Mira seorang gadis yang sedang meniti usia keremajaan. Pada peringkat usia remaja yang beransur-ansur membentuk personaliti seorang wanita muda, perkembangan tubuhnya subur bak cendawan tumbuh selepas hujan.131Please respect copyright.PENANAhPhAfA6Fx3
131Please respect copyright.PENANAMnoWD31CFZ
Dadanya menonjol ke depan menampung gunung berkembar yang semakin pejal dan tinggi membusut. Rambutnya yang hitam bersinar mengurai melepasi bahu sambil menyerlahkan leher jinjangnya yang putih melepak. Pinggulnya juga membesar menjelmakan bentuk kerengga yang mengiurkan.131Please respect copyright.PENANAO8TqWoncPG
131Please respect copyright.PENANAzoJWJqgSqW
Tubuh yang semakin dewasa itu bertambah seri dengan sepasang kaki langsing yang menawan umpama pergawati popular.131Please respect copyright.PENANAlfh9B9atQS
131Please respect copyright.PENANAz5uNoCctG8
Keinginan Mira seksual Mira juga menebal dengan matangnya anggota seksual yang masih belum pernah ternoda oleh mana-mana jantan yang sering terliur melihat gadis belasan tahun ini.131Please respect copyright.PENANAFZysQ4YE3M
131Please respect copyright.PENANAROAClZXHz0
CHAPTER I - MENGENDAP131Please respect copyright.PENANAUqirK33kcX
131Please respect copyright.PENANAMn688BFMvK
Malam semakin larut dan penghuni banglo di pinggir kota itu mula melabuhkan tirai pada hari yang menuju penghujungnya. Mira masih berbaring di sofa empuk di ruang tamu yang besar sambil matanya tepat memandang kaca TV yang sedang menyajikan kisah percintaan romatik “The Pretty Woman”. Filem romantik lakonan Julia Roberts dan Richard Gere itu begitu memukau Mira. Mira kagum dengan karekter hero yang jatuh cinta pada seorang pelacur. Cinta sejati itu mampu mengatasi batasan status sosial yang sering menjadi penghalang cinta. Mira begitu asyik menonton dan bila cerita itu berakhir, Mira lantas melihat jam dinding yang jelas menunjukkan jam 12.00 tengah malam.131Please respect copyright.PENANAqXbaGwKC0e
131Please respect copyright.PENANAKj2ZiZDRLx
“o..ngantuknya”, Mira bingkas bangun dan menggeliatkan badan. Matanya terarah ke pintu bilik yang berada di sebelah kanan tangga. “Farish, tidur dah agaknya”, Mira berbisik sendirian bila tidak kelihatan bias cahaya pada pintu bilik tidur adiknya.131Please respect copyright.PENANAFaZa8qjUsD
131Please respect copyright.PENANA3oOAFduiNP
Perlahan-lahan Mira menaiki tangga menuju biliknya. Langkah Mira penuh berhati-hati untuk tidak mengganggu lena kedua orang tuanya yang sedang beradu di bilik utama rumah banglo itu.131Please respect copyright.PENANARITi4I8ZUR
131Please respect copyright.PENANA615BRsnbAk
Dalam kesamaran malam Mira terlihat pintu bilik kedua orang tuanya sedikit terbuka. “Apalah tidurpun tak tutup pintu rapat-rapat”, Mira kemudian bergerak ke arah pintu bilik ibu bapanya untuk menutup pintu tersebut.131Please respect copyright.PENANA8qKgousIO3
131Please respect copyright.PENANAWgNk2G0NmJ
Tangan Mira pantas memegang tombol pintu. Pada saat itu mata Mira terarah ke dalam bilik dan tanpa sengaja mata gadis sunti itu tersentak melihat aksi kedua orang tuanya yang sedang memadu kasih di atas ranjang. Cahaya bulan lemah menerangi bilik itu namun Mira dapat melihat susuk tubuh papa sedang beralun lembut menghimpit tubuh mama. Gerakan badan papa berombak sambil punggung papa berputar-putar seperti sedang menggerudi di celah kaki mama yang terbuka luas.131Please respect copyright.PENANAgIobwqe5SF
131Please respect copyright.PENANAbpU9tLmPpd
Mira seakan terpukau dengan aksi kedua orang tuanya. Tangan kiri Mira tanpa sedar meramas-ramas celah kangkangnya. Jari jemari Mira pantas mengesel-gesel pada bukaan faraj perawannya. Bibir faraj Mira yang lembut dibelai sambil jari telunjuk Mira mengelus kelentitnya mula mengeras.131Please respect copyright.PENANAgtAqOSIvnS
131Please respect copyright.PENANAB9RhK1v6BB
“ooo..ooo..mmm”, mama merengek manja menerima tusukan-tusukan tajam pedang papa yang terbenam dalam di lorong nikmat mama. Rengekan mama membuatkan papa semakin pantas berdayung. Punggung ayah beralun laju sambil mulut papa rakus mencumbui payu dara mama. Papa dan mama terlalu asyik melaksanakan aksi penuh berahi sehingga tidak menyedari kelibat Mira yang masih tercegat di depan pintu.131Please respect copyright.PENANAhAvJxJdnfz
131Please respect copyright.PENANAHgv4ytL0QZ
“oooo..aahhh”, hayunan punggung papa yang laju tiba-tiba terhenti dan tubuhnya seakan kejang. Papa menekan punggungnya kuat pada celah kangkang mama. Otot punggung papa mengegang kuat. Mama pula memeluk papa lebih kuat dan serentak itu Mira tersedar dari keasyikannya melihat hubungan seks kedua orang tuanya.131Please respect copyright.PENANA5Q1GDXSZGl
131Please respect copyright.PENANAqiB4Bfl5b5
Mira segera bergerak laju menuju kamar tidurnya. Pintu kamarnya ditutup perlahan-lahan. Mira lalu merebahkan tubuhnya di tilam empuknya sambil dadanya masih berdegup kencang. Itulah pertama kali Mira melihat hubungan seks antara dua insan. Perasaan Mira bercampur baur, rasa bersalah kerana mengendap ibu dan bapanya yang sedang melaksanakan kewajipan sebagai suami-isteri.131Please respect copyright.PENANAF6OY5D1c8P
131Please respect copyright.PENANAdBjZ7UTygY
Naluri seks Mira meluap-luap dan bantal peluknya dipeluk erat sambil cuba memejamkan mata. Mira ingin segera terlelap dan bermimpi untuk bersama seorang lelaki yang mampu memenuhi ghairah keremajaannya.131Please respect copyright.PENANArirnsj6QMQ
131Please respect copyright.PENANAJ9sjIzkfi4
131Please respect copyright.PENANAOHSLHagsoc
oohhh... papa
131Please respect copyright.PENANAbCypEbpeCd


