacur. Cinta sejati itu mampu mengatasi batasan status sosial yang sering menjadi penghalang cinta. Mira begitu asyik menonton dan bila cerita itu berakhir, Mira lantas melihat jam dinding yang jelas menunjukkan jam 12.00 tengah malam.156Please respect copyright.PENANA6w3xUZEXpz
156Please respect copyright.PENANApadmzyVIpp
“o..ngantuknya”, Mira bingkas bangun dan menggeliatkan badan. Matanya terarah ke pintu bilik yang berada di sebelah kanan tangga. “Farish, tidur dah agaknya”, Mira berbisik sendirian bila tidak kelihatan bias cahaya pada pintu bilik tidur adiknya.156Please respect copyright.PENANA641yLkKzHT
156Please respect copyright.PENANAt85wYQzdue
Perlahan-lahan Mira menaiki tangga menuju biliknya. Langkah Mira penuh berhati-hati untuk tidak mengganggu lena kedua orang tuanya yang sedang beradu di bilik utama rumah banglo itu.156Please respect copyright.PENANAQUH51SxdyH
156Please respect copyright.PENANAlZsrgma7IA
Dalam kesamaran malam Mira terlihat pintu bilik kedua orang tuanya sedikit terbuka. “Apalah tidurpun tak tutup pintu rapat-rapat”, Mira kemudian bergerak ke arah pintu bilik ibu bapanya untuk menutup pintu tersebut.156Please respect copyright.PENANAY25cjS5XTv
156Please respect copyright.PENANAHZ52Ofz7qa
Tangan Mira pantas memegang tombol pintu. Pada saat itu mata Mira terarah ke dalam bilik dan tanpa sengaja mata gadis sunti itu tersentak melihat aksi kedua orang tuanya yang sedang memadu kasih di atas ranjang. Cahaya bulan lemah menerangi bilik itu namun Mira dapat melihat susuk tubuh papa sedang beralun lembut menghimpit tubuh mama. Gerakan badan papa berombak sambil punggung papa berputar-putar seperti sedang menggerudi di celah kaki mama yang terbuka luas.156Please respect copyright.PENANAAR9sJ0dIql
156Please respect copyright.PENANAwBIiTrvaPB
Mira seakan terpukau dengan aksi kedua orang tuanya. Tangan kiri Mira tanpa sedar meramas-ramas celah kangkangnya. Jari jemari Mira pantas mengesel-gesel pada bukaan faraj perawannya. Bibir faraj Mira yang lembut dibelai sambil jari telunjuk Mira mengelus kelentitnya mula mengeras.156Please respect copyright.PENANAA6cfJKuypp
156Please respect copyright.PENANAay5r88sKDr
“ooo..ooo..mmm”, mama merengek manja menerima tusukan-tusukan tajam pedang papa yang terbenam dalam di lorong nikmat mama. Rengekan mama membuatkan papa semakin pantas berdayung. Punggung ayah beralun laju sambil mulut papa rakus mencumbui payu dara mama. Papa dan mama terlalu asyik melaksanakan aksi penuh berahi sehingga tidak menyedari kelibat Mira yang masih tercegat di depan pintu.156Please respect copyright.PENANAlJYRnY7SNn
156Please respect copyright.PENANACklBHWhURt
“oooo..aahhh”, hayunan punggung papa yang laju tiba-tiba terhenti dan tubuhnya seakan kejang. Papa menekan punggungnya kuat pada celah kangkang mama. Otot punggung papa mengegang kuat. Mama pula memeluk papa lebih kuat dan serentak itu Mira tersedar dari keasyikannya melihat hubungan seks kedua orang tuanya.156Please respect copyright.PENANAvAjN2nWJGL
156Please respect copyright.PENANA0sRwErIwmQ
Mira segera bergerak laju menuju kamar tidurnya. Pintu kamarnya ditutup perlahan-lahan. Mira lalu merebahkan tubuhnya di tilam empuknya sambil dadanya masih berdegup kencang. Itulah pertama kali Mira melihat hubungan seks antara dua insan. Perasaan Mira bercampur baur, rasa bersalah kerana mengendap ibu dan bapanya yang sedang melaksanakan kewajipan sebagai suami-isteri.156Please respect copyright.PENANARALhaBkGxK
156Please respect copyright.PENANAv38wYcd8p5
Naluri seks Mira meluap-luap dan bantal peluknya dipeluk erat sambil cuba memejamkan mata. Mira ingin segera terlelap dan bermimpi untuk bersama seorang lelaki yang mampu memenuhi ghairah keremajaannya.156Please respect copyright.PENANAhi1xKzIK0Z
156Please respect copyright.PENANAZ4FtuWEDub
156Please respect copyright.PENANAYJllyf0nPs
oohhh... papa
156Please respect copyright.PENANAdUj2UPDT6C


